Alexavier Archie

Alexavier Archie
Datangnya Client


__ADS_3

Matahari mulai hilang, cahayanya kini mulai redup namun jalan raya begitu padat oleh orang-orang yang menuju ke rumahnya.


Langit malam mulai gelap, bintang-bintang pun mulai muncul ditemani rembulan tapi gemerlap lampu kota semakin terang.


Deb


"kau juga baru kembali Adam?" tanya Belen sesaat setelah Adam keluar dari mobilnya.


Tidak sengaja mobil yang ditumpangi Adam masuk beriringan dengan mobil Ibra juga Belen.


"iya tadi aku pergi dengan Amanda sebentar" ucap Adam dengan wajah sedikit tersipu.


"urusan kantor?" kini Ibra yang bertanya.


Adam hanya menggeleng dan menampilkan sedikit senyum diwajah tampannya yang tak kalah dari abangnya.


"aku hanya mengantarnya kesuper market dekat apartnya saja" jawabnya yang masih bersandar di kap depan mobilnya.


"kelihatannya kalian cukup dekat" sambung Belen.


"entahlah" Adam melempar kunci mobilnya ke udara kemudian menangkapnya lagi dan melangkah menuju kerumah.


Ibra dan Belen hanya saling memangdang dan mungikuti langkah Adam menuju kedalam rumah.


...


"Dady Mamy! kok baru pulang sih! Dady ajak Mamy kemana sih!" protes gadis kecil yang sedang mendekap boneka tedybear didalam kamarnya.


Melihat gadis kecil itu merajuk Ibra dan Belen yang berdiri diambang pintu segera menghampirinya, mereka amat gemas saat gadis kecil itu cemberut.


"mamy sama dady tadi ada perlu sayang, besok janji engga pulang telat deh" rayu Belen yang sudah memindah tubuh kecil Divya diatas pangkunya.


"jangan ngambek ya anak pintar, kita makan malam dulu yuk, tapi dady mandi dulu ya" giliran Ibra yang bersuara.


"tapi nanti setelah makan Yaya mau makan eskrim!"


"ya sayang, sekarang turun dulu ya sama mbak, mamy mau bersihkan badan dulu" setelahnya Divya berjalan keluar menuju meja makan bersama susternya.

__ADS_1


...


Meja makan kali ini sangat lah ramai, semua mengembangkan senyumnya. Entah itu dari celoteh lucu Divya maupun perasaan mereka yang sedang bahagia.


Usai mendapat eskrim yang ia minta tadi, Divya meminta mamynya untuk menemaninya bermain didepan tv bersama Oma.


Sementara Ibra dan Adam sedang berganti pakaian setelah mendapat telpon dari Max yang sedang berkunjung dikota X karena sedang mengawal Rudy Aswandaru sebagai client mereka.


"kami pergi dulu ya Oma" pamit Adam yang berjalan didepan Ibra dan lebih dulu melangkah ke garasi untuk mengambil mobilnya.


"Divya jangan tidur terlalu malam, jangan repotkan mamymu oke" Ibra berpamitan dan mengecup kening gadis kecil yang sedang asik mewarnai.


Kemudian berganti mengecup hangat kening istrinya.


"aku akan pulang secepatnya, aku pergi dulu ya sayang" sambung pria yang mengenakan jaket jeans serta topi hitam itu.


...


Jalanan masih cukup ramai, benar saja ini baru setengah sembilan malam, masih banyak orang yang keluar sekedar membeli makan malam atau hanya berjalan-jalan saja, bahkan beberapa ada yang masih mengenakan pakaian kantor mereka.


Lampu merah kali ini pun masih cukup ramai kendaraan. Meski ini bukan weekend tapi ini kota besar dimana hingar bingar malam sangat diminati. Terlihat jelas parkiran basement bar milik Galaxy, Gala-Bar hampir penuh. Kali ini Arcie bersaudara memarkir mobil Wrangler hitam mereka diarea parkir basement.


Kaki mereka melangkah menuju tangga yang mengarah kelantai khusus dimana hanya anggota Galaxy saja yang diperbolehkan masuk.


ceklek


Pintu terbuka dan diruangan itu sudah ada Raka, Ivan juga Max disana. Melihat ketua mereka datang mereka pun memberi hormat serta mempersilahkan dua ketua ini duduk.


"jadi Max bagaimana perkembangan job baru ini?" tanya Kenric yang duduk tepat dihadapan Max, pimpinan Galaxy dari kota Y.


"sore ini client kita ada urusan dikota ini jadi aku pikir aku akan bertemu dan memberi laporan kepada ketua apa yang sudah kami dapat dari pengawalan kira-kira 48jam ini. Saat client pulang dari bar malam itu pengawalan langsung dimulai, benar saja ada serangan disaat perjalanan pulang dua orang pemotor dengan senjata tajam menghadang mobil yang ditumpanginya kemudian menghempaskannya menuju kaca depan mobil hingga pecah, namun dengan pengawalan yang ada kami berhasil meringkus mereka. Setelah diselidiki mereka hanya preman biasa yang dibayar oleh seseorang untuk mengganggu client. Saat kami memaksa mereka buka mulut ternyata mereka dibayar oleh seorang anggota kumpulan The Dev. Sepertinya The Dev yang mendapat pekerjaan dari lawan parpol client, tapi penyelidikan kami belum mengetahui persis siapa lawan parpol itu." jelas panjang lebar Max melaporkan apa yang sudah mereka dapat.


"lalu setelah malam itu belum ada serangan lagi?" tanya Raka.


"Belum, aku menduga ada anggota The Dev yang melihat kejadian itu dan sudah melapor pada atasan mereka Dev Armano." sahut Max.


"dimana client sekarang?" suara Alexavier ganti yang terdengar.

__ADS_1


"dia berada di Anjaya Hotel Ketua, aku menyarankan dia untuk bermalam disana"


"bagus Max keamanan disana bisa dijamin, Ivan bantu Max saat urusan disini belum selesai kabarkan pada anggota di Anjaya hotel untuk ikut mengawasi client" sambung Alexavier.


"baik ketua, aku akan informasikan kepada anggota yang ada disana." Ivan berdiri dan mengambil handphonenya kemudian melakukan sebuah panggilan telepon.


"berapa hari dia disini Max?"


"kurang lebih 3hari Ketua Kenrich" jawab Max pada Kenrich.


Pertanyaan yang belum terjawab kali ini adalah apakah The Dev benar terlibat dalam peneroran client atau bahkan salah satu anggota The Dev yang malah maju sebagai lawan parpol itu. Semua bisa terjadi bahkan beberapa anggota dari Galaxy pun ada yang tertarik untuk masuk dalam sebuah parpol.


Hari mulai larut, Alexavier melirik arloji di tangan kanannya. 11.28 hampir temgah malam, ia harus segera pulang karena berjanji pada istrinya untuk tak pulang terlalu larut.


Kini Archie bersaudara kembali ke basemaent untuk mengambil mobilnya, tapi sepertinya ekor mata Alexavier menangkap sosok orang yang mungkin ia kenali.


"ada apa bang?" Kenrich ikut melihat kearah Alexavier menajamkan penglihatannya.


"aku seperti melihat seseorang diujung sana"


"disini memang banyak orang bang, kalau yang dilihat hantu lah itu baru" timpal Kenrich yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


"ya sepertinya itu memang hantu bila yang kulihat adalah orang yang benar" gumamnya sebelum menyusul adiknya masuk kedalam mobil.


Tengah malam jalanan juga tak sepi masih banyak muda mudi juga kumpulan geng motor terlihat dipinggir jalan. Mereka sepertinya hendak melakukan sebuah balapan. Anak muda, begitu pikir Alexavier melihat kumpulan anak muda dengan motor besar mereka.


Hingga sebuah suara cukup kerasa mengagetkan orang-orang disekitar mereka.


Duar!!


.


.


.


...HAI KAWANKAWAN JANGAN BOSANBOSAN YA ...

__ADS_1


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SUPAYA KAK AU TAMBAH SEMANGAT NIH!...


__ADS_2