Anak Genius : Ayah Anakku CEO

Anak Genius : Ayah Anakku CEO
31. Kenapa Harus Dia?


__ADS_3

Peresmian untuk produk launching terbaru kali ini dibuka oleh pianis cilik bernama Keyran asal London.


Anak kecil itu menaiki panggung dan terlihat memainkan piano sebagai pembukaan acara. Alunan suara piano itu membuat banyak orang terkagum untuk anak berumur 5 tahun.


Semua bertepuk tangan riang, menyambut anak tersebut menyelesaikan permainannya. Penjagaan untuk anak itu sangat ketat dan pengunjung terlihat sangat ramai.


Pertunjukan utama segera dimulai, terlihat anak lelaki itu ditemani oleh Unclenya yang sudah lama menghilang dari pandangannya.


"Hallo keponakan uncle tersayang, apa kabar?" Ucap lelaki itu bersujud sambil merentangkan tangannya.


"Ah Uncle." Berlari memeluk pamannya.


Terlihat Ken yang sedari tadi menjaga anak kecil itu tak berguna setelah kedatangan Lana. Lelaki itu menepuk bahu Lana tanda dia akan pergi, Lana hanya mengangguk kepada Ken.


"Sayang dimana mama dan kakakmu?" Tanyanya.


"Mungkin di aula Utama." Pungkasnya.


"Ah baiklah. Mengambil ponselnya dan menelepon Keila. Yes diangkat, hallo kak." Sapa Lana dari telepon.


"Iya Lana, ada apa?" Sambil mengatur jalannya acara dan sibuk dengan Ht nya mengkoordinir para staff.


"Kak Keyran bersamaku, kami di Aula lantai dua ya. Hubungi saja aku nanti." Memberitahu gadia itu.


"Baiklah terima kasih ua Lana, tolong jaga anakku." Mematikan teleponnya.


"Uncle ayo duduk disana." Menunjuk sebuah kursi.


"Baiklah. Menuju kursi tersebut dan mendudukkan anak itu. Ini makanan untuk tuan raja." Menyenangkan anak kecil itu.


"Terima kasih uncle ku yang paling tampan sejagat raya setelah ayahku." Pungkasnya memakan makanannya. 


"Ha, memang siapa ayahmu?" Tanya Lana sambil mengunyah popcorn yang ia bawakan.


"Itu ayahku. Menunjuk seorang lelaki tampan dengan jas terbaiknya hari ini. Itu yang di samping mamaku." Ucapnya.


"Ha mana? Maksudmu Pak Leon?" Menatap anak itu yang asik dengan popcorn nya.


Anak itu hanya mengangguk.


"Ada-ada saja kamu nak. Gerutu Lana. Dia itu Bos mamamu dan calon kakak ipar Paman." Ucapnya minum coca colanya.


"Iya dia beneran ayahku paman." Ucapnya.


"Baiklah terserah kau saja." Tidak melanjutkan perdebatan.


Seorang lelaki dengan karangan bunga berdiri di belakang kursi mereka dan enggan mendekati mereka setelah pembicaraan panjang kedua orang tersebut. Bunga yang ia pegang terjatuh di lantai dan dia langsung mengambilnya kembali dan berbalik arah.


"Ah apa mungkin benar Leon ayah kandung Keyran? Apakah dia hanya asal bicara melihat kedekatan ibunya dengan bos nya?!" Membatin dan bertanya pada diri sendiri dan menatap gadis itu bersama Leon selalu bersama.


Lelaki itu menggeleng kepalanya dan menarik nafas yang cukup panjang. Lalu pergi keluar gedung menarik nafas panjang.


Terlihat Arfandy berpapasan dengan gadis cantik bernama Lily yang tak lain adalah adik tiri Keila.

__ADS_1


Arfandy dan Lily saling melewati.


"Wah aku sudah ketinggalan 20 menit di opening launching ini." Sambil menatap Jamnya yang sudah pukul tujuh malam memasuki gedung.


Acara tersebut tampak sangat ramai, gadis itu duduk di lantai dua sederetan dengan kursi Lana dan anak kecil itu, selang beberapa kursi.


"Wah uncle ada gadis cantik di sebelah sana." Bisik Keyran.


"Haha. Biarkan saja, kita menikmati pertunjukkan saja." Ucap Lana tak menghiraukan apapun di sekelilingnya.


"Astaga apa orang yang disampingku ini adalah pamanku, kenapa tingkah buayanya tidak keluar kali ini. Apakah karena disini ada kakak Icha?" Membatin dan mencari gadis itu.


Suasana pagelaran untuk launching baju satu persatu pun selesai dengan para model yang terpilih sangat baik. Terlihat CEO muda itu memperkenalkan produk terbarunya dan naik keatas panggung.


"Ini giliranku. Batin Keyran. Paman ayo turun, sebentar lagi giliranku." Ucap anak kecil itu.


"Ah baiklah sayang." Segera turun bersama anak kecil itu.


Lelaki itu menaiki panggung dan menamai produk terbaru itu Elephant Man, sebuah gelang yang dilukis oleh Keyran Fay.


"Saya akan launching produk terbaru kami oleh desainer kecil kami Keyran Fay." Ucapnya.


"Paman aku naik dulu, kamu disini saja." Ucap anak itu.


Keyran Menaiki panggung dan banyak tepuk tangan para tamu VIP sampein undangan biasa lainnya.


CEO mudah itu menyatakan bahwa dia hanya membuat 21 buah Gelang tersebut dengan edisi terbatas.


Sorotan lampu menuju mereka berdua, kelap kelip lampu lainnya berhasil menyorot beberapa sudut ruangan dan tepuk tangan para undangan terdengar sangat meriah.


 "Ayah sepertinya kau selalu menepati janjimu." Bisik anak itu dalam pelukkan Leon.


"Aku Kan ayahmu." Mencium dahinya.


Seorang wanita cantik mendatangi Lana di belakang panggung yang sedang menonton pertunjukkan itu.


Gadis itu memeluknya dari belakang yang membuat Lana kaget, lelaki itu menoleh dan menatap Icha kekasihnya.


"Hey baby. Sapa gadis itu. Rindu." Masih memeluknya dari belakang.


"Astaga kira siapa." Memegangi tangan gadis itu yang memeluknya.


"Gimana lomba kamu?" Tanya gadis itu.


"Akhir bulan ini babak penyisihan." Pungkasnya.


"Baiklah. Anak itu sudah datang." Melepas pelukannya.


Terlihat Ken menuju atas panggung dan memberikan kata penutup. Terlihat Leon masih menggendong Keyran menuju Keila.


Tangan Icha masih menggandeng Lana.


"Aku tak tau ya, tapi sepertinya kakakku menyukai kakak ipar." Geritu Icha.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi kakak mau menikah dengan kakakku." Menatap gadis itu.


Gadis itu menaikkan bahunya tanda tidak tahu.


"Dengan ini acara launching kali ini selesai, besok di departemen kami memajang seluruh model baju saat ini. Segera hubungi cs kami agar tidak kehabisan. Terima kasih." Ucapan undur diri.


Terlihat Prilly mendekati panggung dan menatap kemana CEO muda itu menggendong anak tersebut ke dekat seorang gadis yang ia kenali. Gadis itu mendadak berbalik dan tidak berani menoleh.


"Kenapa bisa Keila?" Gerutunya dan pergi meninggalkan gedung itu dengan tergesah-gesah.


Lana dan Icha menghampiri Leon dan Keyran dibalik panggung seberang sambil menggandeng tangan Icha.


"Ayo sayang." Ucap Lana menerobos banyaknya para tamu dan terlihat Arfandy kakak kandung Lana sudah berada di dekat mereka dan memberi sebuah buket bunga untuk penampilan Keyran yang masih digendong oleh Leon.


"Ini sayang untuk mu dari paman." Ucap Arfandy.


  


"Wah terima kasih paman." Peluk Keyran.


Lelakinitu memberikan bunganya kepada Ibu anaknitu dan memeluk anak kecil itu mengambilnya dari pelukkan Leon.


"Paman kemana saja, Key kan rindu." Ucapnya.


"Ah iya maafkan paman ya sayang, paman sibuk akhir-akhir ini." Menenangkan anak kecil itu.


Gadis itu terlihat tersenyum melihat kemanjahan anaknya pada paman yang membesarkannya, gadis itu mengelus kepala Keyran dan terlihat matanya mulai lelah karena jam hampir pukul 12 malam.


"Halo kak." Serentak Lana dan Icha.


"Wah keren sekali ya. Ucap Icha pada Keyran. Ya ampun sayang kamu ngantuk ya?" Tanya Icha lembut.


Anak kecil itu hanya menguap dan sangat tenang dalam pelukan Arfandy.


"Lana sudah lama datang?" Tanya gadis itu sambil ingin mengambil anaknya.


Fandy menggeleng. "Selesaikan saja pekerjaanmu aku akan menjaganya.


Keila hanya tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah kalian aku tinggal dulu. Pak Leon saya permi." Sebelum menyelesaikan kata-katanya lelaki itu memegang tangan Keila.


"Ah iya ada beberapa pekerjaan lagi yang belum selesai. Kami permisi, ayo Keil." Ucap CEO itu.


Gadis itu hanya mengangguk mengikuti Leon dan melambai ke Lana, Icha dan Arfandy yang menggendong anaknya.


Lelaki ini kenapa ya masih menggenggam tanganku di lorong ini dan memencet Lift hingga berbuka dan berbunyi. Kami menaikinya dan tiba-tiba saya dia menciumku.


Jantungku berdebar kencang. Deg. Deg. Deg.


"Namun aku tak bisa menolaknya."batinku.


 

__ADS_1


__ADS_2