Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 69. Fight (part 1)


__ADS_3

🔥🔥🔥


Sebelum sempat menjawab pertanyaan dari Leticia, suara ledakan yang keras terdengar dari luar istana.


DUAR


DUAR


" Suara apa itu? seperti ada yang meledak " gumam Leticia kaget


Mereka sudah datang, Chia harus berada di tempat yang aman. Dia tidak boleh ada di dalam pertempuran ini. Karena dia bisa menjadi Boomerang untuk ku, orang-orang itu akan mencelakai nya untuk menyerangku.


" Daniel !!" teriak Alexander


BRAK


Daniel dan Carl membuka pintu kamar itu, dan bajunya terlihat kotor. Terlihat debu debu bertebaran di sekitar mereka. Napasnya terengah-engah, Alexander melempar gulungan sihir pada Daniel. Dengan cepat, pria itu mengambilnya.


" Tuan Daniel, sir Carl?" Leticia melihat ke arah dua orang pria itu.


" Yang mulia, mereka sudah mulai menyerang !" seru Carl panik


" Daniel, bawa dia pergi dari sini ! keselamatan nya sekarang adalah tanggungjawab mu !" ujar Alexander serius


" Ada apa ini? aku tidak mau pergi ! jelaskan dulu padaku apa yang terjadi sebenarnya?!" tanya Leticia sambil mencengkram baju Alexander.


" Maaf, aku akan jelaskan nanti "


Pria itu mendorong Leticia ke arah Daniel. Suara ledakan itu terdengar keras, sampai istana bergetar karena ledakan itu.


" Nona, ayo ! "


" Tapi, Alexander .."


" Pergilah, aku akan menemui mu nanti. Aku akan baik-baik saja " kata Alexander menenangkan


" Janji?"


" Janji " jawab Alexander serius


" Kau harus tepati janjimu, kalau tidak ! aku akan membunuhmu " Leticia mengancam Alexander.


Drap


Drap


Drap


Leticia dan Daniel berlari menuju ke tempat yang terbuka untuk melakukan teleportasi. Namun, saat berlari Daniel menjatuhkan gulungan teleportasi nya ke dekat reruntuhan.


" Sial ! gulungannya " Daniel akan berlari ke reruntuhan itu untuk mengambil gulungan sihir yang diberikan Alexander. Tapi, Leticia menahannya.


" Tuan Daniel ! apa yang kau lakukan? kau mau terluka !" tanya Leticia cemas


" Tanpa gulungan itu saya tidak bisa mengantar nona kepada tuan Derrick. Saya harus mengambilnya " kata Daniel


Daniel berhasil mengambil gulungan sihir itu.


" Nona ! ayo ! "


Disisi lain istana, terdengar suara perkelahian.


🔥🔥🔥


Beberapa orang tak dikenal dalam jumlah banyak menyerang istana Fostiarus. Gustaf dan Zayana ada dibarisan paling depan. Alexander dan para kstaria nya bertarung untuk menghadapi mereka.


" Kita bertemu lagi keponakan ku tersayang " Gustaf tersenyum sambil mengarahkan pedangnya


" Paman, kau mau mati ya?" tanya Alexander tajam


" Oh kau menakuti ku. Aku datang kemari bukan untuk mati,tapi paman mu ini datang untuk mengakhiri mu " Gustaf tersenyum percaya diri


Zayana membuka tudungnya. Alexander melihat Zayana dengan keheranan.


" ternyata kau masih hidup Putri Zayana?" tanya Alexander


" Ternyata kau masih mengenaliku ya, tiran?" Zayana tersenyum sinis


Kau akan mati disini.


Alexander tersenyum tipis dan menatap para pasukan yang dibawa Gustaf dan Zayana, dengan tatapan yang meremehkan.


" Kalian datang untuk balas dendam ya? sayang sekali, mau jumlah berapapun pasukan kalian. Aku bisa menghabisi nya " kata Alexander percaya diri


" Kau sangat sombong, kita lihat siapa yang akan habis disini " kata Gustaf sambil mengeluarkan kekuatan sihirnya.


Beberapa prajurit yang di belakang Gustaf dan Zayana menyiramkan air cuka ke tubuh Alexander.


BYURR


Pria itu kaget karena air cuka adalah kelemahan nya. Saat ia terkena air cuka, kekuatan sihirnya tidak akan berfungsi.


" Sudah kubilang jangan sombong dulu " kata Gustaf


Kenapa mereka bisa tau kelemahan ku? apa jangan-jangan..


" Aku heran kenapa kekasihmu masih hidup setelah ditusuk dengan parah seperti itu, kau seharusnya berhati-hati " ucap Zayana

__ADS_1


Alexander tercengang mendengar perkataan Zayana. Gustaf juga tercengang, ternyata Zayana adalah dalang dibalik orang yang menusuk Leticia.


" Ternyata kau pelakunya?" tanya Alexander marah


" Benar, itu aku. " jawab Zayana


" Kau yang menusuk mantan tuan putri itu?" tanya Gustaf dengan nada yang kesal


" Iya, memangnya kenapa?" tanya Zayana


Kenapa dia terlihat kesal?


" Kita selesaikan dulu keponakan ku, lalu aku akan membereskan mu Putri Zayana " kata Gustaf tajam


Apa salahku? kenapa dia marah, karena aku melukai kekasih Tiran ini? apa jangan-jangan dia juga..


Pertarungan pun terjadi antara Putri Zayana, Gustaf dan Alexander. 2 lawan satu, dua orang itu menggunakan sihir pada Alexander, sedangkan Alexander saat ini hanya mengandalkan kemampuan nya sendiri. Karena tubuhnya masih basah oleh air cuka yang menjadi kelemahan nya, sehingga ia tak bisa memulihkan diri atau menggunakan sihir untuk sementara.


Suara pedang berdebat terdengar riuh, para prajurit dari kedua kubu yang berbeda juga menghadapi pertarungan yang sama. Kali ini Gustaf dan Zayana datang dengan persiapan yang matang dan membawa pasukan yang banyak.


Melihat Alexander kewalahan dan sempat lengah menghadapi serangan Gustaf. Membuat Zayana dan Gustaf semakin bersemangat ingin menaklukkan Alexander.


" lihat lah Raja tiran yang agung ! apa kau masih mau bertarung? tanpa kekuatan sihirmu, kau bukanlah apa apa " ucap Zayana sinis, dan meremehkan Alexander.


" Menyerah saja lah Alexander, berikan apa yang kami mau. Dan ini akan berakhir disini saja " kata Gustaf merasa menang


" Tanpa kekuatan sihir ku, aku juga bisa mengalahkan kalian. Asalkan kalian tidak bermain curang " Alexander kembali mengangkat pedang nya dengan penuh kepercayaan diri.


Bagaimana bisa gadis ini mengetahui kelemahan ku? air cuka bukan hanya menyegel kekuatan sihir ku, tapi juga melemahkan sistem pemulihan tubuhku. Mereka menyerang dengan brutal menggunakan air cuka itu, ini buruk. Tapi, seperti nya Leticia sudah pergi dari sini. Aku bisa tenang.


" Haha.. jadi kau masih kuat melawan kami? " tanya Zayana dengan tatapan yang sinis


" Aku bisa membunuh kalian sekarang "


Raja tiran itu menyerang Zayana dengan pedangnya, ia mengerahkan kekuatan berpedang nya dan membuat tangan Zayana tergores pedang.


SRET


Sial, dia masih saja kuat walaupun sudah diberikan air cuka itu ! memang tidak bisa dianggap remeh. Jika, rencana ini tidak berhasil. Aku akan menggunakan rencana cadangan saja.


SLING


Gustaf menggunakan sihir api nya untuk membakar Alexander.


" Jangan menghindar terus keponakan ku sayang !" seru Gustaf sambil mengeluarkan api dari tangannya.


Raja tiran itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menghindar. Ia hanya berharap kalau badannya bisa cepat kering dan air cuka nya menghilang dari tubuhnya. Agar kekuatan nya cepat kembali.


Istana Fostiarus sudah kacau balau dan hancur karena kekuatan sihir Gustaf dan penyerangan yang dilakukan pada sore hari itu. Alexander merasa dirinya sudah dipermalukan karena kelemahan sendiri, ia bersumpah akan mencabut kepala Gustaf dan Zayana dari tubuh mereka dan membakarnya.


" Kembalikan kerajaan ku dan tanah kelahiran ku Raja tiran!!" teriak Zayana sambil mengarahkan pedangnya ke arah Alexander. Dengan mudah Alexander menangkisnya dengan sihir, kekuatan nya sudah mulai pulih kembali.


Terlihat seringai di wajah Raja tiran itu, seperti nya ia bersiap siap menyerang balik Gustaf dan Zayana yang sudah mengeroyok nya.


WUSH


Terlihat air yang mengalir dari jari Alexander, dan air itu mengaliri bagian istana yang dibakar oleh Gustaf. Api api itu pun padam oleh aliran airnya.


" Sekarang barulah pertempuran yang sebenarnya, tadi baru pemanasan saja " ucap Alexander sambil menunjukkan tatapan membunuh nya.


Gustaf dan Zayana tidak takut dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi serangan Alexander.


🍂🍂🍂


Sementara itu Daniel sedang bertarung dengan Diego ( salah satu bawahan Zayana ). Pria itu merebut gulungan sihir, tepat saat Daniel akan menggunakan sihir teleportasi untuk membawa Leticia pergi dari sana.


" Nona ! tetap disisi saya !" ujar Daniel


KLANG


KLANG


Bunyi pedang terdengar sangat berisik di sana, terlebih lagi reruntuhan dari gedung istana yang megah itu mulai berjatuhan. Leticia terlihat bingung karena ia hanya diam saja dan menonton.


Aku sungguh tidak berguna, aku hanya menghambat saja. Seandainya aku juga bisa sihir seperti mereka, yang bisa aku lakukan hanyalah melihat aura. Dan aku melihat aura tersembunyi dari pria ini. Pria ini berusaha menghalangi ku untuk kabur dengan menahan tuan Daniel. Itu tujuan nya.


Melihat Daniel yang kewalahan menghadapi Diego, Leticia berinisiatif mengambil batu dan melemparkan nya pada Diego.


" Rasakan ini ! jauhkan pedangmu dari tuan Daniel ! Dasar kau !" seru Leticia


" Hey ! kau !" Diego terlihat marah pada Leticia.


Akhirnya Diego yang lengah pun, jatuh karena serangan dari Daniel.


BUK


" Terimakasih nona Leticia " kata Daniel sambil mengambil gulungan sihir yang ada di tangan Diego.


Aku harus mendapatkan kekasih Raja tiran itu. batin Diego sambil melihat tajam ke arah Leticia.


" Ini bukan apa apa, kau baik-baik saja tuan Daniel?" tanya Leticia sambil tersenyum ceria


Bisa-bisa nya nona Leticia tersenyum dalam keadaan se gawat dan sekacau ini. ckckck..


Daniel tersenyum kagum pada Leticia yang selalu ceria di setiap keadaan. Saat Daniel sempat lengah, Diego berlari ke arah Leticia dan membawa belati ditangannya. Diego mengarahkan belatinya ke leher Leticia dan memegang erat tubuh gadis itu.


" Lepaskan dia ! lepaskan nona !" teriak Daniel panik

__ADS_1


" Kalau kau maju satu langkah lagi, maka nona ini akan mati " Diego mengancam


Ya, inilah tujuannya. Untuk menangkap ku. batin Leticia


" Kau yang akan mati !" Leticia menggigit tangan Diego dengan keras. Belati itu otomatis terlepas dari tangannya.


KLANG


" AHH !! sialan ! " gerutu Diego yang kesakitan


Belum cukup menggigit tangan pria itu, Leticia juga menginjak kaki Diego dan meninju wajah Diego hingga pria itu terjungkal ke lantai dan pingsan.


" K.O. kau ! berani kau macam-macam denganku !" seru Leticia sambil menendang kaki Diego yang terkulai lemah.


" Seperti yang diharapkan dari nona Leticia, nona sangat hebat walaupun tidak memiliki sihir haha " Daniel tertawa


Saat ini aku ingin tertawa, namun ini bukan waktunya untuk itu. Aku harus segera membawa nona Leticia jauh dari bahaya ini.


" Haa.. akhirnya kau mengakui kemampuan ku juga tuan Daniel, aku tidak selemah itu. Ya, walaupun aku tidak bisa menghadapi orang yang punya sihir. Tapi, pria biasa ini aku bisa menanganinya. " ucap Leticia percaya diri


Seandainya tiran psikopat itu melihatku, huh..dia pasti bangga padaku kan?


" Kalau begitu, mari kita pergi dari sini nona ! " ujar Daniel sambil mengambil gulungan sihirnya


" Tidak ! aku tidak bisa pergi !" seru Leticia


" Nona, tolong jangan begini. Yang mulia akan murka " Daniel terlihat cemas


" Bagaimana bisa aku pergi dan meninggalkan nya disini? walaupun aku tidak bisa membantu nya secara langsung, kita bisa membantu orang-orang yang ada di istana ini. Para pelayan istana, aku akan membantunya. "


" Nona, saya mohon .." Daniel memohon


" Aku juga butuh bantuan mu tuan Daniel ! aku minta tolong !" seru Leticia tegas


" Nona ! jangan keras kepala !" teriak Daniel kesal sendiri.


" Aku akan baik-baik saja ! bukankah menuruti perintahku sama dengan perintah Baginda Raja? jadi, ikuti saja aku kali ini. " Leticia terlihat serius


Daniel menghela napas, pada akhirnya ia melanggar perintah dari Alexander. Karena ia tak bisa melarang permintaan dan niat baik Leticia untuk menolong orang-orang yang ada di istana itu. Teman teman pelayan nya.


" Saya akan menerima hukuman dari Baginda Raja atas tindakan saya ini " kata Daniel


" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kau tenang saja. " Leticia menenangkan


" Makanya, nona harus baik-baik saja agar nyawa saya aman " ucap Daniel


" Tentu saja, kan ada kau yang menjagaku. Aku pasti aman. Ayo kita tolong orang-orang yang membutuhkan bantuan. " Leticia tersenyum semangat.


Alexander, semoga kau baik-baik saja. batin Leticia berharap.


" Iya nona, ayo " jawab Daniel dengan senyuman di wajahnya.


*****


.


.


.


Tak jauh dari istana Fostiarus, Derrick dan Harold menunggangi kuda mereka dengan cepat.


Mereka dalam perjalan ke istana Fostiarus untuk menjemput Leticia.


" Tuan Derrick, nona Leticia pasti akan baik-baik saja. Anda tenanglah " kata Harold menyenangkan


" Ini sudah 2 hari dan Tisha tidak ada kabar, aku khawatir padanya. Seperti ada suatu firasat yang buruk. Pokoknya kita harus cepat sampai , Harold "


Dari kemarin tuan Derrick sangat gelisah memikirkan nona Leticia, semoga saja firasat nya itu salah dan nona baik-baik saja. batin Harold


" Baiklah tuan " jawab Harold patuh


KLOTAK


KLOTAK


KLOTAK


Saat sampai di depan gerbang istana Fostiarus, Derrick dan Harold turun dari kuda mereka. Dengan wajah yang tersentak melihat apa yang ada di depan mereka, begitu banyak pasukan yang sedang bertarung disana.


" Tuan Derrick !!" seru Harold yang panik


" Istana ini sedang diserang, kalau begitu Tisha... " Derrick terlihat panik dan ketakutan.


Pria itu berlari dengan cepat, sambil menghindari orang-orang yang sedang berkelahi itu. Ia terburu-buru mencari keberadaan adiknya, Harold juga mengikutinya dari belakang.


Drap


Drap


Drap.


" Tuan, kita lewat pintu belakang saja ! disini terlalu banyak orang " kata Harold sambil menunjuk ke arah taman belakang istana Fostiarus.


" Ya kau benar Harold "


Tisha, adikku. Kau akan baik-baik saja.. kau akan baik-baik saja, kakak disini. Kau tidak akan kenapa-napa.

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2