
"dasar b***h! lelaki sepertimu bahkan tidak tau bahwa kau dibohongi?" ujar Cassandra kesal.
Amanda yang masih duduk berhadapan dengan Amanda dicaffe hanya mampu menunduk setelah pertemuannya dengan Cassandra diketahui oleh Adam. Adam jelas mendengar bahwa Amanda tidak menolak untuk kembali memberi racun untuk dirinya.
Tanpa Adam sadari sudah ada 4 orang lelaki berbadan tegap mengelilingi mereka. Kondisi caffe sedang sepi kali ini jadi tak begitu mengundang perhatian. 4 orang itu terus mendekat dengan satu tangan mereka berada dibalik jas yang mereka kenakan. Dengan satu gerakan, hantaman kaki dari Adam menyasar dan membuat 2 diantara mereka tersungkur kelantai, selanjutnya dua lainnya mulai menghunjani Adam serangan demi serangan.
Sebuah pisau lipat mengarah tepat kewajahnya, tangan kiri Adam cepat menyambar vase bunga yang ada dimeja dekatnya, memukulkannya pada tangan yang membawa pisau dan berhasil membuat pisau terjatuh. Tanpa menunggu lama satu pukulan keras tepat pada rahangnya membuat orang tersebut pingsang.
Satu lagi musuh datang dengan pistol ditangannya. Tnpa ragu Adam labgsung maju dan menjatuhkan tendangan kencang tepat pada pistol itu hingga terlontar jauh. Selanjutnya pukulan demi pukulan ia hadiahkan untuk lelaki itu hingga menyusul rekannya yang lain hilang kesadaran dilantai.
Cassandra yanh melotot melihat kejadian itu dengan cepat menatin tangan Amanda dan membawanya pergi dengan mobil miliknya. Adam hanya mampu memandang punggung Amanda yang menjauh dan hilang dibalik pintu mobil berwarna putih itu.
"jaga dirimu" gumam Adam pelan dengan pandangan yang tak putus memperhatikan laju mobil itu hinggal keluar dari area caffe.
...
Belen dan Oma duduk disebuah pondokan pinggir kolam renang dan melihat Divya berlatih berenang disana. Gadis kecil itu terlihat pandai melakukn apa yang instrukturnya perintahkan. Beberapa anak seusianya pun terlihat antusias dengan apa yang coachnya berikan.
"mamy! dady mana?" tanya Divya yang sudah mendapat janji semalam bahwa dadynya akan datang menemaninya berenang.
"tunggu sayang sebentar lagi dady datang" Belen mengenakan handuk kecil pada pundak Divya dan memberikn botol bergambar lumba-lumba berisi air putih pada gadis kecil itu.
"nah lihat itu dady mu datang" ujar Oma dengan menunjuk seorang lelaki dengan celana santai pendek, kals panjang hitam dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya.
Divya sudah girang melihat kedatangan dadynya. Kali ini ia bisa bermain sepuasnya dengan dady. karena jam latihan sudah berakhir kini saatnya ia bebas berenang, ia sangat ingin bermain seluncuran air dan menaiki perahu karet.
__ADS_1
Begitu dekat Divya langsung berlari dan Ibra reflek merengkuhnya dan membawanya dalam gendongan meski bajunya akan basah. Satu ekspresi yang tidak bisa ia sembunyikan, posisi gendongannya tepat pada bekas luka tembaknya dan sedetik itu ia mengeluarkan ekspresi menahan sakit yang dengan cepat ia coba sembunyikan.
"ayo dady cepat ganti baju Yaya mau main itu!" ujar gadia yang masih dalam gendongan itu seraya menunjuk sebuah perosotan dengan warna merah.
"ah maaf sayang, dady capek sekali, bagaimana kalo kita beli eskrim? Yaya suka?" tawar Ibra yang sudah mengganti posisi setengah berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Divya yang telah ia turunkan.
"ah tapi Yaya masih mau berenang! Dady sudah janji" wajahnya yang memberengut itu terlihat amat lucu sekali.
"sayang, dady baru pulang kerja, besok la-"
"ada om Adam sayang!" sebuah suara yang sudah beberapa hari tak mereka dengar secara langsung itu menyita perhatian mereka terutama Oma.
Oma cepat-cepat berdiri dan menghampiri cucunya yang nakal itu. Belen yang perkataannya terpotong itu pun tak menyadari kehadiran Adam disana ia sama-sama terkejut. Sementara Divya sudah girang dan berganti bergelayut pada gendongan omnya itu.
"jangan tanyakan sesuatu kali ini, Oma harus menahannya hingga kita sampai dirumah. Baik sayang om ganti baju dulu ya" ujar Adam yang audah mampu menebak deretan pertanyaan untuk dirinya.
...
plakkk!
"aarrgh!" Amanda tak memberikan sepatah kata apapun hanya Cassandra yang menjelaskan dan menceritakan situasinya.
"cukup Alfario! lo bisa bikin dia mati!" bentak Cassandra yang melihat Amanda seperti tak berdaya, rautmya sudah hampir pucat dengan darah mengalir disudut bibirnya dan pipi mulus yang tadinya berwana pink itu kini terlihat bengkak dan lebam akibat menerima berkali-kali tamparan dari sang kakak.
Amanda sudah tau konsekuensi yang akan ia terima saat dirinya kembali pada kakaknya. Tapi ini semua hanya karena satu alasan. Yaitu cintanya pada Adam. Ia harus segera menyelesaikan urusan ini agar nanti ya ia dan Adam dapat hidup bersama dengan bahagia. Ia hanya dia dengan air mata yang sempat ia taham namun tetap menetes.
__ADS_1
"gue udah ngga butuh lagi! dan Mr. Who sepertinya akan lebih bisa memanfaatkan dia kali ini" gumam Alfario saat menyalakan lintingan tembakau ditangannya.
Amanda reflek cepat menoleh, menatap jengah kakaknya. Entah apa yang kakak laki-laki ya itu rencanakan padanya. bahkan Cassandra pun ikut menatap Alfario dengan raut kebingungan.
"bawa dia kekamar, urus dia dengan benar!" seru Alfario kepada Cassandra sebelum meninggalkan dia adik perempuannya.
Ya Alfario memang bertambah gila udai kematian Anthony ayahnya. Ia sangat semakin ingin membuat Galaxy hancur lebih lagi ingin membuat Archie bersaudara meregang nyawa.
...
Adam mendapat tatapan intimidasi dari Oma, Belen juga Ibra. Ya sebenarnya Ibra juga sudah tahu hanya saja itu memilih ikut para perempuan kali ini. Pihak yang menguntungkan daripada ia harus ikut pusing menjelaskan.
Dengan rinci dan jelas menceritakan kemana saja ia pergi dan tinggal selama ini, dia dan Amanda memang terus berpindah tempat demi keamanan. Tidak lupa ia juga menceritakan kondisi Amanda dan cerita mereka.
"kau yakin dia baik-baik saja Adam?" tanya Oma dengan raut khawatir dan prihatin.
"Kami, ehm dia sangat tahu resikonya. Aku sudah mengutus orang untuk mengawasi serta menjagamya jika hal buruk mengancam nyawanya. Meski aku yakin Oma kali ini ia sedang mendapat hal buruk dari kakaknya" jawab Adam yang kali ini menunjukan raut lelah dan khawatirnya.
"dia pasti terluka Adam, itu berbahaya" protes Belen yang juga menatap suaminya.
"bahkan sekarangpun dia sudah mengalami luka dari kakaknya, tapi dia masih bisa tahan" jawab Ibra dengan menggenggam tangan istrinya.
"jangan buat dia tambah menderita" imbuh Oma dengan tatapan berharap pada dua cucu laki-laki ya.
"segera selamatkan dia dan bawa dipulang Adam" lanjutnya dengan satu tanya terulur pada pundak Adam yang duduk dihadapnnya.
__ADS_1
Adam dan Ibra saling tatap dan kemudian menunjukan satu amggukan kecil. Karena jika sesuai rencana mereka akan segera mengakhiri urusan ini. Mereka juga ingin keluarga mereka memiliki kehidupan lancar dan norma.