Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 31 Penolakan


__ADS_3

Mereka berdua melepaskan ciuman mereka, dan Alexander yang mengakhiri nya. Leticia mengatur napasnya kembali, jantungnya berdegup sangat cepat. Rasanya ia akan terkena serangan jantung, tubuhnya panas, dan gemetar seperti kesetrum. Begitu pula sensasi yang dirasakan oleh Alexander saat mencium wanita yang ada di depannya itu. Perasaannya sama dengan gadis itu.


Leticia memalingkan wajahnya karena malu, sementara Alexander seperti sudah kehilangan kendali atas dirinya, ia menginginkan lebih dari ciuman.


" To.. tolong lepaskan aku.. yang mulia " kata Leticia yang sudah setengah sadar dari tindakan nya barusan


" Tidak.. tidak bisa begitu.. aku tidak bisa melepaskan mu sekarang " kata Alex dengan nada suara yang tegas dan mendominasi


Mata wanita itu terbelalak, tak mengerti apa yang dikatakan oleh Alex. Dengan cepat, Alex melakukan teleportasi, mereka sudah ada di kamar Alex. Hasrat ataukah nafsu? sudah memenuhi pikiran Alexander, malam itu dan detik itu juga, ia ingin bersama dengan wanita yang sudah membuat nya kehilangan akal sehat itu.


" Pergilah mandi " ujar Alex berbisik pada Leticia


" A.. Apa?" tanya Leticia kaget


" Pergilah mandi, kau sangat bau " Alex tersenyum tipis


Wanita itu mendorong Alexander dengan marah dan geram.


" Kalau aku bau, kenapa kau menyentuhku? kau bahkan mencium ku ! brengsek !"


" Kau mengumpat lagi. Haa.. kau bicara seolah olah aku yang salah disini, ingat baik-baik yang terjadi barusan itu aku tidak memaksamu " kata Alex tegas


" Yang mulia raja.. KAU !"


" Kau juga tidak menolaknya kan? " tanya Alex dengan senyuman menggoda


" Astaga.. kenapa pria ini, dia begitu seksi. Tidak, tidak boleh tergoda lagi oleh iblis. " batin Leticia kelabakan


Wanita itu beranjak dari ranjang Raja, dan berlari pergi keluar pintu kamar. Raja itu membiarkan nya pergi begitu saja, ia sudah sadar bahwa ia tak boleh melewati batasnya. Dalam hatinya ia juga menyadari bahwa hatinya menginginkan Leticia dan mempunyai ketertarikan, meskipun ia masih belum mengakui bahwa itu adalah cinta.


Namun disisi lain hatinya bertanya tanya, akankah keluarga nya marah di alam sana saat melihat Alex ingin membangun sebuah hubungan dengan putri orang yang sudah membunuh keluarganya.


***


Keesokan harinya, Leticia menyiapkan sarapan untuk Alex. Setelah kejadian semalam, Leticia dan Alex sama sama terlihat canggung.


" Mulai dari sekarang kau hanya boleh menuruti perintahku, jika ada yang memerintah mu selain diriku kau tidak boleh menurutinya. Raja mu adalah aku, orang yang kau layani hanyalah aku " kata Alexander tegas


" Baik yang mulia " jawab Leticia cuek


" Bagus kalau kau mengerti, sekarang mana sarapan ku?" tanya Alex


" Sudah ada disini yang mulia " jawab Leticia sambil menunjukkan nampan, ada satu piring berisi omerice


" Apa namanya makanan ini?" tanya Raja


" Ini omerice yang mulia " jawab Leticia


" Kenapa dia terlihat biasa saja? padahal semalam kami..." batin Leticia kecewa


" Aku suka ini, jadikan ini sebagai sarapan ku setiap hari. " Kata Raja sambil memakan omerice nya


" Kalau begitu, saya permisi yang mulia " kata Leticia menghormat


" Sepertinya kau melupakan peraturan kedua, kau tidak boleh pergi sebelum aku selesai menghabiskan makanan ku " kata Alex tegas


" Baik, saya akan menunggu " kata Leticia sebal


" Kenapa dia terdengar kesal? apa aku berbuat kesalahan " batin Alex berfikir


" Ternyata yang semalam itu hanya perasan ku saja, aku sendiri yang baper. Padahal aku kira aku dan dia sudah berbaikan, aku sendiri yang kegeeran " batin Leticia kecewa


" Hari ini, ikut aku ke kerajaan Ilios " kata Alex


" Kerajaan Ilios? ada apa? kenapa aku harus ikut?" tanya Leticia bingung


" Bukankah dia tidak ingin memberiku kesempatan untuk bertemu kakak ku, lalu kenapa dia ingin aku ikut?" batin Leticia bertanya tanya


" Kalau kau tidak mau ikut, ya sudah " jawab Alex santai


" Saya.. saya ikut ! saya mau ikut !" seru Leticia semangat


Pria itu tersenyum tipis, melihat Leticia yang semangat pergi ke Ilios. Sementara ketiga nona bangsawan di istana itu malah diabaikan dan tidak diizinkan ikut dengan Alexander ke Ilios. Wanita itu mengikuti Alexander dan berdiri disampingnya, ia terlihat gembira karena akan bertemu dengan kakak nya.


****


Di kerajaan Ilios, Darren dan Derrick menanti kedatangan Leticia dengan semangat. Mereka menunggu wanita itu sambil mempersiapkan sesuatu untuk Leticia.


Tak lama kemudian, Raja Alexander dan rombongan nya datang ke kerajaan Ilios, semua orang di kerajaan Ilios menyambut kedatangan Alexander.


" Selamat datang di negeri Ilios, Baginda raja Alexander" kata Raja Cedric sopan


" Tidak perlu seheboh ini Raja Cedric, aku tau kau tidak senang dengan kedatanganku " kata Alexander sinis

__ADS_1


" Ternyata anda bukan orang yang suka berbasa basi " Raja Cedric tersenyum ramah


" Memang bukan, langsung saja. Bagaimana kalau kita bicara langsung pada intinya?" tanya Alexander tajam


" Bukankah lebih baik kalau kita mengobrol yang ringan ringan dulu?" tanya Cedric ramah


" Aku akan menuruti undangan raja Cedric kali ini " kata Alexander setuju


" Berhadapan langsung dengannya, tidak disangka dia memiliki aura sebesar ini, yang bisa membuat orang di sekitarnya tertekan. Memang pantas di sebut raja Tiran " batin Cedric


" Kalau begitu, mari kita bicara di ruangan ku Baginda Raja Alexander " kata Cedric menyambut ramah


" Baiklah " kata Alexander dingin


Alexander dan Darren saling bertatapan,tatapan mereka seperti orang yang sedang berperang. Tanpa sadar, mood Alexander menurun saat melihat orang yang ia rasakan adalah rivalnya. Darren juga melihat Alexander seakan akan pria itu adalah musuhnya, meskipun tau pria itu adalah Raja tapi ia tidak takut menatap nya dengan tatapan tidak suka.


Raja Alexander dan Raja Cedric pergi berbicara di ruang kerja Cedric, dan mereka membahas tentang kematian 20 prajurit yang diakibatkan pembantaian oleh Alexander.


" Saya ingin meminta pertanggungjawaban anda yang mulia Raja, " kata Cedric tegas


" Raja Cedric, ingin meminta apa? pasti akan ku kabulkan, kau ingin 20 prajurit dengan kemampuan yang bagus? aku bisa berikan, kau ingin emas? berapapun akan aku berikan " kata Alexander santai


" maaf, tapi saya tidak ingin itu. " jawab Cedric sambil tersenyum


" Lalu.. kau ingin apa?" tanya Alexander penasaran


" jika saya katakan apa keinginan saya, apa yang mulia Raja Alexander akan mengabulkan nya?" tanya Cedric sambil menyeringai


" Karena aku sudah berjanji, pasti aku akan menepati nya " jawab Alexander penuh keyakinan


" Kenapa dia seperti meragukan ku?" batin Alex kesal


" Kalau anda sudah berkata begitu, maka jangan pernah menarik kembali ucapan anda yang mulia " kata Cedric sambil tersenyum tipis


" Tentu saja, jadi.. katakan apa mau mu?" tanya Alexander tajam


***


Disisi lain istana Ilios, Leticia bersama Daniel melihat lihat taman disana. Dan takjub dengan banyaknya bunga matahari, dan bunga bunga yang indah.


" Benar benar indah, seperti matahari. Kerajaan Ilios benar-benar seperti surga, semuanya cerah. Syukurlah aku bisa melihat semua ini setelah kematian " kata Leticia takjub


" Saya senang kalau tuan putri senang " kata Daniel ramah


Tap tap tap


Dengan terburu buru, Derrick memeluk Leticia dari belakang dengan gembira dan penuh kerinduan.


" Kakak?"


" Tisha, bagaimana kabarmu?" tanya Derrick khawatir


" Aku baik baik saja kakak, aku merindukan kakak " jawab Leticia sambil memeluk kakak nya itu dengan manja. Di samping Derrick juga ada Darren yang melihatnya dengan tatapan yang penuh cinta.


" Aku juga merindukanmu, tapi aku tidak akan begitu merindukan mu lagi nanti.. " kata Derrick lega


" Sebentar lagi kita akan bersama " batin Derrick senang


" Apa maksud kakak?" tanya Leticia polos


" Nanti kau lihat saja nanti, oh ya katanya pangeran Darren ingin bicara berdua denganmu " kata Derrick


" Tidak bisa, dia pasti ingin merebut perhatian Tuan putri dari yang mulia raja. Demi yang mulia Raja dan demi kerajaan Fostiarus, aku akan mencegah nya " batin Daniel penuh tekad


" Maaf tapi tidak bisa, karena saya dan tuan putri harus menemui yang mulia Raja " kata Daniel


" Itu kan bisa nanti, sekarang Tisha akan bicara dulu dengan pangeran Darren karena mereka punya urusan penting " kata Derrick


" Maaf, tapi saya akan membawa tuan putri pada yang mulia Raja " kata Daniel tegas


" Kenapa pria ini ngotot sekali sih?" batin Derrick heran


" lebih baik kita biarkan Tisha yang memilih " kata Derrick sinis


" Baik !"


" Tuan Daniel, maafkan aku. Tapi, aku perlu berbicara dengan pangeran Darren" kata Leticia


" Baiklah,tapi saya akan menemani tuan putri "


" kami ingin bicara berdua !" seru Darren tegas


" Iya, kami perlu bicara berdua " kata Leticia

__ADS_1


" Aku harus mengatakan nya dengan tegas pada pangeran Darren, hari ini " batin Leticia penuh tekad


" Baiklah, saya akan menunggu " kata Daniel


" Tisha, ayo kita bicara di ruangan ku " kata Darren senang


" Baiklah " jawab Leticia


Leticia dan Darren pergi ke ruangan kerja Darren, pelayan disana menyajikan teh dan kue stroberi kesukaan Leticia. Di samping Darren juga ada Moore yang mengawal Dareen.


" Woah.. kue stroberi " kata wanita itu sumringah


" Aku tau kau akan sesenang ini, jika kau mau lagi kue nya masih ada banyak " kata Darren ramah


" Terimakasih pangeran Darren, aku akan mencicipinya dulu. Boleh kan?" tanya Leticia


" Boleh "


Wanita itu mengambil kue 🍓 nya dengan semangat, saat makanan itu masuk ke mulutnya. Ia merasakan perasaan familiar pada kue yang ia makan ikut.


" Kenapa? apa tidak enak?" tanya Darren cemas melihat raut wajah wanita itu yang terlihat bingung


" Kue ini.. rasanya sama persis dengan kue yang sering aku makan di istana Brilla " jawab Leticia


" Jadi ini enak?" tanya Darren


" Iya sangat enak ! aku suka " jawab Leticia senang


" Yang mulia pangeran memang sengaja pergi ke Brilla hanya untuk membeli kue stroberi ini untuk tuan putri. " kata Moore memberitahu


" Sudah ku bilang jangan beritahu !" seru Darren sebal


" Dia sengaja jauh jauh ke Brilla hanya untuk membelikan kue kesukaan ku? apa dia benar-benar suka padaku? atau dia suka pada Leticia yang asli ?" batin Leticia bingung


Setelah itu Moore pergi keluar ruangan itu dan meninggalkan Leticia dan Darren untuk bicara berdua.


" Oh ya, ada sesuatu yang ingin aku katakan pada yang mulia " kata Leticia serius


" Baiklah, Tisha kau ingin mengatakan apa?" tanya Darren


" Aku menolak perasaan pangeran, maafkan aku " jawab Leticia sambil memalingkan wajahnya


" Benar, yang ku lakukan ini sudah benar. Sejak awal aku bukanlah Leticia dan pria ini juga bukan sahabatku, semua yang kumiliki sekarang adalah milik Leticia " batin Leticia


Saking kagetnya, Darren sampai berdiri dari tempat duduknya dan melihat wanita itu dengan penuh keheranan. Padahal ia sudah yakin pada awalnya kalau Leticia akan menerima nya.


" Apa maksudmu? apa kau menolak ku?" tanya Darren


" Bukankah kita sudah bersahabat sejak lama, dan aku adalah adik temanmu, apa yang mulia ingin hubungan kita berubah lebih dari itu? bagiku kau tidak lebih dari itu" jawab Leticia tegas


" Kau menolak ku bahkan tanpa mempertimbangkan nya dulu. Tisha, kau tau sejak dulu aku tidak pernah menganggap mu sahabat, saat kau bersama Duke Henry aku selalu menunggumu dan melihatmu dari belakang seperti ini. Setelah kau sendiri, aku ingin hubungan kita lebih dari sahabat, kau adalah wanita bagiku. Aku menyukaimu.. " kata Darren sambil memegang tangan Leticia


" Dulu? itu artinya dia memang menyukai Leticia yang asli dan bukannya aku" batin Leticia


" Tapi aku tidak " jawab Leticia tegas


" Bohong, aku bisa merasakan kalau kau juga suka padaku ! " seru Darren


" Aku menyukaimu sebagai sahabat dan teman kakakku, tidak lebih dari itu." kata Leticia


" Tidak.. tidak bisa begini.. Tisha, tolong jangan begini.." pria itu menunjukkan kesedihan dan kekecewaan dari matanya, seperti harapannya telah dihancurkan semua !


" Maafkan aku, yang mulia pangeran " kata Leticia tak berani menatap mata pria itu


" Aku tidak tau alasan kenapa kau seperti ini, tapi tolong berikan aku kesempatan. Pertimbangkan lah perasaan ku, jangan langsung menolak ku begitu saja !" seru Darren memohon


" Seperti nya kau sangat menyukai Leticia, sampai sampai kau memohon seperti ini padaku untuk nya, tapi aku bukanlah orang yang kau maksud " batin Leticia kagum.


Leticia merasa bersalah, ia masih terdiam dan berfikir.


BRAK


" Yang mulia ! anda tidak boleh masuk !" seru Moore berusaha menghentikan Raja Alexander yang menerobos masuk ke ruang kerja Darren.


Ia melihat pria itu sedang menggenggam tangan Leticia seperti sedang bermesraan. Sorot mata Raja tiran itu tampak sangat buruk, terlebih lagi matanya berwarna merah. Sangat jelas saat itu ia sedang sangat marah. Tapi, apa yang membuatnya marah? apa itu hanya karena cemburu saja?


" Ayo pulang denganku !" seru Alexander dengan suara yang keras


" Ada apa dengannya? kenapa mata nya seperti itu lagi?" batin Leticia bingung


...----***----...


Hai readers.. mohon maaf kemarin author gak up, dikarenakan sedang liburan dan lupa bawa cassan. Pas mau up,Batre nya abis .. 🙂🙂🙏

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Like Rate komen, kalau suka novelnya klik Favorit juga untuk nungguin kelanjutannya.. makasih 🙂🙏


__ADS_2