
Raja itu merasa ada yang hilang dari dirinya, tapi ia tidak tau apa yang hilang itu. Padahal belum satu hari, tapi ia sudah merindukan gadis itu.
" Aku pasti sudah gila, aku harus segera tidur.. Besok adalah hari pengumuman pernikahan ku " gumam Alexander
" Apa aku bisa tidur atau tidak malam ini?" batin Alexander tak yakin
Memang insting pria itu sangat kuat, ia tiba-tiba menyerang ke arah semak semak begitu tau ada sepasang mata yang mengawasinya.
" Keluar kau, atau ku robek tubuhmu " kata Alexander tegas
" Yah, aku ketahuan " kata Gustaf dengan nada bicara santai yang menunjukkan dirinya dihadapan raja itu
" Kau masih berani muncul di depanku? tidak takut mati ya?"
" Keponakan ku tersayang, tadinya aku berniat menemui gadis mu. Tapi sepertinya dia tidak ada disini " kata Gustaf mengejek
" Gadis mu? apa apaan dia?" batin Alexander kesal
" Dia bukan gadis ku " jawab Alexander sambil mengeluarkan kekuatan apinya dan menyerang paman nya itu.
" Kau ini sangat pemarah ya ! kau memang tidak pernah berubah ckckck" Gustaf menghindari serangan dari keponakan nya itu dengan cepat
" Seperti nya dia terlihat tidak baik, apa benar dia punya hati? hahaa..." batin Gustaf senang melihat Alexander terlihat sedih
" Pergilah dalam sepuluh.. ah tidak lima detik, maka aku akan mengampuni mu kali ini " kata Alexander sinis
" Haa.. aku perlu bicara dengan mu sebentar Baginda Raja, ini hal penting. " kata Gustaf santai
" Kau sungguh mau mati paman?" Alexander menatap pamannya itu dengan tajam
" Baik baik .. aku akan mengatakan nya dengan cepat. Aku ingin mengajukan kerjasama dan perdamaian diantara kita " kata Gustaf
" Kenapa aku harus bekerja sama denganmu?" tanya Alexander dengan senyum sinis nya
" Kau menginginkan kerajaan Ilios kan?" tanya Gustaf sambil tersenyum licik
Alexander terpana mendengar perkataan Gustaf.
Gustaf sudah tau kalau kalau sejak dulu Alexander menginginkan kerajaan Ilios, Raja itu bisa mendapatkan kerajaan Ilios dengan mudah dan dengan tangannya sendiri, karena tidak ada kekuatan yang sebanding dan lebih kuat darinya di dunia ini. Meskipun Ilios adalah kerajaan yang lebih kecil dari Fostiarus, akan tetapi dukungan rakyatnya dan rasa hormat rakyatnya terhadap keluarga kerajaan terutama Raja Cedric sangatlah besar. Reputasi Raja Cedric sangatlah baik di masyarakat, dan itulah yang tidak bisa didapatkan Alexander dari rakyatnya, yaitu dukungan penuh dan rasa hormat.
Raja itu hanya tau cara membunuh, cara menyiksa orang, terutama orang-orang yang menentang kepemimpinan nya. Namun, Raja itu juga adalah orang yang rela berjalan di jurang penuh duri, dan berjalan di atas api, demi mendapatkan tujuannya.
Gustaf memberikan tawaran kepada keponakan nya itu untuk memenangkan hati rakyat Ilios dengan dukungannya dan orang-orang nya, asalkan Raja itu mengizinkan nya kembali ke istana dan gelar pangeran nya dikembalikan.
" Kerajaan Ilios? itu adalah kerajaan si pangeran lemah itu. Aku memang ada niat untuk menghancurkan kerajaan itu, tapi bagaimana dengan Leticia..." batin Alexander ragu ragu
Alexander mengusir Gustaf dari sana sebelum ia habis kesabaran untuk membunuh pamannya yang menyebalkan itu. Dan benar saja, Alexander tanpa ragu melukai Gustaf dengan sihir telekinetis nya.
" Sial ! kau curang !" seru Gustaf yang marah karena tubuhnya tidak bisa bergerak, tangannya kesakitan.
" Maka dari itu jangan menantang ku" kata Alexander santai
" Dasar ! kau ternyata masih mempunyai kemampuan itu ya? " tanya Gustaf
" Pergi kau ke neraka !"
" Dasar iblis ! tidak heran wanita itu meninggalkan mu.. Pada akhirnya kau tidak punya satu orang yang benar-benar berada disisi mu, karena kau adalah iblis ! kasihan sekali kau " kata Gustaf memanasi
Wush
Alexander melempar Gustaf jauh dari istana nya, pria itu terbang menghilang dari pandangan Alexander entah kemana. Raja itu mengepal tangannya dengan kesal, entah apa yang membuatnya kesal, apakah itu perkataan Gustaf? atau karena ia kesal pada dirinya sendiri?
Keesokan harinya, di istana Ilios, Darren sudah bersiap-siap dan berdandan rapi pagi itu. Pangeran Ilios itu berdiri tak jauh dari kamar Leticia, ia seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. Beberapa pengawal yang berjaga disana tersenyum dan keheranan melihat tingkah Darren yang mondar-mandir kesana kemari seperti orang yang bingung.
" Moore, bagaimana penampilan ku? " tanya Darren resah
" Yang mulia anda sudah bertanya hal yang sama itu sekitar 20 kali hari ini " kata Moore sambil tersenyum
" 20 kali? aku baru bertanya 2 kali padamu " kata Darren yakin
" Baiklah, saya tidak mengerti dengan orang yang sedang jatuh cinta " Moore tersenyum
" Kau ini bicara apa sih? siapa juga yang jatuh cinta ?" tanya Darren sambil memalingkan wajahnya karena malu
" Bahkan pengawal mu saja tau kalau pangeran nya ini sedang jatuh cinta " kata Mariana sambil tersenyum, ia berjalan dan ditemani kedua datangnya.
Moore dan Darren memberi hormat kepada Ratu Mariana dengan sopan.
" Salam yang mulia Ratu "
" Pangeran Darren kau terlihat berbeda sekali hari ini " kata Mariana sambil tersenyum
" Hehe.. "
" Baguslah kau ceria, tadinya aku ingin menyapa calon istrimu dulu, tapi aku harus segera pergi ke pusat kota. Mungkin lain kali aku akan menyapa dan berkenalan dengannya "
" Eh..calon istri? " kata Darren bingung sambil malu malu dengan wajahnya yang memerah
__ADS_1
Moore menahan tawa, namun ia terlihat senang melihat Darren yang ceria.
" Aku penasaran seperti apa gadis yang sudah memikat hatimu itu, bilang padanya nanti malam aku mengundang nya makan malam bersama.." kata Mariana ramah
Setelah kepergian Ratu Mariana, Darren terlihat menyembunyikan wajah merahnya itu.
" Moore, apaan kau lihat lihat?" tanya Darren sebal
" Maafkan ketidaksopanan saya yang mulia " kata Moore sambil tersenyum ramah
" Yang mulia terlihat seperti anak remaja yang akan berkencan. Apa ini alasan yang mulia selalu menolak perjodohan dari yang mulia Raja dan yang mulia Ratu? dia pasti sangat menyukai tuan putri Leticia " batin Moore
KLAK
Pintu kamar Leticia terbuka, gadis itu sudah bersiap-siap dengan gaun biasa dan sederhana layaknya rakyat biasa. Carol juga ada dibelakangnya.
" Salam yang mulia pangeran, selamat pagi " kata Leticia menyapa
" kenapa kau memakai baju itu? aku kan sudah membelikan banyak baju di lemari untukmu?" tanya Darren
" Jadi yang mulia yang memberikan ku gaun gaun itu? tidak.. maksudku apa gaun gaun itu untukku?" tanya Leticia
" Iya, aku sengaja menyimpan nya di lemari mu. Kenapa kau tidak memakainya?" tanya Darren
" Maaf, gaun itu terlalu bagus untukku " jawab Leticia
" Bukankah kita sudah membicarakan hal ini semalam, tolong jangan menolak nya. Meskipun kau terlihat cantik memakai baju apapun, tapi aku akan senang kalau kau memakai baju yang aku belikan " kata Darren sedih
" Dia sudah banyak membantuku dan kak Derrick, tidak baik membuatnya sedih " batin Leticia
" yang mulia akan senang, kalau aku memakai baju nya?" tanya Leticia
" Tentu saja !" kata Darren semangat
" Beri aku 10.. ah tidak 5 menit saja, aku akan mengganti baju ku. Tidak apa apa kan kalau kau menunggu ?" tanya Leticia
" Baiklah, aku akan menunggu "
Beberapa menit kemudian, Leticia keluar dari kamarnya. Ia berjalan bersama Darren menaiki kereta menuju ke pusat kota, di sepanjang perjalanan Leticia mengagumi pemandangan di Ilios yang tampak indah dan rakyat yang terlihat damai.
" Seperti kata mu, Ilios memang sangat indah, yang mulia " kata Leticia terkagum-kagum
" Iya kan aku sudah pernah bilang "
" Apakah kakak juga ada di pusat kota?" tanya Leticia
" Aku tidak tau harus mengatakan apa lagi, terimakasih saja rasanya tidak cukup. Kau selalu menolongku dan kakak ku, yang mulia "
" Darren, panggil namaku "
" Apa? mana bisa aku ..."
" Apa tidak bisa kau memanggil namaku saat kita sedang berdua saja?" tanya Darren
" Haa.. ya baiklah, Darren " Leticia tersenyum
" Astaga, dia sangat cantik. Terlebih lagi saat dia tersenyum seperti itu, jantungku rasanya mau copot. Aku ingin memeluknya " batin Darren terpesona
" Ini perasaan ku atau memang dia sedang bertingkah manja. Dia sangat perhatian, gadis yang mendapat nya akan sangat beruntung " batin Leticia
BRAK
BRUK
" Ackk !!"
Kereta yang mereka naiki tiba-tiba saja, oleng dan membuat Leticia jatuh ke kursi depannya, ia memeluk Darren secara tidak sengaja.
" Doaku terkabul " batin Darren senang
" Ah.. maafkan aku yang mulia pangeran, aku tidak sengaja " kata Leticia berusaha beranjak dari pangkuan Darren
" Posisi memalukan apa ini? kenapa aku merasa seperti deja vu? sudah berapa kali aku mengalami posisi seperti ini di Fostiarus. Ah.. kenapa aku teringat tiran psikopat itu lagi?" batin Leticia
" Apa kau baik-baik saja? kau tidak terluka?" tanya Darren perhatian
" Iya, aku baik-baik saja. Tapi kenapa kereta nya berhenti?"
Leticia kembali duduk ke kursinya, sementara itu Darren keluar dari keretanya untuk melihat keadaan.
" Ada apa ini? Leticia hampir saja terluka !" seru Darren marah
" Apa dia sedang marah? karena ku? ini pertama kalinya aku mendengar dia begitu marah " batin Leticia yang mendengar dari dalam kereta
" Maafkan saya yang mulia, seperti nya kereta nya mengalami sedikit kerusakan " kata kusir
" Beginilah kalau orang yang sedang jatuh cinta, dia kehilangan ketenangan nya " batin Moore
__ADS_1
" Haa.. baiklah, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki nya?" tanya Darren
" Sekitar 30 menit yang mulia " jawab pak kusir
" itu lama sekali, Leticia dan aku akan.. "
KLAK
" Sudah, jangan marahi pak kusir nya. Tidak apa, kita akan menunggu saja " kata Leticia sambil turun dari kereta
" Tapi.. kau kan ingin jalan-jalan "
" kita bisa jalan-jalan disini, pemandangan disini juga bagus. Tidak apa " kata Leticia ramah
" Apa tidak apa?" tanya Darren
" Iya, ayo jalan bersama ku yang mulia. Aku ingin membeli sesuatu disana, aku lapar " kata Leticia mengalihkan perhatian
" Baiklah, tadi kita juga belum sempat sarapan juga " kata Darren
" Terimakasih tuan putri " batin pak kusir lega
Darren dan Leticia menghabiskan waktu di pasar yang tak jauh dari pusat kota. Mereka terlihat menikmati waktu yang nyaman bersama. Mereka terlihat seperti sedang berkencan, Darren dengan kelembutan nya berusaha meluluhkan hati Leticia yang masih memikirkan Alexander.
Tak lama kemudian seorang pengantar surat kabar lewat di depan mereka, Leticia membeli surat kabar itu dan kaget melihat isinya.
" Ada apa Tisha?" tanya Darren cemas
" Tidak.. bukan apa-apa " jawab Leticia menahan air mata nya
" Dia akan menikah? jadi dia memilih nona Vivian sebagai istrinya? dia benar-benar serius dengan perkataan nya. Kenapa aku sakit hati? stop, aku tidak mau memikirkan nya lagi " batin Leticia
Darren melihat berita yang ada di halaman depan surat kabar itu, ia mengerti kenapa Leticia mengeluarkan ekspresi seperti itu. Pria itu tau bahwa Leticia sedih, dan patah hati, tapi ia juga patah hati melihat Leticia masih memikirkan pria lain meskipun ada di hadapan nya. Berita besar itu sudah membuat wanita itu terluka.
" Ternyata kau masih memikirkan nya, Tisha " batin Darren sedih
" Tisha, jangan memikirkan nya lagi. Masih ada aku disini " kata Darren sambil memegang kedua tangan Leticia. Gadis itu tak bisa menahan air matanya.
" Kurasa ada debu masuk ke dalam mataku " kata Leticia dengan suaranya yang lemas
" Tisha, jangan menahannya lagi. Kalau kau ingin menangis, aku akan mengizinkan mu menangis kali ini untuk yang terakhir kali " kata Darren sambil menatap gadis itu
" Tidak.. aku tidak menangis.. aku tidak apa-apa hiks hiks " Leticia menangis
Disisi lain pasar itu, terlihat Alexander dan Daniel sedang menyamar.
" yang mulia, kenapa kita datang kemari?" tanya Daniel
" Kau banyak omong ya, aku harus mencari pamanku yang gila itu dan pengikutnya. "
" Anda kan bisa menyuruh orang lain, saya misalnya. Karena sekarang seharusnya anda tetap di istana, untuk upacara pernikahan anda " kata Daniel mengingatkan
" Kau cerewet sekali, tau begini aku tidak mau mengajakmu " kata Alexander sinis
" Aku harus memusnahkan Gustaf dan pengikutnya. Kalau tidak, dia bisa berbuat macam macam pada Ilios
" Bilang saja anda disini untuk menemui tuan putri " gumam Daniel
" Kalau kau bicara lagi aku akan membunuhmu " kata Alex
" Eh yang mulia ! bukankah itu tuan putri?" Daniel kaget melihat Leticia dan Darren sedang ada di sebelah kiri mereka di pinggir pasar Ilios.
" Jangan menipuku Daniel " kata Alexander tak percaya
" Saya serius ! dia bersama pangeran Darren, lihat ke sebelah kiri anda " kata Daniel
Alexander melihat ke sebelah kirinya dan melihat wanita yang ia rindukan sedang berada di dalam genggaman tangan pria lain. Wanita itu sedang menangis, dan ia tidak tahu kenapa.
" Psikopat tiran? dia ada disini?" batin Leticia terpana melihat Alexander yang ada di hadapannya. Darren juga menyadari keberadaan Alexander dan Daniel.
" Ayo kita pergi yang mulia " kata Leticia sambil menuntun tangan Darren
Wush
Dengan cepat, Alexander sudah ada dihadapan mereka berdua. Pria itu menepis tangan Darren dan memegang tangan Leticia.
" Ah.. ! apa yang kau lakukan?!" tanya Leticia kaget
" kenapa kau ada disini? aku tidak mau melihatmu " batin Leticia kesal
" Siapa yang membuatmu menangis? apa si pangeran bajingan ini?!!" teriak Alexander pada Darren.
Leticia dan Darren tercengang mendengar perkataan Alexander. Sementara pria itu menatap Leticia dengan wajah yang cemas dan penuh perasaan.
" Jangan seperti ini, jangan tunjukkan wajah seperti itu lagi " batin Leticia sedih
Alexander voice ;
__ADS_1
Saat melihatnya menangis aku kira aku tidak akan peduli, tapi ternyata aku lebih sangat terganggu saat pria itu memegang tangannya. Perasaan ini kenapa menyakitkan ...