Alexavier Archie

Alexavier Archie
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Sore ini Adam keluar dari kantornya 15menit lebih awal, sedang abangnya masih ada beberapa lembar laporan yang harus diselesaikan. Kali ini Adam memang sengaja pulang sedikit awal karena ada tempat yang ingin dia datangi terlebih dahulu.


Tak perlu waktu lama, tempat tujuannya adalah toko kue Matahari, Adam ingin membeli beberapa puding juga kue untuk stock dirumah karena Omanya lupa membeli tadi siang. Mobil putih milik Adam sudah terparkir tak jauh dari toko kue dengan kaca full dibagian depannya.


Sebelum dia turun dia melihat Belen nampak sedang berbicara serius dengan seorang lelaki, namun jika dilihat raut muka Belen sedang tak nyaman.


...


Didalam toko kue Matahari.


"ayolah sekali ini saja Belen ikutlah denganku, kita belanja baju atau apalah yang kau suka setelahnya kita makan malam oke?" ujar pria dengan kemeja yang digulung bagian tangannya hingga sebawah siku.


"maafkah aku, tapi aku sangat sibuk. Mungkin lain kali aku akan menerima ajakanmu" jawab Belen yang menutupi rasa kesal ya dengan senyum yang dipaksakan.


"ini sudah kesekian kalinya kau menolakku Belen. Apakah kesan pertama kita keluar tak membuatmu senang?" pria itu kembali bertanya pada Belen.


"bukan. Tentu sangat menyenangkan, tapi saja aku memang sedang banyak pesanan" hanya itu alasan yang Belen bisa berikan. Memang sudah berkali-kali pria itu mengajaknya pergi, hingga suatu saat dia pernah mengiyakan ajakannya sekali untuk makan siang.


"apa perlu aku mendatangkan orang untuk membantu pekerjaanmu?" pria itu terus memaksanya memegang kedua pergelangan tangan Belen.


"itu tidak perlu Rio. Sungguh bila aku ada waktu aku akan menemanimu makan malam" kini Belen berusaha melepaskan tangannya.


"kau tak boleh menolak untuk kali ini Belen" Rio menarik tangan Belen hingga mendekati pintu toko.


"jangan kasar pada wanita tuan" ucap Adam menghalangi pintu keluar.


Rio tiba-tiba menjadi kesal karena ada yang berani menegurnya. Dan belum melepas pergelangan Belen dia berusaha menerobos melewati Adam.


"apa kau tidak bisa melihat dia kesakitan tuan Alfario?" Adam melepaskan tangan Rio dan menghempaskannya sedikit kasar.


"kau baik saja Belen?" tanya Adam pada Belen tanpa menghiraukan raut kesal pada Rio.


"tak seharusnya seorang Adam Ankawijaya ikut campur urusan orang" sahut Rio dingin.

__ADS_1


"maafkan ketidak sopananku tuan Alfario, tapi aku mengenal gadis ini, jika kau ingin mengajaknya pergi jangan dengan cara paksaan" jawab Adam santai.


"ehm Adam, ini bukan masalah. Kami teman lama dan sudah lama pula tidak bertemu Rio hanya mengajakku keluar tapi aku sedang sibuk, jadi dia sedikit menarikku tadi" jelas Belen mencoba mereda suasana.


"apa anda dengar tuan Adam?" Rio memberi tatapan tajam pada Adam dan kemudian pergi meninggalakn toko kue.


"dasar tidak sopan" gumam Adam.


"maafkan aku Adam membuatmu berselisih paham dengannya. Oiya ada apa kamu kesini sore begini" tanya Belen mengalihkan pembicaraan.


"oh iya aku hampir lupa tujuanku kemari Belen. Oma lupa membeli stock kue dan puding, jadi aku mampir untuk membelikannya. Bisa tolong sediakan kue juga puding yang biasa Oma beli untuk dirumah?" jelas Adam tentang tujuannya datang.


"tentu tidak masalah Adam, tunggulah sebentar" ujar Belen ramah.


Adam menunggu Belen yang sedang cekatan mengambil beberapa kue coklat, cheese cake, rainbowcake juga beberapa puding dalam cup cup kecil.


Disisi lain dia juga berfikir mengenai kejadian barusan. Apa hubungan Belen dengan Alfario? apa dia pria yang dikatakan pelayan toko tadi siang saat Oma bertanya tentang kedekatan Belen dengan laki-laki? Bukankah Alfario yang menjabat sebagai CEO di hotel X milik kumpulan Gerhana itu sangat sulit didekati wanita? Apa benar mereka hanya teman lama?


Beberapa pertanyaan muncul di pikiran Adam mengenai lelaki seusia Abangnya itu.


"eh iya? apakah sudah kau siapkan?" tanya Adam yang melihat Belen dengan paperbag ukuran besar ditangannya.


"sudah, Oma biasanya mentransfer uangnya jadi kau bisa membawanya" jawab Belen menyerahkan paperbag ditangannya.


"baiklah aku akan transfer sekarang, bisa kau berikan nomor rekeningmu?" Setelah Belen memberi tau nomor rekeningnya Adam pun melakukan transaksi dengan ponselnya.


"sudah beres, terimakasih Belen"


"oh ya, datanglah ke ulang tahun Divya, dia pasti akan sangat bahagia jika kau turut serta" imbuh Adam sebelum berpaling dari hadapan Belen.


"tentu akan aku usahakan" ucap Belen yang disambut anggukan oleh Adam kemudian berlalu meninggalkan toko kuenya.


...

__ADS_1


Tok tok tok


ceklek


"hei aku belum mempersilahkanmu masuk" ucap Ibra yang berolahraga didalam kamarnya.


"hah bukakah sudah biasa?" keluh Adam dengan membaringkan tubuhnya dikasur Ibra.


"Abang, tadi aku bertemu Alfario, bukankah dia tangan kanan Gerhana yang menjabat CEO di hotel mereka?" ungkap Adam pada Abangnya.


Ibra menghentikan aktivitasnya, meraih handuk kecil, mengeringkan muka juga beberapa bagian tubuhnya yang dibanjiri keringat. Mengambil air dingin di kulkas mininya, duduk di sofa dan meneguknya hingga tandas.


"dimana kalian bertemu?" tanya Ibra singkat.


"ditoko kue Matahari. Aku melihat dia sedang mengobrol dengan Belen namun Belen merasa tak nyaman yang kemudian dia ditarik paksa oleh Alfario" jelas Adam tentang kejadian tadi.


"ada apa dia disana?" Ibra kembali bertanya seakan tertarik dengan cerita adiknya.


"entah, Belen bilang pria itu ingin mengajaknya keluar namun dia menolak. Yang membuatku heran pria itu bukannya sangat sulit didekati perempuan? jangan-jangan dia tertarik dengan Belen. Seperti yang pegawai toko itu katakan bahwa ada pria yang berkali-kali mendekati Belen dan mengajaknya keluar namun Belen selalu menolak" kini Adam sedikit melirik ekspresi Abangnya yang entah tertarik dengan pertemuan tak terduganya dengan Alfario atau informasi mengenai Belen.


"soal Alfario minta Louis menyelidikinya, mungkin cukup membantu mengenai pengungkapan hubungan Storm dan Gerhana" ucap Ibra berpendapat.


"baik itu urusan gampang, tapi apa Abang yakin tidak tertarik dengan informasi mengenai Belen?" goda Adam yang sudah mengetahui kemana Abangnya tadi siang membawa pergi Belen.


"untuk apa?" ujar Ibra dingin.


"Abang kan sedang menjalin kerjasama dengannya tentulah butuh beberapa informasi tentangnya bukan?" jawab Adam yang sudah bangkit dari tempat tidur abangnya.


"tidak ada urusan soal itu! cepat keluar aku mau mandi" perintah Ibra yang sudah melangkah menuju kamar mandinya.


"sepertinya sainganmu bukan hanya aku bang" inbuh Adam kemudian menutup pinu kamar abangnya.


Jelas Ibra sangat tertarik dengan pertemuan tak terduga Adam dengan tangan kanan Gerhana, sebab memang sampai saat ini belum diketahui siapa ketua dari Gerhana. Dia hanya memunculkan tangan kanannya disetiap urusan.

__ADS_1


Yang kedua Ibra juga tertarik ingin mengetahui hubungan apa antara Belen dengan pria macam Alfario. Pria itu dikenal dingin didunia mafia. Bahkan dia sering melancarkan serangan pada musuh-musuhnya menghabisi mereka dan mengambil wilayahnya.


Mana mungkin gadis sepolos Belen punya hubungan khusus dengan pria macam Alfario.


__ADS_2