Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 19 Tiran Psikopat


__ADS_3

Mendadak udara terasa lebih dingin dari biasanya. Rupanya sang Raja tiran sudah berdiri di belakang kedua wanita yang sedang bergosip itu.


Tatapan nya penuh kemarahan, bahkan Daniel pun gemetaran karena takut akan kemarahan Alexander.


" Astaga, apa dia mendengar semuanya?" batin Leticia


" Bagus sekali, diam diam kau bertemu dengan pria lain.. Katanya tidak ada yang terjadi, sepertinya aku sedang dibohongi " Alexander sinis


" Maafkan saya yang mulia, mohon ampuni saya.. saya benar benar tidak tau " kata Daniel menunduk


" Tuan putri bertemu pangeran Darren? aku bahkan tidak tau itu " batin Daniel panik


" Tidak tahu? kau yang mengawalnya tidak tahu?" Alexander menggunakan sihirnya untuk menghukum Daniel


" Akh.. yang..mulia.." Daniel terlihat kesakitan


" Hentikan ! jangan sakiti tuan Daniel! dia tidak bersalah !" seru Leticia panik


" Daniel, katakan siapa pria itu? lalu aku akan melepaskan mu?" tanya Alexander


" Sa..saya..tidak tau.. sungguh.."


" Lepaskan tuan Daniel ! tiran psikopat, kau kumat lagi ya ! dia bisa mati !" seru Leticia


" Sebelum tau siapa pria itu, aku tidak akan melepaskan nya "


" Akan aku katakan ! dia benar-benar tidak tau apapun, tadi aku menemui pria itu diam diam. Dan mereka tidak tau !" teriak Leticia


Raja tiran itu menghentikan sihirnya pada Daniel dan pria itu jatuh ke tanah.


" uhuk uhuk " Daniel batuk batuk


Alexander mendekat ke arah Leticia dan menyeretnya dengan paksa.


" Putri !" teriak Carol panik


" Tuan putri !" teriak Daniel panik


Raja itu membawa Leticia ke kamarnya dan mengikat gadis itu di ranjangnya, ia juga mengunci pintu kamarnya.


" Dia mulai lagi? apa setiap marah dia selalu seperti ini?" batin Leticia heran


" Kau kenapa sih? lepaskan aku !" wanita itu memberontak


" Siapa pria itu? dari kerajaan mana dia? siapa si brengsek itu?!!" teriak Alexander marah


" Sebenarnya apa urusan ku dengan mu? mau dia siapa, kenapa kau peduli?!" tanya Leticia tak mengerti


" Ada ! karena aku peduli, dengan siapa kau bicara dan dengan siapa kau bertemu! adalah urusanku " kata Alexander


" Memangnya kau siapa ku? kau selalu saja seperti ini, kau selalu mengekang kebebasanku, mau aku bertemu siapa pun, dan bicara dengan siapapun, itu adalah hak ku! kau tidak berhak ikut campur !" teriak Leticia kesal


" Tinggal katakan saja siapa orangnya? siapa pria itu? kau bilang kalian berpelukan?!" tanya Alexander marah


" Iya, kami memang berpelukan. Dan dia memelukku !" Seru Leticia


" Haa.. jadi kau serius? dia benar-benar memelukmu?" tanya Alexander sinis


" Benar, dia memelukku !"


Pria itu melepaskan ikatan tangan Leticia dan langsung menggendong wanita itu ke kamar mandi.


" Hey ! kau mau apa? kau mau membawaku kemana?" tanya Leticia sambil memberontak dan memukul dada raja tiran itu.


BYURR

__ADS_1


Wanita itu kaget dan terkejut karena ia di ceburkan ke dalam bathtub malam hari dan saat udara sedang dingin. Badannya basah semua dan ia terlihat marah pada Alexander yang hanya berdiri melihatnya.


" Kau sudah gila ya? dasar tiran psikopat !" Leticia memaki Alexander dengan kesal


" Bersihkan dirimu, atau aku yang akan membersihkan dirimu " ujar Alexander sambil melempar lap ke wajah Leticia


" Memangnya aku kotor? aku sudah mandi, kenapa aku harus membersihkan badan ku lagi?" tanya Leticia heran


" Kau memang kotor "


Pria itu memegang tangan Leticia, lebih tepatnya mencengkram nya.


" Kau mau apa ? lepaskan aku !" seru Leticia


" pria brengsek itu pasti menyentuh tangannya, apa dia menyentuh yang lainnya juga?" batin Alexander kesal


Pria itu membersihkan tangan Leticia dengan kasar. Sehingga gadis itu merintih kesakitan.


" Ah.. sakit ! cukup ! yang mulia raja tiran psikopat ! hentikan.. Ah..! Ah.. tidak !"


" Diam ! "


" Beraninya menyentuh wanitaku, cari mati! apa aku bilang? dia wanita ku? tidak, aku melakukan ini karena dia adalah tawanan ku. Tawanan yang sangat berharga !" batin Alexander kesal


Daniel dan Carol yang sedang menguping diluar kamar raja, terlihat kaget. Mereka seperti berfikir yang bukan bukan.


" tuan Daniel, apa yang terjadi di dalam? kenapa tuan putri mengeluarkan suara seperti itu..?" tanya Carol polos


" Apa mereka akhirnya... " Daniel tersenyum memikirkan sesuatu


" Tidak ! yang mulia putri Leticia ! " teriak Carol panik


" Apa yang mulia sebuas itu? putri sampai merintih seperti itu?" gumam Daniel pelan


" Tuan Daniel lakukan sesuatu!" seru Carol panik


Keributan dari dalam kamar Alexander tidak terdengar lagi, karena wanita itu tak bisa melawan kekuatan Alexander. Pria itu benar benar memandikan nya dan menggosok badan wanita itu dengan kasar.


" Sudah...cukup.. " Leticia menggigil kedinginan


" Ini hukuman untukmu karena berani bertemu pria lain diam diam !" seru Alexander


" Kau benar benar tiran psikopat !" ujar Leticia kesal


Leticia berdiri dari bathtub dan mengganti bajunya dengan baju yang kering.


Saat akan berdiri, badannya oleng dan Alexander menangkapnya. Ia menggendong gadis itu dan menidurkan nya di ranjang nya.


" Tidur lah, nanti kau akan terkena flu "


" karena siapa aku seperti ini?" tanya Leticia kesal


" Maka dari itu jangan buat aku marah, kalau kau ketahuan bersama pria lain lagi. Kau akan tau akibatnya, laki laki yang menyentuhmu aku akan BUNUH semuanya " kata Alexander serius


" Dia benar-benar psikopat! kenapa dia bersikap seperti ini terus padaku? sekarang terlihat jelas kalau dia terobsesi dan sangat posesif padaku, tapi kenapa? aku tidak mengerti " batin Leticia bingung


Leticia beranjak dari ranjangnya, ia melangkah pergi keluar dari kamar Alexander. Pria itu menghadang nya.


" Mau kemana kau?" tanya Alexander tajam


" Aku mau tidur ke kamarku, aku tidak mau tidur di kamar orang gila !" Leticia sinis


PRANG


BRAK

__ADS_1


BRUK


Lagi lagi pria itu melampiaskan kemarahan nya pada barang yang ada di sekitanya yang tidak salah apa apa. Leticia ketakutan dan gemetaran dengan kelakuan Alexander itu, dan ia baru pertama kali menemukan orang seperti Alexander. Kini ia yakin bahwa pria dihadapannya itu adalah " Raja Tiran Psikopat ! "


" Apa yang anda lakukan?!! " tanya Leticia


" Tinggal di kamar ini ! kalau tidak, akan ku hancurkan seluruh istana ini dan membunuh si Carol mu itu " kata Alexander penuh kemarahan


" Aku pikir kemarahannya sudah mereda setelah menyiksa ku di kamar mandi tadi, tapi ternyata dia semakin menggila. " batin Leticia tak habis pikir


" Kau pikir aku tidak berani, aku akan pergi keluar sekarang! jika kau membunuh Carol, maka aku akan kabur saja " kata Leticia mengancam


" Kau berani mengancam ku?!"


" aku sudah lelah denganmu.. " Leticia mengabaikan Alexander dan terus melangkah pergi, sampai tiba tiba


" Aw.. ishh " Leticia melihat kaki nya yang terluka karena menginjak pecahan kaca


" Jangan bergerak !"


" Kau mau apa?!!"


Pria itu menggendong nya dengan lembut.


" Lepaskan aku ! dasar gila !"


Raja itu meletakkan gadis itu dengan hati hati di ranjangnya. Leticia kaget melihat Raja yang bersikap lembut padanya meskipun dia diluar terlihat dingin. Wanita itu berfikir apa kah si raja itu tipe tsundere? atau yandere? kemana kegilaan nya yang tadi. Kini pria itu melihat luka di kakinya dengan tatapan yang penuh kecemasan.


" Apa itu sakit?" tanya Alexander sambil melihat kedua telapak kaki Leticia yang berdarah


" Hmph.." Wanita itu memalingkan wajahnya dan terlihat marah


" Dia masih berani bertanya? memangnya karena siapa aku terluka? sudahlah, aku tidak punya tenaga lagi untuk menghadapi nya! terserah dia mau berbuat apa " batin Leticia kesal


" Aku akan panggil tabib.."


" Tidak usah ! tidak baik menyusahkan orang lain malam malam seperti ini, aku bisa mengobati diriku sendiri " kata Leticia tegas


Pria itu berinsiatif mengambil kotak obat, namun ia terlihat bingung karena tidak pernah mengobati seseorang sebelumnya. Leticia heran kenapa Raja itu sekarang jadi menurut sedikit padanya.


" Biar aku saja !" seru Leticia sambil mengambil kotak obatnya


Alexander mengambil lagi kotak obatnya dan pada akhirnya ia yang mengobati wanita itu, dengan hati hati dan membalut lukanya dengan kain perban.


" Apa seperti ini membalutnya?"


" Iya, benar. Yang mulia, aku akan kembali ke kamar ku " kata Leticia


Wanita itu berjalan tertatih tatih, dengan susah payah ia melangkah, ia lupa kalau kedua telapak kaki nya terluka dan bukan sebelahnya. Makanya ia kesulitan berjalan.


" Kenapa aku harus mempermalukan diriku di depannya lagi?" batin Leticia kesal


Pria itu memegang tangan Leticia dengan maksud untuk membantunya berjalan. Namun, wanita itu menepisnya.


" Cukup ! kau sudah cukup menindas ku hari ini ! aku lelah !" Wanita itu berkaca kaca dan ingin menangis


Melihat ekspresi Leticia seperti itu, Alexander menjadi luluh dan terdiam. Daniel yang dari tadi ada di luar mengetuk pintu karena takut terjadi sesuatu.


" Yang mulia raja, apa saya bisa masuk?" tanya Daniel hati hati


" Masuk lah "


Daniel membuka pintu kamar raja, ia melihat banyak barang barang pecah berserakan di mana mana. Pengawal pribadi raja itu juga melihat raut wajah Leticia yang hampir menangis, dan Alexander yang terlihat merasa bersalah.


" Apa yang terjadi? kenapa udara sangat dingin?" batin Daniel heran dan melihat ke sekeliling.

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2