Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 12 Sihir Leticia?


__ADS_3

Daniel kaget melihat Raja bisa tertawa, namun ia juga takut dan merasa ini adalah akhir dari dunia.


" hebat sekali tuan putri bisa membuat yang mulia tertawa, ini harus dicatat dalam sejarah. Pertama kalinya dalam hidupku aku melihat yang mulia tertawa dengan bebas, bukan tertawa menyeramkan seperti biasanya ketika ia habis melenyapkan seseorang" batin Daniel keheranan


Dalam sekejap, Alexander kembali merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin lagi.


" Daniel, bukan kah aku sudah menyuruhnya beristirahat? kenapa dia ada di sana?" tanya Alexander tajam


" Sa..saya juga tidak tahu. Padahal tadi saya sudah mengantarnya ke kamar " jawab Daniel. " Biar saya yang menyuruhnya yang mulia " kata Daniel


" Tidak usah, aku sendiri yang akan menemui nya " kata Alexander


" Yang mulia bilang apa?" tanya Daniel tak percaya


" Kau tuli ya? aku akan menemuinya sendiri " jawab Alexander


" Ah baik lah yang mulia " kata Daniel bingung


" Akhir akhir ini yang mulia sangat aneh, semenjak kedatangan tuan putri " batin Daniel


Leticia melanjutkan lagi menanam bunga nya setelah bertengkar dengan Henry. Tangan dan wajahnya kotor oleh tanah.


" Huh.. awas saja kalau aku bertemu lagi dengannya, lain kali akan ku patahkan kaki nya " gerutu Leticia sambil menyiram tanaman yang ia tanam. Tanpa ia sadari Alexander sudah ada di belakangnya.


" Apa yang kau lakukan disini?" tanya Alexander sambil melihat biji bunga matahari berserakan di tanah. Leticia kaget melihat Alexander yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya.


" Ya..yang mulia ! sejak kapan kau ada disini?" tanya Leticia kaget


" Dari tadi " jawab Alexander dingin


" Ah ya, aku lupa kalau dia bukan manusia biasa, dia bisa bergerak cepat dan dia mungkin juga bisa menghilang " batin Leticia


" Apa yang kau lakukan?" tanya Alexander tajam


" Yang mulia tidak lihat saya habis menanam biji " kata Leticia


" Iya aku tau itu. Tapi, bukan itu yang aku maksudkan. Kenapa kau ada disini dan bukannya di kamar mu?" tanya Alexander


" Bukannya yang mulia senang ya kalau saya bekerja di saat sakit begini? " tanya Leticia kesal


" Ada apa dengan nada bicara mu itu?" kata Alexander heran


" Karena siapa saya harus bekerja di saat sakit?kalau anda mau menyiksa saya langsung saja lakukan, jangan gunakan cara munafik seperti ini " kata Leticia sinis


" siapa yang menyuruh mu bekerja? aku tidak melakukannya kan? aku menyuruh mu istirahat " kata Alexander heran


" Haa.. benarkah benar-benar menyuruh istirahat? sudahlah, saya akan kembali mengerjakan pekerjaan saya " kata Leticia sambil melangkah pergi


" kata siapa kau bisa pergi !" seru Alexander


" Yang mulia, mau apa?" tanya Leticia malas


" Kau menanam apa disini?" tanya Alexander


" Ti..tidak ada " jawab Leticia gugup


" Jangan menganggap aku orang bodoh " Alexander dingin


" Saya menanam bunga " jawab Leticia akhirnya jujur karena takut dengan Alexander


" Kenapa?" tanya Alexander


" Apa ?"


" Kenapa kau menanam bunga?" tanya Alexander


" kalau yang mulia tidak suka, saya akan menanam nya di tempat yang lain. " jawab Leticia


" Apa dia se benci itu pada bunga?" batin Leticia


" Aku hanya tanya kenapa kau menanam bunga, bukan melarang mu menanam nya " kata Alexander


" Jadi yang mulia mengizinkan? " tanya Leticia sambil tersenyum


" Ada apa denganku? kenapa aku senang melihatnya gembira?" batin Alexander bingung


" Kau boleh menanamnya disini, asal jangan di halaman depan " jawab Alexander tegas


" Benarkah? untuk kali ini saya akan berterimakasih " kata Leticia ramah


" Ternyata kau bisa berterimakasih juga " gumam Alexander heran


" Tentu saja, meskipun saya membenci yabg mulia, tapi saya tidak akan lupa untuk berterimakasih pada orang yang menolong saya " kata Leticia


" Menolong? aku ada menolong mu apa?" tanya Alexander bingung


" Mengizinkan menanam bunga ini, adalah pertolongan yang cukup besar untuk saya. " jawab Leticia


" hanya diizinkan menanam bunga saja , dia sangat senang " batin Alexander heran


Diam-diam, Alexander memperhatikan lebam di pipi Leticia, tapi ia tak menanyakan nya.


" ngomong ngomong bunga apa yang kau tanam ini?" tanya Alexander


" Bunga matahari " jawab Leticia


" Kenapa harus bunga matahari? apa para wanita memang suka bunga matahari?" tanya Alexander


" Apa dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita? kenapa pertanyaan nya terdengar aneh ya? benar juga, aku tidak pernah melihatnya berdekatan dengan wanita manapun. Dia seorang pria tampan, dengan kekuasan terbesar di seluruh negeri, dia adalah Raja, mustahil tidak ada yang mau dengannya?Jangan jangan dia gay? atau .. dia.. Aish.. sudahlah lagipula bukan urusanku " batin Leticia berfikir

__ADS_1


" Apa saya harus menjawab yang mulia?" tanya Leticia kesal


" kalau tidak mau jawab ya sudah " kata Alexander cuek


" Biasanya wanita menyukai bunga mawar, karena bunga mawar adalah lambang dari cinta, persahabatan dan kasih sayang. Tapi saya menyukai bunga matahari karena matahari adalah sumber dari semua kehidupan, cahaya yang memberi kehidupan pada manusia. Sifatnya ceria dan hangat, kalau saya menanamnya disini akan membuat saya bahagia dengan kehangatannya " terang Leticia


" Bahagia? jadi menanam bunga membuat mu bahagia?" tanya Alexander


" Mungkin orang sepertimu tidak akan mengerti yang mulia " jawab Leticia sambil tersenyum pahit


" Orang seperti ku ? apa maksud mu?" tanya Alexander kesal


" Orang sepertimu yang membunuh orang tanpa ampun, tanpa ragu dan tanpa merasa bersalah tidak akan mengerti arti kata bahagia ini " kata Leticia tegas


" Haha.. jangan sok menggurui ku tentang kebahagiaan. Aku tidak tau tentang apa itu bahagia, karena ayahmu yang kejam itu sudah membunuh kebahagiaan ku saat keluargaku dibantai olehnya !" teriak Alexander marah


" Jadi apa menurutmu itu adalah kesalahan ayah ku kan? apa kau tidak bertanya dulu saat itu apakah ayah ku memang membunuh keluarga mu?" tanya Leticia tajam


" Itu sudah jelas, ayahmu yang membunuh keluargaku. Karena aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! tanpa alasan yang jelas, ayah mu menghabisi keluarga ku demi naik tahta. Terima saja kenyataan nya kalau ayahmu adalah seorang pembunuh " kata Alexander dingin


Leticia terdiam dan mengepal tangannya dengan kesal. Ia tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Kenapa pembicaraan bunga matahari jadi sampai kesini? aku tidak mengerti, aku masih tidak percaya kalau ayah yang ku kenal di dunia ini akan membunuh orang dengan kejam. Jika aku bisa membuktikan ayah ku tidak bersalah, mungkin aku bisa pergi dari kastil raja psikopat ini.


" Kau pikir kau tidak sama dengan ayah ku? tanganmu juga dilumuri banyak darah, kau pikir kau orang suci bisa menghakimi ayah ku seperti itu? apa kau tidak pernah membunuh orang? bukan kah kau sama saja ! TIDAK, kau lebih buruk dari nya !" teriak Leticia meledak


Daniel yang mendengar pertengkaran mereka terlihat cemas melihatnya.


" Apa mereka akan bertengkar lagi? Tuan putri harusnya kau jangan memancing kemarahan yang mulia " batin Daniel takut


" Kau tau apa HAH?" Alexander melihat tajam pada Leticia


" Kenapa? aku benar kan?" tanya Leticia sambil tersenyum sinis


" Seperti nya aku terlalu baik padamu. Daniel ! kurung dia di ruangan bawah tanah !" seru Alexander


" Kau mau mengurungku lagi yang mulia? bagus, sekalian saja bunuh aku ! " teriak Leticia kesal


" Jangan berharap untuk mati sebelum aku puas menyiksa mu !" seru Alexander murka


" Yang mulia sebaiknya jangan.. " kata Daniek


" Daniel, kau mau mati?" tanya Alexander mengancam


" Begitu ya? kekanakan sekali ! hanya karena perkataan ku benar, kau langsung menghukum ku ! kau benar benar raja Psikopat dan pengecut ya !" Leticia tertawa mengejek


" Putri tolong hentikan ! yang mulia bisa membunuh mu " bisik Daniel pada Leticia


" Aku tidak peduli " kata Leticia cuek


" Putri, kau satu satunya orang yang berani bicara begini pada yang mulia. Berdoa lah semoga kau selamat " batin Daniel takut


" Kau.. "


" Putri cepat minta ampun pada baginda Raja!" ujar Daniel


" Tidak mau!" seru Leticia


" mungkin dengan kematian, aku bisa kembali ke dunia ku. Aku juga sudah muak berada di dunia ini dan terus di tindas olehnya " batin Leticia


Raja itu mengayunkan pedangnya ke arah tangan Leticia.


SRAT


Dan tangan Leticia tergores pedang, darah menetes dari tangan Leticia. Sementara si gadis yang terluka oleh sabetan pedang itu hanya tersenyum pahit. Raja melempar pedangnya yang terkena darah Leticia.


" Yang mulia !" teriak Daniel


" Kenapa berhenti?" tanya Leticia sambil memegang tangannya yang terus mengeluarkan darah


" Bodoh, kenapa kau tidak menghindar? apa kau begitu ingin mati?" tanya Alexander dengan tatapan bersalah dan cemas pada gadis yang ia lukai itu.


" Apa apaan dia? kenapa dia menatapku begitu? bukan kah normalnya dia akan marah? kenapa dia tidak membunuhku?" batin Leticia


" Ada apa dengan yang mulia? dia mencemaskan Putri? apa ini benar?" batin Daniel tak percaya


Leticia dan Daniel terkejut melihat reaksi Alexander yang tak terduga itu.


" Tuan putri, saya akan membawamu pada tabib !" seru Daniel yang hendak menggendong Leticia


" Daniel ! jika kau menyentuhnya aku bersumpah akan memotong tanganmu " kata Alexander mengancam


" Ya..yang mulia .." Daniel gugup dan terpaku


" Ada apa dengan dia?" batin Leticia terpana


Alexander menggendong Leticia, sekali lagi Leticia dibuat terpana oleh pria itu.


" Lepaskan saya ! " seru Leticia kesal


" Daniel, panggil tabib ke kamar ku !" seru Alexander


" Dia bilang ke kamarnya?" batin Leticia heran


" Baik yang mulia " jawab Daniel patuh


Beberapa menit kemudian, setelah tabib mengobati luka di tangan Leticia.


" Apa ini cara terbaru yang mulia untuk menyiksa ku?" tanya Leticia

__ADS_1


" Apa? " Alexander kaget


" Yang mulia mau membuat mental ku rusak ya?" tanya Leticia


" Setahuku tanganmu yang terluka, bukan kepalamu. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan " kata Alexander


" Saya juga tidak mengerti dengan apa yang anda lakukan sekarang !" Leticia bingung


" Dia benar-benar sudah gila, aku harus keluar dari sini. Aku harus kabur " batin Leticia panik


" Melukaiku lalu mengobati ku, ini sangat lucu " kata Leticia


" Benar, aku juga merasa sangat lucu. Katakan padaku sejujurnya, sihir apa yang kau gunakan padaku?" tanya Alexander tajam


" Si..sihir? saya tidak punya sihir.. saya tidak bisa " kata Leticia bingung


" Bohong ! lalu kenapa aku .. " Alexander terlihat lagu


Suara batin Alexander :


Tadi aku sangat marah, malah aku murka mendengar kata kata nya. Padahal aku bisa saja membunuhnya dengan mudah, tapi entah kenapa aku tidak bisa melakukan itu, aku bahkan tidak bisa menyakitinya. Melihatnya terluka seperti tadi hatiku merasa tidak nyaman, sial nya jantungku berdegup kencang seperti ini lagi. Padahal aku sudah minum obat, tapi rasanya penyakit ini kambuh saat aku melihatnya, apa benar ini sihir nya?


" sampai aku tau kau menggunakan sihir apa padaku, kau harus tetap disini " kata Alexander tegas


" Apa?" Leticia terpana " yang mulia saya sudah bilang, saya tidak bisa sihir " Leticia menjelaskan


" Cukup ! kau tetaplah disini ! kalau kau mencoba kabur, pelayanmu yang akan menanggung akibatnya " kata Alexander sinis


Gadis itu tak bisa menjawab apa apa, ia kebingungan dengan sikap Raja yang terkesan plin plan, terkadang terlihat baik sekilas, tapi terlihat sangat kejam. Sikapnya berubah-ubah pada Leticia.


***


Keesokan harinya para raja berdatangan ke istana Fostiarus, dan disambut oleh Daniel. Sementara itu, Alexander sedang menunggu sesuatu di depan kamar nya sendiri.


" Kenapa lama sekali?" tanya Alexander kesal


Pintu kamar Raja terbuka, dan terlihat Leticia yang sudah dirias dengan gaun berwarna biru nya yang ia kenakan. Ia tampak mempesona hanya saja kurang senyuman. Alexander tak berhenti berkedip saat melihat kecantikan Leticia.


" Kau sangat cantik.." gumam Alexander tanpa sadar


" Apa yang mulia?" tanya Leticia dan Carol kaget


" Maksud ku kenapa kau lama sekali?" tanya Alexander kesal


" Maafkan saya yang mulia, ini salah saya mengajak putri mengobrol." kata Carol


" Sepertinya rumor bahwa baginda raja memberikan perhatian pada yang mulia Putri itu benar. Buktinya saja, saat yang mulia putri terluka dia tidak membiarkan tuan Putri bekerja, mana mungkin orang yang saling benci akan seperti ini. Tapi, apakah ini hal yang baik atau malah buruk untuk tuan Putri?" batin Carol bingung


" Kenapa saya harus melakukan ini? suruh saja saya memasak atau mengerjakan pekerjaan lain. " tanya Leticia malas


" Menemaniku juga adalah salah satu tugasmu, bersyukurlah kau diberi kehormatan menemaniku. Jangan salah paham, aku melakukan ini untuk menghilangkan rumor " kata Alexander


" Dia pasti ada maksud untuk mempermalukan ku di perjamuan nanti. " batin Leticia


" Rumor bahwa kau impoten?" tanya Leticia mengejek


" Siapa yang bilang begitu?" tanya Alexander marah


" Jadi itu benar?" tanya Leticia


" Aku akan buktikan padamu nanti, kalau aku tidak impoten " kata Alexander tegas


Leticia dan Raja tiba di perjamuan, semua mata memandang ke arah mereka. Para raja dari negara negara tetangga sudah berkumpul disana. Mereka berbisik bisik dan membicarakan Leticia.


" Baginda Raja Alexander Victor Wayne sudah tiba " kata penjaga berseru


" bukankah gadis itu adalah putri Raja Edmund?" tanya Raja 1


" Kenapa dia bisa berada di samping Raja Alexander? aku pikir dia sudah tewas " kata Raja 2 berpendapat


" Bukankah raja Alexander itu tidak suka perempuan? kenapa dia bergandengan tangan dengan putri itu?"


" bukankah Putri itu sangat cantik, apa Raja tertarik padanya makanya dia membiarkan dia hidup?" tanya Raja 3


" Mungkin saja " jawab Raja 1 membenarkan


Leticia tidak nyaman dengan tatapan para raja pada nya. Ada juga beberapa raja yang terlihat iba padanya setelah melihat luka ditangannya, mereka berpendapat bahwa Raja tiran itu membiarkan nya hidup untuk menyiksa mu, dan ada juga yang berpendapat kalau Leticia adalah sebagai tawanan atau umpan untuk menangkap Derrick yang mungkin masih hidup.


Alexander dengan sengaja membuat Leticia jatuh dan duduk di pelukannya.


" Maafkan atas ketidaknyamanan ini, kalian pasti sudah menunggu lama. Aku akan memperkenalkan kalian pada pasangan ku hari ini " kata Alexander sambil menatap tajam Raja raja yang ada di depannya itu


Untuk menepis bahwa raja tidak tertarik pada wanita, impoten, gay dan sebagainya. Ia menjadikan Leticia tameng, karena gadis itu adalah satu satunya gadis yang bisa ia sentuh dengan nyaman.


" Yang mulia Raja Cedric Mathius dan pangeran Darren Adrian Mathius memasuki ruangan !" ujar Penjaga


Raja Cedric dan Darren memberi salam pada semua raja yang ada disana.


" Mohon maaf atas keterlambatan kami baginda Raja Alexander " kata Cedric sopan


" Tidak, kami baru mau mulai " jawab Alexander dingin


Leticia dan Darren terpana saling menatap satu sama lain.


" Leticia?" gumam Darren sedih


" Pangeran Darren? dia ada disini?" batin Leticia sedih


...----***----...

__ADS_1


Mohon maaf para pembaca atas keterlambatan up nya, tetap dukung karya ini ya 😉 dengan berikan like, vote dan komen.. Makasih


__ADS_2