
Leticia sudah yakin bahwa yang dikatakan nya ini memang benar, akan tetapi hatinya merasa terganggu saat ia bilang bahwa ia tidak bahagia dekat dengan Alexander.
Pria itu pun merasakan hal yang sama, ia sangat terganggu karena mendengar ucapan gadis itu yang meminta ingin pergi darinya.
" Kau ingin pergi dariku? jangan mimpi !" Alexander melihat tajam ke arah gadis itu
" Bukankah para bangsawan dan para menteri sedang menentang anda? mereka ingin saya mati bukan? kalau saya disini saya akan mati, apa anda mau saya mati? " tanya Leticia sedikit menggertak dan mengancam
" Apa kau segitu inginnya pergi dariku sampai sampai menggunakan alasan seperti ini ?" tanya Alexander dengan nada kecewa
" itu bukan alasan tapi fakta. Saya dan yang mulia memang tidak bisa tinggal berdekatan, jadi tolong kembalikan saya kepada kakak saya di Ilios. Saya ingin pulang dan saya ingin HIDUP " kata Leticia memohon
" Pergi? kau ingin pergi dariku? kau tidak bahagia bersama ku? memang para bangsawan dan menteri busuk itu sedang mengancam ku, tapi aku tidak mempedulikan mereka sama sekali. Karena aku ingin mempertahankan mu disisi ku. Namun, kenapa kau sendiri malah ingin pergi dariku? " batin Alexander sedih
" Maaf saja ya, aku Leticia alias Kim Yoon Joo. Tidak mau menjadi semacam wanita simpanan mu, aku tidak mau jadi ban serep mu. Aku sadar aku menyukaimu, tapi aku tau masa depan kita itu tidak mudah. Jadi, aku tidak mau terluka lagi karena orang ketiga atau menjadi orang ketiga yang artinya seorang selir. Aku bukan orang gila.. " batin Leticia kesal
" Pergilah ! aku tidak mau bicara denganmu sekarang" kata Alexander pusing
"Tapi..
" PERGI !"
BRAK
Alexander yang emosi mulai melempar barang-barang baru di ruang kerja nya yang dibeli oleh Daniel. Melihat pria itu emosi lagi, ia pun melangkah pergi.
" Anda harus memberi saya jawaban sore ini, hidup dan mati saya itu tergantung pada anda yang mulia " kata Leticia ketus sambil berlalu dan pergi meninggalkan Alexander marah.
Leticia menggerutu karena pria itu selalu marah-marah dan kadang kadang bersikap lembut juga, saat mengatakan suka padanya, pria itu bahkan menawarkannya menjadi selir. Apa dia gila? mana ada perempuan yang mau jadi selir? dia hanya ingin menjadi satu satunya wanita yang dicintai, tapi kenapa pria itu belum mengerti juga perasaannya? Leticia tak habis pikir dengan sikap Raja tiran itu.
Wanita itu tidak mau memikirkan kegalauan nya lama lama, ia pergi ke dapur dan bergabung dengan pelayan lainnya seperti biasanya. Ia memasak makanan kesukaan para pelayan, masakan andalannya yang sangat disukai oleh mereka.
***
Di sebuah rumah mewah, seorang pria duduk dengan santai di dekat jendela.
" Yang mulia "
" Kau sudah datang? apa informasi yang kau dapatkan?" tanya Gustaf
" Para menteri dan bangsawan mendesak yang mulia Raja Alexander untuk mengambil nyawa gadis itu, akan tetapi Raja Alexander tidak mengindahkan permintaan mereka. " terang Will
" Jadi sampai akhir dia tidak mau melepaskan wanita itu? apa pendapat mu tentang ini Will?" tanya Gustaf
" Bukankah ini sudah jelas yang mulia? kalau Raja Alexander sangat menyukai gadis dari Brilla itu, dan menurut saya gadis itu adalah kelemahannya " terang Will yakin
" Kau sepemikiran denganku Will, seperti nya wanita itu juga ingin keluar dari istana nya. Karena itu kita juga harus membantunya bukan?" Gustaf tersenyum sinis
" Benar yang mulia. Katakan apa rencana yang mulia, saya akan menjalankan nya " kata Will patuh
" Siapkan beberapa kstaria yang ahli dalam bersembunyi, mari kita bantu wanita itu keluar dari Fostiarus.. " kata Gustaf sambil tersenyum menyeringai
" Baik yang mulia, akan saya persiapkan sekarang juga " kata Will patuh
" Kita lihat seberapa hebat wanita itu sampai kau terobsesi seperti itu padanya, keponakan ku tersayang .." gumam Gustaf
***
Sore itu, Leticia selesai menulis surat untuk kakaknya dan menitipkan nya pada Daniel untuk diberikan kepada burung pengantar surat.
" Tidak ku sangka cara seperti ini benar-benar efektif untuk berkomunikasi, aku pikir mengirim surat lewat burung itu hanya omong kosong saja. Seandainya aku membawa ponsel ku kemari " gumam Leticia yang kagum melihat burung itu terbang di depannya dan membawa surat
" Terkadang saya tidak mengerti anda tuan putri, anda berkata seolah-olah anda bukan dari dunia ini. Aneh kan, yang mulia Raja juga berfikir seperti itu.. " kata Daniel sambil tersenyum
" Memang perkataan ku ini kadang tidak ada yang mengerti, aku ini kan unik " kata Leticia sambil tersenyum canggung
" Benarkah? apa ini karena hilang ingatan itu? makanya sifat tuan putri jadi berubah?" tanya Daniel penasaran
__ADS_1
" Aku pikir begitu hehe.. kalau begitu, aku akan kembali ke dapur .."
" Tunggu, tuan putri saya ingin bicara sebentar " kata Daniel
Leticia dan Daniel duduk di salah satu anak tangga, yang ada di taman belakang istana Fostiarus. Mereka mengobrol dengan santai pada awalnya sampai Daniel membicarakan hubungan Leticia dengan Alexander.
" Kenapa tiba-tiba tuan Daniel membahasnya? " tanya Leticia
" Karena saya ingin yang mulia Raja dan tuan putri bisa bersama sama " jawab Daniel
" Jangan berharap yang tidak tidak tuan Daniel, itu tak mungkin " kata Leticia dengan nada sedih
" Saya yakin tuan putri juga menyukai yang mulia, kan? tuan putri bisa saja kabur dari sini setiap saat, mengkhianati yang mulia Raja dan menyakitinya. Akan tetapi tuan putri tetap berada disini, itu salah satu bukti bahwa tuan putri memiliki perasaan terhadap yang mulia Raja. "
" Itu tidak benar ! tolong tuan Daniel, jangan sok tahu !" kata Leticia membantah
" Maafkan saya tuan putri, saya hanya berkata jujur dengan apa yang saya lihat dan rasakan. Sebenarnya tuan putri memiliki banyak pertimbangan untuk menerima cinta yang mulia Raja, dan apa itu?" tanya Daniel berhati-hati
" Kau tidak perlu bertanya lagi tuan Daniel. Jawabannya hanya satu.. yaitu aku dan yang mulia Raja tidak ditakdirkan untuk bersama " kata Leticia sambil memandangi langit.
Daniel bisa melihat ada kesedihan dari nada bicara gadis itu, ia juga bisa melihat ada cinta dan kebencian di mata gadis itu saat membicarakan Alexander. Pria itu berfikir, apakah karena mereka bermusuhan makanya masih ada dendam dan membuat mereka tidak bisa bersama? dan intinya Leticia tidak ingin menjadi selir nya. Memang banyak alasan mereka tidak bisa bersama, tapi alasan itu bukan takdir. Tapi alasan itu diciptakan dari diri mereka sendiri.
****
Berkali-kali hari itu Leticia berusaha menemui Raja untuk meminta jawaban setuju dari nya. Akan tetapi, dengan berbagai alasan Raja tiran itu menolak untuk bertemu dengannya. Seperti sengaja mengulur waktu.
" Tolong berikan saya jawaban sekarang juga ! saya tau anda ada di dalam yang mulia Raja ! berikan saja saya jawaban setuju dari anda, tolong jangan mengulur waktu lagi, saya mohon.. saya ingin pulang.. " kata Leticia dari balik pintu kamar Raja. Tapi, Raja itu diam saja dan tak menjawab nya sama sekali.
" Aku bukan nya mengulur waktu, tapi aku memang tidak mau menjawab pertanyaan mu. Padahal aku sudah meminta mu untuk tinggal membuatmu senyaman mungkin disini, tapi kau tetap ingin pergi.. Aku tidak mau kau pergi.." batin Alexander
Leticia menggantungkan kalung yang diberikan oleh Raja Alexander itu di gagang pintu kamarnya. Dengan wajah sedihnya, ia tersenyum dan berkata pada dirinya sendiri kalau ia akan melupakan Alexander. Hal itu didengar oleh Alexander dan membuat pria itu membuka pintu kamarnya.
" Jangan.. jangan lupakan aku.." kata Alexander dengan wajah yang terluka
" Saya.. harus..
" Sakit.." batin Leticia kesakitan
Seorang pria misterius yang muncul dari sinar hitam, menusuk Leticia dengan sebuah benda tajam. Darah menetes dari punggung gadis itu dan bercucuran jatuh ke lantai.
" Leticia !!" teriak Alexander kaget dan mengeluarkan sihirnya.
" Lepaskan diaa !!" teriak Alexander
" Bukankah sudah kubilang, agar kau melepaskannya? kenapa kau begitu keras kepala?" tanya pria misterius itu sambil tersenyum
Wush..
CLING
CLING
" Siapa kau?!! apa yang kau inginkan?" tanya Alexander
Nampaknya kekuatan pria itu hampir setara dengan sang Raja tiran, hingga mereka bertarung seimbang. Meskipun Alexander lebih hebat, tapi ia tidak mau menyerang pria itu lebih jauh, karena Leticia berada ditangannya dalam posisi yang terluka juga.
Keributan terdengar di istana dari berbagai penjuru istana, ada serangan tak terduga dari orang-orang tak dikenal untuk mengacaukan istana.
" Kurang ajar !"
" Lepaskan dia dan bertarung denganku satu lawan satu, jangan jadi pengecut !" kata Alexander marah
" Haha .. bagaimana rasanya? aku menyakiti orang yang paling berharga bagimu di depanmu? jadi benar ya? kau menyukai nya?" tanya Pria misterius itu
" Yang mulia !! yang mulia !! istana timur, terbakar !! " teriak Daniel panik
" Selamat mengurusi istana mu, aku pergi dulu !" kata pria itu sambil tersenyum santai dan membawa Leticia pergi dengan sihir teleportasi nya.
__ADS_1
Wush..
" TIDAK !! Leticia !!" teriak Alexander panik
Alexander kelihatan marah karena ia tak bisa menolong wanita itu, namun pria misterius itu meninggalkan surat untuk Alexander.
...kalau kau ingin melihat gadismu ini hidup hidup, bebaskan pangeran Gustaf dari hukuman pengasingan nya. Dan biarkan pangeran Gustaf kembali ke istana dan jadikan dia Raja ......
" Gila ! rupanya ini ulah paman ku yang bodoh itu? beraninya dia mengancam ku." kata Raja sambil membakar surat itu dengan sihir api yang ada ditangannya.
TAK
Alexander memungut kalung bunga matahari milik Leticia dan memegangnya dengan erat.
" Kau akan baik-baik saja.. Leticia..." gumam Alexander penuh harapan
Raja itu mengeluarkan kekuatan elemen air nya yang jarang digunakan untuk memadamkan api di istana Timur Fostiarus. Ia juga berpesan pada Daniel untuk menjaga istana sementara waktu karena ia akan pergi menemui paman nya itu.
" Yang mulia, jadi saya tidak bisa ikut?" tanya Daniel
" Jangan merengek seperti anak kecil, jika kau ikut aku siapa yang akan menjaga istana. Aku tidak akan lama, hanya butuh 24 jam paling lama untuk menyelesaikan nya " kata Alexander sambil mengubah dirinya menjadi mode mata merah
" Apa yang mulia akan membunuh pangeran Gustaf?" tanya Daniel penasaran
" Entahlah, kita lihat saja nanti " jawab Alexander sinis
Wush..
Daniel selalu kagum pada Raja itu yang bisa menghilang dan datang sesuka hatinya, ia juga berharap bisa semua elemen sihir seperti Raja nya. Tapi ia hanya punya elemen tanah saja, itupun karena Alexander memberinya kekuatan itu.
***
Leticia dibawa oleh pangeran Gustaf ke ruang bawah tanah yang tampak asing baginya. Wanita itu merasa kesakitan karena luka di punggungnya.
SWISH
Gustaf menyembuhkan luka Leticia dalam sekejap, wanita itu menjadi seperti sedia kala.
" Hey, wanita apa kau tidak punya sihir?" tanya Gustaf heran
" Siapa kau? berani nya bertanya padaku setelah kau melukai ku, kau gila ya?" tanya Leticia kesal
Gustaf mengikat tangan dan kaki wanita itu dengan tali sihir miliknya. Ia bertanya-tanya, sihir itu sama dengan sihir yang sering ia lihat ketika di Fostiarus. Siapa pria dihadapannya ini? dan kenapa pria ini menculiknya?
" Tapi kan aku sudah mengobati mu, bukankah kau harusnya berterimakasih padaku?" tanya Gustaf
" Berterimakasih pada orang yang menculik ku? kau pikir aku sudah gila? lepaskan aku !' teriak Leticia kesal
" Kenapa adegan ini terasa tidak asing ya? aku ditawan lagi?" gumam Leticia
" Kau hanya wanita aneh, kenapa keponakan ku bisa menyukai mu ? " tanya Gustaf heran
" Ke..keponakan? psikopat tiran itu adalah keponakan mu? lalu.. apa kau adalah.."
" Ya, aku pamannya. " jawab Gustaf sambil tersenyum
Leticia terpana mendengar Gustaf memperkenalkan diri nya sebagai paman Alexander. Usianya tidak beda jauh dengan Alexander, meskipun tidak setampan raja tiran itu. Tapi mereka memiliki sikap yang tidak jauh beda. Itulah kesan pertama Leticia saat melihatnya.
" Rambut perak, wajah cantik, kulit putih dan bersih, badan mungil. Jadi ini wanita yang disukai Alexander?" batin Gustaf sambil melihat Leticia dari atas sampai bawah
" Pria ini? kenapa dia melihatku seperti itu?" batin Leticia melihat Gustaf dengan tajam
...---***---...
Hai readers setiaku π€ terimakasih atas dukungan, berupa like, komen, rate nya ya.. maaf apabila ceritanya kurang maksimal, atau ada kekurangan..
Minal Aidzin walfaidzin dari author ya, semoga kita selalu di sehatkan, berada di dalam lindungan Allah SWT..dimanapun kita beradaπ
__ADS_1
Jangan lupa udah baca tinggalkan jejak like, rate, komennya buat dukung author ππ satu dukungan dari kalian sangat bermakna buat author..