Alexavier Archie

Alexavier Archie
Berhati-hati


__ADS_3

Langit yang mulai menjadi oranye menemani perjalanan dua insan yang masih menyisakan senyum diwajahnya. Macet tak dirasa karena hati mereka sedang bahagia.


"kamu mau langsung pulang atau mau mampir kemana Amanda?" menunggu lampu merah berganti hijau Adampun menawarkan hal pada gadis disampingnya.


"tidak perlu Adam sekarang aku baru merasakan lelahnya, aku harus cepat beristirahat untuk kembali bekerja besok" Adam pun mengangguk dan mengarahkan mobilnya ke apartemen milik Amanda.


Tak berselang lama dari lampu merah yang menghambat mereka tadi tibalah mobil Adam didepan apartemen 15 lantai itu. Amanda membereskan barangnya memastikan tidak ada yang tertinggal dimobil Adam.


Usai mengucap terimakasih Amanda melambaikan tangannya pada mobil Adam yang perlahan meninggalkan area tempat tinggalnya. Senyum diwajahnya berangsur menjadi suram, lagi-lagi ia teringat kata-kata kakaknya saat menelpon tadi.


Rasa kesal, marah dan sedih bercampur jadi satu, rasa yang telah ditahannya sedari siang ditumpahkannya saat ini, menangis dan menyembunyikan mukanya dibalik bantal. Amanda sangat bimbang kali ini, apakah dia harus membuat keputusan secepatnya?


...


Adam memasuki rumah dengan wajah riang. Ia berjalan sambil bersiul menyenandungkan lagu cinta, ah berbunga-bunga sekali hatinya. Ia harus segara memberi tahu Abangnya dan memninta abangnya untuk memberi ijin untuk memiliki Amanda.


"hai Oma!" sapa Adam pada oma yang sedang duduk membaca sebuah buku di ruang tengah.


"kau baru kembali Adam?" Adam hanya mengangguk pada Omanya.


"cucu Oma kelihatan sedang senang, apa yang membuatmu sebahagia ini Adam?" lanjut Oma.


"Oma kali ini harus membantu Adam meyakinkan abang" tangan Adam sudah memeluk tubuh Omanya.


"apa yang harus Oma yakinkan pada abangmu?" Oma menutup bukunya dan berfokus pada cucunya itu.

__ADS_1


"pertama-tama Oma harus menyetujui hubungan Adam dan Amanda"


"Amanda?" Oma mengerutkan dahinya.


"memangnya kau dan Amanda sudah berpacaran? dan apa yang membuat abangmu tidak menyetujuinya"


Adam berpindah duduk dihadapan Omanya, ia menceritakan status kedekatannya dengan Amanda yang sebenarnya belum memiliki hubungan apapun. Juga menceritakan alasan abangnya belum memberi ijin untuk mengajak Amanda kerumah juga memiliki hubungan dengan gadis yang ia idamkan itu.


"Oma memang belum mengenal Amanda tapi Oma tau dia pasti gadis yang baik hingga cucu Oma ini amat menyukainya. Tapi Oma juga tidak bisa meremehkan kekhawatiran abangmu. Nak, ini beda cerita dengan Belen, Oma sudah mengenalnya sedari toko kuenya buka dihari pertamanya, setelah Oma bercerita kepada abangmu Oma tau abangmu mencari tau tentang Belen secara diam-diam. Dan kali ini juga pada Amanda, Oma pasti sangat setuju jika pilihanmu itu orang yang tepat" Adam tahu persis hal itu karnanya tidak ada hal lain selain menunggu abangnya memberi ijin juga mencari tahu perasaan Amanda padanya.


"sudah jangan terlalu dipikirkan, Oma akan bicara dengan abangmu nanti, sekarang mandi sebentar lagi waktunya makan malam" seperti anak kecil Adampun mengangguk dan segera menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


...


Makan malam berjalan seperti biasa Divya begitu ramai menceritakan banyak hal.


"Ibra" suara Oma menghentikan aktivitas Ibra yang tengah memakan dessert buatan istrinya.


"iya Oma?"


"apa benar adikmu sedang jatuh hati pada seorang gadis?" tanya Oma dengan senyum diwajahnya.


Ibra mengalihkan pandangannya pada adiknya yang ada disebrangnya, adiknya hanya menunduk pura-pura tidak tahu.


"Oma ingin berjumpa dengan gadis itu" lanjut Oma.

__ADS_1


"belum waktunya Oma" jawab Ibra singkat.


"ada apa? dia hanya bertamu, Oma mau besok kita makan siang bersama. Kau juga setuju kan Belen?" Omanya ini memang pintar memaksa, tapi kali ini ada yang menang dan menari-nari didalam hatinya.


...


Kita tinggalkan suasana meja makan yang sudah ditinggalkan penghuninya. Ibra memang sengaja meminta anak buahnya untuk tidak memberi tahu Adam terlebih dahulu, dan kini kakak beradik ini sedang berada di ruang kerja Ibra dan jangan lupakan Belen yang juga sudah penasaran dengan hal yang suaminya juga Romi bicarakan tadi sore.


Iba mulai bercerita dari telpon yang ia terima dari Louis, setelahnya ia menceritakan semua rinci yang ia dengar dari Louis juga Martin. Tak lupa Ibra mengingatkan Adam juga sekaligus memberitahu Belen mengenai musuh yang kali ini mereka hadapi.


Titan, kumpulan mafia yang hampir seusia dengan Galaxy, diketuai oleh Deker Doras pria tua yang dikenal phsykopat. Mereka terlibat perdagangan manusia skala international juga merupakan musuh yang tak tanggung-tanggung dalam melakukan permusuhan. Teror mengerikan mereka lancarkan untuk membuat musuh hancur atau minimal bertekuk lutut dan menjadi bawahan dari Titan.


"kali ini aku sungguh meminta kalian berhati-hati, terutama kamu Belen, aku sudah menyiapkan orang untuk menjagamu dari dekat, antar-pergi begitu juga Oma dan Divya, tidak ada bantahan karena mereka cepat atau lambat bisa mencari identitas Archie bersaudara ketua dari Galaxy. Aku sudah meminta Dominic menyiapkan 4 orang untuk mengawal Divya dan Oma dari dekat, dan beberapa lagi menyebar. Dan untukmu aku akan menempatkan tangan kanan Dominic, Jose untuk menjadi sopir pribadimu selagi tidak pergi denganku maupun Adam, dan ditoko juga aku sudah perintahkan beberapa orang" Ibra begitu serius mengatakan semuanya.


Bahkan bagi Belen mungkin kali pertamanya mendengar Ibra berkata begitu panjang dan rinci, juga memerintah dengan tegas hingga dia tidak ada daya menolak. Dia semakin berfikir apakah musuh kali ini sangat berbahaya hingga Ibra bersikap demikian, bahkan ketika melawan Gerhana ia hanya mendapat pengawalan dari jarak jauh.


"katakan apa yang harus aku lakukan bang" Adam menimpali penjelasan abangnya, pasalnya abangnya tidak sedikitpun menyinggung tugas untuknya.


"kau hanya perlu lebih berhati-hati dan bersiap jika identitas kita berhasil digali olehnya, posisi kita kembali dalam bahaya jadi maka dari itu Adam kau harus menahan diri, jangan libatkan orang disekitarmu dengan masalah yang sedang kita hadapi" Adam tau betul apa yang abangnya maksud, ia tidak bisa bahayakan keselamatan Amanda hanya untuk memenuhi egonya.


...


Beberapa jam lalu Adam berada dimarkas dia hanya memastikan semua hal yang diperlukan untuk penjagaan wilayah sudah siap tanpa terlewat, dia juga menambahkan bahwa markas juga tidak boleh lengah. Ia juga meminta Martin untuk menyiagakan semua anak buahnya melengkapi persenjataan juga armada bila diperlukan.


Sebelum jam 1 dini hari Adam memutuskan pulang karena besok ada pekerjaan pagi-pagi sekali. Melihat mobil abangnya berada digarasi dia memilih memakai mobil abangnya dan meminta anak buahnya untuk membawa mobilnya ketempat service besok pagi.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi dia melenggang dijalanan yang sepi, karena malam senin mungkin semua orang sudah tidur nyenyak didalam kamarnya. Masuk kedalam flyover ada beberapa mobil didepan juga sebuah mobil dibelakangnya, Adam yang memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi tersentak saat dua mobil didepannya melakukan rem secara mendadak, dengan cepat Adam menurunkan kecepatan dan mengarahkan stirnya untuk menghindar namun mobil dibelakangnya tetap dengan kecepatannya dan menghantam mobil Adam hingga menghantam pembatas jalan dan berguling beberapa kali.


__ADS_2