
Hal-hal baik sebaiknya hanya ada di dalam hati dan pikiran, hal-hal buruk cukup untuk diabaikan agar tidak dipikiran.
Postingan Sosmed di akun Seni milik Keyran mencapai angka like miliaran sekali post. Ditambah anak tersebut memposting 2 gambar lagi. Satu gambar dirinya sedang selfie dan dua orang itu di belakangnya. Ya, dua orang itu adalah Keila dan Leon orang tuanya.
"Hmm gambar ini bagus, dengan caption liburan bersama keluarga. Hmm dan postingan terakhirku adalah gambar yang digambar tadi di pesawat. Hmm gak buruk cuma 3 gambar selama di Paris." Tawa anak tersebut.
Kelihatannya perjalanan kali ini sangat dinikmati oleh mereka semua kecuali Ken. Lelaki itu masih dengan wajah yang ketat seperti suaminya Leon dan tak berenergi seperti biasanya.
Keila membisik kepada anaknya agar menarik Ken berkeliling di bawah menara terbesar di Paris tersebut.
Keyran mengangguk dan memegang tangan Ken dan langsung membawanya berlari.
Leon tersenyum melihat kelakuan istrinya yang membuat anaknya menarik-narik sahabatnya tersebut.
Leon memeluknya dari belakang dan berbisik lembut.
"Apa yang kau bisikkan kepada anak kita sayang?" Tanya Lelaki itu sambil memandangi Ken di tarik sesuka hati oleh Keyran.
"Hanya menyuruhnya bermain saja, lihatlah wajah sahabatmu itu. Menunjuk Ken. Mukanya sangat ketat seperti dirimu saat pertama kali aku masuk ke perusahaan." Ucapnya.
Leon menatap gadisnya itu dalam pelukannya.
"Ah benarkah? Yang benar saja." Bantah Leon.
"Memang benar wajahmu super ketat." Gerutu Keila.
"Kalau itu tidak diragukan lagi." Gerutu Icha dari belakang mereka membawa es cream bersama Lana.
"Wah sepertinya sudah lama sekali tidak membawa keponakan kecilku itu untuk bermain." Ungkap Lana.
"Hmmm, benar juga. Kak bagaimana setelah ini kita ke wahana bermain kakak saja, ayolah jangan terlalu fokus untuk bekerja." Gerutu Icha pada Leon.
Leon dan Keila saling menatap, dan gadis itu mengangguk.
"Baiklah Icha, akan aku pastikan kalian akan bermain sepuasnya selama disini dan saat kepulangan jika itu tidak mengganggu jadwal belajar Keyran." Pungkasnya.
"Baiklah, oke. Ambil ini." Icha memberikan es-Nya kepada Leon dan Keila.
"Mau?" Tanya Keila kepada Leon.
"Aku tidak suka makanan manis." Belum sempat berbicara lagi sesendok es sudah mendarat di mulut Leon.
"Enakkan, telanlah. Aku takkan memintamu makan ini setiap hari." Tawa Keila sambil memakan esnya.
Lana memanggil Keyran dan Ken dari jauh.
"Ayo sini makan es cream nya." Melambai ke arah mereka.
Keyran dan Ken menatap mereka dari jauh.
__ADS_1
"Wah keponakan paman ini tau saja pamannya sedang tidak baik-baik saja." Ucapnya.
"Sudahlah ayo kembali. Mereka mencari kita." Jawab Key berlari ke arah Lana.
Telepon Ken terus berdering dan terlihat satu nama yang tak ingin dilihat olehnya yaitu Prilly.
"Paman ayo cepat." Teriak Keyran setengah jalan menuju orang tuanya dan Ken.
"Ah baiklah. Ken mematikan teleponnya dan mengejar anak Kecil itu. Untuk sementara aku ingin liburan tampan beban, setelah ini aku akan pikirkan solusinya." Batin Lelaki itu.
Bagaimana cerita dari cinta yang pada awalnya tidak pernah kita sangka, tidak pernah kita inginkan dan secara tidak langsung akan menjadi milik kita dan mengharuskan kita mencintainya? Aku masih memikirkannya.
Perjalanan pertama setelah sampai di kota ini sangat membuatku bahagia, terhitung dari beberapa keinginan terbang kesini dan akhirnya bisa berada disini dengan keluarga kecilku. Gadis itu menatap sekeliling dan menatap orang-orang yang ia sayangi.
Keyran memberikan tabletnya di tengah perjalanan menuju di restoran ternama malam itu.
"Ma lihat ini? Sepertinya aku akan ada kunjungan ke galeri seni yang ada disini." Memberikan tabletnya.
"Wow, Ini sangat luar biasa sayang." Ucal Keila kaget.
"Apa itu?" Tanya Leon.
Beberapa keinginan dan harapan itu banyak mengubah diri kita, yang tadinya kita berfikir semua hal yang ada kali ini adalah khayalan dan mimpi semata ternyata dapat terwujudkan.
Keila memeluk anak kecil itu, anak yang membawa banyak perubahan dalam hidupnya, keberkahan dan keberuntungan.
Hal itu membuat Keila sedikit terdiam dan kaget.
"Benar sekali kata kak Leon. Lagi pula orang-orang juga harus tau siapa keluarga menantu Hartono, dan siapa yang menjadi istri dari Leon Hartono. Hot News banget tu." Ucap Icha sambil memainkan jarinya menunjuk Keila seperti menembaknya dengan jarinya.
"Sepertinya ide bagus." Ucap Ken yang sedari tadi memeriksa pergerakan grafik saham dan beberapa pekerjaan kantor.
"Gimana Keil?" Tanya Leon.
"Ah baiklah." Ucapnya.
Icha berbisik kepada Lana lalu kepada Ken
"Boleh juga." Jawaban Ken dan Lana serentak.
Tibalah mereka di sebuah restoran Prancis yang sangat terkenal itu.
Entah dari mana wartawan dan kameramen yang menunggu keluarga mereka itu makan malam disana dan menyambut Keyran.
"Permisi saya Ken yang mereparasi meja tadi." Ucapnya kepada resepsionis.
"Baiklah tuan, saya dengar anda manager dari Keyran Fay ya." Ucapnya.
"Ah benar saya bersama dengannya. Bisa tunjukan kami ke ruangan VIP." Ucap Ken.
__ADS_1
"Baiklah ikuti saya tuan." Ucap Gadis itu.
Diluar dugaan, mereka disambut hangat oleh pemilik restoran itu yang ternyata pernah bekerja sama dengan perusahaan Arfandy yang pada saat itu bersama dengan Keila juga.
Lelaki pemilik restoran itu langsung menyapa Keila dan Keyran.
"Hallo ms. Fay, kenapa anda tidak memberitahu saya jika berkunjung ke negara ini." Salamnya.
"Hai paman Brown apa kabar?" Tanya Keyran.
"Oh my god. Keyran kecilku sudah tinggi dan besar sekarang ya." Ungkapnya.
"Terima kasih tuan." Ucap Keyran.
"Maaf tuan ruangan mereka ada disana boleh saya membawanya sekarang?" Ucap resepsionis tersebut.
"Ah iya saya akan membantu kamu membawa tamu spesial kita ini. Ayo mari Ms. Fay." Ucapnya.
Mereka berjalan mengikuti pria tersebut.
Leon berbisik kepada istrinya tersebut.
"Kau mengenalnya sayang?" Tanya Leon.
"Pada saat konser di London dia pernah melihat Keyran dengan Arfandy memainkan piano sebagai pembukaan sebuah acara besar. Beliau juga partner bisnis Arfandy." Bisik Keila.
Loen membatin. "Ternyata aku menikahi gadis yang luar biasa. Bukan hanya bisa mengimbangiku namun juga bisa berada di setiap tempat dengan situasi apapun." Batin Leon dengan senyuman.
Tibalah mereka di sebuah ruangan dengan pemandangan langsung ke arah menara Eiffel tersebut dan ditemani dengan kelap kelip lampu yang luar biasa.
"Kapan kamu tiba Ms. Fay?" Tanyanya.
"Baru saja tadi pagi tuan Brown. Ah iya perkenalkan Leon Hartono suami saya dan lelaki yang di sampingnya Ken sebagai manager dan asisten suami saya. Laki-laki sampingnya adalah Mr. Lana adik kandung pak Arfandy saat ini menjabat sebagai CEO di Indonesia dan wanita di sampingnya adalah tunangannya." Ucap Keila memperkenalkan mereka satu persatu.
"Wah. Hallo pak Leon. Menjabat tangannya. Selamat sudah menikahi dewi tercantik dan terpintar kami." Ucapnya.
"Terima kasih pak." Menjabat tangannya kembali.
"Ah pak Ken." Saling menjabat tangan.
"Hmm pak Lana? Hai sampaikan salamku ke kakakmu ya dan hallo nona." Ucapnya.
"Bagaimana kabarmu tuan Brown?" Tanya Keyran.
"Hmm saya sangat baik. Saya sempat bingung kenapa restoran saya mendadak banyak kameramen dan wartawan ternyata artis cilik kita berada disini. Maka dari itu sebagai sambutan dari saya, makan malam kali ini free khusus untuk tamu penting." Tawanya.
"Wah terima kasih sekali Mr. Brown." Ucap Keila.
Segala kebaikan yang dituai, segala macam relasi yang dimiliki harus dapat menunjang kestabilan yang ada. Begitulah kebaikan datang begitu saja kepada Keila dan anaknya.
__ADS_1