Alexavier Archie

Alexavier Archie
Kecelakaan


__ADS_3

Tengah malam jalanan juga tak sepi masih banyak muda mudi juga kumpulan geng motor terlihat dipinggir jalan. Mereka sepertinya hendak melakukan sebuah balapan. Anak muda, begitu pikir Alexavier melihat kumpulan anak muda dengan motor besar mereka.


Hingga sebuah suara cukup keras mengagetkan orang-orang disekitar mereka.


Duar!!


Tepat diperempatan jalan mobil Ibra juga Adam tengah berhenti karena lampu merah, lampu merah jalan disebrang mereka pun memberhentikan satu buah mobil Yaris GR sport hitam tapi tak lama mobil yang tengah berhenti itu dihantam oleh mobil yang melaju cepat dibelakangnya sehingga terjadi kecelakaan yang menimbulkan suara cukup kencang.


Dua mobil yang terlibat kecelakaan itu berhenti tepat beberapa meter dari lokasi mobil yang Ibra juga Adam tumpangi.


Mereka langsung turun mencoba menolong korban kecelakaan juga beberapa anak geng motor disana.


Betapa tercengang Ibra juga Adam melihat siapa yang ada dibalik stir mobil Yaris hitam itu.


"Amanda!" seru Adam.


Setelah bersusah payah membuka pintu mobil dan mengeluarkan Amanda yang dalam kondisi pingsan Adam langsung memanggil sebuah ambulance. Sementara pelaku yang menabrak Amanda dari belakang juga dibawa dengan ambulance yang sama, dia mabuk berat dengan seorang lagi juga pingsan namun tak terluka parah.


...


Adam terlihat panik menunggui Amanda yang sekarang terbaring diruang IGD sebuah rumah sakit. Hanya sedikit memar di kening tak ada lagi yang terluka selain itu tapi sudah lebih dari dua jam Amanda tak sadarkan diri.


"aku akan coba hubungi Cassandra lagi" ucap Ibra melangkah keluar dari ruangan berbau khas obat-obatan itu.


tut


tut


tut


"ada apa dini hari begini menelepon Ibra?" jawab seorang disebrang sana.


"kau ada dimana?" singkat Ibra.


"aku baru saja landing, aku ada di negeri sakura" jelas Cassandra dengan nada bingung.


"lanjutkan pekerjaanmu, jangan panik aku hanya mengabarkan Amanda mengalami kecelakaan tapi Adam sudah menanganinya"


"APA!!" Cassandra amat kaget mendengar hal itu, Amanda memang mengantarnya kebandara tadi.


"aku sudah bilang jangan panik, Amanda tidak terluka, nanti jika sudah sadar aku akan memintanya mengabarimu" Ibra memang sosok yang dingin tapi dia juga seorang manusia yang memiliki hati, terlebih kepada orang yang tak memiliki keluarga sama seperti dirinya.


"ba-baiklah aku percayakan adikku pada kalian, langsung hubungi aku jika terjadi sesuatu" setelah mendengar itu Ibra menutup teleponnya.


Ia kembali berjalan menuju ruangan dimana Amanda juga Adam berada, dilihatnya Adam tertidur disamping ranjang Amanda.

__ADS_1


Ibra juga sudah meminta Dominic dan beberapa anak buahnya untuk berjaga bila Adam butuh bantuan jadi dia bisa pulang kerumahnya karena ini sudah hampir jam 4 pagi.


...


Ibra melangkah pelan memasuki rumahnya, semua orang pasti masih lelap sekarang. Dia mencoba membuka pintu kamarnya pelan agar tak membangunkan istrinya yang pasti sedang tertidur sekarang.


ceklek


Dilihatnya sang istri mengerjapkan mata, dengan senyum dia mendekat dan duduk disamping istrinya.


"abang baru pulang?" Belen mencoba membuka mata beratnya untuk melihat jam yang tergantung di dinding kamar bercat putih itu.


"maaf aku tidak menepati perkataanku" jawab Ibra seraya menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya.


Belen hanya menggeleng, ia memang khawatir saat suaminya tak kunjung pulang dan tak kengabari dirinya. Ia takut hal buruk sedang terjadi.


"apa ada hal yang terjadi disana?" tanya Belen yang kini ada dalam pelukan suaminya.


"nanti saja ceritanya aku sangat mengantuk" meski pagi sudah hampir menjelang pasangan ini tetap hanyut dalam hangatnya pelukan hingga membawa mereka tidur dengan rasa nyaman.


...


Pagi menjelang, mentari tak sungkan memancarkan sinarnya yang menghangatkan bagi para menghuni bumi.


Belen sudah selesai mengurus anak gadisnya, ia juga sudah rapi setelah mandi pagi yang sangat menyegarkan itu.


Yang dibangunkan mulai mengerjap dan tersenyum melihat sosok bidadari ada dihadapannya.


"sudah siang, aku sudah siapkan air mandi juga pakaianmu" lanjut Belen.


"kiss me" suara serak terdengar pelan namun cukup jelas ditelinga wanita dengan losepant berwarna bluejeans dan kemeja oversizenya.


cup


satu kecupan mendarat dipipi.


...


"ehm" suara lemas keluar dari bibir Amanda, ia merasa pusing dikepalanya, namun saat ia ingin memegang kepalanya tangan kanannya terasa berat.


hah! a-apa yang Adam lakukan disini? Aku dimana? Ia berusaha mengingat kejadian naas semalam.


Adam masih tertidur disamping ranjang Amanda dengan satu tangan memegang tangan Amanda.


"kamu sudah sadar?" tanya Adam dengan suara khas orang bangun tidur.

__ADS_1


"aku panggil dokter dulu ya" dipencetnya tombol yang menggantung dekat ranjang pasien.


...


Adam memperhatikan dengan seksama saat dokter itu memeriksa Amanda juga mendengarkan apa yang diperintahkan dokter.


"apa tidak sebaiknya biar dia disini dulu dok?"


"tidak perlu tuan, nona Amanda tidak mengalami luka serius hanya sedikit memar dikepalanya juga sepertinya organ dalamnya tak ada yang terganggu" jawab dokter itu dengan semyum kecil diwajahnya.


Setelah memberi tahu beberapa hal lagi dokter muda itu meninggalkan ruangan.


"terimakasih" ucap Amanda.


Adam hanya tersenyum mendengar itu, ia lebih lega lagi karena Amanda tak mengalami hal yang lebih buruk.


"kamu tunggu disini ya aku belikan sarapan sebentar" Adam berlalu dari ruangan yang digunakan Amanda.


...


"makan lagi ya, kamu harus punya banyak tenaga, lihat kamu masih terlihat pucat" kini laki-laki dengan jaket jeans yamg masih melekat ditubuhnya sejak semalam itu sedang menyuapi wanita yang berstatus sebagai asistennya itu.


"sudah Dam, tidak seharusnya kau memperlakukan bawahanmu seperti ini" keluh gadis yang yang wajahnya sudah terlihat lebih segar.


"ini bukan dikantor" Adam sedikit kecewa dengan penuturan yang Amanda berikan, dia hanya menganggap hubungan mereka sebatas bos dengan karyawannya, apa Amanda tidak mau memiliki hubungan lebih dengannya?


...


Jam menunjukan pukul 09.17, jalanan tidak terlalu padat karena sudah lewat jam sibuk. Penumpang mobil sedan berwarna putih itu sama-sama diam menikmati perjalanan mereka hingga tiba disebuah gedung 15 lantai, sebuah apartemen ditengah kota.


"terimakasih kau sudah menolongku, repot-repot menunggui ku juga mengantarku sampai apartemen" kini Amanda tersenyum pada lelaki dibalik stir itu.


"jangan terlalu banyak mengucapkan terimakasih, ayo aku antar masuk" jawab Adam yang sudah melepas seatbeltnya melangkah keluar dan membukakan pintu untuk Amanda.


"kumohon jangan bersikap berlebihan, ini sangat tidak pantas untukku"


Adam hanya menggeleng mengulurkan tangannya untuk membantu Amanda yang memang masih merasa pusing. Untungnya Amanda menyambutnya meski dengan perasaan aneh.


...


Lantai 12 kamar nomor 125. Adam sudah sampai didepan pintu apartemen Amanda, dengan senyum manisnya dia mempersilahkan Amanda untuk masuk.


"nanti aku akan mengirim surat untuk meminta ijin untuk hari ini" ucap Amanda sebelum membuka pintunya.


"jangan repotkan dirimu, didepanmu sekarang berdiri bosmu, dan dia memberimu ijin sampai kamu benar-benar sembuh"

__ADS_1


Ada rasa aneh yang menjalar saat Adam harus berkata seolah hubungan mereka hanya sebatas bos dan karyawan.


__ADS_2