
Suasana yang sangat aku rindukan, ah segarnya. Yah walaupun kebanyakan kalian akan tau banyak hal yang sudah kita lewati sebelumnya. Sepertinya kita harus lebih selektif menghadapi banyaknya cobaan dan beban hidup.
Sambil menyeret kopernya dan berjalan keluar dari ruang tunggu bandara.
"Sepertinya kepulanganku akan menjadi kejutan untuk mereka. Ucap gadis itu keluar bandara dan memasuki mobil sewaan yang disewanya beserta kopernya. Ini baru awal, awas saja jika dia bersama wanita lain selama aku di luar negri." Pungkasnya dan keluar dari bandara mengencangkan gas mobilnya.
…
Mobil berhenti tepat di sebuah Restoran yang cukup terkenal di Jakarta.
"Kita makan apa disini Uncle?" Tanya anak itu.
"Ya disini ada masakan luar negri, mungkin kamu akan suka." Jawabnya singkat.
"Wahhh. Atapnya tertutup. Kenapa kau tak dari tadi menutupnya membuatku bermandikan cahaya matahari yang cukup terik." Pungkas anak kecil itu.
"Dasar anak bawel." Ucapnya mengikuti anak itu masuk ke sebuah Restoran yang ada di Mall.
Wanita itu hanya mengikuti mereka berjalan dan tertawa kecil sedari tadi.
"Ma, uncle ayolah cepat. Aku sudah lapar, lemak di tubuhku sudah berkurang 3 kg." Jawabnya.
"Hei anak kecil sabar donk. Mama mu ketinggalan tu nanti diculik orang." Pungkasnya mengejek.
Anak yang sedari tadi lari itu lari itu berhenti menoleh ke Ibunya dan kembali berjalan dan menabrak seorang lelaki.
"Aduhh. Terjatuh. Maafkan aku tuan." Sambil tersungkur di lantai.
"Key." Wanita itu berlari ke arah anaknya.
"Ya ampun kan sudah uncle bilang hati-hati." Sambil menghampiri anak itu dan menggendongnya.
"Maafkan anak saya tuan." Menunduk dan berjalan melewati lelaki itu.
"Tidak apa-apa." Jawabnya lalu berbalik menatap gadis tersebut.
"Ada apa tuan?" Tanya sekretarisnya.
"Tak apa, sepertinya aku pernah melihatnya dimana." Memalingkan badan dan lanjut berjalan.
…
"Aduh sakit. Membersihkan kakinya yang kotor. Maaf ma ini sala Key." Pungkasnya.
"Kamu harus hati-hati sayang." Ucap mamanya.
__ADS_1
"Iya ma, maaf ya ma." Dalam gendongan Unclenya.
"Sudah-sudah, tidak apa-apa. Ucap lelaki itu. Ayo kita makan sekarang." Pungkasnya memasuki restoran Italia.
"Ma aku mau steak ya. Sama sama apa ya Ma." Ucapnya sambil memilah pilih menu.
"Gimana kalo spaghetti dan coklat ini, pancake nya satu ya dengan taburan madu. Minumnya air mineral 3 dan." Belum sempat menjawab.
"Mbak tambahannya anggur tahun 80 sama, sup iganya satu ya dan nasi putihnya 4 porsi ah iya jus jeruk hangat untuk anak kecil ini." Potong lelaki itu.
"Baiklah tuan dan nyonya akan saya siapkan." Ucap pelayan itu.
"Sudah kemana saja kalian kakak?" Ucap Lana dengan perlahan sambil mengotak atik tabletnya melihat laju naik turun trandingnya.
"Baru mengelilingi kota dan melihat-lihat pemandangan malam." Ucapnya.
Seorang pelayan meletakkan satu persatu makanan dibantu oleh pelayan lainnya.
"Oh begitu. Sudah berkunjung ke makam?" Tanya Lelaki Itu tanpa menatap wanita yang ada di hadapannya.
"Silahkan dinikmati tuan dan nyonya." Bergegas pergi.
"Baik terimakasih. Jawab pelayan itu dengan senyuman. Oh sudah kemarin bersama Fandy. Sayang pakai alasnya ya biar tidak kotor bajunya." Memakaikan kain di dadanya.
"Baik ma baik, Key akan makan dengan hati-hati." Ucapnya melahap satu demi satu makanan.
"Ma Key mau sekolah Key ada piano dan tempat melukisnya ya ma. Sambil mengunyah dan sedikit tersedak. Uhuk uhuk." Tersedak.
"Iya iya saya." Mengelus belakang pundaknya.
"Ini minum air putihnya perlahan." Sambil meminumkannya ke mulut anak tersebut.
"Terima kasih uncle, terimakasih paman. Yah aku jadi merindukan Tante Icha." Melanjutkan memakan makanannya.
"Hahaha. Jangan tante, kakak saja. Kakak saja ya sayang, nanti dia bisa marah." Tawa lelaki itu geli melihat ekspresi kekasihnya yang marah ketika sedang kesal.
Wanita itu tersenyum.
"Itu benar sayang, jangan membuat ibumu marah dengan panggilan bibi atau tante panggil saja kakak Icha setelah dia datang kemari ya." Ucap mamanya lembut.
"Baiklah ma baiklah. Uncle memangnya kapan dia kembali?" Tanya anak itu penasaran.
"Hmmm. Menghabiskan kunyahan di mulutnya. Dalam waktu dekat ini. Tunggu saja." Sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
"Semoga dia tak melupakan hadiahnya untukku." Pungkas anak itu meletakkan sendoknya di piring dan menghabiskan jus yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Kamu minta hadiah apa nak?" Ucap mamanya.
"Kamu minta hadiah apa Key?" Ucap unclenya.
"Wah kalian berdua sangat penasaran dengan hadiahku ya. Haha." Tawanya kecil.
"Dasar anak nakal. Mengacak acak rambut anak itu dan pergi ke kasir beberapa menit lagi kembali. Ayo kita harus mengecek sekolahmu lagi." Menggapai Tangan anak itu dan bergandengan sambil berjalan.
"Tunggu mama sayang." Ucap wanita itu mengambil tasnya dan pergi mengejar mereka.
"Ma ayo cepat ma." Melambai ke mamanya tanpa menoleh.
"Iya mama datang." Berjalan menggandeng anak kecil itu.
"Sekilas aku seperti melihat sosok yang sudah lama aku kenal, sosok yang sudah lama kami anggap mati, apakah mungkin dia kembali. Ah tidak mungkin." Pungkasnya dalam hati.
"Ada apa sayang?" Ucap salah seorang lelaki yang sedang menggendong anaknya memasuki restoran dari pintu samping.
"Ah tidak, sepertinya aku mengenali seseorang namun salah. Ya sudah mau duduk dimana mas, Disana saja?" Tunjuk ke salah satu meja kosong.
"Baiklah ayo segera makan. Mas ada jadwal operasi lagi sore ini." Ucap lelaki itu duduk.
"Mbak tolong meja buat baby nya ya." Meminta.
"Baiklah nona, ini menunya." Pergi meninggalkan menunya dan mengambil meja bayinya.
"Sayang mau makan apa?" Ucap gadis yang ada di hadapannya.
"Sup iga saja, sama jus alpukat. Biar tahan lama. Kamu mau apa sayang?" Ucap lelaki itu.
"Aku pengen bbq. Boleh tidak?" Ucap gadis itu memelas.
"Yaudah baiklah. Mbak. Memanggil baby sister mereka. Tolong kasih makan perlahan ya." Memberikan anaknya perlahan.
"Mbak hati-hati jangan sampai tersedaknya." Perintahnya.
"Siap nona." Ucap baby sisternya.
"Jadi pesanannya paketan bbq porsi jumbo ya mbak mas. Pesanan segera dibuat." Menyiapkan pesanan.
"Tingkahnya beda sekali dengan Keil walaupun mereka berbeda. Keil, dimana kau sekarang berada? Kenapa kau tega membuatku terjebak dengan wanita ini sendirian." Batinnya dalam hati.
"Sayang. Sayang kamu kenapa?" Mengembalikan konsentrasi lelaki yang ada di hadapannya yang tak lain adalah suaminya.
"Gapapa sayang, cuma teringat laporan pasien sudah ku selesaikan atau belum. Ayo makan." Berdiri dan mengikat rambut panjang istrinya.
__ADS_1
"Ah sayang, kamu selalu buat aku bergetar." Ucap gadis itu terharu.
"Iy sayang gak baik rambutmu nanti bau asap. Kembali ke tempat duduknya. Iya Lili tapi aku tak pernah satu haripun dada ini bergetar untukmu." Gumam dalam hati dengan tarikan nafas yang cukup panjang.