
Mata Keila terbelalak melihat sosok lelaki yang sekilas ia kenali itu, namun terlihat bingung mengapa anaknya memanggil lelaki itu ayah.
Gadis itu menatap lelaki itu. "Apa jangan jangan pria 5 tahun yang lalu itu?" Dengan gemetar dia menatap lelaki itu.
"Ayah tanganmu berdarah." Teriak Keyran menjatuhkan air matanya.
Mata Keila dan Leon bertemu dan saling menatap.
"Ah tuan Leon. Melihat ke arah tangannya dengan spontan memegangnya. Astaga tuan tangan tuan kenapa?" Bertanya dan menjatuhkan semua barang belanjaannya.
Di apartemen Keila.
Gadis itu bukan hanya cantik namun sangat baik dalam hal apapun, mata Leon masih menatap gadis yang ada di hadapannya tersebut.
"Pak biar saya obati." Memegang tangan lelaki itu dan membasuh lukanya dengan air dan mengelap nya perlahan, lelaki itu masih diam dan tak banyak bicara. Keila dengan perlahan membalut lukanya perlahan. Sudah selesai, coba tuan gerakkan tangan tuan?" Ucap Keila.
Lelaki itu menggerakkan tangannya.
"Sudah tidak apa. Terima kasih ucapannya.
Anak kecil itu menatap lelaki itu dengan bendungan air mata dan berbalik menghapus air matanya.
"Saya tinggal dulu ya tuan." Ucap gadis mengembalikan kotak P3K nya.
"Kau kenapa?" Tanya Leon pada anak kecil itu.
Anak itu hanya menatapnya dan memegangi perban di tangannya.
"Jangan sakit-sakit lagi ya ayah." Anak itu memeluknya.
"Baiklah." Ucap Leon dengan senyuman.
Keila kembali dan melihat anak itu sudah tertidur di pangkuan Leon.
"Astaga dia sudah tidur? Tanya Keila ingin mengambilnya dari pangkuan lelaki itu.
Tangan Leon menahan dan menggeleng.
"Biarkan saja seperti ini dahulu." Ucapnya.
Keila hanya mengangguk dan mengambil cemilan dan minuman ringan.
"Jika boleh tahu tangan anda kenapa?" Tanya Keila dengan hati-hati.
Lelaki itu terdiam sejenak menatap dan mengelus anak yang ada di pelukannya.
"Aku memiliki ibu tiri, kau tau pastikan aku dan Icha bukan saudara seibu. Menatap mata gadis itu. Aku selalu memiliki konflik dingin bersama ibunya dan untungnya Icha tak membenciku." Dia tersenyum dan menatap Keyran yang tertidur lelap.
"Ah begitu. Ucapnya. Konflik keluarganya hampir sama denganku. Batinnya. Ini sudah tengah malam, anda bisa tidur di kamar Keyran jika anda mau." Ucapnya.
"Ah gadis ini menahanku? Batinnya. Ah baiklah, bolehkah aku tidur dengannya." Menggelengkan kepala menunjuk Keyran.
"Ah? Tentu saja. Ekspresi Keila kaget. Astaga Keila mana mungkin dia memintamu tidur dengannya." Membatin dan menggelengkan kepala.
"Baiklah, aku sekalian mengangkatnya ke kamar. Dimana kamarnya?" Tanya Leon.
"Di sana." Menunjukkan.
__ADS_1
Lelaki itu meletakkan anaknya secara perlahan.
"Baiklah, kami tidur dulu." Ucapnya.
"Baiklah selamat malam." Menutup pintu.
"Selamat malam. Leon mematikan lampunya dan tertidur memeluk Keyran. Akhirnya aku bisa tidur dengan Anakku." Peluknya.
Di luar pintu jantung Keila mendadak berdegup kencang. Dia tak menyangka bahwa dirinya membawa pulang lelaki yang tak di kenalinya.
Deg. Deg. Deg.
Jantungnya berdegup semakin kencang dan memasuki kamarnya tak lupa menguncinya.
Deg. Deg. Deg.
"Astaha Keil apa yang kau pikirkan, dia bukan lelaki itu, dia bukan ayah anakmu dan dia adalah bos tempatmu bekerja." Menggerutu dan tertidur.
Jika benar dia adalah orang itu lalu apa yang harus aku lakukan?
…
Di Rumah keluarga Leon.
"Harusnya kau tak melakukan hal itu? Semakin tua semakin temperamen dirimu." Kecam lelaki itu kepada istrinya.
"Kau harusnya bersyukur aku telah membesarkannya menjadi seorang CEO seperti ini." Bantah wanita itu.
"Kau tak pernah membesarkannya dia besar sendiri di luar jangkauan kita, sekali lagi jaga sikapmu jika kau tak ingin kehilangan sesuatu." Ancam lelaki tersebut meninggalkan wanita itu.
"Berani sekali kau mengancamku?! Terialnya dengan amarah. Kalau saja dia tak mati karena kecelakaan mungkin dia takkan menikahiku." Menghentakkan meja riasnya dan menatap sinis ke arah cermin.
…
Tanganku mengelus pipinya dan mencubitnya, "apakah ini kenyataan?" Batinku dan membuatku tersenyum.
"Lima menit lagi ya." Ucap lelaki itu memelukku dengan keadaan mata tertutup.
"Hei pria besar, jangan terlalu erat ya aku bisa sesak." Ucap anak kecil itu mendengarkan degup jantung lelaki itu.
"Iya cuma lima menit kau takkan mati nak." Ucapnya.
"Kenapa tanganmu terluka?" Menatap lelaki itu.
"Hanya kecelakaan kecil. Tenanglah ayo tidur." Ucapnya sambil menepuk punggung belakang anak itu.
"Maukah kau sering-sering menemuiku atau menemaniku tidur?" Pinta anak itu.
Anak itu menatap lelaki itu tapi tak menuai jawaban, tak berapa lama lelaki itu menjawab.
"Maukah kamu jika aku menjadi ayahmu?" Tanya lelaki itu.
"Tentu saja." Memeluk lelaki itu.
"Baiklah, 5 menit lagi bangunkan aku ya." Ucapnya.
Lelaki itu terbangun dan mengatakan pada anak tersebut, "ayah pulang duluan ya jangan bangunkan ibumu, dia pasti kelelahan." Mengecup kening anak itu.
__ADS_1
"Baiklah ayah." Memberi jempol dan melambai di pintu.
Pagi itu Keyran langsung mandi dan menyiapkan sereal memakannya sambil menonton tv.
"Pagi sayang, eh sudah bangun dimana paman?" Tanya Keila.
"Ah 30 menit lalu sudah pulang, dia bilang terima kasih untuk mengobatinya dan membiarkan dia menginap." Sambil mengunyah makanannya.
"Baiklah sayang setelah itu ganti bajumu ya. Mama mau siap-siap dulu." Memasuki kamarnya.
"Baiklah ma. Wah film kartun ini seru sekali, sebaiknya aku cek gambarku yang sudah diupload kemarin. Mengeceknya dan sesuai harapan banyak love dari followernya. Hmmm baiklah apa yang akan aku buat lagi ya?" Mengunyah sambil berpikir dan menikmati tontonannya.
"Sayang ayo cepat ganti bajumu." Ucap Wanita itu.
"Iya sebentar ma." Meletakkan mangkoknya di cucian piring dan mengganti bajunya.
Saat keluar rumah dan berpapasan dengan Icha di Lobby apartemen.
"Tante eh maaf maksudnya kakak Icha?" Menghampiri dan memeluknya.
"Iya sayangku, mau pergi sekolah ya?" Tanyanya membalas pelukkan.
"Iya ni." Melepaskan pelukkan.
"Hei ibu Direktur." Ucap Keila.
"Ah kakak bisa saja ini kan belum di kantor." Ucapnya.
"Tidak apa-apa. Menggandeng Keyran. Wah tumben pagi sekali?" Tanyanya.
"Iya mobilku ketinggalan dirumah. Aku akan ke rumah dulu." Ucapnya.
"Oh begitu baiklah. Dada kakak, bilang Key." Memberikan salam.
"Dah Kakak." Ucap Keyran pada Icha dan hendak pergi.
"Eh aku ikut kalian saja sekalian melihat sekolah Keyran." Pinta Icha.
"Hmm. Keila dan Keyran saling menatap. Boleh." Jawab serentak.
Mobil melaju lebih cepat karena jalanan belum ramai dan lintasan jalan raya sepi.
"Wah asik nih kalo Jakarta bisa selempang ini jalannya." Ucap Icha.
"Benar sekali. Menatap Keyran di bangku belakang sibuk dengan Pad nya. Sayang nanti jangan di bawa ke sekolah ya." Pinta Ibunya.
"Baiklah ma." Melanjutkan gambarnya.
"Wah kamu sedang gambar apa sayang?" Ucap Icha.
"Klo aku kasih tunjuk kakak Icha tau gak ya kalo ini gambar Ayah Leon. Batinnya. Ini kakak mau lihat." Memberikan gambar sketsa pria yang belum terlihat jelas bentuk wajahnya.
"Wah keren sekali. Wahh. Ternyata keponakan kakak ini artis instag*m ya." Terkejut melihat banyak postingan Keyran menjadi sorotan banyak orang.
"Hehe tidak juga kakak." Menggaruk kepalanya dan memancungkan hidungnya dengan jarinya.
"Tapi kenapa ya lama kelamaan Keyran terlihat mirip dengan Leon." Batinnya. Ini sayang silahkan dilanjutkan." Mengembalikan tab nya.
__ADS_1
"Baiklah kak." Jawab Keyran.
Terlihat mobil hitam itu tiba-tiba menyalip mobil Keila dan mendadak gadis itu mengerem mobilnya dan hampir mengalami tabrakan.