Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 87. Kembali ke awal


__ADS_3

🍂🍂🍂


Istana Fostiarus..


Pagi itu sudah terdengar keributan dari luar kamar Leticia, ya siapa lagi yang bisa membuat ribut kalau bukan Alexander yang mengumpulkan semua dayang di dapur istana nya.


" Katakan ! siapa diantara kalian yang berani menaruh obat perangsang di dalam minuman ku dan minuman Leticia, semalam?" tanya Alexander tajam


Mira terlihat gemetaran dan ketakutan.


" Yang mulia mungkin anda hanya salah paham.." kata Daniel


" Diam Daniel ! aku bukan orang bodoh yang bisa salah paham tentang minuman yang dicampur obat ! aku dan Leticia semalam kami hampir.. " Alexander kesal, dan ia tak meneruskan lagi kata-kata nya


Gawat, jadi semalam yang mulia Raja dan nona Leticia tidak jadi melakukan nya? dan sekarang yang mulia terlihat murka. batin Mira takut


" Jadi siapa yang berani mencampur minuman itu dengan obat?" tanya Alexander sambil menatap para pelayan yang berdiri berjajar itu dengan tajam.


KLAK


Pintu kamar Leticia terbuka, ia sudah berganti baju. Wanita itu menghampiri Alexander dan para pelayan yang ketakutan itu.


" Sudahlah jangan buat mereka ketakutan lagi yang mulia " kata Leticia merasa kasihan


" Aku tidak bisa membiarkan tindakan kurang ajar ini ! bagaimana jika yang meminum obatnya itu bukan aku dan pria lain, maka ini bisa berakibat fatal. Aku tidak akan melepaskan orang itu, dia harus dihukum " kata Alexander keras


" Haa...baiklah.. tapi biarkan aku yang menghukum nya. "


" Apa?"


" Jika orangnya mengaku, biar aku yang menghukum nya. " kata Leticia tegas


" Oke kalau itu mau mu " Alexander patuh


Hanya saat ada nona Leticia saja, yang mulia Raja patuh. batin Daniel


Leticia menjelaskan pada pelayan dan pengawal itu agar jangan takut untuk mengakui kesalahan. Ia menyuruh mengaku kepada orang yang menaruh obat itu di dalam minuman, dan ia berjanji tidak akan marah pada orang itu.


Tak berselang lama, Mira dengan ragu-ragu dan sedikit takut, akhirnya mengaku di hadapan semua orang bahwa ia yang menaruh obat nya di dalam minuman Leticia dan Alexander.


" Jadi kau pelaku nya? sialan kau, kau mau mati ya !" ujar Alexander marah


" Yang mulia tenanglah, yang mulia sudah bilang akan menyerahkan semuanya padaku kan?" tanya Leticia


' Ya baiklah "


" Ampuni saya yang mulia Raja, ampuni saya nona Leticia ! saya memang sengaja menaruh obat perangsang itu di dalam minuman. " Mira berlutut dan mengatupkan kedua tangannya minta diampuni


" Baiklah tidak apa, berdirilah Mira " kata Leticia sambil membantu Mira berdiri


" Tidak apa bagaimana? dia itu sudah .."


" yang mulia, tolong diam sebentar " kata Leticia tenang


Setelah Mira berdiri, gadis itu menunduk karena takut. Mira dibawa oleh Leticia dan Alexander ke ruang kerja Raja.


" Tenanglah,jangan takut. Aku yakin kau punya alasan kenapa kau memasukkan obat itu ke dalam minuman kami?" tanya Leticia dengan nada mengintrogasi


" Iya, saya memang punya alasannya nona. "


" Tadi kau bilang itu disengaja kan?" tanya Leticia


" Iya benar "


" Jadi apa alasannya?" tanya Leticia


" Saya.. saya ingin nona..nona dan yang mulia Raja bisa tidur bersama dan cepat menikah " jawab Mira ragu-ragu


" A..APA?!!" Leticia dan Alexander kaget melihatnya


" Kenapa kau .. kenapa melakukan itu?!" tanya Alexander kesal dan malu-malu


" Iya, kenapa kau melakukan itu?" tanya Leticia


" Ya itu karena.. saya ingin nona dan yang mulia Raja segera menikah. Jika yang mulia Raja dan nona tidur bersama, kalian pasti akan segera menikah..Dan Raja Derrick juga akan menerima yang mulia Raja " terang Mira gugup


" Itu adalah ide yang bagus juga " gumam Alexander sambil tersenyum tipis


" Bicara apa kau ini? itu bukan ide yang bagus, tapi itu cara yang salah !" Leticia menginjak kaki kiri Alexander dengan keras. Pria itu memegang kaki nya yang kesakitan.


" Maafkan saya.. saya memang sok tau, nona .." kata Mira menyesal


" Aku dan yang mulia memaafkan mu kali ini. Tapi karena kau salah, kau tetap harus dapat hukuman. Apa tidak apa-apa?" tanya Leticia


" Iya tidak apa-apa, saya mengaku saya salah dan saya menyesal. Saya rela dihukum apa saja " jawab Mira sedih


" Bagus, karena hukuman untukmu adalah membuatku ramen dan tteokpooki yang enak selama aku tinggal disini " Leticia tersenyum


" Apa??!" Mira kaget karena ia sama sekali tidak bisa membuat makanan yang disebutkan oleh Leticia.


Leticia mengancam Mira, jika makanan yang disebutkan oleh Leticia tidak terasa enak dilidahnya. Maka hukumannya akan ditambah. Raja tiran itu terlihat kesal karena merasa hukuman yang di berikan Leticia kepada Mira itu terlalu mudah.


Setelah itu Alexander mengatakan pada kekasihnya bahwa ia akan mengembalikan kerajaan Brilla 1 yang dulu pernah dirampas olehnya.


" Kenapa kau mengembalikan nya?" tanya Leticia bingung


" Kerajaan itu kan bukan milikku, tapi milikmu dan kakak mu. Jadi sudah sepantasnya aku memberikan nya pada kalian. " kata Alexander


Demi aku, Alexander sampai mengembalikan semuanya. Itu artinya dia sudah melupakan dendamnya terhadap ayahku Raja Edmund kan? apa itu artinya jika tidak ada lagi dendam diantara kami, maka kami bisa bersama menjalin kasih?


Wanita itu terharu dengan Alexander dan memeluknya. Raja tiran itu berjanji bahwa ia akan berubah menjadi manusia yang lebih baik untuk Leticia.


Leticia baru menyadari bahwa ditangannya sudah terpasang kembali cincin bunga matahari yang pernah diberikan oleh Alexander. Bahkan Raja Fostiarus itu memasangkan kalung matahari di leher Leticia.


" Ini milikmu, jadi akan kembali padamu. Aku sudah janji kalau aku akan memasangkannya sendiri sampai kau ingat padaku. " terang Alexander

__ADS_1


" Terimakasih sudah menungguku untuk mengingatmu kembali "


" Tidak, aku lah yang harus berterimakasih pada mu karena sudah kembali padaku. " kata Alexander tersenyum haru


" Iya. Oh aku baru kepikiran, bagaimana caranya menjelaskan pada kakak ku?" tanya Leticia


" Menjelaskan apa?" tanya Alexander


" tentang kembali nya aku dan tentang hubungan kita " jawab Leticia dengan wajah cemas


Aku memang khawatir kalau Raja Derrick tidak akan setuju dengan hubungan ku dan Leticia. Dia adalah tantangan terberat ku saat ini untuk bersama nya. Bagaimana aku bisa meluluhkan nya?


" Tentang kakak mu yang belum setuju hubungan kita, aku akan mencoba yang terbaik untuk membujuknya. Aku tidak akan melepaskan mu, kau juga tidak akan melepaskan ku kan? kau akan berjuang bersama ku?" tanya Alexander serius


" Tentu saja, aku kan sudah bilang tidak akan pergi dan melepaskan mu sampai kau sendiri yang melepaskan ku. Aku juga akan berjuang bersama mu mendapat kan restu kakak " Leticia tersenyum senang


Ya benar, ada satu gunung besar yang harus dilewati. Yaitu kekeras kepala an kakak ku. Dan juga tentang Ratu Zayana. Aku harus membereskan semuanya. Mendapat restu kakak, meluluhkan hati kakak, dan melepaskan ratu Zayana dari pernikahan dendam itu. batin Leticia penuh tekad.


🔥🔥🔥


Di istana Brilla 2 ( kerajaan Brilla kecil )..


Siang itu Derrick menerima surat dari Darren kerajaan Ilios. Begitu membaca surat itu perasaannya menjadi campur aduk, senang, bingung, sedih dan marah.


Ia senang karena mengetahui adiknya yang sudah bangkit dari kematian, namun ia juga bingung kenapa adiknya bisa kembali dari kematian setelah 2 tahun? sedih karena ia baru mengetahui tentang Leticia, padahal di dalam surat itu Darren menyebutkan bahwa Leticia diketahui masih hidup 1 bulan yang lalu, dan dia juga marah karena Leticia, adiknya berada di tangan Alexander.


Derrick meremas kertas itu dengan kesal.


Perasaanku benar-benar campur aduk. Di satu sisi aku senang, tapi aku sedih dan juga marah. Si tiran itu, beraninya dia menyembunyikan adikku.


" Harold ! kemari ! masuk !" ujar Derrick


Harold yang sedang berada diluar pintu ruang kerja Raja itu. Ia segera masuk dan menghampiri Derrick, tak lupa juga ia memberikan hormat nya.


" Ya, saya disini yang mulia "


" Siapkan kereta sekarang ! " seru Derrick kesal


" Baik Baginda "


Ada apa dengan yang mulia Raja? kenapa dia terlihat kesal setelah membaca surat dari Raja Darren?


Harold segera melaksanakan perintah Derrick dengan patuh.


Zayana yang sedang akan pergi ke perkumpulan para wanita, melihat Derrick yang terburu-buru berjalan ke depan istana. Mereka pun berpapasan saat akan naik kereta.


" Yang mulia Raja ! tunggu !" seru Zayana sedikit berlari menghampiri Derrick.


Kenapa dia terlihat marah?


Zayana terlihat cemas dan heran melihat wajah Derrick yang marah.


" Ada apa Ratu?" tanya Derrick datar


" yang mulia mau pergi kemana? bukankah hari ini anda tidak ada jadwal keluar istana?" tanya Zayana


" Saya sedang bertanya sebagai Ratu negeri ini, saya harus tau kemana pendamping saya akan pergi. " kata Zayana


Menyebalkan sekali dia, siapa juga yang ingin tau kemana dia pergi? aku hanya cemas orang-orang akan terkena kemarahannya nanti.


" Aku akan pergi kemana pun, itu bukan urusanmu " jawab Derrick dingin


Derrick masuk ke dalam keretanya dan mengabaikan Zayana yang pertanyaan nya belum terjawab. Carol yang selalu mendampingi Zayana, merasa sedih karena Zayana selalu diabaikan oleh Derrick.


" Dia itu benar-benar menyebalkan " gerutu Zayana kesal


Kasian sekali yang mulia Ratu. Semoga saja yang mulia Raja bisa berubah sikapnya.


Kereta yang ditumpangi Derrick segera meluncur ke kerajaan Fostiarus. Ia ditemani Harold juga dan beberapa pengawal istana.


Ditempat lain, Darren yang sudah membawa hadiah untuk Leticia juga sedang dalam perjalanan menuju ke istana Fostiarus. Di sepanjang perjalanan pria itu terus senyum-senyum sendiri.


" Yang mulia, apa ada hal yang menyenangkan hari ini?" tanya Moore berhati-hati


" Tentu saja ada, hari ini aku senang sekali. Karena aku akan merayakan hari kembali nya Leticia " jawab Darren ceria


" Oh jadi karena itu yang mulia senang " Moore tersenyum ramah


Sudah pasti yang mulia senang karena putri Leticia yang hidup kembali. Tapi kenapa aku merasa kalau yang mulia terlalu senang? padahal sudah jelas ia ditolak oleh putri Leticia? harusnya yang mulia sekarang sedang sedih karena penolakan itu, tapi kenapa dia sesenang ini? benarkah ia sudah melupakan putri Leticia?


Darren tersenyum sendiri.


Lihat saja apa yang akan terjadi hari ini, Raja tiran.


☀️☀️☀️


Kereta yang ditumpangi oleh Derrick sudah sampai lebih dulu di istana Fostiarus, sebelum kereta yang ditumpangi Darren sampai. Hanya beda beberapa detik saja, Darren tersenyum senang saat melihat wajah Derrick penuh kemarahan dan pria itu berjalan masuk ke dalam istana Fostiarus.


Bagus, sesuai rencana. Harus mengamati dulu, baru aku bisa mengambil peran nya.


Moore terlihat bingung dan heran melihat senyuman Darren yang asing dan tak pernah ia lihat seumur hidupnya saat bersama Darren. Senyuman yang terlihat sinis dan agak sedikit sarkastik di dalamnya. Ia merasa aneh, karena tak pernah melihat sosok Darren yang seperti itu sebelumnya.


Bukannya masuk ke dalam, tapi Darren malah memerintahkan Moore untuk menunggu sebelum masuk ke istana Fostiarus. Jelas sekali Darren sudah merencanakan sesuatu, dan Moore pun tau itu. Bahwa Rajanya tidak benar-benar bisa melepaskan wanita yang ia cintai begitu saja.


---------------*****


Daniel bergegas menemui Alexander yang sedang ada di ruang kerja nya dan memberitahukan bahwa Derrick datang untuk menemuinya dan menemui Leticia.


" Jadi dia sudah datang ya ?"


Aku harus bersiap-siap melewati badai ini.


" Ya yang mulia "


" Apa sudah kau siapkan dengan baik penyambutan untuk calon kakak ipar ku itu?" tanya Alexander

__ADS_1


" Sudah yang mulia "


" Bagus, saat nya untuk menjelaskan semuanya. " Raja tiran itu menunjukkan raut wajah yang serius. Daniel tersenyum untuk menyemangati Raja nya itu agar semangat menghadapi Derrick, karena ia tau kalau Derrick tidaklah mudah.


****


Di ruang tamu, Leticia menyambut kakak nya yang sudah lama tidak bertemu. Ia terlihat gugup dan bingung, apa yang harus ia katakan pada kakak nya? dan apa yang harus ia lakukan? bagaimana menjelaskan semuanya? pertanyaan pertanyaan itu terus berputar di dalam pikiran nya.


Saat pintu ruang tamu itu terbuka, terlihat Derrick dan Harold berjalan disana. Wajah serius Derrick, mulai berubah saat melihat Leticia ada di depannya. Harold yang ada disampingnya juga terpana melihat Leticia yang ternyata masih hidup.


Putri Leticia, dia benar-benar masih hidup. Astaga ! orang yang sudah mati, bagaimana bisa hidup kembali.


" Kakak..." Leticia memanggil kakak nya dengan wajah yang penuh kerinduan


Aku harus bagaimana.. aku harus bilang apa pada kakak.


Raja Brilla itu hanya diam saja dan menatap Leticia dengan serius. Pria itu berjalan perlahan-lahan menghampiri Leticia, sorot mata nya tajam. Ia memperhatikan wanita itu dari atas sampai ke bawah.


" Kakak..."


Apa ini benar? apa ini nyata? Tisha ku benar-benar masih hidup? bagaimana bisa hal seperti ini terjadi? apa ini keajaiban?


Deg


Deg


Derrick mulai terpana melihat Leticia.


Tangan kanan Derrick menyentuh pipi Leticia dengan lembut. Matanya mulai berkaca-kaca merasakan kenyataan itu. Gadis itu tersenyum dan memegang tangan kakak nya.


" Ini terasa hangat, sentuhan mu terasa nyata. Tisha .. katakan pada ku! apa ini bukan mimpi ku?" tanya Derrick sambil tersenyum pahit


" Tidak kakak, kau tidak bermimpi. Aku benar-benar masih hidup, kau bisa merasakan sentuhan ku kan?" Leticia menangis


Tanpa sadar air mataku mengalir, ternyata aku sangat merindukan kakak ku ini.


" Kau ! kau masih hidup? kau benar-benar masih hidup " Derrick menangis karena bahagia adiknya ternyata masih hidup setelah 2 tahun dinyatakan mati. Ia tak peduli kenyataan yang tidak masuk akal ini, yang ia pedulikan hanyalah adiknya yang masih hidup ada di depannya.


GREP


Derrick memeluk Leticia dengan bahagia, begitu pula dengan gadis itu yang membalas pelukan kakak nya dengan erat. Harold merasa terharu melihat pemandangan itu, ia merasa bersyukur Leticia masih hidup, dan mungkin bisa mengakhiri penderitaan di dalam hatinya selama ini.


Adikku masih hidup..dia benar-benar masih hidup. Satu satunya keluarga ku di dunia ini masih hidup.


Setelah pertemuan kakak adik yang mengharukan itu, Alexander dan Daniel muncul di depan Derrick.


Raja Derrick langsung melepaskan pelukannya pada adiknya dan menatap tajam Alexander, dengan penuh kebencian.


Leticia kebingungan, ia tak tau darimana harus memulai pembicaraan dan menjelaskan semuanya.


" Selamat datang Raja Derrick " Alexander menyapa dengan sopan


Raja Brilla itu berjalan mendekati Alexander. Lalu tanpa bicara si Raja Brilla itu memukul wajah Alexander dengan keras, hingga pria itu jatuh terduduk ke lantai.


BUK


Sudah kuduga ini akan terjadi, aku sudah siap mental untuk ini.


Alexander memegang sudut bibirnya yang berdarah karena pukulan yang keras dari tangan Derrick.


" Yang mulia !" ujar Daniel dan Leticia panik


Saat Leticia akan berjalan menghampiri Alexander, Derrick menyuruh Harold agar menahan Leticia untuk tidak mendekati mereka. Seperti nya Derrick ingin mempermasalahkan sesuatu dengan Alexander.


Dari kejauhan, Leticia melihat Alexander dan Derrick dengan cemas.


" Beraninya kau menyembunyikan keberadaan adikku yang masih hidup! aku tidak akan membiarkan mu seenaknya lagi !" seru Derrick


" Aku benar-benar minta maaf, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan keberadaan Chia dari mu. Tapi aku punya alasan kenapa aku melakukan nya " terang Alexander sambil kembali berdiri


" Aku tidak peduli apapun alasanmu, aku tidak mau dengar. Yang jelas mulai sekarang, jangan pernah mendekati adikku lagi " kata Derrick tajam


" Kakak ! apa yang kakak katakan?! Yang mulia yang sudah menolongku !" seru Leticia membela kekasihnya.


" Sudah cukup Tisha ! aku sudah cukup bersabar selama ini menghadapi mu dan Raja tiran brengsek ini ! saat itu kubiarkan kau bersamanya bukan untuk celaka dan mati, kini keajaiban dan kesempatan datang padamu. Aku bisa melihatmu lagi yang masih hidup, aku tidak mau kau terluka dan celaka lagi karena dirinya. "


" Maafkan aku Raja Derrick, meskipun kau adalah kakak nya. Tapi, dia adalah wanitaku. Kau tidak bisa membawanya begitu saja " Alexander menatap Derrick dengan tajam


" Apa kau bilang? adikku adalah wanita mu?" tanya Derrick sinis


" Kakak, Alexander sudah melamar ku dan aku menerima nya. Aku tidak bisa jauh darinya kak, kumohon restui kami " kata Leticia memohon


Derrick tersenyum sinis mendengar nya, ia terlihat kesal.


Melamar? omong kosong.


Kemudian..


Raja Brilla itu berlari ke arah Leticia dan melepaskan cincin yang ada di jarinya.


PRAK


Derrick melempar cincin itu ke depan Alexander, cincin itu menggelinding di lantai. Terlihat raut wajah Alexander dan Leticia yang sama-sama tidak baik.


" Kakak !"


" Mulai sekarang semuanya akan kembali ke awal, Raja tiran dengarkan aku ! hubungan mu dan adikku, tidak pernah ada ! bahkan kalian tidak pernah bertemu."


Perkataan Derrick yang tajam dan tegas seolah-olah tidak akan pernah memberikan harapan untuk Alexander. Raja tiran itu mengepal tangannya dengan kesal.


Tanpa mereka sadari, Darren ada disana dan diam-diam tersenyum senang melihat drama yang ada di depannya itu.


" Apa ini saatnya aku muncul?" gumam Darren dengan senyuman sinis nya.


...---***---...

__ADS_1


Hai Readers.. jangan lupa Like komen rate nya ya 🙏😊


__ADS_2