
Sebulan sudah Casandra juga Amanda membaur dengan lingkungan Ankawijaya. Amanda yang bekerja sebagai asisten Adam pun berhasil mengambil perhatian Adam walau baru sedikit. Sementara Casandra berhasil mendekati Belen karena tak mungkin bagi nya mendekati Ibra yang begitu menyayangi istrinya.
Siang ini Belen baru saja menjemput Divya disekolahnya. Menggantikan baju nya dan tentu saja makan siang dengan anak juga Oma nya.
"Oma, sepertinya nanti Belen pulang terlambat, Sella bilang ada pesanan beberapa macam kue yang akan diambil petang nanti" Belen yang disela makannya memberitahukan kegiatannya hari ini.
"tak masalah sayang, Oma akan menjaga Divya" balas Oma setelah menelan sisa makanannya.
"Mamy, jangan malam-malam ya, Yaya mau belajar ditemani mamy" tutur gadis kecil dengan dress peach itu.
Setelah menandaskan makan siangnya Belen dengan sigap menenteng dua rantang makanan seperti biasa. Sebelum ke toko kue Matahari ia akan mengantar makan siang untuk suami juga adik iparnya.
Mengendarai mobil putihnya Belen menerobos padatnya jalanan di jam makan siang seperti ini. Bahkan dibeberapa lampu merah ia harus berhenti dua atau tiga kali.
Memasuki gedung kantor suaminya Belen selalu mendapat sapaan dari beberapa karyawan disana. Dengan senyum yang bertengger diwajahnya Belen dengan ramah membalas sapaan tersebut.
"selamat siang nyonya" sapa Jody yang mengetahui kehadiran Belen.
"tuan ada didalam Jody?" balas Belen.
"iya nyonya" jawab Jody menganggukan kepalanya.
"baiklah, bisa tolong antar ini untuk Adam?" Belen menyerahkah satu rantang tiga susun pada Jody.
Belen pun melangkah memasuki ruangan Ibra setelah mengetuk terlebih dahulu.
"duduklah sayang, akan kuselesaikan beberapa lembar lagi" sapa Ibra setelah melihat Belen muncul dari balik pintu.
Belen meletakan rantang makanan diatas meja, menuju kitchen set untuk mengambil alat makan. Menyiapkan segala keperluan makan suaminya dengan cekatan.
"makanlah dulu abang, kau butuh tenaga" ucap Belen melangkah menuju meja kerja suaminya. Meraih pundaknya dan memberi sedikit sentuhan disana.
Ibra tersenyum, menyentuh lembut tangan istrinya dan menyetujui ajakan istrinya untuk makan siang.
"abang, nanti aku pulang terlambat, ada pesanan lumayan ditoko, dan tak mungkin Sella mengerjakan sendiri" ucap Belen.
"tak masalah, asal kau selalu berhati-hati dan memberi kabar" jawab Ibra yang masih sibuk dengan makan siangnya.
...
__ADS_1
"Louis apa menurutmu Amanda dan Casandra itu tidak mencurigakan?" tanya Raka pada Louis ditengah makan siang mereka tanpa Adam, karenya yang punya ruangan sedang makan siang diluar bersama Amanda.
"entah, memang apa yang membuatmu curiga" balas Louis.
"tak tahu juga, aku seperti memiliki feelling yang kurang enak" Raka terus menghabiskan makan siangnya.
"akan ku minta tim ku mencari informasi sedalam-dalamnya" jawab Louis yang telah selesai dengan makanannya dan memilih kembali keruangannya.
...
Ditempat lain disebuah caffe tak jauh dari kantor Adam dan Amanda sedang menikmati makan siang mereka. Sedikit obrolan mengisi kebersamaan mereka disiang itu. Adam yang cukup susah didekati wanita pun malah dengan mudahnya menaruh perhatian pada Amanda. Dia merasa memiliki nasib yang sama karena ditinggal orangtua sedari kecil.
"lalu Amanda bagaimana bisa kau dan kakakmu tinggal diluarnegeri?" tanya Adam meraih potongan steak didepannya.
"ehm itu, ada saudara yang memboyong kami berdua kesana, agar kami tak larut lama dalam kesedihan" tutur Amanda yang mencoba mencari jawaban.
"lalu dimana saudaramu sekarang?" balas Adam.
"setelah kak Casandra mendapat pekerjaan mereka memilih kembali kenegara asalnya, dan sampai sekarang kami belum pernah lagi bertemu" Amanda meraih segelas minuman berwarna merah jambu didepannya.
"baiklah apa kau sudah selesai? kita kembali kekantor" ajak Adam setelah melihat jam dipergelangan tangannya.
...
"kak, kita tinggal buat 5rainbowcake dan 7 brownis kukus" jelas Sella saat Belen masuk kearea dapur.
"baiklah, aku buat rainbowcakenya kau urus brownisnya" mereka pun mulai mencampur bahan-bahan kue.
Bagian depan sudah ada satu lagi karyawan yang membantu, Nina namanya, dia kerja parttime karna masih kuliah semester akhir dan dia kebetulan adalah tetangga Sella dikontrakan.
tring
Bunyi bell dibalik pintu kaca toko kue Matahari berbunyi saat seorang pelanggan melangkahkan kakinya masuk. Wanita bertubuh jenjang dengan celana jeans ketat dan baju ucansee nya menuju meja kasir.
"selamat sore nona, bisa saya bantu" sapa Nina ramah.
"apakah Belen ada?" jawab wanita berambut coklat menyala itu.
"oh kak Belen sedang didapur, dia sedang membuatkan pesanan, akan kupanggilkan" tutur Nina dan berjalan menuju pintu yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
Tak lama setelah Nina kembali Belen pun menyusul dibelakangnya.
"oh hai Casandra ada apa?" seru Belen saat mengetahui siapa yang mencarinya.
"aku hanya mencari teman untuk jalan-jalan Belen" ucap Casandra.
"maafkan aku, tapi hari ini aku banyak pekerjaan, bahkan aku akan pulang terlambat nanti" jelas Belen pada Casandra.
"tidak bisakah kau selesaikan cepat?" bujuk Casandra.
"aku baru saja memulainya, jika kau tidak keberatan aku akan pergi denganmu besok" pinta Belen yang tak enak dengan Casandra.
"baiklah, aku tunggu janjimu Belen" Casandra pun melangkah keluar dan mengenakan kacamata hitamnya menuju mobil berwarna merah miliknya.
Casandra merasa sedikit kesal dengan penolakan Belen, dia memang sangat susah diajak keluar. Dan itu berarti susah juga membuatnya masuk kedalam perangkap yang sudah dia siapkan.
"batalkan misi" ucap Casandra datar pada seorang disebrang telponnya.
...
pukul 18.45 Belen baru menutup toko ya setelah pesanan mereka diambil oleh pemiliknya. Sella dan Nina pulang bersama karena tujuan mereka sama, sementara Belen berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan tokonya.
Hampir membuka pintu mobilnya Belen merasa seorang mendekat. Dengan sigap dia sudah meraik pistol kecil dibalik bajunya.
"Lady" sapa orang yang suaranya ia kenali.
"yatuhan Dominic kau mengagetkanku saja" mengetahui siapa yang mendekat Belenpun menurunkan senjata yang sudah tepat dihadapan Dominic.
"maafkan aku Lady, aku hanya memastikan Lady pulang dengan selamat, aku akan mengawal Lady hingga rumah" jelas Dominic.
Belen pun mengiyakan saja, karena dia juga menolak untuk pergi dengan sopir ditambah penjaga. Dia hanya bisa pasrah saat suaminya memerintahan orang untuk menjaganya dari jauh, termasuk Dominic.
Tak lama mobil milik Belen memasuki pekarangan rumah dan Dominic berlalu setelah memastikan nyonya nya sampai rumah dengan keadaan aman.
"kau baru pulang kakak ipar?" sapa Adam yang juga berada digarasi mobil.
"iya Adam, ada pesanan cukup banyak tadi, apa kau mau ke bar?" Belen kembali bertanya pada adik iparnya.
"iya aku mau kesana sebentar, aku duluan kakak" pamit Adam menuju mobilnya.
__ADS_1
Belen pun melangkah memasuki rumah dan langsung menuju kamar Divya, dilihatnya gadis kecil itu sudah tidur.
"maafkan mamy sayang, mamy pulang terlalu malam"