Alexavier Archie

Alexavier Archie
Pulang ke Rumah


__ADS_3

"tidak kak! sekarang belum waltu yang tepat! kondisi Adam cukup parah!" baru ini Amanda berbicara dengan nada tinggi pada kakaknya.


"memang kenapa? justru itu kesempatan untuk kita menjebaknya" Cassandra cukup termakan emosi.


Amanda memgejar kakaknya yang hendak keluar apartemen, dia berhasil meraih lengan kakaknya sebelum berhasil meraih knop pintu.


"aku janji akan membawanya untuk kakak juga untuknya" final Amanda dengan raut seriusnya.


Cassandra memandang adiknya mencari kebohongan pada netra coklat milik adiknya, namun sepertinya ia cukup serius dengan apa yang ia katakan.


"aku tau kau sudah jatuh hati pada lelaki itu, tapi itu bukan tujuanku memgirimu untuknya. Sekarang terserah kau mau lakukan apapun dengannya setelah waltunya datang kau tidak akan bisa menemuinya lagi" Cassandra melepas peganggan adiknya kemudian melenggang pergi dengan koper ditangan kirinya.


Amanda melepas nafas baratnya dan menyandarkan tubuh yang dirasa berat pada dinding. Sekali lagi air matanya lurun begitu saja, tangan kanannya meremas dadanya yang terasa sesak.


Dia terjebak dalam kondisi tang salah, ia tidak pernah menyalahkan perasaannya pada Adam karena perasaan bisa datang dan tumbuh pada orang dan waktu ya g tidak kita duga. Meski mereka sudah merenggut nyawa orang yang mereka sayangi tapi tetap saja Amanda tidak bisa membenci sosok Ibrahim juga Adam setelah mengenal mereka terutama Belen.


Dengan keteguhan hati ia mengusap kasar air matanya ia akan melakukan yang terbaik selama bisa berdampingan dengan sosok lelaki yang mengusi oenuh hatinya kali ini.


...


Sore ini Adam sudah diperbolehkan untuk pulang hampir seminggu ia terjebak diatas ranjang pasien, bosan hanya itu yang ia rasakan. Ia menunggu abangnya yang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Tangannya masih menggunakan penyangga dan siapnya dia belum benar-benar kuat juka lama-lama berdiri padahal ia sudah tidak sabar untuk masuk kekantor dan bertemu Amanda.


Akhira-akhir ini hubungan mereka semakin dekat, Amanda selalu membalas chat dan tidak lupa memberi kabar kepada Adam dengan apapun yang ia lakukan. Kini lelaki yang dibalut dengan celana jeans hitam pendek dan kaos silver lengan panjang itu pun sedang asik membalas chat Amanda.


Amanda🌼


Jika sudah dirumah segera kabari aku


^^^Adam^^^


^^^Pasti ❤️^^^

__ADS_1


Senyumnya tak kunjung hilang dari raut tampannya yang tak berkuramg meski masih ada perban yang menempel dikeningnya.


ceklek


Ibra muncul dari balik pintu dengan Raka dibelakangnya. Adam segera bangkit dari duduknya ia benar-benar tak sabar berjumpa Oma juga keponakan kesayangannya Divya, hampir seminggu mereka hanya berhubungan melalui video call saja.


Setelah meyakinkan kesiapan dan keadaan Adam mereka bertiga melangkah keluar dari kamar inap uang hampir seminggu ditempati Adam. Raka sudah membawa beberapa barang yang Adam gunakan dirumah sakit. Beberapa anggota Galaxy ikut menyapa saat du ketua mereka melewati mereka.


Mobil Ibra sudah siap didepan loby, sudah ada Ivan disana dengan sigap Ivan membukakan pintu u tuk Adam juga Ibra, sementara Raka duduk dibangku depan dengan Ivan yang akan menyetir kali ini.


...


"om Adam!" Divya berseru samgat kencang, berlari menuju Omnya yang hampir seminggu tak berjumpa dengannya.


Oma pun mengekor tak sabar ingin memeluk tubuh cucuknya yang baru saja melewati kejadian buruk.


"jangan peluk erat-erat sayang!" Belen dengan sedikit berlari mengejar Divya agar tak memeluk omnya kencang.


"hai sayang nona kecil kesayangan om Adam, om Adam rindu sangat rindu" Adam menyetarakan tinggi ya pada gadis kecil didepannya kemudian mengecup pipi dan keningnya.


"Oma, Adam baik-baik saja Oma lihat" Adam membalas pelukan Omanya dan menunjukan senyum manis dibibirnya.


"jangan buat Oma khawatir lagi dasar anak nakal" Oma melakukan gerasan seolah menjewer telinga Adam, dan hal itu membuat Ibra,Belen, Divya bahkan Raka dan Ivan tersenyum geli.


Meja makan terasa ramai kali ini, Raka juga Ivan ikut bergabung atas permintaan Belen dan persetujuan Ibra. Saat ini Ivan akan ditugaskan langsung menjadi sopir pribadi Oma dan Divya sementara urusan bar ia alihkan pada tangan kanannya. Ibra benar-benar tak mau kecolongan kali ini, ia akan membuat benteng kuat untuk melindungi keluarganya.


Belen sibuk mempersiapkan makanan diatas meja, ia kekeh melakukannya meski Oma sudah memeringatinya untuk duduk manis saja. Namun gadis itu tetap keras kepala.


tring!


Ponsel Adam berbunyi memandakan sebuah pesan masuk, hal yang aneh ditangkap Oma, tak biasanya Adam meletakan ponsel diatas meja makan disaat makan bersama seperti ini. Dan yang lebih menyita perhatian Oma ada senyum yang mengembang begitu Adam membuka pesannya.


Amanda🌼

__ADS_1


Aku sudah sampai apart 😊, aku mandi dulu ya jangan lupa makan dan minum obat 🫶🏻


^^^Adam^^^


^^^Kamu juga jangan lupa makan malam ❤️^^^


"ehm!" deheman Oma menyita perhatian penghuni meja makan yang sudah memulai aktivitas makan malam mereka.


"ada apa Oma?" tanya Ibra dengan tatapan serius namun teduh.


"tanyakan pada adikmu, apa kepalanya baik-baik saja?" pasalnya Adam terus tersenyum setelah membaca pesan singkat itu.


"memangnya ada apa denganku Oma?" Adam protes dengan satu alisnya terangkat.


"katakan pada Oma kenapa kau terus tersenyum seperti itu, lalu kenapa ponselmu kau letakan diatas meja seperti itu, kita sedang makan bersama Adam" astaga Oma itu kenapa pikir Adam kali ini.


"tidak ada apa-apa Oma" Adam mengalah dan menyimpan ponselnya pada saku celananya.


Ibra hanya menggeleng heran mendengar omelan Oma yang terasa random itu, bahkan Raka juga Ivan terlihat menahan senyum mereka. Kenrich yang amat gagah dengan senjatanya, dingin dan tak punya hati pada musuh sangat takut dengan Omanya.


Makan malam selesai setelah mereka menghabiskan satu slice milecripe buatan Belen. Kue maupun dessert buatan Belen tidak ada yang gagal semuanya enak.


Jam cepat berjalan 10.45.


"kenapa belum juga tidur sayang?" ucap Ibra pada wanita dalam dekapannya.


Belen membalikan tubuhnya dengan bibir yang ditekuk kebawah. Tangan Ibrapun meraih dagu istrinya untuk dilihatnya dengan jelas.


"abang aku mau makan es kacamg merah" Ibra mengerutkan keningnya mendengar permintaan istrinya.


"ini hampir jam sebelas malam Belen kemana kita mau mencari?" Belen berdecak dan membuat mulutnya mengkrucut mirip mulut bebek.


"besok kita cari ya?" bujuk Ibra kemudian mengecup kening istrinya.

__ADS_1


"maunya sekarang bang" Belen membalikan tubuhnya karena kesal.


Ibra merasa aneh dengan sikap istrinya akhir-akhir ini, manja dan sesukanya menginginkan makanan yang tidak bisa mereka makan. Ibra kembali memeluk istrinya dari belakang, memejamkan matanya dan mulai menuju kedalam alam mimpi.


__ADS_2