Anak Genius : Ayah Anakku CEO

Anak Genius : Ayah Anakku CEO
71. Godaan


__ADS_3

Beberapa hal dari cita dan cinta sudah terwujud, namun kenapa aku masih merasa aku membutuhkan sosok seorang ibu. Sambil menatap anak dan suamiku. Seorang lelaki kaku dan pemimpin muda di sebuah perusahaan.


Terlintas atau membayangkan saja tak pernah, seingatku impianku dahulu adalah menikah dengan Arya dan membawa ibuku berkeliling dunia, ya walaupun masih dalam ingatan masa lalu dari masa kecilku.


Begitu membahagiakan sekali mereka bermain permainan di taman hiburan ini.


Tangan seseorang memelukku dari belakang. Dan memberikan gula kapas kepadaku.


"Hei nona cantik kenapa sendirian saja, ini untukmu." Ucap Lelaki itu yang tak lain adalah Leon.


Aku menatapnya lembut dan memegang pipinya perlahan dan mengecup pipinya.


"Terima kasih sayang, sepertinya ini akan menjadi tempat dimana Keyran menjadi seorang seniman." Ucap Keila.


"Hmm akan kupikirkan." Sambil memeluk Keila.


"Sepertinya suasana kali ini lebih damai dari biasanya, haruskah kita berbelanja oleh-oleh untuk keluarga kita." Ucap Keila sedikit menoleh ke atas memandangi wajah suaminya.


"Baiklah, kau ingin memberikan mereka apa?" Tanya Leon.


"Bolehkah kita berkeliling melihat-lihat apa yang cocok untuk mereka?" Tanya Keila sambil memegangi tangan Leon yang memeluknya.


"Baiklah, sepertinya kita harus mengajak mereka dan menghentikan permainan ini sementara." Leon menunjuk ke arah Keyran yang bermain bola tiup dari sabun.


Sambil mengelilingi menara Eiffel tersebut bersama Icha Lana dan Ken.


"Kalau saja mereka sudah menikah, mungkin ini akan menjadi bulan madu mereka." Gerutu Leon menunjuk adiknya.


"Hahaha. Apakah mereka bakalan unboxing duluan ya." Tawa Keila.


"Eh, eh, eh apa-apaan ini." Ucap Leon dengan nada kakunya yang sedikit emosional.


Keila hanya tertawa melihat suaminya yang berhasil di godanya dan terlihat marah.


"Daripada memikirkan mereka kenapa tidak memikirkan memiliki adik untuk Keyran." Ucap Leon kembali menggoda Istrinya.


Dengan spontan Keila melepaskan tangan Leon yang memeluknya dan pergi.


"Jangan macam-macam ya, aku bilang tidak sekarang." Ucap Keila sedikit kesal.


"Ya tuhan ya kita buatnya sekarang, dia akan keluar 9 bulan kedepan sayang." Ucap Leon semakin menggoda Istrinya.


"Jangan macam-macam ya sayang." Sambil menggeleng.

__ADS_1


"Keila sayang, memangnya sekali saja akan membuat banyak anak ya?" Leon mengejar Keila yang berlari kearah anaknya.


"Ayolah jangan macam-macam kau." Tunjuk Keila.


Keyran yang bingung tentang apa yang dibicarakan keduanya hanya memainkan balon gelembungnya.


Terlihat Leon dan Keila bermain kejar-kejaran di tengah gelembung balon tiupan Keyran dan Ken.


Ken hanya menggeleng melihat suasana saat ini. "Bisa-bisanya pasangan suami istri ini berasa seperti sedang pacaran dan menikmati ngedate mereka." Batin Ken melihat mereka menggeleng dan mengelus dada.


Icha yang melihat keharmonisan dan keromantisan Leon kepada Keila tercengang.


"Baby aku gak salah liat ya." Sambil mengucek matanya.


Lana yang sedang menata balon gelembung sekali tiupnya itu di jejerkan menjadi 5 mengikuti arah angin agar tertiup dengan sendirinya.


"Kenapa rupanya sayang?" Tanya Lana pada kekasihnya.


"Itu mereka." Menunjuk Keila dan Leon yang saling kejar di tengah hembusan balon tiup itu.


"Wah luar biasa sekali kakak Iparku itu." Gerutu Lana.


"Ayo sayang." Icha menari lengan Lana.


"Kejar-kejaran seperti mereka." Pandangan mata memohon.


"Astaga kekanak-kanakan sekali, kalau di pantai gapapa sayang. Ini di negara orang." Pungkas Lana yang mendadak melihat wajah Icha berubah menjadi datar.


Lana menggeleng kepalanya dan memasang kameranya dan tripod kearah dirinya, Icha dengan Anggel mengenai Keyran, Ken beserta Leon dan Keila.


"Sayang ayo." Lana langsung menggendong kekasihnya saat tau lingkaran balon udara dari sabun itu hendak tertiup.


"Hei aku bisa mati." Ucap Icha.


Lana tak mendengarkan suara kekasihnya itu menggendongnya dan memutari menara itu.


Ya tentu saja rekam jejak mereka ada di sebuah video tersebut. Video dengan banyak kenangan dan kebahagiaan di dalamnya.


Icha mengambil kamera tersebut dan memfoto mereka.


"Hai semuanya ayo foto. Mendadak semuanya merapat ke Icha. Satu, dua, tiga. Crekkk." 


Sebuah foto perjalanan mereka abadi pada gambar tersebut.

__ADS_1


Seorang gadis tiba di bandara Paris seorang diri setelah turun dari kelas bisnisnya. Gadis itu menyeret kopernya sendiri dan menaiki mobil yang sudah menunggunya.


Gadis itu menghela nafas panjang, menyilang kakinya dan. Melihat pemandangan Paris sore itu, lalu membuka kacamatanya.


"Akhirnya sampai di negara impianku, setelah ini aku harus bener-bener move on dan melupakan segala sesuatunya. Semoga saja di negara ini aku bisa menetralkan diriku. Sambil berjalan dan menghela nafas panjang. Fyuuhh. Bahkan sampai saat ini ia tidak mengangkat teleponku. Dasar manusia jahat." Gerutu gadis tersebut.


Mobil tersebut melintasi menara tertinggi di Paris tersebut dan sekilas gadis itu melihat keseruan beberapa orang di sana.


"Haa, andai saja aku memiliki banyak teman sudah pasti aku sebahagia itu." Ucapnya dengan nafas panjang.


"Kita langsung ke hotel nona?" Tanya supir tersebut.


"Iya pak, langsung saja." Ucapnya.


Setibanya di kamar hotel Prilly menjatuhkan tubuhnya di kasur dan merentangkan tangan dan kakinya.


"Nyaman sekali. Lalu terlelap dan mengingat seseorang itu ada di hadapannya dan memeluknya, mendadak Prilly terbangun dari pejamkan matanya yang beberapa detik tadi. Astaga. Dia berteriak. Kenapa aku harus mengingat dirinya. Kembali berteriak dan melempar bantalnya. Prilly sayang kau disini untuk melupakan segala sesuatu yang terjadi jadi diamlah dan tenangkan pikiran serta dirimu, okey." Kembali menghempaskan tubuhnya di kasur dan tertidur.


Sambil menggerutu mengingat Ken. "Kalau saja waktu di kampus dulu aku menyukai Ken bukannya Leon apakah aku akan bahagia ya?" Batin gadis itu lalu tertidur.


Ingatan pada mimpi beberapa  tahun lalu ketika gadis itu menjadi maba bersama Leon dan Ken.


Tentu saja Prilly adalah ratu di kampus tersebut dan Leon sebagai pangerannya lalu pengawalnya adalah Ken. Namun satu kampus mengetahui bahwa Ken sudah berpacaran dengan Adik Leon yang bernama Icha.


Tak ada satupun orang yang berani mengganggu Ken pada saat itu karena ia berpacaran dengan Adik Leon.


Leon adalah bahan sorotan setiap mata di kampus dan di segala jurusan di USA pada saat itu.


Seorang gadis blasteran itu berbisik pada Prilly. "Bisakah kau mendapatkan pria tampan itu." Menunjuk Leon.


"Ah tentu saja. Pungkas Prilly dengan penuh percaya diri." Gadis itu duduk di meja makan Leon dan Ken di kantin pada saat itu.


Gadis itu meletakkan makanannya di meja tepat di samping Leon. "Halo, boleh saya duduk disini." Ucap Prilly.


Leon hanya meliriknya.


"Maaf nona, kamu sudah duduk tepat di sampingnya." Pungkas Ken.


"Ah maaf. Sambil membenarkan rambutnya. Kenalin aku Prilly dari Indo tepatnya di Jakarta, kalian dari Indo juga kan?" Tanya Prilly sambil mengulurkan tangannya.


"Iya. Salam kenal nona." Ucapan menyingkirkan tangan Prilly dari Leon.


Karena Ken tau Leon tak menyukai orang baru yang sok mengenalnya. Namun hal itu pula yang membuat Prilly tertarik dengannya sampai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2