
Makan malam itu berakhir sangat baik dan beberapa beban selama beberapa tahun terakhir sudah lepas dari dada mereka masing-masing. Lelaki tua itu menatap bahagia putri kesayangannya sudah menemukan pasangan hidupnya yang akan selalu menjaganya dan memberikan ruang untuk dirinya merasa aman dan nyaman.
Lelaki itu melambaikan tangan melihat anaknya, cucu dan menantunya memasuki mobil dan melambai balik padanya. Senyuman bahagia dan tangis itu tetap tak bisa dibendung bagaimanapun caranya.
"Kelihatannya gadis ku ini akan tidur nyenyak malam ini. Sebaiknya aku tak mengganggunya." Batin Leon.
Dalam perjalanan pulang ayah Keila merasa sangat bahagia. "Rahasiakan pertemuan kita dari Lily dan ibunya." Ucapnya menatap spion tengah mobilnya.
Asisten dan supir nya mengangguk sesuai perintah dari ayah Keila.
Malam itu Lana dengan mobil sportnya mendatangi kantor Icha selepas dari kantornya, setelan jas di tubuhnya membuatnya lebih memukau dan menggantinya begitu saja di dalam mobilnya
Lana yang bergegas berjalan ke perusahaan Icha mendatangi ke ruangan kendalinya. Divisi keuangan, telihat gadis itu sedikit kacau dengan riasan sedikit berantakan tak seperti biasanya. Bahkan meja kerjanya tanpa sama berseraknya dengan meja kantor lelaki itu.
Lana membawa beberapa bingkisan makanan dan memberikannya kepada asisten Icha. Lalu menyisakan satu buah kantong berisikan vitamin dan pakaian ganti tunangannya itu.
Icha menatap lelaki itu dan langsung memeluknya.
"Ah sayangku." Memeluknya.
"Hey baby ada apa dengan dirimu, ayo gantilah aku akan menyelesaikannya kurang dari 30 menit." Ucapnya duduk di meja kerja icha dan mengedipkan satu matanya sambil menggoda gadis tersebut.
Gadis itu menatap lelaki itu dengan alis sedikit menaik. Dan mendekatinya. "Apakah bisa?" Tanyanya.
"Tentu saja. Kau bantu aku." Ucap Lana memanggil asisten Icha.
"Baiklah tuan saya akan membantu anda." Mendekati lelaki itu.
"Sebaiknya kumpulkan anak IT di hadapanku paling tidak 3 orang." Ucapnya.
"Siapa disini hacker tadi?" Tanya Icha.
Beberapa orang mengangkat tangannya.
Lana mengambil mic yang ada di meja.
"Baiklah, angkat meja kalian ke dekat mejaku. Mengetuk mejanya dengan jarinya. Lalu cari laman ini." Ucapnya.
Serentak mereka mengatakan baik tuan.
Icha tersenyum melihat kekasihnya itu dan buru-buru mengganti pakaiannya.
"Astaga dia tahu saja brand apa yang aku sukai." Ucap gadis itu mengganti pakaiannya.
"Saya temukan pak." Ucap salah satu karyawan.
"Baiklah kirim ke saya. Ada yang harus diubah." Ucap Lelaki itu.
__ADS_1
Dengan hitungan detik semua rekening itu terkuras habis di rekening mantan manajer keuangan dan penggelapan besar-besaran uang perusahaan berhasil dikembalikan dengan satu enter.
Icha terlihat datang dengan pakaian yang di bawakan kekasihnya, rambut pendek sebahu itu sangat membuatnya modis.
Lana merenggangkan tubuhnya dan mengangkat tangannya sambil menatap tunangannya itu.
"Hy baby, silahkan tekan Enter." Ucapnya sambil menggeleng.
"Apa ini?" Sambil menatap layar laptop dan tertawa.
Gadis itu tanpa ragu memencet layar laptopnya.
"Okey semuanya selesai." Ucap Lana dan bertepuk tangan.
Lana mengisyaratkan semuanya bertepuk tangan.
"Terima Kasih untuk kinerja kalian malam ini." Ucap Lana.
"Baiklah, segera rapikan data dan kirim kepadaku. Setelah itu kalian boleh pulang." Ucapnya.
Lana menggandeng kekasihnya tersebut.
"Are you ready beb?" Membisik pada kekasihnya.
Icha hanya mengangguk menatap lelaki itu. Diluar dugaan, seorang gamers itu menjadi CEO di dua perusahaan.
"Kalau diingat-ingat dahulu, lelaki ini selalu menyusahkannya dimanapun." Batin gadis itu dengan senyuman.
Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya, Leon melihat Ken memasuki bar dengan seorang wanita.
"Ada apa?" Tanya Keila mengikuti arah mata lelaki itu menatap.
"Tak apa. Hanya saja aku seperti melihat Ken berada di bar tersebut dengan seorang wanita. Tidak usah dipikirkan." Ucapnya.
"Ma aku ngantuk." Ucap anak kecil tersebut.
"Baiklah sayang sebentar lagi kita sampai." Ucap wanita itu menenangkan anak tersebut.
"Kelihatannya dia sangat kelelahan hari ini, apakah dia banyak bermain hari ini?" Tanya Leon.
"Hmm. Lumayan, sepertinya dia memiliki teman yang baik." Sambil mengelus dan memangku anak tersebut.
"Benarkah? Wajah lelaki itu familiar. Aku pernah liat dimana ya." Tanya Leon sambil memutar kemudi.
Keila menatap Leon. "Apa dia akan cemburu kalau tau lelaki itu mantan tunanganku." Membatin dan menatap kedepan.
Mobil sampai di apartemen mewah Leon tempat mereka tinggal. Untuk beberapa keadaan Keila menolak pindah ke rumah yang lebih besar, kecuali mereka memiliki bayi lagi.
__ADS_1
Leon menggendong anak kecil itu dan berjalan menuju lift. Terdengar suara telepon dari saku bajunya.
"Sayang tolong angkat." Ucap Lelaki itu.
Keila mengambilnya dari saku baju suaminya dan melihat panggilan dari Icha.
"Icha. Ucapnya dan mengangkatnya. Hallo Cha?" Jawab Keila.
"Apakah ada kakak disitu?" Tanyanya.
"Ah iya ada." Gadis itu menaruh teleponnya ke telinga Leon.
"Ah baiklah. Pulanglah, sisanya akan ku bereskan besok." Ucao Leon.
Panggilan langsung dimatikan oleh Icha.
"Ada apa?" Tanya Keila memasukkan telpon suaminya ke dalam tasnya.
"Masalah kantor, sepertinya dia lembur juga malam ini. Setidaknya semuanya kelar dalam 3 hari." Ucapnya.
"Benar juga, pasti dia kelelahan." Ucap gadis itu sambil keluar lift.
"Benar. Seperti anak kita ini." Gerutu Leon.
Keila berjalan menuju pintu rumah mereka dan membuka pintunya dengan tawa kecil.
Leon meletakkan Keyran di kamarnya dan Keila membantu melepaskan baju dan sepatu anak tersebut.
Leon masih duduk memandangi wajah anaknya lalu ke gadis yang ada di hadapannya.
"Ada apa? Tanya Keila dengan wajah yang sedikit memerah. Ada sesuatu di wajahku?" Tanyanya kembali.
Leon merebahkan badannya dan gadis itu kasur anaknya dan memeluk mereka.
"Wah kita jarang sekali ya tidur bertiga. Bagaimana dengan malam ini?" Tanya lelaki itu.
"Boleh juga. Sambil mengelus wajah anaknya dan masih dalam pelukan Leon. Hmm … kenapa kau pernah bertanya kepadaku atau menceritakan tentang ayahku kepadaku?" Tanya Keila sedikit menghela nafas.
"Kau tak pernah menyinggungnya, dan aku tak berniat menyinggungnya sampai kau katakan sendiri. Tak Terasa sudah setahun saja dan aku mulai tak sabar melihatmu merindukannya tanpa membicarakannya." Masih memeluk ibu dan anak tersebut.
Keila terharu, seseorang yang ada di hadapannya sangat memikirkan perasaannya.
"Terima kasih ya, selalu ada dan selalu bersamaku." Pungkasnya.
"Sayang tentu saja, kau sudah menjadi istriku dan aku sudah memiliki anak bersamamu. Aku akan menjagamu tetap aman dan memastikan semua kebutuhan kalian. Jangan menangis ya." Pungkas Leon.
Gadis itu hanya mengangguk.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku melewatkan pria ini, pria yang selalu ada bersamaku. Mungkin terkadang caranya salah, dan kurang baik dalam melakukan hal lainnya kecuali mengurus perusahaan. Tapi dia adalah ayah yang baik. Sulit dipungkiri dan di pahami, dia terlihat lebih dekat dengan ayahku ketimbang ayahnya sendiri." Memejamkan mata bersama.
Jika kaku memiliki cerita lama dan berhasil memndapatkannya, akankah kau akan memiliki satu orang yang selalu ada. Udara malam ini semakin dingin namun kami bertiga merasa paling hangat.