Alexavier Archie

Alexavier Archie
Menunggu Waktu


__ADS_3

"ya aku juga sama, aku ingin menikmati pemandangan indah didepanku ini, kasihan mataku terus menerus melihat tumpukan berkas dimeja" balas Adam yang berhasil membuat tawa Amanda pecah. Mata tajam lelaki ini berubah teduh seraya memandang wajah yang ia dambakan.


...


Usai dengan kegiatan makan siang mereka kini Adam dan Amanda sudah siap berjalan mengelilingi kebun teh. Raut sumringah terpancar di keduanya.


drrt


drrrt


drrrt


Amanda memandang ponselnya yang berbunyi, ada rasa sedikit ragu untuk menerima panggilan itu. Setelah menerima panggilan itu bisa ia pastikan moodnya akan berantakan. Hal yang selalu membuat hati dan fikirannya mengalami benturan luar biasa.


"jika penting terimalah Amanda, aku tunggu disana ya?"


Amanda mengangguk mendengar perkataan Adam, menarik dalam-dalam nafasnya kemudian menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"iya kak?"


"kenapa lama sekali, kau sedang apa hari minggu begini" suara Cassandra jelas terdengar ditelinga Amanda.


"a-aku sedang keluar kak maaf" Amanda sedang bimbang apakah ia harus jujur jika dia sedang pergi dengan Adam?


"tumben, aku hanya akan menyampaikan apa yang "dia" katakan jadi dengar baik-baik"


Tak lama setelah Cassandra menyampaikan pesannya panggilan telpon itu pun berakhir.


Benar kan usai menerima telpon itu moodnya hancur berantakan, hatinya merasa sakit dan sesak pikirannya berkecamuk tidak karuan. hanya satu yang ia pikirkan apa yang harus aku perbuat?


Setelah mencoba menetralkan emosinya Amanda menemui Adam yang menunggunya dipintu keluar caffe tempat mereka makan.


"sudah?" Amanda hanya mengangguk, sekarang ia bingung harus bersikap bagaimana pada Adam.

__ADS_1


...


"bagaimana?" suara berat itu terdengar sangat serius, kondisi markas pun cukup panas, bukan karena matahari sangat terik siang ini tapi karena hal yang Louis dapatkan.


"maaf ketua, kami tidak ada jalan lain selain mencari informasi detail dari mobil yang datang ke penginapan tempo hari, benar bahwa mobil itu milik salah satu anggota Titan, tapi yang dilihat dari cctv sepertinya orang yang datang hanya suruhan bukan pemilik mobil. Pemiliknya adalah Ronal Joe, dia adalah orang dibalik penyerangan client karena dirinya akan maju sebagai lawan politiknya. Karena client memiliki potensi menang besar dia mencoba untuk mengganggunya."


"bagus, lalu dimana masalahnya?" Alexavier sempat kaget mendapat telpon dari Louis yang mengatakan ada hal penting dan bahaya yang harus ia sampaikan saat ini.


"kami mendatangi Ronal Joe ketua" kini Martin yang bersuara. karena ini memang idenya. Dia hanya merasa bahwa dia gagal menjaga wilayahnya sehingga ingin cepat membawa dalang dari kejadian itu dan menyeretnya pada Navara, itu juga bentuk rasa tak enaknya yang sudah menuduh Navara. Sedikit banyak ia mengenal Navara karena dia seringkali mengirim barang-barangnya melalui pelabuhan yang Martin kelola.


"Kami menemui Ronal Joe yang sayangnya sedang bersama Deker Doras ketua dari Titan. Kami bertanya baik-baik dengan meminta waktunya memgobrol, namun sepertinya dia memanfaatkan situasi sehingga membuat Deker Doras marah dan menyatakan permusuhan pada Galaxy" imbuh Martin.


"Deker Doras pshikopat gila itu belum pensiun juga? bahkan seharusnya dia sudah menyusul kakekku sekarang. Dia memang gila. Jika Titan menyerang jangan segan-segan untuk melawan dan habisi mereka" ucap Alexavier yang tahu jelas siapa pak tua yang menjadi lawan mereka kali ini.


"tunggu kata Max penyerangan sebelumnya ada hubungannya dengan The Dev bukan?" lanjutnya.


"iya ketua Ronal Joe sengaja membayar orang The Dev untuk menghilangkan jejak bahwa dia pelakunya. tapi kami berhasil mencari hubungan mereka dari rekaman cctv mobil yang anggota The Dev bawa."


"ketua tunggu" suara Martin menghentikan Alexavier yang emdak keluar ruangan.


"saya minta maaf telah gegabah dan membuat siatuasi menjadi sulit" Martin memang merasa bersalah atas kejadian ini, sebab dialah yang gegabah mengambil langkah untuk langsung menemui Ronal Joe.


"tidak perlu meminta maaf, kau hanya perlu bertanggung jawab saja" Alexavier tidak marah, dia tahu cepat atau lambat kumpulan Titan ataupun kumpulan lainnya akan menyerang Galaxy, saling serang, berebut kekuasaan dan wilayah itu hal biasa.


Yang peru diperhatikan kini adalah keselamatan keluarga juga anggotanya, ia tidak mau musuhnya mengetahui lagi jati diri Archie bersaudara. Ia tidak mau keluarga yang amat berharga baginya terancam keselamatannya.


Ia harus cepat pulang memberi tahu kondisi tersebut pada Belen agar lebih berhati-hati.


...


Tujuan Ibra bukan rumah tapi toko kue Matahari karena istrinya berada disana. Dengan segera dia memacu mobil jeep Cheeroky hitamnya meneribos kemacetan kota dihari minggu.


Sampai disana ia melihat 2karyawan Belen sedang bersiap pulang dengan motor matic mereka, menyisakan Belen juga Romi yang sedang menyiapkan kunci rollingdoor. Hari minggu mereka memang tutup cepat, jam 3sore.

__ADS_1


"ke, ehm tuan Ibra selamat sore" Romi mengehentikan aktifitasnya dan menyapa ketuanya.


"Romi kau sudah dengar kondisi terkini?" tanpa Ibra dengan suara rendah.


"iya saya sudah diberitahu markas, ini cukup gawat" jawab lelaki dengan celemek berwarna coklat yang masih melekat dibadannya itu.


"apanya yang gawat bang?" Belen menyerobot pembicaraan dua orang itu.


"kita bicarakan ini dirumah, ayo pulang" Ibra menoleh ke arah istrinya sementara Romi segera menutup rollingdoor toko dan pamit kepada bosnya serta ketuanya.


Belen pulang bersama Ibra menggunakan mobil Belen, sementara mobilnya nanti akan diurus oleh Raka. Mereka menyusuri jalanan yang semakain ramai saat menjelang sore.


...


"jadi apa yang abang bicarakan dengan Romi tadi?" tanya Belen setelah usai dengan kegiatan mandinya.


Ia duduk disamping suaminya yang sedang berkutat dengan tab ditangannya, mereka kini sedang berada di balkon kamar.


Ibra mengulas napas beratnya.


"nanti saja tunggu Adam pulang aku malas mengulang cerita" bukan menjawab Ibra malah membawa istrinya dalam pangkuannya, dan setelah ini sepertinya Belen harus mengulang kegiatan mandinya lagi.


...


"nah disitu! 1 2 3" Adam begitu senang mengambil gambar Amanda, dan gadis itu lebih senang lagi karena ini kali pertamanya ia pergi selain dengan kakaknya. Ia sudah membulatkan tekad akan melakukan tugasnya dengan baik meski konsekuensinya adalah kehilangan cinta yang mulai tumbuh dihatinya. Namun baginya kini lebih baik membuat kenangan indah sebelum waktunya habis.


"kamu sudah lelah?" Adam bertanya pada Amanda yang berjalan disebelahnya bahkan tangan mereka kini saling menggenggam, menyalurkan rasa hangat.


"aku lelah tapi rasa bahagiaku mengalahkannya" sahut Amanda sembari membawa rambutnya kebelakang telinga.


"baik ayo kita pulang sebelum gelap" Adam tentu bahagia mendengar jawaban Amanda juga, ia kembali tersenyum melihat genggamannya yang berbalas.


Ia sedang menunggu waktu, menunggu bahwa Amanda adalah gadis yang baik untuk dirinya juga keluarganya juga menunggu waktu abangnya memberi ijin saat itulah Adam akan mengatakan isi hatinya juga keinginannya untuk memiliki gadis yang kini bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2