Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 11 Di musuhi


__ADS_3

Leticia masih tidak percaya bahwa si Raja yang selalu berusaha menyiksanya itu menyuruh nya istirahat.


" Seperti nya saya salah dengar, anda benar-benar menyuruh saya beristirahat?" tanya Leticia


" iya aku memang menyuruhmu begitu, cepatlah sembuh agar aku bisa menindas mu lagi. Tidak akan seru, kalau aku menindas orang sakit " jawab Alexander dingin


" Hah! sudah kuduga, dia tidak benar-benar tulus menolong. Picik sekali " batin Leticia kesal


" Nah, ini baru terdengar dan terlihat seperti anda yang mulia " kata Leticia sambil cemberut


" Terus mau apa kau disini? cepat kembali ke kamar mu !" seru Alexander


" Dia selalu saja membuatku banyak bicara " batin Alexander kesal


" Baik yang mulia " kata Leticia sambil tersenyum


Diam diam Raja itu menyuruh Daniel untuk mengantar gadis itu ke kamarnya. Daniel heran dengan perilaku raja nya itu.


" Sebenarnya anda tidak repot repot mengantar ku kembali ke kamar, saya bisa sendiri " kata Leticia tidak enak hati


" Saya hanya kebetulan saja akan lewat ke kamar pelayan jadi sekalian saja hehe " Daniel tersenyum canggung


" Kenapa juga aku harus berbohong? huh yang mulia ada ada saja, dia menyuruhku mengantar nya kemari tapi jangan bilang bilang kalau dia yang menyuruh. " batin Daniel heran


" Tetap saja saya harus berterimakasih tuan Daniel " kata Leticia ramah


Setelah melihat Leticia, Carol, Mira, beberapa pelayan dan Anne menghampiri gadis itu. Sementara itu Daniel pergi.


" Kami dengar kau pingsan? apa kau baik baik saja?" tanya Anne cemas


" Sekarang saya sudah baik baik saja, Nona Anne tidak usah cemas " jawab Leticia ceria


" Kenapa mereka be ramai ramai menghampiri ku? apa terjadi sesuatu saat aku pingsan? apa terdengar rumor yang aneh aneh lagi?" batin Leticia berfikir


" Apa benar yang mulia raja yang membawa mu ke kamarnya? " tanya Mira penasaran


" Apa yang mulia raja benar-benar mengizinkan mu tidur di ranjangnya?" tanya Rita penasaran


" I..itu .. memang saat terbangun, aku sudah ada di ranjang yang mulia. Tapi, jangan salah paham.. itu tidak sengaja dan dalam keadaan darurat, yang mulia raja melakukan itu karena.. dia .. " Leticia kebingungan ingin menjelaskan apa lagi pada para pelayan yang penasaran itu


" Sudah sudah semuanya bubar ! lanjutkan pekerjaan kalian !" seru Anne tegas


" Yah sebentar lagi saja nona Anne, kami ingin bertanya pada tisha " kata pelayan 1


" Iri nya, tisha kau jadi wanita pertama yang bisa tidur di ranjang yang mulia dan digendong oleh yang mulia " kata pelayan 2


" Apa? pertama?" Leticia terpana


" Tisha, apa kau tidak tau kalau yang mulia tidak pernah dekat dengan wanita manapun? " tanya Pelayan 3


" Ah.. mana mungkin, yang mulia raja pasti pernah dekat dengan seorang wanita. Jadi bukan aku yang pertama. Kalian tau kan kalau yang mulia raja membenciku, jadi dia melakukan ini untuk menyiksaku " kata Leticia berakting sedih


" Benar juga, yang mulia raja pasti berakting untuk mendekati mu. Agar semua pelayan di kastil ini membencimu " kata pelayan 4


" Kau benar juga " kata Pelayan 1 dan pelayan 2 membenarkan


" Masuk akal juga, ya biarkan saja lah mereka berfikir begitu. Akan repot kalau aku punya musuh lagi " batin Leticia merasa lega


" Kenapa yang mulia putri berkata begitu? " batin Carol


" Maaf ya tapi aku tidak setuju, setahuku yang mulia raja tidak akan menyentuh wanita hanya karena kebencian. Dengan menggendong tisha yang pingsan, bukan kah itu menunjukkan kalau yang mulia Raja perhatian pada tisha?" tanya Ginny ( Pelayan yang membenci Leticia dan Carol )


" Iya aku juga tidak sependapat, yang mulia raja bukan orang yang sembarang menyentuh wanita, yang mulia kan orang yang dingin pada wanita. Apa jangan jangan kau yang menggoda nya?" tanya Jean sinis


" A..APA?" Carol marah mendengar nya


Beberapa pelayan mulai terprovokasi dengan apa yang dikatakan Ginny dan Jean tentang Leticia yang menggoda Alexander.


Begitulah benih kebencian mulai muncul, yang tadinya memihak Leticia, kini sebagian besar pelayan memusuhinya karena rumor dan gosip kedua pelayan yang menyebalkan itu.


" Yang mulia, bagaimana ini? semua orang terprovokasi oleh Ginny dan Jean, sebenarnya mereka kenapa sih selalu memusuhi yang mulia " kata Carol sebal


" Sudahlah, tidak apa. Biarkan saja mereka bicara sesuka mereka, benih kebencian memang lebih mudah ditebar daripada kebaikan. Satu kebaikan seseorang tidak akan diingat, tapi satu kejelekan seseorang pasti akan selalu teringat sampai kapan pun " kata Leticia sambil berbaring di ranjangnya


" Tapi yang mulia, ini kan bukan salah yang mulia " kata Carol


" Aku tau, tapi ya sudah lah tidak apa. Mau mereka suka atau membenciku, terserah mereka " kata Leticia masa bodoh


" Ini pasti tujuannya untuk membuat orang orang di kastil ini memusuhiku. Itu sebabnya dia menunjukkan perhatian agar orang lain salah paham padaku. Licik sekali kau psikopat " gerutu Leticia dalam hatinya kesal


Semenjak itu beberapa pelayan dengan sengaja membuat Leticia kesulitan dan ada juga dari mereka yang selalu menjahili Leticia dan Carol.


" Beginilah seharusnya seorang tahanan diperlakukan " kata Ginny ketus


"Benar sekali, selama ini kita terlalu baik padanya " kata Jean sinis


" Sabar Leticia, sabar.. tidak boleh kalah. Kalau marah aku kalah, di kehidupan yang lalu aku selalu sabar menghadapi Yoon Soo dan rekan rekan kerja ku di kantor yang tidak suka padaku, nah anggaplah ini sama " batin Leticia sabar


Meskipun Leticia sakit dan disuruh istirahat oleh raja , ia tetap disuruh bekerja oleh pelayan lain karena mereka tidak suka pada Leticia dan memusuhinya.

__ADS_1


" Yang mulia, biar saya saja yang mengerjakan nya. Yang mulia istirahat saja " kata Carol


" Tidak, aku tau kau juga lelah karena banyak pekerjaan. Jangan khawatir aku tidak apa apa kok " kata Leticia sambil membersihkan lantai


Leticia kesal melihat lantainya yang sudah ia bersihkan dengan susah payah, di injak injak dengan sengaja oleh Vivian dan ayahnya.


" Maaf, bisakah kalian minggir. Kalian menganggu ku bekerja " kata Leticia cuek


" kurang ajar sekali, pelayan saja berani bicara tidak sopan " kata Vivian sambil menampar Leticia dengan keras.


PLAK


" Sial, aku tidak sempat menghindar " batin Leticia kesal


" Bagus, ini baru putri ku " batin Marques Randell puas


" Kalian yang tidak sopan dan tidak menghargai jerih payah orang lain. " gumam Leticia kesal


" Apa kau bilang?" tanya Marques Randell kesal


" kalian tuli ya? " tanya Leticia kesal


" Sombong sekali kau, hanya putri buangan saja. Awas kau ya, akan ku laporkan kelakuan kurang ajar mu ini kepada yang mulia raja " kata Marques mengancam


" Oh silahkan saja. Tapi sebelum itu saya ingin kalian minta maaf padaku !" seru Leticia tegas


" APA? " Vivian dan Marques Randell kaget mendengarnya


Tak lama kemudian, Daniel segera menghampiri mereka dengan terburu-buru.


" Tuan Marques anda sudah di tunggu yang mulia raja di aula " kata Daniel sambil melirik sedikit pada Leticia


" Kasihan sekali tuan putri, nona Vivian dan tuan Marques pasti menindas nya. Padahal tuan putri sedang sakit " batin Daniel iba pada Leticia


" Tuan Daniel terimakasih, aku tau kau bermaksud menolongku " batin Leticia


" Awas kau ya, urusan kita belum selesai !" kata Marques sambil melihat sinis pada Leticia.


Marques Randell dan Vivian berjalan di aula dan Raja Alexander sedang duduk di singgasana nya.


" Hormat pada yang mulia raja Alexander " kata Marques dan Vivian sopan


" Apa kalian tau kenapa aku memanggil kalian kemari?" tanya Alexander dingin


" Maaf, saya tidak tau yang mulia " jawab Marques Randell


" Aku tidak suka mengatakan nya dua kali, akui kesalahan kalian, mungkin aku akan mengampuni kalian " kata Alexander tegas


" Sepertinya aku terlalu baik ya pada mu Marques, sampai kau mengabaikan perintahku ! meningkatkan pajak tanpa sepengetahuan ku, memangnya negeri kita adalah negeri yang kekurangan? katakan Marques, apakah itu yang ku perintahkan?!! teriak Raja Alexander marah


" Sial, aku kira dia tidak akan tau karena dia sangat sibuk dengan pengelolaan kerajaan di Brilla dan masalah penjarahan di perbatasan. Ternyata hal sekecil ini pun dia tau " batin Marques Randell ketakutan


" Kenapa kau tidak bicara? aku sedang bicara dengan mu ?!!" bentak Alexander dingin


" Am..ampuni saya yang mulia, saya melakukan ini ada alasan nya. Mohon dengarkan saya dulu " kata Marques memohon


" Kau tau kan aku bukan pendengar yang baik?" tanya Alexander sinis


" Tolong yang mulia.. " kata Marques Randell memohon


" Kau akan diberi hukuman atas perbuatan mu, berikan kembali 2 kali lipat ah tidak.. 3 kali lipat pajak yang sudah kau ambil dari para pedagang dan kalangan bawah, diskors dari pekerjaan mu selama 1 bulan, dan beruntunglah kepalamu tidak ku penggal " terang Alexander dingin


" Kemurahan hati yang mulia benar-benar tidak terhingga, terimakasih yang mulia hamba akan menerima hukuman nya dengan senang hati " kata Marques Randell senang


" hukuman ini lebih baik baik daripada kehilangan kepalaku " batin Marques Randell lega


" Ingatlah kalau ini sampai terulang, kepala mu yang akan jadi gantinya " kata Alexander dengan tatapan membunuh


" Baik yang mulia saya tidak akan mengulangi nya lagi. Tapi yang mulia kenapa putri saya di panggil juga kemari?" tanya Marques Randell


" Yang mulia, ada apa memanggil saya kemari?" tanya Vivian dengan mata yang genit


" Aku belum mempermasalahkan hal tadi pagi, kenapa kau bisa sangat lancang menerobos masuk ke kamarku?" tanya Alexander tajam


" Yang mulia saya.. " Vivian gemetaran dan ketakutan


" Apa yang kau lakukan? cepat minta ampun pada yang mulia raja " bisik Marques Randell pada Vivian


" Kalau begini saja tidak bisa, bagaimana Vivian bisa mendapatkan posisi Ratu. Ternyata raja memang sulit untuk di dekati " batin Marques Randell


" Ampuni saya yang mulia raja, saya telah lancang " kata Vivian sambil berlutut


Setelah memohon pengampunan selama 3 jam lebih, akhirnya Raja membiarkan Vivian dan Marques Randell pergi.


Alexander sendiri punya urusan lain dan ia kedatangan tamu yang ingin bertemu dengan Leticia.


" yang mulia sudah berjanji pada saya untuk membiarkan saya memiliki putri Leticia setelah saya membantu yang mulia mendapatkan Brilla " kata Henry menagih janji nya


" Oh, apakah aku bilang begitu?" tanya Alexander pura-pura tidak tau

__ADS_1


" Apa yang mulia akan menarik kata-kata yang mulia?" tanya Henry geram


" Aku sudah memberikan mu 5 wanita tercantik di Fostiarus, dan kau masih menginginkan mantan putri raja itu? " tanya Alexander heran


" Saya tau, tapi saya sadar kalau tidak ada yang secantik Leticia, dan saya baru menyadari kalau saya mencintainya " jawab Henry serius


" Setelah aku kehilangan nya aku baru sadar kalau cinta nya padaku itu selama ini tulus dan tidak ada wanita yang bersabar untukku sampai seperti itu. Tidak ada wanita sepertinya.. " batin Henry tulus


" Dia memanggil nama nya se akrab itu? benar juga mereka kan mantan tunangan. Apa dia bilang? cinta? Haah.. " batin Alexander kesal


" Aku tidak akan menyerahkan nya " kata Alexander tegas


"APA? yang mulia anda mana bisa begini?" tanya Henry kesal


" Apa mungkin Raja tiran ini ada perasaan pada Leticia? tidak bisa, Leticia hanya boleh jadi milikku seorang " batin Henry


" Aku bisa, aku bilang tidak akan menyerahkan nya ya tidak akan !" seru Alexander dingin


" Yang mulia, izinkan saya menemui nya.. saya mohon " kata Henry


" Daniel, antar kan Duke Henry pergi! " seru Alexander


" Yang mulia.. yang mulia tidak bisa begini .." kata Henry memohon


" Mari tuan Duke " kata Daniel mempersilahkan Henry untuk pergi


" kenapa aku merasa yang mulia sedang kesal pada sesuatu ya?" batin Daniel berfikir


Henry di usir dari ruang kerja raja, secara kebetulan ia melihat Leticia yang sedang menanam sesuatu di halaman belakang istana.


" Itu kan Leticia? dia sedang apa?" batin Henry senang melihat Leticia


" Dasar raja tiran, sesuai dengan image nya sih. Pantas saja semenjak aku disini, aku tidak pernah melihat ada bunga atau taman seperti di Brilla dulu. Ternyata dia tidak suka bunga, benar benar seperti dirinya yang beraura hitam dan suram. Tapi karena aku sudah ada disini, aku akan beradaptasi dan menyenangkan diriku sedikit dengan menanam beberapa bunga untuk mencerahkan hatiku " gumam Leticia sambil menggali tanah dengan senang.


" Leticia !" seru Henry ceria


Leticia berdiri dan melihat Henry dengan tatapan marah.


" Siapa ini? rupanya si tuan pengkhianat yang terhormat " kata Leticia menyindir


" Leticia, aku ingin bicara padamu. Aku memang mengkhianati kerajaan Brilla, aku sadar kalau aku salah. Karena ini aku ingin minta maaf " kata Henry dengan wajah memelas


" Apa si playboy ini tidak punya malu? setelah melakukan dosa besar, dia minta maaf seolah itu hanyalah kesalahan kecil?" batin Leticia kesal


" Enak saja minta maaf, dibunuh sepuluh bahkan 1000 kali pun aku tidak akan bisa memaafkan mu " kata Leticia kesal


" Aku tau, aku sungguh menyesal Leticia. Aku menyadari bahwa aku sudah sepenuhnya jatuh cinta padamu " kata Henry sambil memegang tangan Leticia


" Haa.. mudah sekali kau bilang cinta. Kau memang pria playboy " kata Leticia sinis


" Aku serius Leticia, aku kesini meminta raja Alexander untuk membawamu pergi, tapi dia tidak mengizinkan " kata Henry


" Kau pikir aku akan percaya pada mu? pergilah dari hadapan ku sebelum aku membunuh mu !" seru Leticia


" Leticia, aku serius. Aku ingin membawamu pergi, bagaimana jika kau pergi denganku sekarang kita tinggal bersama ayo kita menikah !" ajak Henry santai


" Kau sudah gila ya ! tinggal bersamamu? tinggal disini lebih baik dari pada tinggal bersamamu, kau tahu?" kata Leticia sakit hati


" tapi disini aku dengar kau selalu disiksa oleh pelayan lain nya? dan juga oleh yang mulia raja, bagaimana bisa tempat ini lebih baik daripada tinggal di tempat ku?" tanya Henry heran


" Memang aku selalu ditindas disini, tapi tinggal bersama pengkhianat dan pembunuh secara tidak langsung aku merasa ditempat orang sepertimu akan terasa lebih buruk dari neraka " terang Leticia penuh amarah


Dari jendela ruang kerjanya, Alexander melihat mereka itu dengan kesal.


" Daniel, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mengusir nya?" tanya Alexander


" Ampuni saya yang mulia, saya sudah menyuruhnya pergi tapi dia .." Daniel mencoba menerangkan


" Diam !" seru Alexander


Alexander melihat Leticia memukul Henry dengan pukulan yang menurutnya aneh.


" Pfutt.. aku tidak pernah melihat ada orang yang memukul seperti itu, gerakan apa itu " Alexander menahan tawa


" Ya tuhan, apa baru saja aku mendengar yang mulia tertawa? katakan bahwa ini bukan hari kiamat, ini akan mengukir sejarah ! " batin Daniel kaget


Henry merasa kesakitan setelah dipukuli oleh Leticia.


" Ini namanya serangan untuk pria playboy!" seru Leticia


" jurus macam apa ini?" kata Henry kesakitan memegang kakinya


" Pergilah sekarang juga !" seru Leticia galak


" Aku akan menemui mu lagi besok " kata Henry serius


" Aku tidak mau melihatmu " Kata Leticia cuek


Tanpa ia sadari sang Raja tiran sedang memperhatikan nya dari balik jendela.

__ADS_1


...---****---...


__ADS_2