Anak Genius : Ayah Anakku CEO

Anak Genius : Ayah Anakku CEO
22. Pendekatan


__ADS_3

Suasana pagi yang indah menjadi terganggu, seorang gadis yang tak dikenali Keila itu menerobos masuk ke kantor bosnya. Keila tak memperhatikan gadis itu sampai pada saat Leon menyeret gadis cantik itu keluar dari kantornya.


"Ken aku kan pernah katakan, jangan ada yang menggangguku di jam kerjaku." Teriaknya dan hal itu mengacaukan mood Leon pada saat itu.


Tatapan Leon menatap Keila yang kaget. Sosok tampan yang di kenalinya itu bisa juga bersikap sangat keras dan tegas. Keila memakluminya karena ini hari senin, banyak pekerjaan dan tugas baru menumpuk. Dan gadis itu hanya berfokus dengan layar komputernya dan memperhatikan apapun yang terjadi. Karena ini hari pertamanya dan gadis itu tak mau terusik akan hal itu.


Gadis tersebut tersungkur di lantai dan Ken membantunya berdiri sambil berbisik.


"Kau salah waktu sayang." Ucap Ken.


"Ken, aku tak mau ada orang yang gak berkepentingan mengganggu pekerjaanku di jam kerjaku." Tegasnya memasuki kantor.


Para pegawai banyak berbisik membicarakan gadis yang tidak tahu diri itu. Kelihatannya gadis itu tidak jerah juga mengganggu tuan muda.


Gadis itu berhasil berdiri dibantu Ken. Dan menuju ke meja Keila lalu berteriak.


"Jadi kau gadis yang membuat tuan tidak mau menghubungiku lagi." Teriaknya yang dihentikan Ken.


"Kau salah sangka Prilly." Tarik Ken mencoba membawa gadis itu keluar.


"Kau jangan tak mendengarku." Ucap Prilly.


Keila memakai earphone mendengarkan lagu agar pekerjaannya tenang, bebas hambatan dan gangguan namun gadis itu tiba-tiba saja mengganggunya.


"Hei. Teriaknya lagi melemparkan berkas dari meja Keila yang membuatnya menoleh dan melepas earphone. Haha baru kau melihatku kan?" Ucap Prilly sangat senang.


"Maaf nona anda mengganggu pekerjaanku, pak Ken tolong antarkan Nona ini menyingkir di mejaku." Ucap Keil dengan nada datar.


"Apa katamu?!" Nada emosi.


Satu tamparan hendak mendarat menuju pipi Keila.


Dan satu tangkapan tangannya, berhasil mendorong Prilly mundur sedikit.


"Maaf nona, anda salah, anda salah orang jika berurusan dengan saya. Silahkan tinggalkan ruangan saya." Pungkasnya.


"Awas kau." Ucap gadis itu dibawa Ken untuk keluar dari kantor.


Pemandangan itu membuat Loen takjub, gadis itu ternyata berani melawan jika dirinya dalam keadaan yang tidak mengenakan untuknya.


"Aku suka wanita yang bisa ditempatkan di setiap keadaan dan mampu mengambil sikap di situasi apapun. Gadis ini sangat menarik." Batin nya dan kembali mengerjakan pekerjaannya.


Kegilaan yang pernah ku lakukan beberapa tahun lalu adalah terjebak dari jebakan para wanita yang ingin memilikiku seutuhnya. Yang benar saja, aku terjebak di sebuah tempat yang sudah sering aku kunjungi. Saat tersadar bahwa minumanku dicampur oleh obat yang membuatku panas dingin saat itu aku mengerti betapa banyak wanita yang menginginkan kekayaan secara instan bahkan berupaya memiliki anak bersamaku.

__ADS_1


"Tapi gadis ini kabur pada pagi itu dan menghilang selama ini. Apakah dia pura-pura tak mengenalku atau ini hanya kebetulan saja." Gamamnya.


Tak menyadari ketukan pintu sebanyak 3x itu tak menyadarkannya juga dari sebuah lamunan.


"Pak, Pak Leon. Ucap gadis itu dari setengah pintu yang dimasukinya. Boleh saya masuk." Ucapnya.


"Silahkan." Terbangun dari lamunannya. 


"Ini berkas yang sudah saya baca dengan teliti dan bapak bisa memeriksanya kembali lalu tanda tangan disini pak." Memberikan berkas dan menjelaskan satu persatu. 


"Oke, nanti saya akan panggil kamu lagi." Ucapnya.


"Baiklah kalau begitu pak, bapak tau mencari saya dimana." Ucapnya dengan senyuman dan berjalan keluar dari kantor Leon.


Wangi khas yang sangat dikenali Leon, banyak pertanyaan yang ingin diajukan namun Leon takut salah berkata dan menyakiti gadis itu.


Sambil berpikir keras, "bagaimana membawa gadis itu dan anaknya tinggal di rumahnya dan menjadi satu keluarga. Sambil berpikir keras. Akankah tidak akan ada terjadi berita menyimpang jika hal ini terjadi." Menghela nafas dan melihat dari kaca jendela kantornya yang ke arah meja sekretarisnya itu langsung.


"Sepertinya didikan keluarganya sangat baik. Tapi di berita aku tak menemukan bahwa dia masih memiliki keluarga selain anaknya itu." Batinnya lagi.


Tak berapa lama Ken masuk ke kantornya dan menghela nafas panjang.


"Kau. Menunjuk Leon. Bisakah kau langsung penjarakan saja gadis itu." Gerutu Ken.


"Sepertinya kau harus hati-hati. Ayahnya cukup berpengaruh di daerah kita." Sedikit mengancam.


"Aku tak peduli. Atau kita bangkrutkan saja perusahaan ayahnya." Nada datar.


Ken mendadak histeris.


"Kau gila. Sambil mengacak rambutnya. Astaga, kau gila." Teriaknya lagi.


"Kalau begitu kencani saja dia." Ucap Leon masih memastikan tak ada kesalahn di berkasnya.


"Aku. Idih ogah bener. Pungkasnya. Lagian aku sudah lama berpacaran dengan Mily. Aku akan melamarnya ketika dia pulang." Ekspresi berbunga-bunga Ken.


"Baiklah, mungkin kau sudah terlalu lama tak bertemu dengan Emily. Bagaimana kabarnya?" Tanya Leon.


"Baik-baik. Oh iya, aku ada kabar terbaru ni. Mendekati Leon dan mengeluarkan padnya. Lihat ini gambar anakmu." Menunjukkan.


"Gambarnya yang launching sabtu malam itu  sudah di sukai 10 juta orang dan di tawar banyak orang." Pungkas Ken.


Mata Leon sangat berbinar melihat kepintaran anak itu dalam belajar dan berkarya.

__ADS_1


"Pantas saja banyak penggemarnya, anak itu tampan dan pintar menurun dariku." Ejeknya pada Ken.


"Kau ini bisa saja. Tapi Keila hebat ya, dia bisa menghadapi Prilly dengan kepala dingin. Aku salut." Menunjukkan kedua jempolnya.


"Hmmm." Leon melirik ke arah Keila dan kembali melihat berkasnya.


"Baiklah, aku akan pergi ke pusat lelang terlebih dahulu. Jika kamu memerlukan sesuatu kabari aku. Jadwal Mu mulai hari ini dipersiapkan oleh Sekretaris. Jika butuh apa-apa kabari aku." Pungkasnya menunjuk Leon.


Leon hanya menggeleng. "Semakin tua kau semakin gila." Melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.


Jam istirahat pun datang Keila mengecek hpnya dan telihat sepasang kekasih itu mengirimkan chat padanya.


Pesan dari Lana. " Kakak ipar, aku akan menjemputnya Keyran, di pulang di jam berapa?" Tanya nya.


"Dia pulang di jam 2 siang, kalian bisa pergi kemanapun jika mau. Aku akan mendaftarkannya les agar kamu tidak perlu setiap hari menjemputnya jam 2." Balas Keila.


Pesan dari Icha. " Hei ibi sekretaris berminat tidak makan siang bersama ibu Direktur?" Tanya Icha.


"Baiklah, aku akan segera mendatangi kantor mu." Balas Keila ke Icha.


Ekspresi Keila terlihat sangat bahagia di hari kerja pertamanya. CEO tampan itu keluar dari kantornya dan menyapa gadis itu.


"Mau makan siang dimana?" Tanya Leon.


"Saya sudah ada janji dengan Direktur Icha Pak." Ucapnya sambil membereskan meja kerjanya.


"Oh begitu, kalau begitu saya ikut." Ucapnya.


"Ah. Iya pak." Agak kaget.


Sambil berjalan menuju kantor Direktur yang tidak jauh dari Kantor CEO.


"Maaf tapi saya tidak bisa makan sendiri. Kelihatannya kau dan adik saya sangat dekat?" Bertanya mencairkan suasana.


"Saya mengenalnya di London pak." Ucap Keila.


"Ah begitu." Ucap Leon.


Icha sempat kaget melihat Leon dan Keila bersama.


"Wow, apa-apaan ini. Jangan bilang kakak eh bukan maksud saya, jangan bilang pak CEO tidak bisa makan sendirian. Ejeknya. Baiklah. Menggandeng Leon dan Keil. Mari kita makan bersama aku yang traktir sebagai Direktur baru di perusahaan ini." Gerutunya mencairkan suasana.


Tatapan Leon yang tajam menyamar melihat senyuman Keila dan adiknya.

__ADS_1


"Apakah ini awal pendekatan yang baik? Semoga." Batinnya.


__ADS_2