
🍂🍂🍂
Alexander dan Leticia pergi ke kamar mereka. Dengan sigap, Leticia menyiapkan sendiri obat dan memasak sup untuk suaminya itu. Dengan sengaja Alexander menaikan suhu tubuhnya agar terasa panas dengan sihir apinya.
" Kau istirahat saja dan biarkan aku menyuapi mu " kata Leticia perhatian. Wanita itu mengambil mangkuk yang berisi sup.
Ini pasti serius. Alexander kan tidak pernah sakit. Ini juga pertama kalinya aku melihat dia sakit.
" Buka mulutmu "
Nyam nyam
Memang benar ya, masakan yang dibuat oleh cinta itu rasanya berbeda.
Alexander melahap makanan yang disuap kan oleh istrinya dengan cinta itu. Ia terlihat senang, juga merasa bersalah dengan perhatian dan kecemasan istrinya padanya.
" inilah sebabnya aku bilang semalam untuk berhenti. Pada akhirnya kau tetap tidak mau berhenti, lihatlah kau jadi sakit kan " Leticia masih menyuapi suaminya yang sedang duduk di ranjang itu.
" Apa kau cemas?"
" Tentu saja aku sangat cemas, ini juga pertama kalinya aku melihatmu sakit. " jawab Leticia
" kalau aku terluka, apa kau akan cemas seperti ini juga? ah tidak, kalau aku mati apa kau akan mencemaskan ku?" tanya Alexander
Terkadang psikopat tiran ini bertanya seperti anak kecil. Dasar.
" Iya lah, kalau kau sakit aku akan cemas, dan kalau kau mati aku akan sedih. Tapi kau tidak akan mati dengan cepat " kata Leticia sambil tersenyum
" Kenapa aku tidak akan mati dengan cepat? aku juga manusia, dan bisa mati "
" Karena kau kuat, kau bisa melindungi dirimu dengan baik. " jawab Leticia
" Pemikiran mu simple sekali " kata Alexander
" Sudah sudah, kau cepatlah tidur. Ini sudah malam " Leticia mengambil satu bantal yang ada di ranjang dan melangkah pergi ke sofa yang ada di kamar itu.
" eh, kenapa kau kesana? kita harus tidur bersama "
" Tidak boleh, kau sedang sakit. Aku tidak boleh tidur bersama dengan orang sakit. Aku akan tidur disini " kata Leticia sambil duduk di sofa, dan meletakkan bantak di sofa itu.
Apa apaan ini? ini bukan mau ku. Aku kira saat aku sakit, dia akan memelukku semalaman. Tapi, dia malah tidak mau tidur denganku?
" Kau harus tidur denganku disini Leticia !" seru Alexander
" Tidak boleh, kau harus tidur dengan nyaman di ranjang yang luas, supaya demam mu turun. " kata Leticia
Alexander terlihat kesal melihat Leticia bersiap-siap tidur di sofa. Pria itu berjalan mendekati Leticia dan terlihat kesal.
" Ada apa? kenapa tidak berbaring? kau kan sedang sakit. Jangan jalan jalan dong " kata Leticia memperingatkan
" Pokoknya kau harus tidur denganku. Kita ini pengantin baru sehari, masa kau tidur terpisah denganku ?" tanya Alexander sambil menarik-narik tangan istrinya.
" Kau ini seperti anak kecil saja ! aku bilang tidak bisa ya tidak " kata Leticia kesal
" Bodoh amat mau dipanggil anak kecil atau apapun, yang penting kau harus tidur denganku " Alexander tak peduli
" kau ini tidak sadar diri ya, kau kan sedang sakit. " Leticia marah
" Sakit sakit sakit ! aku tidak sakit, aku baik-baik saja !" teriak Alexander akhirnya
Sial, aku keceplosan.
" Apa maksud mu? kau tidak sakit?" tanya Leticia serius
" Kau salah dengar " Alexander memalingkan wajahnya
" Suamiku, kau berbohong padaku?" tanya Leticia kesal
" tidak, aku benar-benar sakit " jawab Alexander
" Aku sudah mendengar nya dari mulutmu barusan ! oh, jadi kau bohong? kau benar-benar ya ,kau membuatku cemas. Dasar tiran psikopat !"
Sial, penyakit marah-marah wanita ini kumat lagi.
Wanita itu mengambil bantal yang ada di sofa, lalu ia memukul mukul Alexander dengan bantal itu. Akhirnya mereka berdua perang bantal, sampai-sampai bulu dari bantal itu bertebaran dan berterbangan memenuhi lantai kamar dan ranjang mereka.
" Tadi kau bertingkah berlebihan dengan membeli Restoran, kau juga melecehkan ku saat di padang rumput tadi, lalu sekarang kau pura-pura sakit, apa sih mau mu?" tanya Leticia yang masih memukul tubuh pria itu dengan guling.
" Hey ! ralat perkataan mu itu, pertama tentang restoran itu aku tidak bertindak berlebihan, aku membelinya karena aku ingin menyenangkan mu , kedua..apa yang kau maksud pelecehan itu hah? itu adalah suami dan istri yang bermesraan ! ketiga, itu baru benar. Aku memang pura-pura sakit " terang Alexander sambil menangkap guling dan bantal yang di lempar lempar oleh Leticia ke arah nya.
" Kau ini benar-benar.. kenapa kau berbohong pura-pura sakit ?! " Wanita itu rupanya masih marah. Tak sengaja ia tersandung banyak yang ada di depannya dan menimpa tubuh Alexander.
Mereka berdua terhempas ke ranjang. Leticia menindih tubuh suaminya. Mereka saling menatap satu sama lain.
" Karena aku kesal " Alexander menjawab pertanyaan terakhir yang dilontarkan Leticia sebelum tubuh wanita itu menindihnya.
" Kesal? apa hubungannya pura-pura sakit dan kau yang kesal?" tanya Leticia penasaran.
" kau tidak tau atau pura-pura tidak tau? bagaimana para baj**ngan itu melihat mu? aku sangat tidak suka, ah lebih tepatnya marah. Rasanya aku ingin mencungkil keluar mata mereka itu !" kata Alexander kesal
Apa maksudnya bajingan itu adalah para pria di bawah tadi?
" Apa kau cemburu suamiku? mereka kan hanya menatapku saja, itu bukan masalah " kata Leticia santai
" Bagaimana bisa kau bicara begitu? ini masalah untukku, aku tidak suka mereka melihat istriku seperti itu. " kata Alexander
" Jadi itu sebabnya kau pura-pura sakit agar aku memperhatikan mu dan itu juga alasan mu ingin cepat cepat pergi ke kamar?" tanya Leticia
" Ya, benar " jawab Alexander
" Aku senang kau cemburu, aku juga senang kau bisa menahan emosi mu dengan baik di depan umum. Cukup baik untuk tidak membunuh orang, aku senang kau benar-benar berubah " Leticia membelai pipi suaminya, ia masih berada di atas tubuh Alexander
Mendapat pujian dan sentuhan lembut dari Leticia membuat Alexander seolah melayang ke udara. Pria itu terlihat malu malu, seperti pria yang polos, haus akan pujian dan sentuhan wanita. Ternyata tiran ini bisa merasakan malu juga.
" Rasanya aku ingin menyimpan dirimu untuk ku sendiri. Tidak akan kubiarkan orang lain melihat kecantikan mu " kata Alexander
" Jangan marah lagi, biarpun diluar sana banyak pria yang melirikku karena aku cantik. Aku kan hanya menyukaimu seorang " Leticia tersenyum percaya diri
__ADS_1
Dia pasti kesulitan menahan emosinya tadi. Aku harus memberinya sedikit hadiah.
" Ya ya, kau memang cantik. Kucing kecil nakal " Alexander tersenyum
CUP
Leticia mengecup pipi suaminya, lalu ia beranjak dari tubuh Alexander. Akan tetapi Alexander memeluk nya, sehingga Leticia tak bisa kemana-mana.
" Lex, ini sudah malam. Kita harus tidur "
" Mau kemana kau setelah menggoda ku? tidur apanya? aku pastikan kau tidak bisa tidur lagi malam ini " kata Alexander sambil tersenyum tipis
" Oh, itu yang barusan bukan menggoda mu. Tapi itu hadiah " Leticia terlihat gelisah
" Kalau berniat memberikan hadiah, yang benar dong. Seperti ini "
Alexander mencium bibir istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Leticia juga menikmati setiap pergerakan yang di lakukan suaminya. Lembut, hangat, dan penuh kehati-hatian. Leticia sangat senang dengan perilaku Alexander.
" Cukup ! tidak malam ini, aku sangat lelah. " kata Leticia sambil mendorong tubuh suaminya pelan-pelan
" Baiklah, kita hanya akan tidur sambil berpelukan saja ya?" tanya Alexander
" Ya itu lebih baik " jawab Leticia
Saat mereka hampir tidur, Alexander tiba-tiba merasakan sesuatu. Ia beranjak dari ranjangnya dan melihat pedangnya bercahaya. Kelap kelip berwarna merah.
" Ada apa ?" tanya Leticia sambil duduk di ranjang nya.
" Sesuatu sedang terjadi di istana. Aku harus pergi sekarang " wajah pria itu terlihat serius
Siapa bajingan yang berani mendekati kristal di menara?
Apa terjadi sesuatu yang gawat? kenapa dia terlihat cemas?. Leticia cemas melihat raut wajah suaminya
Alexander memakai jubah nya dan mengambil pedangnya. Leticia juga memakai bajunya dan bersiap siap.
" Kau mau kemana? kau disini saja " tanya Alexander yang heran melihat istrinya bersiap-siap.
" Tidak ,aku harus ikut. Kemana pun kau pergi. Kita baru menikah, masa kau pergi sendiri dan meninggalkan ku disini?" tanya Leticia
" Baiklah, tapi tak apa kan kita kembali ke istana saat ini juga?" tanya Alexander
" Ya, tidak apa kok. " jawab Leticia
" Kalau begitu, ya sudah. Mari kita pergi "
Alexander keluar kamarnya dan meminta semua bawahannya untuk berkumpul. Ia meminjam gulungan sihir teleportasi yang ia berikan pada Daniel. Leticia heran kenapa Alexander harus menggunakan gulungan sihir milik Daniel, padahal ia sendiri bisa melakukan teleportasi. Rupanya Alexander masih belum menceritakan tentang satu kristal nya yang sudah ia berikan pada Gloria sebagai pertukaran untuk kehidupan Leticia.
" Kalian cepatlah menyusul, aku tunggu di istana " ujar Alexander kepada bawahannya.
" Ya yang mulia " jawab Daniel dan yang lainnya patuh
" Ratuku, ayo " Alexander mengulurkan tangannya pada Leticia. Wanita itu menyambut nya.
" Ya yang mulia " jawab Leticia
WUSH
Alexander dan Leticia menghilang ditelan cahaya dari gulungan sihir.
🍂🍂🍂🍂
Sementara itu Derrick kembali ke Ilios, untuk melihat pekerjaan nya yang menumpuk dan beristirahat sejenak. Ia dan pasukannya sudah mencari Leticia dan Alexander kemana-mana, tapi tidak menemukan nya juga.
" Lebih baik kau tidur dulu, kau pasti lelah karena sudah semalaman tidak tidur, dan mencari Leticia " kata Zayana perhatian sambil memijat bahu suaminya dengan lembut
" Iya aku memang lelah. Menurutmu apa aku salah?" tanya Derrick sambil memegang kepalanya yang pusing.
" Ya, yang mulia memang salah. Aku tau kau menyayangi Leticia, tapi cara mu ini salah. Memisahkan dia dengan orang yang ia cintai, itu sama saja menghalangi kebahagiaan nya. " terang Zayana
" Kau benar juga. Seperti nya cara ku memang salah, makanya Leticia meninggalkan ku dan berbuat seperti ini padaku. " kata Derrick menyesal
Aku menyerah Tisha. Kakak menyerah. batin Derrick
Akhirnya dia sadar juga kalau dia salah. Syukurlah. Perasaan Lega ada di hati Zayana saat mendengar kata-kata penyesalan dari mulut suaminya.
" Apa ini artinya kau akan memberikan kesempatan pada hubungan mereka? berikanlah kesempatan untuk Raja Alexander " tanya Zayana penuh harapan
" Iya, aku akan mencoba memberikan nya kesempatan. Asalkan dia kembali membawa adikku ke sisi ku "
Derrick sadar bahwa ia tak bisa jauh dari adiknya itu, akhirnya ia menyerah untuk menentang hubungan mereka dan memberikan kesempatan pada Raja Alexander untuk menjaga Leticia. Asalkan pria itu membawa adiknya kembali. Hati nya mulai luluh.
Zayana juga senang melihat suaminya yang telah berubah. Ia percaya semua akan membaik dan akan happy ending. Hubungan nya dengan Derrick, dan kekeras kepalaan Derrick perlahan mulai runtuh. Ini adalah awal yang baik.
" Baiklah, kalau begitu. Kau kirim surat atau pengumuman di kerajaan Fostiarus, agar mereka berdua bisa kembali " kata Zayana
" Ide bagus, aku akan sebarkan pengumuman nya " kata Derrick sambil tersenyum lemas.
" Sebaiknya biar aku saja yang melakukan nya, kau harus beristirahat dulu. " kata Zayana sambil mendorong suaminya ke ranjang. Akhirnya pria itu berbaring di ranjang, Zayana memberikannya selimut hangat.
Zayana yang hendak pergi, tiba-tiba saja berhenti saat Derrick memegang tangan wanita itu.
" Ada apa ? apa kau perlu sesuatu?" tanya Zayana sambil menatap wanita itu dengan cemas
Kenapa aku tidak sadar? wanita yang ku abaikan ini adalah wanita yang sempurna. Sikapnya baik, lembut, dan dia juga perhatian. Kenapa dulu aku berbuat jahat padanya?
" Maafkan aku, atas semua kesalahan ku. Aku tau kau tidak akan memaafkan ku dengan mudah. Zayana, aku sangat malu " Derrick sedih
CUP
Dengan berani Zayana memberikan suaminya kecupan di kening. Ia menatap suaminya dengan penuh kasih sayang.
" Kau.."
" Kita sudah sepakat untuk memulai semuanya dari awal, itu artinya aku sudah memaafkan mu. Tidak peduli bagaimana perasaan mu dulu padaku, yang jelas adalah bagaimana perasaan mu pada ku sekarang dan seterusnya. " terang Zayana
" Kau sangat murah hati, padahal saat malam pertama kita aku memperlakukan mu dengan kasar " kata Derrick yang semakin malu mengingat kejadian yang dulu.
__ADS_1
" Ssh ..jangan ungkit lagi tentang itu, masa lalu adalah masa lalu. Yang penting adalah masa sekarang " kata Zayana.
Derrick menatap istrinya dengan sedih, rasa bersalah dan menyesal.
" Cukup, jangan memandangi ku begitu. Aku ingin melihat cinta di mata mu, bukan nya tatapan seperti ini."
" Baiklah, aku akan menatapmu dengan cinta mulai sekarang dan seterusnya " Derrick tersenyum
" Aku akan sangat menantikannya. " Zayana senang. " dan aku suka saat kau memanggilku Zay, seperti dulu lagi "
" Zayana, Zay .. "
" Derrick.." Zayana tersenyum malu-malu saat mengatakan nya.
Hubungan suami istri itu akhirnya sudah mencapai kesepakatan damai. Tinggal menunggu cinta yang kuat hadir diantara mereka. Hati Derrick yang keras pun akhirnya luluh.
Begitu juga dengan hubungan Alexander dan Leticia yang sudah mendapatkan lampu hijau dari Derrick?
Apakah itu artinya hubungan Derrick dan Alexander juga akan mengalami rekonsiliasi?
🍂🍂🍂
Istana Fostiarus..
Alexander dan Leticia sampai tepat di aula kerajaan Fostiarus.
" Uh.."
" Kau pasti pusing ya. Memakai gulungan sihir, efeknya seperti ini " kata Alexander
" Tidak apa. Dibandingkan itu, apa ada masalah disini?" tanya Leticia
" Kau tunggul lah aku di kamar. Masalah ini akan ku selesaikan sendiri " kata Alexander.
" Biarkan aku ikut ! kau lupa ya aku ini istrimu sekarang. Aku harus tau semua urusan mu "
" ini bisa berbahaya, pergilah ke kamar. Tolong biarkan aku sendiri kali ini. Oke?" kata Alexander lembut
" Tapi kau akan pergi ke mana?" tanya Leticia
" Aku merasakan ada sesuatu yang terjadi di menara gelap, aku akan ceritakan semuanya saat aku kembali nanti. "
" Baiklah, aku akan menunggu mu. " jawab Leticia pasrah
Sebelum pergi, Raja tiran itu memanggil Anne, dan Mira untuk menemani dan melayani Leticia. Anne dan Mira keheranan melihat wajah Leticia yang cerah. Mereka senang karena Leticia kembali lagi ke istana Fostiarus.
Leticia, Anne dan Mira duduk di sofa yang ada di kamar Leticia.
" Saya sangat senang, putri bisa kembali lagi ke istana " kata Anne ramah
" Apa ini artinya putri dan Raja akan segera menikah?" tanya Mira penasaran
" Eh.. itu sebenarnya aku dan yang mulia.." Leticia bingung mengatakan nya.
Bagaimana aku mengatakan nya kalau aku sudah menikah dengan Raja ? apa mereka akan kaget karena tiba-tiba aku menjadi Ratu?
" Melihat wajah putri yang cerah, apa terjadi sesuatu yang baik? " tanya Anne penasaran
" Sebenarnya.."
Mira kaget saat melihat cincin pernikahan dengan berlian berwarna biru, tersemat di jari manis Leticia. Ia menduga-duga sesuatu..
" Apa jangan-jangan yang mulia Raja sudah menikah dengan tuan putri?" tanya Mira
" Haha.. " Leticia tertawa canggung
" Apa itu benar putri?" tanya Anne
" Sebenarnya aku sudah menikah dengan Raja, kemarin " jawab Leticia malu-malu
Anne dan Mira langsung berlutut di depan wanita itu. Mereka memberikan penghormatan pada Leticia.
" Maafkan atas kelancangan sikap kami yang mulia Ratu " kata Anne sopan
" Saya juga yang mulia Ratu. Kami akan melayani yang mulia Ratu dengan baik !! " kata Mira tegas
" A-Apa?" Leticia kaget melihat perlakuan Anne dan Mira yang formal padanya.
Haa.. aku masih belum terbiasa dengan gelar Ratu ini. Leticia merasa canggung
🔥🔥🔥
Di menara gelap, Alexander melihat semua kstaria yang menjaga menara itu terkapar di tanah tak berdaya. Ia terlihat sangat marah dan memakai sihir air nya untuk membangunkan kedua kstaria nya itu.
" Kalian ini sangat bodoh, kenapa aku bisa memperkerjakan orang-orang bodoh seperti kalian?" tanya Alexander sambil mengacungkan pedangnya
" A..ampuni saya yang mulia ! "
" saya juga !!"
Kedua kstaria itu gemetaran, ketakutan, dan mereka berlutut di depan Raja tiran itu. Mereka minta diberikan hukuman oleh Alexander, daripada mati. Alexander pun menyuruh mereka untuk memperbaiki kesalahan mereka dan menangkap mata-mata yang ada di istana itu.
Alexander langsung pergi ke menara gelap, ia melihat seorang pria yang sedang mencoba mengambil kristal nya.
" Aku pikir siapa orang bodoh yang mencoba mencuri kristal ku? ternyata kau si bajingan itu " kata Alexander
Gawat, mati aku. Aku ketahuan!.
" Harus aku apakan bajingan yang berani menyentuh milik ku? membunuhnya perlahan, atau mengirim nya langsung ke neraka !!' "
Alexander menunjukkan senyuman jahatnya. Pria itu menatap Abraham dengan tajam, seolah-olah ada pedang di dalam matanya.
Sialan! apa aku akan mati sekarang? tidak! aku sudah sejauh ini? mana bisa aku menyerah?!
Abraham gemetaran ketakutan, padahal ia sudah berada dekat dengan kristal itu tapi ia tak bisa mengambil nya karena ada sihir disana.
...---***---...
__ADS_1
Hai Readers ! jangan lupa ya kalau udah baca ,like komen nya 😘 kalau suka novelnya jangan lupa favoritkan juga 🙏😊 dukungan kalian akan sangat membantu penulis untuk semakin berkarya dan semangat.