Alexavier Archie

Alexavier Archie
Pengakuan Amanda 2


__ADS_3

Ruangan bernuansa gelap itu terasa semakin mencekam dengan aura yang orang-orang didalam sana keluarkan. Rasa marah dan kecewa yang cukup besar. Urat-urat tegang dan kepalan tangan samgam jelas terlihat.


Bahkan wajah cantik Amanda terlihat sangat berantakan. Matanya memerah dan basah oleh airmata. Nafasnya memburu dan dadanya sesak seperti ada ribuah pisau menancap sekaligus. Hatinya terasa sakit menapa rait kecewa dan marah yang tergambar diraut Adam, salah, bukan Adam tapi seorang Kenrich Archie yang ada dihadapnnya.


"siapa yang menyuruhmu" suara dingin Alexavier bergema diruangan itu membuat seluruh perhatian mengarah padanya kemudian kembali menusuk ke dua mata coklat milik Amanda.


"aku tidak mengerti, mulai hari itu aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan keluargaku" Amanda mulai terisak mengingat kejadian 15 tahun lalu.


"setelah kejadian mengerikan itu aku dipaksa pergi jauh dan melupakan siapa diriku, aku dan kakakku dibawa pergi dan dipisahkan dengan ayah dan kakakku sementara ibu ku dibawa entah kemana. Saat aku mulai menerima semua ini dan menerima berbagai cerita mengerikan mengenai kumpulan bernama Galaxy, kabar meninggalnya ayahku dan kondisi koma kakak laki-lakiku mebuatku semakin marah dengan Galaxy, terutama Alexavier Archie juga Kenrich Archie" Amanda mengambil nafas panjangnya, dan raut penuh pertanyaan dari orang-orang disekitarnya terlihat menyerbunya.


"aku dan kakakku memutuskan untuk turun tangan dan mendekati Archie bersaudara, kakakku gagal mendekati sosok Ibrahim Ankawijaya karena dia begitu menyayangi istrinya, ia mengurungkan niat untuk itu, sementara aku dipaksa terus untuk mendekati adiknya, Adam Ankawijaya atau Kenrich Archie" disela tarikan nafasnya Amanda mencuri pandang kepada lelaki disampingnya.


"tapi disaat terakhir sebelum penyerangan dimulai, a-aku merasa ada hal yang salah, kakakku sudah bangun dari komanya dan semakin mendesak untuk balas dendam, juga seorang yang aku tidak ketahui yang memberi kami banyak dukungan baik dari orang-orangnya juga persenjataan"


"cukup!" Alexavier sudah bisa menebak apa yang terjadi, kini hanya tinggal masalah waktu dia akan menemukan dalang dari semua penyerangan ini.


"Kenrich bawa dia masuk, kita harus memberi perlu dukunngan padanya, meski dia terlibat, dia tidak bersalah" ucapan Alexavier membuat mereka kaget, Kenrich menarik nafas kasar kemudian berdiri, meangkah masuk menuju ruang tengah.


Alexavier menatap Amanda yang sedang mengusap air matanya. Ia tahu kini masalah yang harus diluruskan adalah soal perasaan anatara Adam juga Amanda bukan lagi Kenrich. Dengan segera Amanda mengikuti langkah Adam dan meninggalkan Alexavier dan para tangan kanannya.

__ADS_1


"apa yang gadis itu maksud sebagai ayah adalah Anthony ketua?" Martin mengajukan pertanyaan yang sebenarnya juga berada dalam benak semua orang saat ini.


"jika benar maka kakak yang ia maksud adalah Alfario, dan dia masih hidup hingga sekarang?" imbuh Raka, tangannya terkepal ia menyesal tak memastikan kematian seorang Alfario.


"jadi Cassandra dan Amanda sudah masuk kelingkungan Galaxy cukup lama, mereka benar-benar mencari kesempatan yang tepat untuk menyerang"


"itu semua sudah kita ketahui, Louis cari tau dengan siapa saja Cassandra dan Alfario berhubungan, aku yakin Amanda hanya menjalankan perintah kakak-kakaknya, tapj meski begitu kita harus terus memantaunya, kita tidak tahu kebenaran atau kebohongan yang sedang ia utarakan" Louis langsung mengangguk dan memberi perintah pada timnya untuk melakukan penyelidikan.


"perintahkan kami untuk menyerang ketua!" seru Ivan.


"tahan, cari dulu dimana pusat akarnya, kira tidak perlu menghabiskan tenaga untuk melakukan penyerangan pada Alfario, aku yakin dia tidak memiliki banyak kekuatan sekarang, lebih pentingnya adalah mencari dalangnya" Alexavier melayangkan pikirannya pada beberapa saat lalu saat berada diparkir basement bar miliknya, ia seperti meihat sosok Alfario, dan ternyata benar dia masih hidup.


Meski merasa kesal tidak diberi perintah memyerang Ivan, Grey dan Max hanya mengangguk, mereka harus menahan amarah sedikit lagi dan bersabar untuk perang yang sebenarnya.


"kita ikuti permainannya tidak perlu gegabah, dengan adanya dua musuk yang menyerang sekaligus kita tidak boleh lengah, jangan hanya fokus pada salah satu, Max walau kau disini kau harus terus memantau dan memperingati anak buau untuk waspada" Max mengangguk mendengar perintah ketuanya. Ia memang memilih berada di markas pusat untuk membantu ketua dan kawan-kawannya.


...


Dev Armano dengan cepat menghubungi markasnya, ia meminta anak buahnya untuk mencari tahu penyerangan yang terjadi beberapa saat lalu. Siapa orang yang sedang bersinggungan dengan AnkaGroup, perusahaan besar yang menyewa juga mendanai kumpulan mafia Galaxy. Atau mereka hanya menjadi korban dan sasaran dari musuh Galaxy.

__ADS_1


"lapor bos, dari penyelidikan Galaxy sedang berseteru dengan Titan, kemungkinan penyerangan itu berasal dari Titan" ucap V tangan kanan Nano atau Dev Armano.


"tapi Belen berada di pihak AnkaGroup selaku client mereka, bahkan Adam juga mendapat serangan, ini sangat aneh. Harusnya Titan menyerang Galaxy bukan clientnya" Dev Armano menerawang kedepan melihat keluar melalui dinding kaca dihadapannya.


"mungkin ini ada hubungannya dengan kasus dipelabuhan lalu bos, dari seorang informan Max pimpinan pelabuhan melapor bahwa penyerangan itu didalangi oleh Ronald Joe, bisa jadi mereka dendam dan mengira pihak AnkaGroup yang meminta penyelidikan dan mencurigai Ronald Joe" terang V menjawab pertanyaan yang ada dibenak bosnya.


Dev Armano hanya menoleh sekilas dan mengiyakan apa yang tangan kanannya katakan.


"kerahkan orang-orang yang sekelas dengan Galaxy, ikut pantau Belen dari kejauhan, pastikan untuk membantu pihak Galaxy secara diam-diam. Meski mereka sangat hebat tapi mereka tidak mungkin terlalu memprioritaskan client apalagi hanya istri dari client. Bagaimanapun juga aku pernah berhutang budi pada Belen" Dev Armano kembali teringat pada gadis pantang menyerah dan keinginan juga tekad kuat itu.


...


Amanda menghentikan langkahnya saat melihat lelaki dihadapnnya pun berhenti berjalan. Ia dapat merasakan sosok dihadapnnya kini adalah seorang Adam Anakwijaya bukan Kenrich Archie.


"katakan, apa yang membuatmu melakukan hal seperti ini padaku! Kau bukan saja menipu orang-orang disekitarku kau menipu hatiku Amanda! Kenapa kau menyelamatkanku, biarkan saja aku mati tertembak!" Adam benar-benar menumpahkan amarahnya, bahkan suaranya terdengar hingga ruang depan.


"aku memang menipumu Adam! tapi aku tidak bisa menipu perasaanku padamu! aku larut dalam peran yang aku mainkan, aku mencintaimu Adam, aku jayuh cinta padamu" akhirnya apa yang Amanda pendam dan tahukan itu ia utarakan pada orang yang berhasil merebut hatinya.


Perasaan terkejut dan bahagia terbesit dihati Adam seakan menyembuhkan rasa kecewanya. Tapi kini ia jadi ragu, ia mencoba mengubur kembali rasa bahagia itu, seolah trauma untuk percaya pada kata cinta.

__ADS_1


Amanda menggelengkan pelan kepalanya ia tahu Adam tidak percaya pada perkatannya, ia tahu hal itu karena kebohongan ia lakukan sudah sangat besar. Bahkan apa yang ia lakukan adalah untuk merenggut nyawa Adam dan menghancurkan Galaxy.


"kau boleh tidak percaya pada kata-kataku, tapi tolong percayalah pada perasaanku Adam!" Amanda mulai terisak kali ini rasa sakit didadanya karena perilaku Adam yang dingin padanya.


__ADS_2