Alexavier Archie

Alexavier Archie
Karyawan Baru Toko Matahari


__ADS_3

Jam menunjukan pukul tiga sore Belen sedang berada ditoko, moodnya kali ini sangat berantakan. Mungkin efek datang bulan juga jadi lebih sensitif. Sebenarmya dia sedang malas melakukan apapun, tapi jika dirumah Oma pun akan bertanya-tanya. Ia tak mau masalah kecil ini mengganggu keluarganya terutama Oma.


Toko kue hari ini tak terlalu ramai. Belen memilih membuat puding untuk dikirim besok pagi ke Popular caffe.


"Sella, aku didapur ya aku mau buat puding buat besok pagi" pamitnya pada Sella.


"baik kak, aku bisa menangani ini" balas Sella sembari meladeni seorang pembeli.


Belen mulai menyiapkan peralatan dan bahan-bahan. Kini tanganya mulai lincah mencampur dan mengaduk bahan puding. Memang melakukan hal sedemikian membuat dirinya lebih tenang, bisa melupakan sedikit beban yang sedang ia pikirkan.


Sesekali Belen mengecek ponselnya barangkali Ibra menelpon atau mengiriminya text. Ah tapi sepertinya orangnya pun sedang sibuk disana. Tunggu apa dia rindu?


Kini dia sedang sibuk menuang adonan pada cetakan puding yang sudah diberi beberapa iris buah didalamnya. Ya kali ini dia membuat puding buah yang sangat menarik, warnanya sangat menggoda bagi yang melihatnya.


ceklek


"kak Belen ada yang mencarimu" ujar Sella dari balik pintu dan dengan hanya menonjolkan kepalanya saja disana.


"siapa?" Tanya Belen yang sedang melepas celemek kotornya.


"entah, dia bilang dia ada perlu dengan kakak" tanpa menunggu Belen pun keluar dari dapur.


Dilihatnya seorang lelaki seusia dengannya. Lelaki dengan kemeja kotak-kotak hitam-putih itu tersenyum kearahnya.


Belen pun mengajaknya duduk di sudut ruangan dimana ada satu set kursi rotan.


"maaf ada perlu apa ya?" tanya Belen sopan.


"selamat sore Lady, saya Romi" lelaki itu menunjukan sebuah pin yang sama dengan yang Belen miliki, ya pin itu adalah pin penanda anggota Galaxy.


"ah tunggu panggil saja aku Belen, kalau begitu ada apa Romi kau menemuiku? apa ada kondisi bahaya?" Belen cukup bingung sekarang entah bagaimana pikirannya melayang kemana-mana.


"ah tidak Belen, apa Ketua belum menelponmu?" baru saja Romi mengatakan itu, ponsel Belen pun bergetar.


drrt drrrt drt


Belen sedikit menelisik ekspresi Romi sebelum mengangkat telpon dari Ibra.


"iya bang?" sahut Belen begitu menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"Belen apa Romi sudah datang? dia salah satu anggota Galaxy dia mengatakan padaku jika dia mau bekerja ditoko kue Matahari, dia pernah ikut kelas baking juga, dan sepertinya juga bagus untuk menambah keamanan" Jelas Ibra.

__ADS_1


"sudah bang, aku baru mengobrol dengannya, baiklah kalo menurut abang baik aku akan menerimanya, Sella jadi punya teman lagi kalo aku tinggal" jawab Belen mengerti.


"baiklah nanti aku kabari lagi, mungkin aku akan sampai rumah besok sore" setelahnya Ibra mematikan sambungan telpon itu.


"jadi Romi jenis kue apa yang kau kuasai?" tanya Belen seperti sedang meng-interview.


"aku bisa membuat beberapa kue kering juga berbagai macam cake" Romi mulai menjelaskan apa yang sudah ia kuasai dan ia dapatkan ditempat kursus.


"baguslah kalau begitu kau bisa membantuku juga Sella jika sedang banyak pesanan" ujar Belen yang sudah menyandarkan punggungnya disandaran kursi rotan.


"jadi Romi kapan kau bisa bekerja?" tanya ya lagi.


"sekarangpun bisa Belen" Romi terlihat antusias menjawab.


Belen mengajak Romi menuju meja kasir.


"Sella perkenalkan dia Romi, dia akan mulai bekerja disini hari ini tolong bantu dia ya, dan Romi dia Sella semoga kalian bisa bekerja sama, dan ada satu lagi karyawan tapi dia parttime, Nina namanya biasanya dia datang jam 4sore" Belen memperkenalkan Romi pada Sella.


Kemudian dia mengajak Romi ke dapur, dia memperlihatkan sisi-sisi dapur dan letak bahan baku. Sedikit menjelaskan ini itu Belenpun meminta Romi menemani Sella didepan.


Jam menunjukan pukul 5sore Belen pun pamit pulang pada Sella, Nina juga Romi dia berpesan pada Romi untuk membantu Sella beberes dan mengunci toko. Belen pulang dengan membawa beberapa rainbowcake juga puding buah untuk Divya.


...


tok tok tok


"mamy!" suara Divya terdemgar dibalik pintu kamarnya.


"iya sayang? ada apa? mamy baru selasai mandi" jawab Belen yang masih menggunakan handuk berbentuk kimono itu.


"ayo mam makan Yaya sudah lapar, Yaya mau disuapi mamy" jawab gadis kecil itu dengan memegang perutnya.


"iyaa sayang tunggu sebentar ya mamy mau ganti baju dulu yaa, Divya duduk sini ya" Divya didudukan ditepi ranjang dan Belen menuju ruang gantinya.


...


Meja makan tak terasa sepi bila Divya ada disana meski dua penghuni lainnya tidak ada. Oma terus merekahkan senyum dibibirnya mendengar cerita cicitnya juga melihat Belen begitu telaten menyuapi gadis kecil itu.


"Belen jadi bagaimana pertemuan tadi disekolah?" tanya Oma.


"ah iya Oma tadi Belen pergi sebelum guru disekolah mengatakan destinasinya karena Divya tertidur, besok Belen akan coba tanyakan pada guru Divya" jawab Belen.

__ADS_1


"Biasanya wali murid harus ikut serta, nanti kamu juga Ibra harus menyempatkan waktu ya"


Tiga wanita ini kini menyelesaikan makan malam mereka.


Usai makan malam Belen mengantar Divya kekamarnya, meski sudah ada susternya Divya tetap minta ditemani mamynya. Divya sangat senang bila belajar ditemani Belen, dia sangat telaten mengajarkan ini itu pada Divya.


"mamy Yaya capek, Yaya mau didongengkan" pinta gadis kecil itu yang sudah berpindah ke tempat tidur.


"baiklah gadis kecil, mamy akan bacakan kamu dongeng apa ya" Belen melihat rak buku disisi kanan meja belajar berwana putih itu, dia mengarahkan tangan ke sebuah buku beraampul putih dengan judul Putri Salju dan Tujuh Kurcaci.


Belen sudah mengambil posisi bersandar pada ranjang yang dipenuhi boneka itu, tiba-tiba


drrt drtt


"iya abang?" sapa Belen menerima panggilan video itu.


"dady!" kini Divya yang bersuara juga melambaikan tangan ke arah ponsel mamynya.


"hai gadis kecil, belum tidur?" ujar Ibra dengan menglas senyum.


"belum dady, Yaya mau dengar dongeng dulu" sahut gadis kecil berbalut piyama bergambar tedybear itu.


"jangan nakal dengan mamy juga Oma ya, besok dady pulang"


"halo nona kecil, rindu demgan Om tidak?" kini suara Adam yg terdengar.


"kalian sedang pergi kemana?" tanya Belen yang menyadari bahwa Ibra juga adam sedang berada salam mobil.


"kami sedang perjalanan menuju markas yang ada disini" jawab Ibra.


"baiklah aku tutup dulu aku sudah sampai, nanti aku kabari lagi" setelah mendapat jawaban dari Divya juga Belen Ibra menutup telponnya.


"abang sepertinya benar-benar jatuh hati ya dengan Belen" kekeh Adam yang tengah selesai memarkir mobilnya.


.


.


HAI KAWANKAWAN SEMUA YUK TINGGALKAN LIKE JUGA KOMEN YAAA JANGAN LUPA VOTE


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN MENDUKUNG 🫶🏻

__ADS_1


__ADS_2