Anak Genius : Ayah Anakku CEO

Anak Genius : Ayah Anakku CEO
14. Terbangun Dari Ingatan


__ADS_3

Lepaskan aku lepas. Seseorang itu memelukku dan tanpa sadar perasaan panas melanda sekujur tubuhku dan aku berasa di pelukkan seseorang yang sama sekali tidak aku kenali.


Teriak dan terbangun, meminum air tepat di meja samping ranjangku.


"Astaga. Aku mimpi buruk lagi tentang kejadian waktu itu." Kembali ke posisi awalnya lalu menarik selimut dan mencoba tertidur kembali.


Jika aku terbangun lagi di kesunyian, jangan biarkan aku terbelenggu dari sumber kepedihan. Ku harap kau tak menyesali segala sesuatunya.


"Bagaimana jika kepulanganku ke negara ini membuatku kehilangan anakku? Terbangun dan memasuki kamar anaknya yang tertidur pulas. Sayang mama ini, jangan pergi jauh-jauh ya sayang. Kau adalah duniaku, aku takkan bisa hidup jika tak ada dirimu. Semangatku, sayang ku." Peluknya erat dan tertidur pulas.


"Ya ampun apa mama mimpi buruk lagi ya? Kenapa sangat erat sekali memelukku." Batin anak kecil itu.


Pagi ini terasa indah, banyak perjalanan yang sudah aku dan mama jalani. Gadis cantik ini adalah mamaku, dalam keadaan apapun tetap saja dia akan menjadi wanita pertama yang paling cantik di hidupku.


"Ma. Memanggil dan mencoba membangunkan. Baiklah kalau begitu aku pergi mandi dahulu dan setelah itu menyiapkan sarapan." Bergegas memasuki kamar mandi dan masih sempatnya bermainkan bebek-bebekan dan berendam.


"Sebenarnya bagaimana si wajah ayahku. Aku tak pernah tau. Sambil berendam dan berfikir. Ah iya benar juga, gelang itu. Buruh-buruh mandi dan berpakaian memasuki kamar mamanya. Hmmm. Dimana mama sembunyikan ya?" Mencari-cari di semua celah lemari dan memasuki ruangan pakaian ibunya. 


Terlihat sebuah kotak yang sangat ia kenali, anak lelaki itu menaiki tangga dan mengambilnya tepat di rak paling atas samping tas ibunya. Dan membuka kotak tersebut terlihat gelang itu ada disana.


"Hmmm galang yang unik. Apakah mama mau menyembunyikannya begitu lama padaku. Sambil berpikir dan mengambil tabletnya mengecek jenis gelang tersebut. Astaga gelang ini mahal sekali, seharga satu rumah sultan. Paman Lana pasti akan berpikir membeli ini sebagai barang actionnya. Mck." Menggelang kepala dan mengetik pencarian.


Orang Indonesia yang  mampu membeli gelang yang dipegang anak tersebut. Keluar 3 orang di hasil pencarian.


"Astaga, pria tua. Menggeser foto. Hmm terlalu muda. Menggeser foto. Ahh. Anak itu terkejut. Bukannya pria ini sangat mirip denganku?" Berkaca dan memperbesar gambar foto tersebut dan membandingkan wajahnya dengan wajah yang ada di tabletnya. Impossible, kami benar-benar mirip. Mengecek latar belakang pria tersebut. Astaga dia CEO di Perusahaan mama, apa ini? Apa mungkin mama mengejarnya? Atau aku yang salah. Mematikan tabletnya. Aku tidak mau menyimpulkan apapun, nanti aku akan tanya mama dan sekarang mari memesan makanan karena aku lapar." Keluar dari ruang ganti ibunya.


Terlihat wanita itu sedang minum air putih di dapur. Kantung matanya kelihatan menandakan dia susah tidur dan membuatnya terjaga beberapa hari ini.


"Maa. Boleh pesan makanan?" Tanya anak tersebut.


"Tentu saja sayang. Mama mandi dulu ya." Mencium kening anak tersebut.


Gadis itu memasuki kamarnya dengan sempoyongan, terlihat ekspresinya sedikit memucat, dan wajahnya terlihat kusam.

__ADS_1


"Astaga apa karena perubahan cuaca disini ya. Aku Tak pernah mengalami masalah kulit seperti ini batinnya. Menatap tubuhnya yang elok di depan cermin besar. Baiklah untuk hari ini saya harus perawatan. Menyiapkan air mandi dan berendam. Ah, surga dunia sangat melegakan." Pungkasnya.


Selesai mandi dan beberes, wanita itu keluar kamarnya dan melihat anaknya sudah menonton tv dan seperti biasa menggunakan Tabletnya untuk mencorat coret, coretan anak itu bukan coretan biasa. Pernah di suatu ketika lukisan anak ini menjadi nilai jual yang sangat mahal di london. Kelihatannya setiap hal yang dilakukan anak ini adalah sumber keajaiban.


"Sayang bagaimana dengan makanannya sudah datang?" Tanya ibunya mendekatinya dan melihat gambarnya di beberapa kertas dan tabletnya.


"Belum ma. Mama perhatikan bentuk garis ini, sepertinya lengkungan nya sangat bernyawa." Sambil menunjukkan tabletnya dan beberapa gambar di dalamnya.


"Wah sayang jika dibalik menjadi wajah lelaki dan jika dilihat dari samping seperti gambar singa." Jawab wanita itu.


Anak lelaki itu sedikit berfikir membolak balik kertas yang di gambarnya.


"Hmm. Bagaimana jika aku menambahkan ukiran gelang tersebut digambar antara lelaki dan singa ini ya. Ternyata mama cukup peka dengan pesan yang ingin aku sampaikan. Gumam dalam hati. Hmmm mamaku memang terbaik, selalu saja tau apa yang ingin aku lakukan." Memberikan Jempolnya.


Bel berbunyi seorang pengantar makanan datang.


"Mama, mana uangnya biar aku yang ambil." Ucapnya berdiri bangkit menuju pintu.


Membuka pintu dan mengambil pesanan lalu membayarnya.


"Maaf adek kecil ini kelebihan." Ucapnya.


"Sudah tips buat anda pak.vMenutup pintu sambil tersenyum. Ini ma." Membawa 3 kotak besar pizza dan 2 gelas pepsi.


"Ya ampun sayang banyak sekali makanannya." Ucap wanita itu menggeleng-geleng kepala.


"Satunya untuk nanti malam ma. 2 piringan kita makan sekarang ya ma, hehe." Tawanya.


"Baiklah, baik. Jangan tidak di makan ya sayang, kasian makanannya." Mengingatkan hal baik pada anaknya.


"Baiklah ma. Keyran paham." Memberi jempol pada ibunya dan melanjutkan menggambarnya.


"Jika kamu butuh mama, mama ada di ruang kerja ya sayang." Mengecup lembut kening anaknya.

__ADS_1


"Baik ma. Kelihatannya suasana hati mama sangat bagus, aku akan melanjutkan lukisanku ini. Bagaimana dengan ornamen oreng, merah, abu dan hitam ya. Sepertinya semuanya jika dipadukan menjadi sangat bagus. Oke selesai." Mengupload karyanya di akun pribadi anak tersebut.


"Kita lihat apa yang akan terjadi akibat ulah tangan ajaibku ini hihi. Oh iya cantumkan lokasi. Mengetake lokasi Indonesia. Hmm saya sangat senang sekali membuat para fans saya cemburu. Gumamnya . Huaaa. Aku ngantuk, ayo kita bereskan makanan diatas meja dan merapikan alat tulisku ini dan mari tertidur." Tertidur pulas tepat di samping semua gambarnya.



Lapangan golf, seorang lelaki bertubuh tinggi tersebut sedang memainkan pukulannya yang sangat cantik, bola melambung tinggi dan masuk. Sekali pukulan yang sangat sempurna.


"Kelihatannya mood mu sedang baik hari ini." Ucap Ken yang sedang duduk di belakangnya menggunakan kursi panjang.


"Kerjaanmu hanya rebahan saja wahai makhluk malas." Ucap Leon mengejek.


"Aku tak malas hanya kurang tidur saja gara-gara kamu." Jawabnya.


"Ayolah, menjadi tangan kanan sekaligus merangkap sekretaris itu sudah tugasmu."  Memukulnya kembali dan menatap ke arah bolanya.


"Baiklah setidaknya beberapa pekerjaan akan ringan di hari senin besok." Gerutu Ken. 


"Sudah dapat kabar hubungan Icha, sekertaris dan Arfandy mengapa bisa bersamanya?" Tanya Leon.


"Wah jarang sekali kau bisa sangat penasaran akan seorang wanita. Ken berdiri menghampiri Leon yang baru saja duduk disampingnya lalu memegang bahunya dari belakang dan berbisik. Aku jadi lebih suka dirimu yang sekarang daripada dirimu lima tahun kebelakang." Tawanya.


"Dasar kau." Memukul dengan kanebonya.


"Aduh. Kan memang benar, sejak kau melakukan malam yang indah bersama gadis perawan itu kau menjadi merasa bersalah. Bisa ku tebak kau mencintai gadis 5 tahun yang lalu itu mangkannya kau tak bisa lupa bukan? Lalu kau tertarik dengan gadis single parent itu." Tawa Ken cukup besar.


"Bukan badanmu saja yang remuk nantinya ya, tapi kepalamu akan terpisa dari badanmu." Tatapan Leon sangat serius.


"Astaga aku takut. Ken mendadak serius. Aku paham, tapi apakah kau tak sadar dengan kelakuanmu belakangan ini. Coba deh pikir, aku pergi dulu ya. Sambil berdiri lagi dan melambai.


"Hmm. Apa benar aku hanya tertarik kepada wanita itu karena dia sangat mirip dengan gadis waktu itu. Sulit dipercaya, aku tak mempercayai diriku lagi." Gerutunya sendirian.


Jika ada persamaan dari cinta, mungkinkah aku bisa mencintai lagi seseorang yang dulunya pernah aku cintai?

__ADS_1


__ADS_2