
.
.
Daniel melihat kedua kaki Leticia yang dibalut perban, ia mendekati gadis itu.
" Apa putri bisa berjalan? biar saya gendong.." kata Daniel sambil memegang tangan Leticia
" Sentuh dia lagi, kau mati !" kata Alexander sambil menatap tajam ke arah Daniel.
Dengan sengaja Leticia menggandeng tangan Daniel dan mengajak si pengawal itu pergi keluar dari kamar Raja.
" Tuan Daniel, ayo bantu aku! antar aku ke kamar ku .."
" Tuan putri, apakah kau tidak bisa melihat situasi? yang mulia raja akan murka kalau seperti ini " batin Daniel ketakutan
" DANIEL!!" teriak Raja Tiran itu murka
Daniel tidak berani mendekati Leticia dan menjauhkan dirinya dari gadis itu.
" Sudahlah, aku jalan sendiri saja " batin Leticia sebal
Melihat Leticia melangkah tertatih-tatih, Alexander ingin menggendong nya tapi ia takut Leticia akan menangis lagi karenanya. Hati nya terhenyak dan terganggu melihat Leticia menangis.
" Yang mulia, apa yang terjadi? " tanya Daniel
" Kau sebaiknya tidak banyak tanya! bereskan kamar ku segera !"
" Saya akan panggil pelayan "
" Bodoh, hanya kau dan si kucing kecil itu yang boleh membersihkan kamarku!" kata Alexander marah
" Ah.. ya.. maafkan saya, saya benar benar lupa yang mulia " kata Daniel menunduk
" Bereskan kamarnya !"
" Yang mulia mau kemana?" tanya Daniel
" Aku akan ke menara malam ini, jaga istana selama aku tidak ada. Besok aku akan kembali " jawab Alexander
" Apa suasana hatinya sedang tidak bagus? biasanya ia pergi ke menara kalau suasana hatinya sedang tidak baik. Dia pasti habis bertengkar lagi dengan putri " batin Daniel
" Baik lah yang mulia !"
" Ada satu lagi, jangan biarkan si kucing kecil melakukan pekerjaan yang berat. Dan.. Daniel..."
" Aku merasakan firasat buruk.." batin Daniel merinding
" Gaji mu aku potong bulan ini, kau tau kan karena apa?" tanya Alexander sinis
" Yang mulia...tolong jangan lakukan itu.." kata Daniel merengek
" Kalau kau bisa menemukan pria brengsek yang ia temui, aku tidak akan memotong gaji mu " kata Alexander
" Inilah yang mulia raja ! dia kejam seperti biasanya " batin Daniel sedih
" Tapi saya benar-benar tidak tahu yang mulia.."
" Kalau begitu terimalah nasibmu " kata Alexander cuek
Raja itu keluar dari kamarnya dan pergi ke menara misterius dan gelap sendirian. Ia terlihat melamun di sana dan memandangi sebuah lukisan usang. Ya, itu adalah lukisan ia, adiknya dan kedua orang tua angkatnya. Lukisan yang ia miliki satu satunya.
" Tiba tiba aku teringat kalian " gumam Raja itu dengan mata penuh kesedihan dan kerinduan
Alexander sudah membalaskan dendam nya pada Raja Edmund yang telah membunuh keluarganya itu dan menjadikan Brilla negeri jajahannya. Dia sudah melumuri tangannya dengan banyak nyawa, mau itu orang yang bersalah atau tidak bersalah. Setalah membalas dendam pun, hatinya tetap tidak tenang karena kehadiran Leticia, putri dari musuhnya.
Terkadang ia berfikir kenapa ia membiarkan satu wanita hidup dan membiarkan wanita itu tinggal disisinya. Ia juga tidak ingin wanita itu pergi darinya, sebenarnya ada perasaan apa ia pada gadis itu? mendengarnya bicara dengan pria lain, atau disentuh pria lain, ia merasa marah tak terkendali.
***
Leticia pergi ke kamarnya dan Carol menyambutnya, ia terkejut melihat kedua kaki tuan putri itu di balut perban.
__ADS_1
" Tuan putri, apa yang terjadi?" tanya Carol cemas
" Ini gara gara si tiran psikopat itu, dia sudah gila "
" Sebenarnya tadi aku mendengar keributan dari kamar yang mulia raja, dan mendengar tuan putri berteriak. Apa tuan putri benar-benar melakukan malam intim bersama raja?" tanya Carol polos
" A..APA??! maksud mu itu apa sih? siapa yang bilang begitu?!!" Wanita itu tercengang
" Jadi.. suara apa yang saya dengar itu.. " Carol gugup
" Jadi kau dan tuan Daniel berfikir yang tidak tidak ya? aku dan dia melakukan itu? mana mungkin, dia itu menyiksaku didalam sana !" seru Leticia kesal
" Tapi kenapa ya Baginda raja semarah itu pada tuan putri? hanya karena tuan putri bertemu pria lain atau karena tuan putri mengatakan kalau tuan putri dipeluk oleh pria lain? tidakkah ini aneh?" gumam Carol berfikir
" Setelah aku pikir pikir lagi, ucapan mu itu ada benarnya, Carol. Tapi kenapa dia bersikap posesif seperti itu padaku? harusnya dia tidak peduli padaku, dan apa yang ku lakukan. " kata Leticia bingung
" Yang mulia,ini hanya pendapat saya saja. Saya merasa kalau Baginda raja sedang cemburu "
" APA?? apa alasan dia cemburu?" tanya Leticia polos
" Tentu saja karena yang mulia raja memiliki perasaan pada tuan putri " jawab Carol yakin
" Tidak mungkin. Orang yang punya perasaan tidak akan menyiksa ku seperti ini dan bersikap kasar pada orang yang ia sukai dengan kasar. " kata Leticia
" Ya, contohnya seperti pangeran Darren." batin Leticia
" Yang putri katakan memang benar sih, tapi entah kenapa saya merasa kalau yang mulia raja memiliki perasaan pada anda. Salah satunya, Baginda raja memberikan kebebasan pada tuan putri dan alasan lainnya adalah yang mulia raja membiarkan kita hidup " terang Carol
Wanita itu tak bisa membantah apa yang dikatakan Carol, ia terdiam dan tak menyangkalnya. Entah karena apa raja itu membiarkan nya hidup, memberikannya kebebasan, tapi ia juga bingung dengan sikap kasar Alexander padanya.
***
Pagi itu, Leticia berjalan menggunakan tongkat yang dibuat oleh salah satu pengawal di sana.
" Terimakasih tuan pengawal, ini sangat bermanfaat " kata Leticia ramah
" Jangan sungkan, saya senang membantu putri. Apalagi putri selalu membuatkan kami makanan enak " kata pengawal 1 ramah
" Baiklah, kami akan menantikannya. Kalau putri butuh bantuan, kami pasti akan membantu"
" tidak sia sia aku menyogok mereka dengan ramen, kimchi dan tteokpooki, ternyata ini berhasil mengambil hati mereka. Tinggal di istana si raja tiran ini tidak buruk juga, karena masih banyak orang baik di dalamnya " batin Leticia
Pengawal di istana yang awalnya bersikap buruk pada Leticia yang adalah tahanan Fostiarus, kini bersikap sangat baik padanya dan menghargai nya. Gadis itu menebarkan kebaikan dan keceriaan nya, bahkan memberi hadiah kepada para pelayan dan pengawal yang bekerja. Hal itu terdengar ke telinga Alexander, dari Daniel.
" Benarkah dia sering melakukan itu?" tanya Alexander tak percaya
" Benar yang mulia, bahkan putri juga memberikan saya hadiah " jawab Daniel sambil tersenyum
" APA?? mana hadiahnya ?" tanya Alexander marah
Daniel menunjuk bross yang dipakai nya, Alexander langsung mengambil dan menghancurkan nya. Daniel kaget melihatnya.
" Yang mulia.. ke kenapa..." Daniel sedih
" Bross ini sama sekali tidak cocok untukmu " kata Alexander tegas
" Iya, yang mulia raja benar. Brossnya tidak cocok untuk saya " Daniel mempertahankan senyuman palsunya
" Bilang saja anda cemburu karena tidak dapat hadiah dari putri Leticia? kenapa harus menghancurkan hadiah ku ?" batin Daniel sebal
" kenapa dia memberi hadiah kepada semua orang di istana ini? kenapa aku tidak dapat? Haa.. kenapa aku merasa di diskriminasi hanya karena hadiah murahan ini saja?" batin Alexander sebal
Sementara itu Leticia sedang melihat bunga matahari yang ia tanam mulai tumbuh di halaman belakang taman istana Fostiarus.
" Indah sekali bukan?" tanya Leticia senang
" Iya yang mulia, akhirnya tumbuh juga ya " jawab Carol
Wanita itu menyiram tanaman dengan gembira, dari kejauhan Alexander melihat itu. Dan ia tersenyum kecil saat melihat Leticia tersenyum.
***
__ADS_1
" Akhirnya kita sampai juga disini " kata Darren
" Iya, aku tidak sabar ingin melihat Leticia " kata Derrick senang
Derrick selalu memakai topeng samaran agar tidak di kenali oleh orang orang. Mereka berdua sudah ada di depan istana Fostiarus dan di sambut oleh beberapa pengawal istana dan juga Daniel.
" Selamat datang ke istana Fostiarus, pangeran Darren dari kerajaan Ilios " kata Daniel sopan
Daniel mengantar Derrick dan Darren ke ruang kerja raja.
" Untuk apa repot repot kemari hanya untuk mengantar satu surat ? tidakkah itu menghabiskan waktu mu " kata Alexander curiga
" Kau ! raja tiran ini, dia sudah membunuh ayah, kedua adikku dan menghancurkan Brilla. Tidak cukup dengan itu kau menawan adikku di istana ini. Rasanya aku ingin memukulnya sekarang " batin Derrick kesal
" Saya hanya menyampaikan niat baik Raja Cedric untuk menyampaikannya secara langsung. Dan saya juga suka berjalan jalan " kata Darren santai
" Pangeran, suka berjalan jalan atau memang ada yang ingin pangeran lihat di istana ku ini?" tanya Alexander tajam
" Terakhir kali dia memegang tangan kucing kecil itu, ada hubungan apa mereka? mana mungkin hanya sekedar bersahabat " batin Alexander tajam
" Kenapa aku merasa merinding disekitar sini?" batin Daniel ikut merasakan suasana tidak benar dari pembicaraan Raja nya dan pangeran Darren.
" Tuan Pierre (nama samaran Derrick) bisa tunggu saja diluar? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Baginda raja " kata Darren lembut
" Baiklah yang mulia, saya undur diri " kata Derrick sopan
" Leticia ada di salah satu kamar pelayan, atau carilah dia di dapur " bisik Darren pada Derrick pelan
Alexander terlihat curiga kepada Derrick, namun ia tak bisa mengikuti Derrick karena ia harus membicarakan masalah negara dengan Darren sebagai perwakilan dari Ilios.
Selagi Darren dan Alexander berbicara, Derrick berusaha mencari cari Leticia atau Carol di dalam istana yang luas itu.
" Dimana Tisha? aku sudah mencarinya ke kamar pelayan, dia tidak ada?" batin Derrick
Perhatian Derrick tertuju pada Leticia yang sendirian dan sedang duduk di halaman belakang istana. Pria itu menghampiri Leticia dan ia berkaca kaca. Leticia heran karena tak mengenali wajah kakak nya yang memakai topeng itu.
" Tuan, tuan kenapa? " tanya Leticia cemas melihat Derrick yang hampir menangis
" Tisha, ternyata kau benar-benar masih hidup.. " Derrick tersenyum pahit
Deg
Jantung wanita itu berdebar saat mendengar suara yang familiar dan selalu ia dengar sebelumnya. Leticia berdiri dengan tumpuan menggunakan tongkat kayu nya.
" Kakak?"
Wanita itu membawa Derrick ke tempat yang sepi untuk bicara, yaitu ke lorong gudang istana yang jarang dilewati orang orang. Ia tak menyangka bahwa ia akan melihat kakak nya dalam keadaan baik baik saja, Derrick melepas topeng nya.
" Ini benar-benar kakak? kakak masih hidup?" tanya Leticia sambil menangis
" Dia terlihat kurusan, tapi syukurlah dia masih hidup. Aku kira aku hanya sendirian di dunia ini " batin Leticia lega
" Iya, aku berhasil hidup.. ternyata Darren benar, kau masih hidup.." kata Derrick sedih
Leticia memeluk kakaknya dengan berlinang air mata.
" Hu..aku pikir aku tinggal sendirian saja di dunia ini. Ternyata.. kakak masih hidup.. aku sangat senang.. " Wanita itu menangis tersedu sedu
" Aku pikir juga begitu, aku pikir kau sudah dibunuh oleh Raja jahat itu tapi ternyata kau masih hidup.. "
Derrick menceritakan bagaimana ia bisa bertahan hidup, dan ia pergi ke Ilios untuk meminta bantuan dari Raja Cedric.
Leticia sangat bersyukur karena kakak nya itu masih hidup.
" Ayo kita kabur sekarang! aku tidak mau melihat mu lebih lama lagi disini. Ayo pergi adikku " kata Derrick sambil memegang tangan adik nya
" Kabur? bukankah ini yang selalu ku inginkan? tapi kenapa hati ku ini seperti ada yang mengganjal?" batin Leticia bingung
Derrick dan Leticia saling menatap satu sama lain, yang satu tatapan penuh harapan dan satunya tatapan penuh pertanyaan dan kebingungan.
...---****---...
__ADS_1