
"sudah jam 11 aku harus menjemput Divya, kau lanjutkan saja pekerjaanmu, aku akan naik taxy" pamit Belen pada Ibra yang masih sibuk dengan Adam dikantor cabang mereka. Ibra hanya mengangguk karena 5 menit lagi dia harus bertemu seorang client dan jarak kantor cabang dengan sekolah Divya hanya 10menit.
"hati-hati kakak ipar" ucap Adam pada Belen disambut lirikan tajam abangnya.
"abang Oma akan marah kalau tahu tadi abang apakan Belen" ancam Adam pada Abangnya.
Ibra hanya memutar bola matanya saja tak menjawab adiknya yang pasti akan mengadu juga walau sudah dilarangnya.
...
Divya yang melihat Belen sudah berdiri dihalaman sekolahnya berlari riang menghampiri.
"Mamy!" seru Divya.
"hai sayang, ayo kita pulang" ajak Belen memeluk tubuh kecil beraeragam TK itu.
"tapi biasanya Yaya makan siang dikantor Dady" keluh Divya.
"Dady sedang sibuk sayang, ada makan siang dengan cliennya, kita makan dirumah ya, nanti mamy bikinkan puding untuk Divya" Belen selalu berhasil membujuk gadis kecil itu, merekapun menuju taxy yang tadi ditumpanginya menuju rumah Oma.
...
"dia sudah tidur" Belen barusaja menidurkan Divya setelah membantunya belajar.
Belen melihat jam sudah menujukan pukul 21, dia bangun dari tempat tidur Divya dan hendak menuju kamarnya. Lagi-lagi dia melihat Ibra dan Adam mengenakan baju mirip dan keluar dari rumah. Kali ini rasa penasaran Belen sangat besar dia mencoba mengikuti mereka, meminjam motor salah satu penjaga dengan alasan ingin ke minimarket sebentar.
Dengan motor matic itu Belen mengikuti kemana mobil itu melaju, hingga disuatu tempat yang cukup sepi mobil itu berhenti mendadak, Belen yang menjaga jarakpun ikut memilih berhenti dan bersembunyi diputusan pembatas jalan yang duganakan untuk memutar arah.
"siapa mereka!" seru Adam melihat lebih dari lima mobil menghadang mereka.
"ladeni saja" ucap Ibra mengambil senjatanya dikursi belakang.
Archie bersaudarapun turun dangan semua penumpang mobil yang menghadang mereka juga ikut turun dengan senjata ditangan.
"jika kalian masih sayang nyawa pergilah!" seru Kenric.
"justru kami menyayangi nyawa kami, kami harus mengambil nyawa kalian!" seru salah satu dari penyerang.
dor dor dor
tembakan dimulai, dengan insting Archie bersaudara yang sangat baik mereka bisa menghindari peluru dan memecah penyerang menjadi dua kelompok.
dor dor dor
"aargghh!" seru penyerang yang mendapat tembakan dari Alexavier.
__ADS_1
Kenric pun dengan mudah melumpuhkan separo dari penyerangnya.
"aargh!" Kenric terkena peluru yang menyerempet lengannya.
dor dor dor
suara tembakan berasal dari arah lain membuat para penyerang juga Kenric menoleh. Belen melepas tembakan setelah berhasil mengendap membuka pintu belakang mobil yang ditumpangi Ibra juga Adam.
dor dor dor
kini tembakannya mengarah ke penyerang yang menyerang Ibra.
kesempatan itu tentu tak disiakan Archie bersaudara mereka membereskan sisa lawan tak menyisakan seorangpun.
Kenric berjalan menuju tempat Belen berdiri.
"ka kau? bagaimana?" jelas hal ini membuat Adam bingung.
"simpan terimakasihmu" ucap Belen dengan senyum diwajahnya.
"apa kau tahu tadi sangat berbahaya! dasar gadis bo*doh!" seru Ibra yang mendekat kearah mereka.
"hei kenapa marah? jika tak ada yang datang lagi menolong kalian bisa habis oleh mereka!" balas Belen dengan tangan masih menengeng senjata laras panjang itu.
"tunggu kau terluka Adam?" tanya Belen melihat darah dilengan Adam.
"diam! jangan sebut nama kami, masuklah jika kau mau mendapatkan apa yang kau mau!" ucap Ibra.
"tapi motor penjaga itu bagaimana?" ucap Belen yang sudah didorong naik oleh Adam.
...
greeekk
Suara gerbang markas terbuka, mobil yang ditumpangi Archie bersaudarapun masuk menuju klinik markas.
"tempat apa ini?" Belen mulai bertanya.
Kenric turun dan menuju ruang dalam klinic. Alexavier menarik tangan Belen menuju bangunan dua lantai yang digunakan untuk kediaman mereka.
"duduk disini" perintah Alexavier pada Belen.
"jelaskan semua, benar kan kau yang menolongku malam itu, yang terlibat adu tembak dengan mafia itu" Belen sudah menggebu dengan banyak pertanyaan dipikirannya.
"ya itu aku! aku dan Kenric adalah ketua dari kumpulan Galaxy. Kami berusaha tak menyinggung siapapun sedari kakekku mendirikan Galaxy, banyak musuh mencoba menjatuhkan kami, Membunuh orangtuaku dan paman bibiku, orangtua Kenric, juga kakakku, ayah dan ibu gadis kecil itu" jelas Alexavier pada Belen.
__ADS_1
Belen hanya terdiam mendengar itu, ia tak mau lebih jauh lagi menggali privasi Ibra dan keluarganya karna sepertinya masalalu mereka cukup menyakitkan.
"Kemunculanmu tadi pasti sudah diketahui musuh saat ini, kau tidak bisa hidup dengan tenang Belen" imbuh Alexavier.
"Jika kemarin kau hanya berpura-pura menjadi kekasihku, sekarang mau tidak mau kau harus terus berada didekatku, ini untuk keselamatanmu, aku tak bisa bayangkan seperti apa Oma akan marah karena melibatkanmu dalam hal ini" Belen baru kali ini melihat Ibra begitu resah.
"maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu risau, aku cukup mampu mejaga diriku, aku bisa beladiri dan menggunakan senjata" jelas Belen.
"musuh bukanlah sekumpulan preman pasar Belen, mereka akan menggunakan berbagai cara untuk merengut nyawamu. Kau lupa Rio bahkan nekat menculikmu, dia adalah bagian dari kumpulan Gernaha, musuh kami." imbuh Alexavier dengan nada lebih tinggi.
"Ketua Alexavier benar Belen, anggap saja kau sudah menyelamatkan kami dan kami harus ganti memberi perlindungan padamu" ucap Kenric yang baru memasuki ruangan itu.
"kau sudah baik Ad-"
"panggil aku Kenric dan dia Alexavier" potong Kenric.
"baik, kau sudah baikan?" Belen kembali bertanya.
"tak apa ini hanya goresan" balas Kenric duduk disamping Alexavier.
"kau memang punya kemampuan bertarung Belen, tapi mereka bisa datang dengan jumlah banyak, Alexavier benar, kau harus terus didekat kami, kali ini kau benar-benar basah" imbuh Kenric.
Mereka berdua terus menjelaskan situasi pada Belen sehingga membuat gadis yang mengikat rambutnya seperti ekor kuda dengan jaket jeans itu paham situasi dan kondisinya. Diapun mengiyakan perkataan dua bersaudara itu, dan malah menyulut api dihatinya atas penderitaan yang dialami Divya hingga kehilangan orangtuanya, dia pun ingin membalas apa yang Rio lakukan padanya.
"ijinkan aku bergabung menjadi anggota Galaxy" ucap Belen tegas.
Archie bersaudara saling pandang dan mengangguk pelan.
"ini akan jadi sejarah baru pada Galaxy" ujar Kenric menatap saudaranya.
"kau aku tugaskan untuk mengawal Divya, karena tak lama pasti identitas asli kami akan terungkap, dan tentu Divya akan jadi sasaran mereka" ucap Alexavier.
"apa kau bisa menyetir" tanya Kenric.
Belen hanya mengangguk.
"Bagus ini akan lebih mudah" imbuhnya.
Tak lama Ivan, Dominic dan Raka diperkenalkan pada Belen. Tentu Raka kebingungan melihat gadis pemilik toko kue itu ada dimarkas utama. Alexavier memerintahkan mereka untuk memanggil Belen dengan sebutan Lady.
"baik ketua!" seru tiga orang itu.
Tentu dengan ini Alexavier mengijinkan Belen kembali toko kue dan menaruh beberapa pengawal tersembunyi untuk melindungi Belen.
Kini Belen akan tetap tinggal dirumah Oma, mengantar dan menjemput Divya setiap hari baru bekerja di toko kue setelahnya. Dia pun meminta Sella untuk mencari satu orang lagi karyawan untuk menemani Sella bisa Belen tak bisa ke toko.
__ADS_1