Alexavier Archie

Alexavier Archie
Tertembak


__ADS_3

"dasar b**oh! cari mati" ucap Ibra dengan decihan dari mulutnya.


"jangan sok hebat Alexavier! kau hanya sendiri! lebih baik ucapkan kata terakhirmu" seorang yang berhadapan tepat dengan Ibra memberi kode dan satu tembak terdengar.


dorr


Dengan lihainya seorang Alexavier menghindar, meraih dua pistol disamping tubuhnya. Membuat tembakan membabi buta agar lawan tak sempat membidiknya. Dan diwaktu yang tepat satu persatu pukulan dan tendangan ia arahkan pada lawan.


Mengepung dengan senjata bukanlah ide yang bagus bukan. Salah salah mereka bisa menghabisi teman sendiri. Dan itu yang terjadi, senjata ditangan mereka hanya mereka bawa tanpa mereka gunakan. Kesempatan itu membuat Ibra dengan segera menghabisi lawan dihadapannya.


doorr doorrr


Lawan yang mendapat kesempatan terus mencoba meluncurkan peluru kepadanya. Tersisa 3 lawan sekarang, dan strategi tadi tidak bisa ia gunakan kai ini. Dengan posisi setengah berjongkok karena barusana menghajar seorang lawan mata tajam Ibra atau Alexavier itu mengarah pada tiga lawan yang masih berdiri dihadapannya.


"sekarang kau mau apa hah! ujung-ujungnya kau juga akan mati!" seru salah seorang dari mereka.


Dengan santainya Ibra berdiri, menghadap tiga lawan yang mengarahkan senjata padanya. Jika saja ia tak mengenakan masker pasti mereka bertiga akan mengurungkan niatnya karena melihat smrik mengerikan dari Alexavier Archie.


"kalau kalian bisa bajulah br***sek!" balas Ibra dengan nada yang masih tenang, ia sudah lama tidak melakukan perkelahian seperti ini, dan menurutmya ini seru, pas untuk pemanasan sebelum peperangan Galaxy dengan musuh-musuhnya.


sraakkkkk


"aaarghhh!!"


Tanpa ada yang mengetahui pergerakan tangan Ibra, sebuah senjata mirip suriken telah tertancap pada seorang lawan. Kini dua lawan dihadapnnya terihat seperti ragu-ragu, menatap teman mereka merintih kesakitan dengan tangan berlumur darah.


"ayo, satu-satu atau dua langsung juga boleh" ejek Ibra pada dua lawannya.


"br***sek!" eram salah seorangnya dan merik pelatuk ditangannya.


dooorrr


doorrr

__ADS_1


doorrr


Bak film action Ibra dapat membaca arah peluru yang datang dan menghindar lalu meluncurkan lagi sebuah suriken yang tepat mengenai leher lawan yang menyerangnya. Dan satu lagi ia lemparkan pun mengenai perut lawan terakhir.


dorr


"argh! b***sat!" dengan cepat Ibra mengincar satu orang lagi dan menghujaninya dengan suriken yang tersisa.


Sialnya satu tembakan yang tidak ia ketahui itu mengenainya. Kini perut sisi kirinya terlubanginoleh peuru yang sudah membuat baju yang ia kenakan berlumur banyak darah. Dengan cepat Ibra menaiki kembali mobilnya. Melajukannya cepat menuju markas.


...


"aku tidak masalah Adam, aku pasti baik-baik saja. Aku percaya kamu akan selalu menjagaku, dan datang menyelamatkanku jika hal buruk terjadi" Adam sudah menjelaskan perihal apa yang Martin sampaikan kepadanya.


"tidak, aku tidak akan biarkan itu Amanda kamu tau ini-"


"aku akan baik saja" potong Amanda dengan senyum diwajahnya.


Adam hanya diam tidak mampu pagi berkata, mereka berdua sudah berdebat soal ini hampir satu jam dan belum juga ada kesepakatan. Dan kali ini dengan nafas panjang yang ia keluarkan Adam mengangguk menyetujui langkah yang Amanda ambil.


...


tiiinnn tiiinnn tiiinn


Bunyi klakson tengah malam itu membuah anggota yang menjaga gerbang terperanjat. Mobil wrangler itu melaju masuk begitu gerbang setinggi 3 meter itu terbuka.


"apa yang terjadi ketua?!" seru salah seorang dokter yang ada diklinik dalam markas tersebut melihat ketuanya datang dengan bersimbah darah.


"cepat obati saja" desis Ibra yang sudah menaikan tubuhnya keatas ranjang pasien dan membuka seluruh atasan yang ia kenakan.


Dengan dibantu dua perawat yang juga anggota Galaxy dokter itu dengan segera membersihkan serta mengeluarkan sebuah peluru dari tubuh ketuanya. Kini dokter dengan kacamata yang bertengger di hidungnya itu tengah menjahit robekan bekas bersarangnya peluru itu.


"siapa yang melakukan itu ketua!" Raka dan Ivan yang mendengar kondisi ketuanya langsung berlari menuju klinik dan melihat ketuanya masih terbaring dan dokter tengah menjahit lukanya.

__ADS_1


"bisa jadi anak buah Ronald Joe bisa jadi Titan atau bahkan suruhan Gerhana, mereka membuntutiku sebelum aku sampai markas dan menyerangku" jelas Ibra dengan suara menahan ngilu di area perutnya.


"para b*****an itu mulai kelewatan! mereka terus melangsungkan serangan seperti ini, kita harus segera memberi mereka pelajaran ketua!" Ivan begitu emosi melihat berbagai serangan kepada mereka.


"bagaimana Kenrich?" tanya Ibra pada dua tangan kanannya itu.


"tadi dia menelpon dia bilang Amanda mau masuk dalam rencana kita" sahut Ivan yang sudah mendapat kabar dari Martin.


"bagus, segera lakukan sesuai rencana"


Bagusnya sebelum pergi tadi Ibra sudah pamit kepada Belen untuk pulang pagi hari, karena ia tidak mungkin mengatakan kepada istrinya bahwa ia mendapat sebuah serangan seperti itu. Ia harus membuat istrinya tidak banyak pikiran.


Pagi hari tiba, Belen tang tidak mendapati suaminya berada disisinya pun tidak khawatir karena semalam Ibra sudah pamit kepadanya. Usai mencuci muka dan berganti baju Belen menuju kamar Divya. Gadis kecil itu tengah mandi sekarang. Belen memutuskan untuk mengecek ulang isi tas dari anak kecil itu.


Begitu sarapan usai Belen yang sudah rapi juga Oma pun menuju mobil mereka untuk mengantar Divya ke kolam renang tempat ia les berenang gadis kecil itu amat riang digandeng oleh mamynya.


"silahkan nyonya" sapa Dominic membukakan pintu.


Sebelumnya pun tentu Dominic sudah diberi tahu oleh Alexavier bahwa jangan mengatakan hal apapun kepada Belen terutama insiden tertembaknya dirinya.


"Semalam Adam menelpon Oma" ucap Oma begitu mobil yang mereka tumpangi melaju.


"Dia bilang dia akan pulang sore nanti, apa kau mengetahui sesuatu Dom? aku dengar suaranya amat berat" lanjut Oma yang mendapat perhatian dari Belen juga Dominik.


"maaf nyonya fokus saya sekarang adalah menjaga anda dan nyonya Belen. Jadi soal hal yang terjadi mengenai markas jika tidak menyangkut anda saya tidak diberi tahu" jawab Dominik yang jelas berbohong karena itu perintah ketuanya.


"apa dia akan bersama Amanda Oma?" tanya Belen.


"entahlah dia tidak menyinggung mengenai itu. Bahkan saat Oma berkata ingin bicara kepada Amanda pun ia selalu beralasan" secara tidak sengaja Oma dan Belen sama-sama menatap Dominik yang tengah fokus menyetir.


Dominik pun sadar dirinya tengah jadi sasaran dua wanita dibelakangnya namun ia memilih diam, itu lebih baik dari pada ia salah bicara. Belum lagi salah bicara mengenai kondisi Alexavier.


...

__ADS_1


Brak!


"aku bahkan tidak perduli dengan wanita pembohong sepertimu! kau! aku sudah salah menjatuhkan hati kepadamu! aku kira kau berbeda dengan kakak mu tapi aku salah! aku salah telah membawamu pergi!"


__ADS_2