Anak Genius : Ayah Anakku CEO

Anak Genius : Ayah Anakku CEO
49. Rahasia


__ADS_3

Keila menjaga Leon lagi seperti malam kemarin, lelaki itu selalu tampan dalam keadaan apapun. Gadis itu baru kali ini benar-benar menatap wajah lelaki itu dengan seksama dan menyadari bahwa memang benar dia sangat mirip dengan Keyra.


"Andai saja waktu itu aku tidak terburu-buru kabur karena pernikahanku dengan Arya. Apakah saat itu kau yang akan menikahiku?" Batin Keila.


"Mengapa aku tidak menyadarinya dari dulu ya. Batin Keila sambil mengelus kepala lelaki itu yang dibalut oleh perban. Wajah ini sangat menawan." Keila tertidur sepanjang malam di atas kursi samping kasur Leon.


Malam itu berlalu begitu saja banyak perubahan yang terjadi dengan cepat dan sekejap. Gadis itu tak pernah menyangkah seseorang yang ia kira kabur 5 tahun lalu itu akan tetap bersamanya. Banyak pertanyaan yang ada di dalam kepala Keila namun ia bungkam san mencoba memejamkan matanya saja.


Arya berada di rumah sakit itu dan menatap Keila menemani pasien di Ruangan VIP rumah sakitnya. Lelaki itu menghela nafas seolah tak ada harapan kembali sambil bersandar pada dinding.


"Sepertinya ini adalah jalannya, walaupun tak bersama Keila paling tidak aku harus benar-benar terbebas dari adiknya. Keila tak bisakah kau mencintaiku seperti dahulu lagi walaupun hanya sedikit saja?." Gerutu Arya sambil berdiri didepan pintu VIP tersebut memandangi dari kaca jendela pintu tersebut lalu pergi dengan langkah perlahan.


Sejauh ini lelaki itu sudah menyelidiki kedekatannya dengan Arfandy dan mengetahui bahwa gadis itu memiliki anak diluar nikah. Dan menurut Arya hal itu bukanlah jadi masalah selagi gadis itu tetap mau bersamanya. Namun apa daya, menurut keterangan dari temannya di Lap rumah sakit itu, Leon seseorang yang sedang terbaring tersebut adalah ayah kandung anak Keila.


Malam itu berlalu begitu saja dan banyak keresahan dan guncangan yang di rasakan oleh Arya di meja kerja ruangan kantornya, lelaki itu berpikir keras akan kehidupan kedepannya agar dirinya bisa berkembang, merasa aman dan nyaman.


Paginya Arya bersiap-siap mendatangi rumah orang tua dari Keila dan Lily. Ia menyiapkan diri dan menyiapkan segala sesuatunya sampai bukti saat Keila diajak ke Bar.


Rumah keluarga Lily, terlihat lelaki itu disambut hangat oleh keluarga mertuanya. Terlihat Lily sedang menggendong anak mereka yang paling kecil.


"Kelihatannya kau jarang sekali berkunjung kesini sekarang." Ucap Ayah Keila.


"Iya maafkan aku ayah aku sibuk bekerja di rumah sakit sebagai direktur sekaligus kepala bedah." Tersenyum lalu menunduk.


"Jadi perihal apa yang ingin kukatakan?" Tanya Lelaki tua itu sambil menyeduh tehnya.


Untungnya mereka berada di ruang kerja Ayah Keila yang memiliki kedap suara.


Arya menarik nafas panjang, lelaki itu menaruh kedua tangannya yang dikepal di atas pahanya dan menyiapkan diri atas apapun yang akan terjadi setelah ia mengakui segala hal.

__ADS_1


"Dari awal saya tahu pernikahan saya sudah mengalami kecurangan dan saya dengan berat hati ingin menceraikan anak bapak dengan alasan." Arya terdiam sejenak.


"Apaa!! Dengan Alasan Apa?" Mata Ayah Keila tiba-tiba saja memerah dan melotot.


"Saya mengira keluarga ini banyak menyembunyikan segala hal tentang Keila Kepada saya. Tapi saya tidak bisa diam lagi. Maaf apakah anda tahu anak kesayangan anda dimana saat ini? Anak yang ibu mertuaku selalu katakan menghilang kabur dan mati." Ucap Arya tegas.


"Jaga bicaramu sebagai menantu." Ucapnya.


"Saya disini hanya ingin pamit dan memberikan ini. Jika anda berkenan anda dapat menemuinya dan mencari tahu kehidupannya ke belakang bagaimana. Saya undur diri." Ucap Arya.


Belum sampai Arya keluar pintu lelaki itu melempar gelas yang ada di mejanya. Matanya masih penuh amarah karena lelaki itu menyinggung nama anaknya yang sudah lama menghilang dan tidak dianggap kembali.


Lelaki itu menatap sebuah map dan menjatuhkan isi map tersebut, terlihat gambar Keila dengan Anak kecil berusia 5 tahun.


"Astaga ini?" Masih dalam tatapan kosong dan tak menyangkah.


Kejadian itu sudah setahun berlalu, Keila tak pernah melihat Arfandy kembali sejak saat itu. Dan semua perusahaan sudah dialihkan atas nama Lana. Ku dengar lelaki itu sedang mengadakan pengembangan besar-besaran di Inggris. 


Panggilan yang selalu ku dengar setiap pagi ketika ke Perusahaan adalah Istri CEO sekaligus aku menjadi Direktur operasional, jka ada sebuah cerita yang menceritakan kehidupan ku.


Bagaimana bisa seorang gadis sepertiku yang dibuang oleh keluargaku itu menjadi istri orang kelima terkaya di Indonesia.


Malam persiapan pertunangan Lana dan Icha akan digelar besok besok malam. Keila mempersiapkan segala hal dari mendesain aula itu menjadi tempat pernikahan dengan dekorasi seindah-indahnya.


"Kelihatannya gaun ini sangat bagus untukmu." Keila memandangi Icha yang sangat cantik.


Gadis itu mengalami banyak perubahan pesat setelah Lana menjadi CEO dari sebuah perusahaan IT di bidang Games sekaligus Direktur di perusahaan keluarganya.


Icha masih memegang jabatan sebagai Direktur keuangan di perusahaan Leon dan masih bersaing memperebutkan posisi Direktur Utama bersama saudara Lelakinya Dilly.

__ADS_1


"Aku lelah sekali setelah menjadi CEO perusahaan furniture ku yang berkembang pesat, dan harus mempertahankan atau merelakan begitu mudah kepada lelaki tempramen seperti itu." Ucap Icha menghela nafas.


Keila memilah memilih gaun yang akan ia kenakan besok di acara Icha tersebut.


"Seharusnya kau tahukan bahwa itu konsekuensi dari ibumu dan kau harus menerimanya." Ucap Keila.


"Hmm… kakak ipar macam apa kau ini. Icha menghela nafas panjang. Pokoknya sampai aku menikah dan hamil aku takkan melepaskan jabatan tersebut." Ucap Icha.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan." Ucap Keila.


Beberapa bulan sebelum pertunangan Lana san Icha.


Malam kejuaraan game Lana bersama Timnya. Saat itu Keila bersama Keyran, Leon dan Icha menonton pertandingan lelaki itu.


Leon terus menatap Keila dan tak membiarkan pandangannya memandang orang lain. Apalagi lelaki lain memandangi gadisnya tersebut.


Pemandangan sorakkan penonton histeris melihat permainan mereka dari layar kaca yang telah disediakan.


"Jangan sampai ada yang mendekatimu aku takkan rela." Gerutu Leon memeluk Keil.


Gadis itu hanya tertawa dan mengabaikan perkataan lelaki itu memakan popcorn bersama anaknya.


"Key makannya perlahan mama gak mau kamu tersedak." Ucap gadis itu.


"Siap ma. Perlahan anak itu meminum sodanya dan menatap pamannya. Uncle Uncle, ayo ayo." Teriak anak kecil itu.


"Sayang aku padamu, sayang. Sayang." Icha berteriak histeris.


Pemandangan yang sangat aku inginkan di beberapa tahun kebelakang dan saat ini aku bersama Leon dan Keyran serta Icha menonton bersama bagaikan keluarga.

__ADS_1


Jika ini memang takdir tuhan terima kasih atas kebahagiaan yang selalu kau datangkan secara terus menerus, ku harap aku dan mereka selalu bahagia.


__ADS_2