
Lelaki itu menarikku dan mendekapku ke belakang lalu mencium bibirku.
"Beberapa kejadian terlintas di otakku bahkan bau tubuh lelaki ini sama dengan lelaki 5 tahun yang laku itu." Batinku mendorongnya dan Lift terbuka.
Gadis itu lari ke toilet dan mencuci mukanya.
"Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Pak Leon?" Gerutu gadis itu.
"Ataga Leon apa yang kau lakukan. Menepuk jidatnya. Kenapa kau begitu cemburu melihat kedekatan mereka." Menghela nafas panjang.
Ken yang mengikuti mereka berdua kaget melihat gadis itu berlari keluar dari lift.
"Leon apa yang terjadi? Menghampiri CEO muda itu. Kenapa Keila?" Tanyanya kaget.
"Sepertinya aku tak bisa menahannya lagi." Ucap Leon pergi diikuti Ken.
"Menahan apa?" Tanya Leon berdiri dari lantai atas melihat Keila memasuki mobil Arfandy.
"Kau cemburu?" Tanyanya.
"Sepertinya." Menepuk jidatnya kembali.
"Astaga." Menghela nafas.
"Aku tak sengaja menciumnya di lift." Ungkap Leon.
"Ha. Teriak Ken. Kau gila." Ucapnya.
"Sekarang ke ruang kendali dan hapus rekaman itu lalu daftarkan pernikahanku dengan Keila besok pagi." Perintahnya.
"Ha. Teriak Ken kembali. Kau gila?!" Ucapnya kembali.
Lelaki itu berjalan menuju parkiran dan hendak memasuki mobilnya dengan Ken.
"Kenapa kau ikut masuk. Kau harus hapus cctv barusan." Ucap Leon membuka pintu mobilnya.
"Sebegitunya kau cemburu dengan Arfandy?" Menggeleng kepala dan mengacak rambutnya.
"Dia ibu dari anakku sewajarnya kan jika aku menginginkan mereka berdua. Menghela nafas. Ken hubungi aku lagi besok aku mau pulang dahulu." Memasuki mobilnya dan melaju sangat kencang.
__ADS_1
"Astaga Leon." Teriak Ken pergi ke ruang kendali cctv.
Icha yang tak sengaja mendengar percakapan itu pun kaget dan terduduk di balik pintu darurat.
"Astaga aku gak salah dengar kan? Jadi ayah dari anak Keila itu kak Leon?" Tersungkur di lantai.
Lana berjalan kesana kemari mencari kekasihnya dan tak menemukannya dimanapun, terlihat seorang sempoyongan berjalan ke arahnya. Lelaki itu langsung memeluknya dan menangkap tubuhnya yang ambruk begitu saja.
"Hei sayang kau kenapa?" Tanya Lana dengan ekspresi bingung melihat kekasihnya berwajah pucat seperti mayat.
"Sepertinya aku ingin ke bar." Ucap Icha.
"Kau gila atau apa? Aku antar ke apartemenmu saja. Ucap Lana menggendong Icha. Kau pasti belum makan malam. Ngomel sambil memasukan gadis itu ke dalam mobil. Mangkannya kau lemas seperti mayat." Masih ngomelin kekasihnya.
"Bukan itu. Jawabnya aku hanya … aku hanya." Terdiam tak bisa berbicara atau menceritakan apa yang baru saja dia dengar.
"Aku hanya apa? Aku hanya lupa memakan makananku begitu?" Balas mengomel dan memasangkan sabuk pengamannya.
"Iya aku hanya lapar. Ucap gadis itu dan bersandar di kaca jendela mobil. Semuanya belum pasti aku harus mencari tahu terlebih dahulu." Gerutu Icha dalam hati.
"Baiklah kita cari makan ya." Ucap Lana mengelus kepala gadis itu.
"Apa ini, tapi apakah memang Keila tak mengenali kakakku?" Batinnya lagi sambil memukul kepalanya di jendela mobil berkali-kali.
"Ah maaf aku gak sadar." Dan sampai di apartemen ketiduran.
"Ya ampun gadis ini selalu saja bisa tertidur di tempat manapun. Memangnya dia gak takut dengan pria jahat yang akan membawanya. Membatin sendiri. Hmmm aku juga seorang pria. Memukul kepalanya lalu menggendong gadis itu memasuki apartemennya.
…
Di Apartemen Keila, gadis itu meminum bir langsung dari botolnya dan mengingat ingat kejadian bersama Bos tampannya itu.
"Sebenarnya apa yang dia pikirkan sih? Gerutu gadis itu sambil mengingat kejadian 5 tahun lalu. Bau tubuhnya dan suasana Lift. Apa mungkin lelaki itu ayah Keyran? Tapi bagaimana bisa? Untung saja besok hari libur." Menghabiskan malamnya dengan sebotol Bir tersebut.
Malam-malam tampak sunyi dan angin berhembus kesana kemari menemani gadis itu yang tertidur di ruang tamunya.
Pagi hari nya, anak kecil itu terbangun dan menemukan dirinya sudah berada di kasur kamarnya. Anak itu berjalan keluar sambil mengucek matanya.
"Ma, ma. Ucapnya dan ke kamar mandi mencuci wajahnya dan setelah itu menemukan mamanya sedang tertidur di sofa ruang tamu. Ya ampun mama pasti kelelahan. Gerutunya. Hmm sebaiknya aku pesan gofood ayam sana." Segera mengambil tablet dan memesan makanannya.
__ADS_1
Anak lelaki itu menghidupkan televisinya dan menonton kartun dengan volume yang sangat kecil karena takut membangunkan mamanya.
"Hmm film kartun ini sangat biasa sekali." Ucapnya dan melihat gelang yang diberikan oleh Leon kepadanya di launching perdana gelang edisi terbatas itu dan anak itu sebagai desainernya.
"Ayahku sungguh menggemaskan. Berdiri dan keruangan ganti pakaian ibunya lalu membuka kota tersebut. Wah sama persis." Lalu mengembalikannya ke kotaknya semula.
Tingnung. Tingnung. Suara bel pintu.
Terdengar suara pengantar makanan itu datang.
"Iya sebentar. Ucapnya berlari ke pintu dan terlihat lelaki tampan itu sudah ada di depan rumah. Ayah." Ucapnya.
Lelaki itu hendak berkunjung kerumah Keila dan Keyran dan menemukan seorang pengantar makanan yang menekan bel tersebut.
"Sudah ayah bayar." Ucap lelaki itu.
"Terima kasih ayah. Sambil mempersilahkan masuk. Stsss … mama kelelahan jangan bangunkan." Ucap anak itu.
"Baiklah. Sekarang makan sedikit dan mandilah, aku akan mengangkat Ibumu ke kamarnya." Perintah lelaki itu.
"Oke ayah." Langsung bergegas ke kamar mandi.
Lelaki itu menghampiri gadis itu yang tertidur di sofa dan mengangkatnya ke kamarnya lalu meletakkannya perlahan di kasur.
"Gadis bodoh ini. Tangan gadis itu memeluk Leon dan membuatnya hampir mencium kembali gadis itu. Bahkan saat tertidur kau juga ingin menggodaku. Kecupnya sekali ke bibir manis wanita itu. Aku culik anak kita dulu ya." Tersenyum lalu menutup pintu.
Setelah terbangun Keila menyadari dirinya sudah ada di kamar. Dan pergi keluar kamar mencari air putih di dapurnya lalu melihat ke arah ruang tamu.
Setengah sadar gadis itu menyadari sesuatu dan menggeleng kepalanya, namun masih belum mengingatnya.
Tercium aroma ayam goreng dan gadis itu duduk di meja makannya lalu tertidur di meja itu selama 15 menit sambil berfikir.
"Kenapa ada aroma ayam ya di meja, di mana Keyran kenapa dia tak membangunkan aku. Gerutunya sambil menutup mata dan setelah berpikir agak lama dia membuka matanya. Ha! Ayam." Memegang bungkus ayam tersebut baunya masih sangat wangi dan ada tulisan dari anaknya.
Pesan dari Keyran.
"Mamaku tersayang maaf membuatmu kuatir lagi, aku bersama Ayah Leon jalan-jalan ke taman hiburan dia mengatakan ingin memberiku hadiah untuk ulang tahunku ke 5. Mama jangan marah ya, mama juga boleh menyusul.
Oh iya tadi Ayah yang mengangkat mama kembali ke kasur karena Ayah melihat mama kurang nyenyak tidur di sofa. Sekian. Dari Keyran anak mama yang paling tampan." Tulisnya.
__ADS_1
"Astaga anak ini." Mendadak matanya seterang lampu dan bergegas mandi bersiap menyusul mereka.
Jika di berikan waktu untuk berpikir kembali mengulang setiap hal akankah aku ada di fase itu dan terus berulang kali ada disana? Mungkin saja.