
Deringan ponsel tepat pukul 11malam terdengar nyaring dan berhasil membuat Ibra berdecak sebal. Ia melepaskan pelan tangannya yang melingkar pada tubuh Belen yang sudah terlelap setelah acara menjenguk calom bayi mereka. Dahinya terkerut melihat nama yang tertera diponsel khususnya.
"katakan" suara parau khas bangun tidur itu memyapa orang disebrang sana.
"ketua maaf, ada kondisi buruk di bar, beberapa anggota Titan datang, mereka tidak melakukan serangan namun hanya memberi pesan" Ibra membenarkan posisi duduknya pan menajamkan telinganya serta memfokuskan pikirannya.
"mereka nerkata ingin bertemu dengan ketua Galaxy, mereka mau membuat kesepakatan" lanjut Ivan dari sebrang panggilan.
"kapan?" suara Ibra berubah dingin kali ini.
"sekarang ketua, mereka meminta bertemu di area pergudangan kosong" rahang Ibra terasa mengeras kali ini.
"aku akan kesana, siapkan semuanya, tapi kita terap direncana awal" setelahnya Ibra menutup telpon, mengganti bajunya dan segera bergegas keluar.
Langkahnya terhenti melihat Adam juga keluar dari kamarnya.
"abang aku ikut!" serunya mendekati abangnya.
"tidak! kondisimu belum pulih dan dengan keadaanmu yang seperti ini dapat membuat musuh dengan mudah menggali identitas kita"
Mendengar penuturan abangnya Adam menurut dan mengangguk. Dengan kondisi seperti sekarang ia hanya akan menjadi beban anggota yang lain jika seramgan terjadi. Yang bisa Adam lakukan sekarang hanya memandangi punggung abangnya yang hilang dibalik pintu.
Didepan gerbang rumah keluarga Ankawijaya sudah ada 2 mobil Ford Everest hitam yang masing masing dikendarai Raka juga Grey beserta para tim inti masing-masing. Mereka langsung menuju rumah Ankawijaya begitu ketua mereka Alexavier berkata akan datang. Para anggota Galaxypun tak mau kembali lengah setelah kejadian buruk menimpa Kenrich.
__ADS_1
Meninggalkan tumah dengan kondisi Adam atau Kenrich yang belum pulih membuat Alexavier memeringahkan para anggota inti Dominic yaitu tim sniper untuk melakukan penjagaan disekitar rumah. Memang akan begitu rumit jika identitas yang disembunyikan bisa terbongkar oleh musuh, mereka akan mencari kelemahan yang sebelumnya tidak ada dan menjadikannya sasaran empuk.
Jalanan lenggang membuat laju 3 mobil ini melewati RPM 100. Kawasan pergudangan kosong adalah sebuah kawasan gudang lama yang sudah tidak ditempati, lokasinya jauh dari jalan raya juga area permukiman. Sangat berbahaya mengiyakan pertemuan ini tanpa persiapan yang matang apalagi hanya membawa sedikit anggota. Mereka tak tahu apa yang sudah musuh siapkan disana dan berapa banyak anggota yang mereka bawa.
Mobil mereka melambat saat mendapati sebuah mobil sedang terpalang dijalan masuk menuju area gudang tersebut. Salah seorang dari dua orang yang berdiri didekat mobil itu berjalan mendekat dengan mengangkat dua tangannya yang menandakan ia tidak bersenjata.
Mobil Alexavier berada ditengah dan mobil uang kendarai Raka berada didepannya dan mobil milik Grey ada dibelakangnya.
Raka menurunkan kaya mobilnya dan membuatkan orang tersebut mendekat. Dua tangannya masih sama terangkat keatas dan kini lelaki dengan pakaian serba hitamnya berada dikanan monil Raka.
"ikuti kami, kami akan membawa anda menuju tempat pertemuan" ujarnya dengan raut santai.
Raka tidak menjawab tapi lelaki itu sidah berbalik dan menuju mobilnya. Masuk kedalam monil sedan tersebut dan melajukannya seolah rombongan dibelakangnga sudah setuju. Namun meski tak menjawab 3 mobil itu membutinya setelah Raka memberi informasi melalui walky talky mereka.
Mereka sibawa menuju sebuah gudang paling nebesar diarea itu, terihat 1 2 orang berjaga membawa senjata laras panjang mereka. Lagi-lahi lelaki yang menyetir dan memberi arahan itu memberi bahasa tubuh seolah berlata ayo dengan menggerakan dagunya menuju pintu masuk gudang.
Ada rasa kaget dibalik raut wajah datar dan dingin Alexavier melihat isi dari gudang tersebut. Nampaknya ini salah satu markas yang Titan miliki. Ada satu set sofa berselimut bulu harimau, meja bilyard serta meja mirip bar dipaling ujung. Alexavier dapat meihat sosok Deker Doraz yang duduk dan juga Ronal Joe.
Langkah mantap Alexavier menuju sofa berwana hitam tersebut. Mata tajamnya tak luput dan menembus netra tua milik Deker Doraz. Alexavier mendudukan bokongnya disisi sofa yang kosong, Raka dan Grey berdiri di belakangnya, sementara para anak buah mereka berdiri didekat pintu masuk hampir berdekatan dengan para anak buah Titan.
"wah anda datang juga ya" Deker Doraz meneliti wajah Alexavier yang tertutup masker juga topi hitam.
"aku dengar Galaxy memiliki dua ketua lalu mana yang satu lagi?" panjutnya setelah menghisap cerutj ditangannya.
__ADS_1
"katakan maumu segera, aku tidak suka bertele-tele" jawab Alexavier sembari membawa punggungnya ke sandaran sofa juga menyilangkan satu kakinya.
"wah anak muda memang tidak sabaran" Deker Doraz kembali menikmati cerutunya dan meniup asapnya keatas.
Ronal Joe menganggukan kepalanya setelah mendapat lirikan sekilas dari bosnya.
"kami sedang berbaik hati, kami akan menawarkan tawaran menarik kepada kalian. Kalian harus menurut dan menjadi bagian dari kami atau kami akan membuat kalian hancur sampai keakarnya" pria berusia 45tahunan itu memajukan punggungnya memberi penawaran.
"sombong sekali!" Raka mengepalkan tangannya dibelakang sana.
Alexavier mengangkat satu tangannya memberi perintah Raka untuk diam.
Mata Ronal Joe langsung tajam menatap Raka. Ia tahu siapa Raka dia bekerja di AnkaGroup.
Para musuh sempat curiga namun Raka selalu bisa mematahkan kecurigaan mereka. Raka selalu menjawab bahwa Galaxy membuat kesepakatan besar dengan Ibrahim Ankawijaya dan dia diutus menjadi pengawal pribadi dan menyamar menjadi asisten pribadinya. Karena memang Galaxy pernah mengambil pekerjaan serupa meski sebenarnya perusahaan yang diklaim mengambil kerjasama dengan Galaxy adalah anak perusahaan AnkaGroup yang tidak diketahui orang lain.
"aku sangat tersanjung tapi Galaxy tidak akan takhluk pada orang-orang semacam kalian. Lebih baik kita sama-sama menata strategi untuk peperangan yang akan kita hadapi" Deker Doraz menyipitkan matanya menatap mata tajam milik Alexavier, meski samar namun sorot tajamnya sangat bisa ia rasakan.
Mata berwana hitam pekat yang amat tajam. Selain dengan masker dan topi Alexavier juga Kenrich mengenakan lensa mata agar penyamarannya semakin aman.
"apa penerus baru Galaxy belum tahu siapa iti Titan?" ejek Ronal Joe dengan smrik diwajahnya.
"aku sangat tahu, meski kita baru ini bersinggungan, justru itu aku tahu bahwa kemampuan Titan tidak sebanding dengan Galaxy" Alexavier menyatukan duatangannya diatas pangkunya dan mengatakan itu dengan nada datar namun terdengar dingin.
__ADS_1
"kurang ajar!" Ronal Joe berusha bangkit namun tangan Deker Doraz manih menahannya.
"jaga emosimu Ronal, anak muda memang seperti itu sombong dan angkuh, bukan begitu yang kita dengan tentang kedua ketua Galaxy itu? Aku malah tertarik dengan mereka" sunggingan diwajah Deker Doraz terlihat sulit diartikan.