Alexavier Archie

Alexavier Archie
Siapa yang Bermain


__ADS_3

Mendengar penjelasan Raka Max pun mengerti, mungkin Ketuanya menggandeng wanita itu juga juga untuk menyempurnakan penyamaran seperti yang dikatakan Ivan saat berkata akan bertemu Alexavier di ruang VIP karena Alexavier sedang menyamar sebagai pengunjung.


Dengan niat memperkenalkan diri Max menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan wanita pertama yang berhasil masuk ke Galaxy, sebenarnya ia amat penasaran apa yang membuat wanita yang terlihat kalem dan stylish ini direkrut menjadi anggota.


"Max"


"Lady" Belen menyambut uluran tangan itu dan menjabatnya sebentar, hanya sebentar belum sampai tiga detik bersentuhan hingga sebuah tangan melepas paksa jabatan tangan mereka.


"dan satu lagi Lady adalah istriku" penuturan Alexavier yang terdengar dingin seperti biasanya itu membuat Max lebih terkejut dari sebelumnya.


"ma-maaf ketua" ia amat sungkan sekarang padahal baru ini dia tertarik dengan seorang wanita pada pandangan pertama ternyata dia istri dari seorang Alexavier.


Lagi-lagi tiga lelaki yang duduk disisi kanan meja itu menahan tawanya melihat tingkah posesif seorang Alexavier Archie. Sebenarnya Ivan juga Dominic baru ini melihat hal ini dari dekat, sebelumnya mereka hanya menerima perintah untuk menjaga dan melaporkan kegiatan Lady seharian.


"baiklah laporkan apa yang ingin kau laporkan Max"


"jadi ketua....


Flasback On


"kami mengarah ke dermaga bang Max" lapor salah seorang yang sedang bertugas mengawal client bernama Rudy Aswandaru itu.


"Dermaga mana yang dituju?" jawab Max melalui sambungan telepon itu.


"menurut informasi dermaga yang dituju adalah milik Ankagroup"


"bagus terus informasikan bila ada yang terjadi" setelahnya Max menutup sambungan teleponnya.


...

__ADS_1


Kondisi didermaga kacau, bukan kacau dalam arti sebenarnya, kacau untuk client saja tapi tetaplah pihak dermaga juga merasa kecolongan. Bagaimana bisa dua dari tiga peti kemas yang akan diangkut ke kapal mengalami masalah, peti kemas itu mengangkut barang-barang elektronik siap expor itu rusak hampir separonya.


"aku ingin bertemu dengan kepala dermaga sekarang juga!" Rudy marah besar bagaimana bisa peti kemas milik armadanya tidak mendapat pengawasan hingga ada penyusup masuk dan merusak gembok serta pintu yang terbuat dari besi tebal itu.


"anda tenanglah dahulu, saya sudah menghubungi kepala dermaga tentang masalah ini" ucap salah seorang karyawan yang mengurus keberangkatan peti kemas miliknya.


Tak berapa lama seorang pemuda dengan kemeja yang dilipat hingga siku masuk keruangan yang Rudy gunakan untuk menunggu.


"anda lihat kan bagaimana dermaga ini mendapat predikat dermaga terbaik dikota bahkan negri ini jika masih bisa kecolongan begini!" Rudy langsung mengeluarkan amarhanya pada lelaki muda dihadapannya.


"aku bisa rugi besar jika harus mengganti semua nominal barang yang rusak!" imbuhnya.


"tunggu tuan anda tidak perlu membesarkan masalah seperti ini, kita bisa menyelesaikannya sebelum matahari terbenam" jawabnya santai.


(sebenarnya sampai sini Ibra juga Adam sudah mengetahuinya karena sudah ada laporan masuk ke kantor pusat)


Lelaki itu menatap empat orang yang berdiri dibelakang Rudy dengan tatapan yang sulit diartikan. Tak lama salah seorang dari pengawal itu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang dan menyerahkan ponsel itu kepada lelaki dengan status kepala dermaga itu setelah panggilannya tersambung.


"biar aku yang urus, aku juga sudah mendapat informasi dari markas soal job baru ini, kau teruskan saja kegiatan pengawalanmu, satu lagi bilang pada clientmu untuk menjaga emosinya" hanya menyampaikan satu kalimat Martin menutup telponnya dan kembali menyerahkan pada pemiliknya.


Ya benar Martin pemimpin Galaxy wilayah dermaga juga menjabat sebagai kepala dermaga yamg berada dibawah naungan AnkaGroup.


"aku tahu banyak pertanyaan dikepalamu itu tapi simpan itu dan kembalilah kehotel aku akan mengurus ini" setelahnya Rudy yang sudah diminta keluar oleh pengawalnya hanya menurut meski ia benar menyimpan beribu pertanyaan tentang apa yang barusan ia dengar dan lihat. Perjalanan pulang pun ia mencoba bertanya pada pengawal yang ikut dalam mobil tapi juga tidak mendapat jawaban.


...


"cctv sudah dicek semua bang, kami tidak tahu bagaimana empat orang ini bisa menyelinap masuk tanpa diketauhi anggota yang berjaga, alat yang digunakan mereka untuk membuka gembok juga pintu cukup modern, sebuah alat kecil yang mampu mengeluarkan laser yang dapat memotong sempurna sebuah besi tebal. Setelahnya mereka berhasil masuk dan merusak sebagian isi peti kemas. Yang anehnya lagi ini memang sudah sangat terencana, dimenit yang sama saat mereka melakukan perusakan, terdengar banyak sekali suara kembang api dari penginapan dekat dermaga seolah sedamg ada pesta kembang api, sehingga kami semua tidak dapat mendengar suara pintu peti yang terbuka juga suara benda-benda yang dihancurkan" jelas panjang lebar salah seorang anak buah Louis yang bertugas didermaga.


"jadi mereka memang sudah berencana ya?"

__ADS_1


"kau sudah tahu siapa empat orang juga orang-orang yang menggelar pesta kembang api di penginapan itu?" imbuh Martin.


"empat orang itu masih dalam penyelidikan tim bang, tapi pembayaran penyewaan penginapan itu menggunakan kartu kredit atas nama Navara Moldy" jawab seorang yang tengah memperlihatkan bukti-bukti yang ada pada tabnya.


"Navara Moldy? bukankah dia anak dari pelimik perusahaan elektronik yang barangnya akan dikirim ini? jadi dia ingin bermain kotor ya?" Martin mencoba menyimpulkan kejadian ini.


"maaf bang, ada laporan masuk mengenai kepemilikan mobil yang dipakai dipenginapan itu atas nama salah seorang anggota dari kumpulan Titan"


Martin cukup terkejut dengan hal itu, jadi sebenarnya siapa yang sedang bermain-main disini.


"cari tau hubungan antara NVR corp dengan kumpulan Titan, aku curiga ada sesuatu dibalik ini semua, oya kaitkan juga dengan The Dev" mengerti yang pimpinannya perintahkan anak buah dari Louis mulai bertindak dengan timnya.


Pukul 15.32 Rudy yang diminta datang ke dermaga sudah sampai diruangan Martin. Disana dia melihat empat orang dengan kondisi terikat juga babak belur. Juga sosok Max yang sedang menyesap rokoknya di sofa.


"sementara salahkan kerusakan barangmu kepada empat b*****an ini, bawa mereka bertemu Navara Moldy, Max akan pergi denganmu" Martin membuka suara begitu Rudy memasuki ruangannya.


Empat orang tadi hanyalah orang bayaran yang tidak terikat dengan kumpulan manapun, mereka berkata seorang datang dengan memberi cek sebesar 100juta untuk mereka berempat untuk membobol tiga peti kemas, mereka berhasil masuk dengan menyamar sebagai bagian service dari salah satu penyedia peti kemas disana. Mobil yang mereka gunakan serta tanda pengenal juga sudah disediakan oleh orang yang menyuruh mereka.


...


Max membawa Rudy juga para perusak peti kemas itu ke sebuah garasi dekat gudang milik NVR corp. Disana Navara sudah menunggu dengan beberapa pengawalnya.


bruk!


bruk!


bruk!


bruk!

__ADS_1


Satu persatu dari pelaku pembobolan itu dikeluarkan dari mobil dengan kasar dan tubuh mereka dihempaskan tepat dikaki Navara.


Melihat kejadian itu tentu Navara mengerutkan keningnya. Dia diminta datang karena Max berkata Rudy akan mengganti ganti rugi barangnya yang rusak karena ia menyewa truk kontainer milik Rudy.


__ADS_2