
Hiruk pikuk suasana pagi yang sangat sejuk, beberapa kicauan burung memberi melodi indah di pagi yang menyambut bahkan cahaya pun mulai menyelip-nyelip di antara bayangan pagi.
Suasana pagi masuk kantor pertamaku sejak kepulangan ke negara asalku ini, banyak hal sudah terjadi termasuk pertemuanku dengan Arya, mantan kekasihku yang menikah dengan adikku.
Tanganku memegang dadaku, dada ya kian lama merasa sesak namun perasaanku terhadapnya telah lama putar.
Pelukkan hangatnya dan ekspresi marahnya akan kerinduan terbalas pada pelukan kala itu. Lelaki itu harus menikah dengan adikku karena kesalahanku. Semoga kalian bahagia.
"Sayang sudah pukul 8. Kau sudah selesai belum?" Tanya wanita itu menyiapkan sarapan roti dan susu diatas mejanya.
"Sudah ma. Anak itu menaiki kursinya dan melahap habis roti dan juga susu yang ada di meja tersebut. Ma sudah." Ucapnya.
"Baiklah sayang pakai ranselmu sekarang dan ini tidak boleh dibawa ke sekolah." Ucap wanita itu mengambil tablet yang ada di tangan anak itu.
"Ya ampun membosankan sekali. Ucapannya. Sangat berbeda pada saat di London." Gerutunya.
"Ya sayang, disini memang berbeda disana tapi kan kamu bisa menggambar lagi usai pulang." Ucap wanita itu.
"Baiklah ibu." Mencoba mengerti.
Banyak hal yang tidak diketahui, beberapa notifikasi dari Tablet itu berbunyi. Tampaknya akan ada kejutan besar untuk anak kecil ini dan ibunya.
Perjalanan kita akan semakin panjang jikalau kau tak berhati-hati di dalam mempersiapkan perbekalannya. Jadi sudah siapkan akan segala kemungkinan yang ada dari sebuah kemungkinan?
Gadis itu menatap mata anaknya yang sedikit kurang menyukai harinya di sekolah, beberapa peraturan baru, jam tidur yang berubah, pola makan yang berubah dan cuaca iklim yang berbeda pula.
Sangat terlihat jelas dia sangat menyukainya dan ada beberapa hal yang ia simpan sendiri dalam otak kecil anak kecil tersebut.
Wanita itu membantu melepaskan sabuk pengaman anak tersebut.
"Sayang, jangan murung ya, Kan masih ada pewarna dan buku gambar." Ucao wanita itu menenangkan
"Baiklah mama aku paham. Jawab anak itu dengan senyuman. Ayo gak boleh ngecewain mama." Batinnya.
Anak itu keluar dari mobil dan Ibunya ikut turun dan melambaikan tangan.
"Jangan lupa nanti mama jemput ya sayang atau Uncle saja?" Sambil melambai.
"Baiklah ma. Dada mama." Ucapnya.
"Baiklah saatnya bekerja. Memasuki mobil, memasang sabuk pengamannya dan menyetir mobilnya. Semoga hari pertama kerja tak menyulitkanku." Ucapnya dengan senyuman.
__ADS_1
Kita pasti pernah memiliki mimpi dan kita pernah melakukan sesuatu diluar nalar hingga membuat mimpi kita semakin dekat.
Semua pelayan dan pegawai menunggu kedatangan CEO muda itu. Red carpet selalu di gelar untuk menyambutnya setiap paginya. Senyuman hingga tebar pesona pun terjadi.
Keila yang sudah sangat cantik dengan rambut panjang dan sosis di bawa tak lupa rambutnya sudah berwarna pirang ke brosnan memakai kemeja panjang putih yang dilipat sepertiga itu memperlihatkan kulit tangannya yang putih, dengan rok berwarna coklat gelap dan heels hitam tingginya.
Dan seseorang yang di tunggu-tunggunya itu datang dengan mobil sporty keluaran terbarunya.
Terlihat pria tampan itu keluarenggunakan baju kemeja putih dengan setelan atasan dan Jas berwarna Navy terang. Banyak pegawai wanita terpesona melihatnya. Dan saat mereka semua berjalan mereka semua menundukkan kepala.
Lelaki itu berjalan saja sudah memiliki banyak pesona, terlebih berbicara dan mengungkapkan apa yang dia ingin. Seperti biasa dia bersama Ken asisten Pribadinya.
Keila langsung berjalan di belakang Ken dan semua pegawai mengikutinya masuk.
Seperti biasa lift VIP terbuka, CEO muda itu memasukinya bersama Ken. Tepat didepan pintu lift yang hendak tertutup Ken menahannya dan mengisyaratkan dengan kepala yang menggeleng ke samping agar Keil masuk.
Gadis itu menatap sekeliling dan menyadari dirinyalah yang harus masuk ke dalam lift tersebut. Suasana sempat menjadi canggung.
Leon mencoba mencairkan suasana.
"Bagaimana dengan anakmu." Tanya Leon tanpa menoleh ke Keila.
"Anak saya baik-baik saja dan sedang bersekolah tuan." Jawabnya.
"Sebelumnya saya berterima kasih lagi tuan telah mengantar anak saya." Ucapnya.
"Sama-sama." Ting. Lift terbuka, Leon langsung keluar bersama Ken diikuti oleh Keila.
Suasana kali ini sangat padat dan hangat, sepertinya secangkir coklat dingin dapat mencairkan beberapa emosi yang sempat melekat bahkan terhadap perasaan yang tak terbalas itu cuma perasaan yang mulai kaku.
Keila mengingat-ingat lagi perjalanan cintanya dengan Arya, seorang lelaki berambisi menjadi dokter itu adalah mantan kekasihnya.
"Kalau saja aku tak datang ke Bar malam itu. Akankah aku menikah dengan Arya?" Batinnya.
Seseorang lewat memberikan es cream di kepala Keil.
"Hei anak baru sudah main melamun saja." Ucap Ken memberikan Es kepada Keil.
"Apa ino?" Tanya Keil.
"Sudah jelas Es ditanya lagi." Menghela nafas.
__ADS_1
"Iya dalam kerangka acara apaan?" Tanya Keil butuh penjelasan.
"Tm Menyambut kehadiranmu, semoga kau betah dengan tuan ya." Jawabnya, atau malah Jadi pertanyaan.
"Astaga membingungkan. Ambigu." Jawabnya dan memakan Esnya.
Menyambi melakukan pekerjaan lain yang sangat menumpuk.
"Bagaimana kabar anakmu?" Tanya Ken.
"Baik. Tersenyum sedikit dan melanjutkan pekerjaannya. Anda tidak bekerja pak Ken?" Tanya Keil.
"Tidak nanti saja. Aku perlu mencatat beberapa hal." Ucapnya sambil menghabiskan esnya.
Seorang wanita datang masuk menerobos kantor CEO. Beberapa pengawal sudah menahannya namun masih saja tertembus.
Gadis itu melambai ke arah Ken. Ya gadis cantik itu bernama Prilly, gadis yang sangat modis dan membuat banyak lelaki terpukau.
"Ken sini. Melambai ke arah Ken. Ken cepat sini, mereka menghalangiku." Pungkasnya.
Dengan berat hati Ken yang menatap dari kejauhan gadis yang menggunakan dres berwarna maron itu melambai.
"Sial, hari ini mimpi burukku. Gerutu Ken di hadapan Keil yang membuatnya tersadar ada gadis cantik di depan. Keil aku cabut dulu ya." Dan pergi begitu saja ke arah gadis cantik itu
"Ada apa hanny?" Sambil menghabiskan gigitan terakhir esnya.
"Sudah ku bilang lepas. Ucap gadis itu lalu merapikan rambutnya. Ken, Leon dimana?" Nada sangat lembut.
Para penjaga masih menjaga gadis itu dari belakang, Ken hanya menggeleng menyuruh mereka pergi.
"Ken. Memegangi tangan Ken. Aku rindu. Aku rindu Leon bolehkah aku bertemu?" Memelas.
Gadis itu langsung menatap wajah Keil dan berjalan ke arahnya.
"Wah sekretaris baru. Gerutunya. Pinjam ya. Mengambil sebuah map di meja Keil dan membawanya keruangan Leon. Hallo sayang." Ucap gadis itu dengan sangat Pede Ke arah Leon memberikan dokumen dari meja Keil.
"Apa ini." Tatap Leon sinis.
"Aku bantu antar saja." Ucapnya.
"Pergi dari sini sekarang. Kau mengganggu kerjaku." Ucap kasar Leon.
__ADS_1
"Sayang aku kangen." Memeluk Leon.
Spontan Leon melepaskan pelukannya yang sontak membuat gadis itu terjatuh.