
Gadis itu hanya diam melihat lelaki itu mengoleskan salep di bagian tumit dan pergelangan kakinya. Lelaki yang cuek dan sedingin es ini bisa sangat-sangat perhatian, tanpa sadar tangan gadis itu memegang rambut lelaki itu.
Lelaki itu menyadari gerakan gadis itu namun tetap menempelkan hansaplast ke kaki gadis tersebut.
"Kau ingin menggodaku?" Leon menatap ke arah gadis itu.
Wajah mereka sangat dekat dan gadis itu memalingkan wajahnya dan berdiri.
"Maaf pak. Berlari dan berbalik. Terima kasih pak." Langsung kabur ke meja kerjanya.
"Haha. Gadis yang menarik. Masih pada posisi jongkoknya dan merapikan rambutnya yang sudah di acak-acak gadis itu. Hmm. Tertawa kecil. Cuma dia yang berani mengacak-acak rambutku." Tawanya lagi.
Di meja kantornya gadis itu tanpa gusar dan mengambil cermin di laci meja kerjanya.
"Astaga wajahku seperti tomat saja. Geturunya. Sebaiknya aku cepat menyelesaikan pekerjaanku dan menjemput Keyran. Sepertinya dia akan memilih kado ulang tahun terbaiknya." Kembali menyelesaikan pekerjaannya.
Alarm jam 5 sore itu berbunyi. Gadis itu menyiapkan beberapa pekerjaannya dan kembali ke kantor.
Ketukan pintu ke kantor CEO nya.
"Pak ini berkas hari ini. Sisanya boleh saya kerjakan dirumah? Saya akan langsung kirim sisanya malam ini jam 9. Saya undur diri dahulu." Pungkasnya keluar ruangan.
Leon hanya mengangguk lalu menatap kalender yang ada di samping laptopnya.
"Ah iya ulang tahun Keyran. Aku harus menyiapkan kado untuknya." Membatin.
Keila yang sudah bersiap menjemput anaknya di tempat les musiknya itu menelpon anaknya.
"Hallo sayang, apakah les mu kali ini sudah selesai? Sambil memutar mobilnya. Mama segera menjemputmu."
Mobil itu melaju tidak terlalu kencang, sepertinya suasana hati Keila lebih baik dari hari biasanya.
Seorang lelaki menemani anaknya dan duduk di taman bermain seperti biasa.
"Hallo kak." Ucap Lana.
"Mama. Anak itu turun dari perosotannya dan memeluk ibunya. Boleh aku bermain dengan paman?" Tanyanya.
Gadis itu menatap Lana dengan bahu dan tangan baik.
"Hmm. Boleh. Tapi kita makan malam dulu gimana?" Ucap wanita itu.
"Bagaimana jika kakak masak di rumahku." Lana menaikkan alisnya menyarankan.
"Memangnya peralatan masak mu lengkap?" Tanya gadis itu.
"Tentu saja. Aku dan Icha sudah beli cooking set." Ucapnya tak mau kalah.
"Kalau begitu suruh dia datang. Agar kami berbelanja. Gimana?" Senyum gadis itu.
"Baiklah. Setuju." Lana menyetujuinya.
"Yes setuju." Anak kecil itu ikut senang.
__ADS_1
Sesampailah di apartemen Lana, apartemen yang sangat luas bahkan semua komputer edisi terbatas untuk game online pun ada.
"Wah luas sekali dan tertata rapi ya. Gadis itu berkeliling seperti room tour. Apakah kalian akan tinggal disini nantinya?" Tanya gadis itu.
"Aku berencana membeli apartemen sebelah, agar rumah ini lebih luas dan Icha punya ruang kerja tersendiri tak mengganggu kerjaku dan aku sebaliknya." Ucap Lelaki itu membawa anak itu ke sebuah komputer keluaran terbaru.
Anak itu mencoba dan menaikinya.
"Wah keren paman." Ucap Keyran dengan mata berbinar.
"Ah iya ini aku pulangkan Ps4 nya. Aku gak mau Keyran kecanduan Game sepertimu, kalau sesekali bolehlah." Ucap Keila bersandar di meja.
"Oke deh. Lana mengambil hadiah untuk Keyran itu. Tapi aku membelikan komputer ini sebagai hadiah ulang tahunnya tidak apakan? Dia hanya akan main ketika datang ke apartemenku?" Tanya lelaki itu.
Mata anak kecil itu sangat berharap ibunya bilang iya.
Setelah berpikir beberapa detik gadis itu mengangguk.
"Baiklah asalkan sekolah, Les musik nya tidak terganggu dan anak ini tidak stres dengan pekerjaannya yang lain tidak apa-apa. Ya sayang." Mengelus kepala anak itu.
Anak kecil itu sangat senang dan memeluk ibunya.
"Terima kasih mamaku yang terbaik." Lalu mencium kening anaknya itu.
"Baiklah kalau begitu. Ucap Lana dan bel berbunyi, lelaki itu segera membukanya namun seseorang itu sudah membuka kunci apartemennya. Sayang." Ucap Lana.
"Hey baby apa yang membuatmu ingin aku kemari?" Memeluk lelaki itu dengan tangan merangkul lehernya.
Gadis itu kaget melihat Keila ada di belakang Lana.
Icha langsung melepas pelukkan Lana dan memeluk Keila.
Gadis itu kaget dan mengangkat tangannya.
"Hey kamu kenapa? Tanya Keila bingung. Ayo kita berbelanja." Memeluk balas Icha dan mengelus rambutnya.
Keyran dan Lana saling menatap dan tak tau apa yang terjadi, mereka berdua saling menggeleng.
Di dalam mobil menuju supermarket.
"Kau kenapa? Tanya Keila lagi. Apakah ada masalah?" Menatap jalanan sambil memperhatikan gadis yang di sampingnya yang hanya terdiam sedari tadi.
"Keil. Ucap Icha. Keil … Keila maafkan aku. Memegang tangan gadis itu. Maaf jika nantinya aku berbuat salah kepadamu ya, maafkan aku ya." Ucapnya.
"Kau kenapa sih? Ok. Ok. Baiklah, apapun itu aku akan memaafkanmu." Angguk Keila.
"Janji ya." Ucap Icha.
Keila tertawa. "Haha baiklah. Janji."
Di Apartemen Lana, lelaki itu dengan anak kecil itu yang sangat sibuk siaran langsung memainkan game nya dan sekaligus menyiapkan acara lomba untuk sea game online yang di ikut Lana.
Telepon berdering terlihat panggilan dari Arfandy.
__ADS_1
Keyran mengangkatnya. "Hallo paman ku sayang, kamu ada dimana? Kenapa selalu sibuk?" Tanya anak kecil itu.
"Paman sedikit ada urusan kerja sayang. Kamu bersama uncle mu?" Tanya Arfandy.
Anak itu mengangguk. "Iya paman, aku, mama dan kakak Icha disini. Paman dimana ayo main game barengan." Ucapnya.
"Ah benarkah, oke paman akan segera kesana. Sampai bertemu nanti sayang." Menatap samping bangku mobilnya.
"Baiklah paman. Dah." Mematikan telepon.
"Ah ternyata mereka disana." Arfandy menatap kado yang dibelinya serta melaju dengan mobilnya menuju apartemen adik lelakinya itu.
Lana memenangkan permainan kali ini dan bersorak.
"Hey sayang siapa yang menelepon?" Tanya Lana melakukan peregangan otot badannya.
"Ah paman Arfandy. Sepertinya dia mau kesini." Ucap anak itu bermain dengan gamenya.
Terdengar suara dua gadis itu sudah pulang bawa barang belanjaan.
Lelaki itu membantu membawa barang belanjaan ke dapur.
"Belanja apa saja? Tanya Lana sambil mengambil air es di kulkas. Ya ampun aku lupa membeli air untuk stok kulkas." Ucap Lana.
"Kenapa gak ngingetin." Pukul Icha.
Keila hanya tersenyum.
"Ok kakak mau kesini biar dia saja yang beli." Menelepon Arfandy.
Terlihat panggilan Lana adik lelakinya itu masuk dan langsung mengangkatnya.
"Ada apa?" Tanya Arfandy sambil mengemudi.
"Kak tolong belikan dua krat air mineral botol dan beberapa soda." Ucap Lana sambil melouspekerkan hp nya di meja dapur.
"Baiklah apakah ada lagi?" Tanya lelaki itu.
"Kue kak kue." Ucap Icha.
Keila mendekati hp Lana.
"Fandy. Ucap Keila. Kue untuk Keyran ya." Ucapnya.
"Ah iya Baiklah. Aku matikan dulu ya." Ucapnya.
"Baiklah kak." Lana mematikan ponselnya.
Tibalah Arfandy di sebuah toko roti yang cukup terkenal di kota itu. Lelaki itu melihat-lihat roti ulang tahun yang sesuai untuk Keyran.
"Aku mau itu." Menunjuk dan serentak.
__ADS_1
Arfandy dan gadis itu saling menoleh dan menatap.