Alexavier Archie

Alexavier Archie
Satu Kali Peperangan


__ADS_3

Hari ini usai dari kantor Adam dan Ibra langsung menuju ke markas, Ibra sudah pamit dengan Belen bahwa ia dan Adam akan oulang telat karena ada hal mendesak.


Adam belum bisa mengemudi, jadi ia satu mobil dengan abangnya. Mobil sedan hitam milik Ibra melenggang memecah macet dijalanan kota yang padat. Langit mulai berganti warna dari kuning ke oranye menjadi lebih gelap. Matahari sudah condong dan menghilang dibarat, bulan purnama bersinar terang malam ini, ya ini adalah pertengaham bulan.


Dua kakak beradik berstatus menjadi ketua dari sebuah kumpulan mafia bernama Galaxy ini melangkah lebar menuju ruangan Louis. Tak lupa meski dimarkas mereka mengenakan masker hitam juga topi untuk menyamarkan identitas, jas mereka tinggal didalam mobil, kini tampilan mereka terlihat lebih maco, hanya menggunakan kemeja dengan dua kancing atas terbuka dan lengan kemejanya dilipat hingga siku.


brak


Alexavier membuka pintu yang menuju ruang Louis, disana sudah berkumpul Raka, Ivan, Dominic, Grey, Martin bahkan Max ada disana. Max yang tak sengaja datang untuk melapor mengenai clientnya juga merasa tertamtang mendengar masalah yang sedang markas pusat alami.


Meja marmer berwarna hitam itu kini dikelilingi para petinggi Galaxy. Raut mereka terlihat tegang juga antusias diwaktu bersamaan. Louis memberi kode kepada tangan kanannya untuk menyalakan monitor besar yang ada diruangan itu.


Monitor itu mulai memutar beberapa rekaman cctv yang menampakan mobil-mobil yang terlibat dalam kecelakaan bersama Kenrich. Mereka berasal dari tempat yang sama, pasar gelap mobil, dimana semua mobil curian, slundupan bahkan ilegal diperjual-belikan disana. Tiga mobil itu dibeli diwaktu berbeda, dengan orang yang berbeda dan sumber uang yang bebeda bahkan tempat transaksi yang beda namun 3 3nya melakukan transaksi dengam pola yang sama. Meninggalkan mobil di area sepi setelahnya akan diambil oleh pembeli.


Dibuntuti lagi para pembeli tiga mobil itu selalu mampir ke True Bar, bar milik kumpulan anakan dari Titan. Bukti cukup untuk mengarahkan tudingan bahwa pelaku tabrakan berencana itu adalah Titan. Selain itu mereka melakukan pencarian data semua kejahatan yang dilakukan Titan bahwa anak buah yang mereka kirim untuk menyerang musuh memang tidak pernah kembali dengan nyawa, mereka selalu ditemukan mati, seolah solidaritas mereka diukur dari seberapa besar kau berani mati untuk kumpulanmu.


"menurutku bukti-bukti tersebut sudah cukup untuk membuat Titan membayar atas apa yang terjadi pada ketua Kenrich" lanjut Louis setelah menjelaskan bukti-bukti yang ia dan tim ya kumpulkan.


Alexavier terihat mengepalkan tangan, urat-urat lengannya terlihat jelas menonjol. Sementara Kenrixh masih terus memahami keadaan, bagaimana bisa mereka tau bahwa dimobil itu dia.


"mereka sudah mengikuti segala aktivitas Galaxy setelah kejadian pertemuanku dengan Deker Doras" sambung Martin.


"persiapkan semua anggota, bekali semua dengan pelindung dan persenjataan cukup, buat tim yang terdiri dari segala kemampuan, setelah Kenrich pulih kita lakukan serangan pada markas mereka secara besar-besaran. Sebelum itu lakukan pengawasan dan keaman diseluruh wilayah dan markas" tegas Alexavier dengan nada datar dan dinginnya.


Semua mengangguk mendengar perintah ketuanya, mereka akan segera menghubungi seluruh anak buah mereka juga segera membentuk tim yang ketua mereka maksud.

__ADS_1


"jadi apa laporanmu Max" kini Kenrich bertanya pada sosok yang duduk disebrangnya.


"dari penelusuran dari tim yang aku dan Martin buat memang semua bentuk penyerang dan teror pada client dilakukan oleh Ronald Joe, salah satu orang yang dekat dengan Deker Doras, namun bukan masalah politik yang melandasinya melainkan client pernah membatalkan kontrak rental 2 buah kontainer miliknya karena tidak sengaja tahu apa yang akan dikirim atau lebih tepatnya diselundupkan, yaitu organ dalam manusia, Ronald Joe murka namun ia tidak bisa langsung menghabisi client sebab Deker Doras akan marah besar jika mengetahui usahanya diketahui lapisan orang biasa. Maka dari itu dia terus melakukan teror yang mungkin akan berakhir dengan pembunuhan" jelas Max mengenai perkembangan kasus client yang ia tangani.


"menarik ini malah lebih menarik, dua masalah selesai dengan satu kali peperangan, kalian bersiap dan bersabarlah kita tunggu waktu yang tepat untuk menyerang" Alexavier kemudian berdiri setelah dirasa tidak ada lagi yang ingin mereka sampaikan juga bahas.


Dilihat arloji dipergelangan tanganny pukul 22.58 hampir jam 11, padahal ia berjanji pada Belen hanya sebentar. Ia mencoba mengecek ponsel pribadinya benar ska istrinya mengiriminya banyak pesan dan mencoba menghubunginya berulang kali. Mempersingkat waltu Ibra memilih menghubungi istrinya sebelum melajukan mobilnya pulang.


Satu nada panggil.


Dua nada panggil.


Tiga nada panggil.


"ada apa Belen? aku sudah perjalanan pulang maaf aku terlambat"


"memangnya kenapa?" Ibra merasa bingung bahkan Adam sudah menoleh kearahnya.


"aku mau es kacang merah"


"ya tuhan! aku membelikannya tadi siang kau menolak dan malah memberikannya pada Sela, sekarang malam-malam begini kau menginginkannya lagi?" demi apa Ibra merasa aneh dengan sifat istrinya belakangan ini.


"tadi siang aku malas memakannya, tapi sekarang aku sangat inhin memakannya, tolong carikan sebelum abang pulang ya?" Ibra mendengus dan mengalah karena mendengar suara Belen yang manja padanya.


Dengan cepat Ibra memutar stir mobilnya dan mengemudikannya munuju taman pusat kota, satu-satunya tempat dengan berbagai kuliner ditengah malam begini.

__ADS_1


Adam memilih memejamkan matanya ketimbang membantu abangnya mencari pedagang es kacamg merah tengah malam seperti ini, tangan dan dadanya terasa nyeri.


Sudah berkali-kali Ibra mengitari kawasan itu dan tidak melihat pedagang es kacang merah yang ia beli tadi siang. Berkali-kali ia mengumpat dan membuat Adam membatalkan niatnya untuk memejamkan mata.


"kak Belen kenapa sih bang jadi doyan ngemil malam-malam begitu, mana aneh-aneh lagi" ujar Adam yang audah membenarkan posisi kurai ya yang tadinya rebahan menjadi duduk.


"entahlah sifatnya juga aneh, terkadang marah-marah tidak jelas, sesaat kemudian manjanya ngga ketulungan" sahut Ibra.


"itu bang! tukang es kacang merahnya mau balik!" Adam melihat pedagang ea kacang merah akan mendorong grobaknya meninggalkan lokasi taman.


Dengan buru-buru Ibra memarkirkan mobilnya dan mengejar paman menjual es itu.


"pak tunggu!" Inra berhasil mengejarnya dan membuat langkah pedagang itu terhenti.


"iya den ada apa?" sahut paman penjual itu dengan posisi tangan masih mendorong grobaknya.


"saya mau beli, masih ada?"


"ada den tapi saya sudah terlanjur tutup mau pulang" sahutnya dengan memperlihatkan grobaknga yang sudah dibereskan.


"istri saya ngidam pak, tolong buatkan 1, ini buat bapak, tolong saya pak" bohong Ibra demi mendapat titipan istrinya, juga mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah.


Mendengar itu penjual es itu mengalah dan membuka kembali grobak esnya dan mulai membuatkan satu bungkus es kacamg merah.


"saya jadi inget istri saya waktu ngidam den, dia minta rujak cingur subuh hari, mintanya aneh-aneh terus sering marah juga kadang manja" bapak pedagang itu bercerita sambil membungkus es kacang merah yang dipesan.

__ADS_1


"ini den, salam untuk istrinya" Ibra mengangguk dan menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah itu.


Dia jadi kepikiran soal ucapan pedagang tadi, jangan-jangan Belen....


__ADS_2