
Keila menatap meja kantor Leon dan meletakkan berkasnya disana, dia melihat ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
Laci meja kerjanya sedikit terbuka ia menutupnya secara perlahan. Terlihat beberapa lembar kertas yang menyangkut disana.
Keila mengambilnya dan menutup laci meja tersebut tetapi agak sulit. Keila tak sengaja mengambil selembar kertas yang tersangkut itu.
Keila membuka lembaran kertas tersebut dan membacanya. Tangan Keila gemetaran melihat selembar kertas itu dan terduduk tersungkur di samping meja tersebut.
Leon memasuki ruangan dan melihat Keila sedang terduduk di samping mejanya.
"Kau kenapa?" Tanyanya mengulurkan tangan kepada gadis.
Keila berdiri dan mendorong Leon dari hadapannya lali berlari menabrak Ken lalu mengambil tasnya dan pergi begitu saja menuju mobilnya.
Ken yang kaget melihat laci mejanya terbuka dan menyadari berkas tes DNA Keyran. Dan ikut mengejar gadis itu.
"Sial. Melempar berkasnya. Keila." Teriak Leon mengejarnya ke parkiran.
Leon mengejar Keila yang menaiki mobilnya dan menggasmelewati Loen, lelaki itu berteriak dan terus memanggil namanya. Gadis itu hanya melihat dari spionnya sambil menangis.
Leon mengejar mobil Keila yang berada di depan. Jalanan kala itu terlihat cukup padat. Beberapa kali Leon menelekson kuat ke mobil-mobil yang ada di depannya. Dan hampir mendekati mobil Keila.
Lelaki itu terus menelpon gadis itu namun mendadak teleponnya mati.
"Sial. Keila sayang ayo cepat angkat. Ini gawat, bagaimana jika dia tidak siap akan hal ini!" Gerutu Leon.
Mendadak lampu merah dan sontak saja Leon mengerem mobilnya dan dia tak mengerem mobilnya malah Menggas sekencang-kencangnya memikirkan dirinya yang hampir tertabrak truk besar dan lelaki mengerem mendadak.
Mobilnya tersenggol 180° dari posisi awal yang menyebabkannya berputar. Untungnya dia adalah pengemudi yang handal, dan berhasil membuat mobilnya kembali ke posisi semula mengejar gadis itu.
Darah mengalir dari kepala Leon saat itu. Namun dia tetap mengejar mobil Keila dan kehilangan jejaknya.
Keila menatap dari spion tengahnya sedikit mengurangi kecepatannya dan menghela nafas, lalu menggas mobilnya kembali dan melaju dengan cepat kembali dengan banyak derai air mata.
Keila memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit dan berlari kebagian lap.
Gadis itu menemui dokter tersebut dan dokter itu terkejut melihat dirinya dan menyerahkan hasil lap nya dan ternyata 99,9 persen kecocokan.
Keila terduduk melihat kertas tersebut dan meremasnya kembali.
"Nona ada apa?" Tanya dokter itu.
Gadis itu segera bangkit dan berlari kembali ke mobil putihnya itu dan melaju dengan cepatnya.
Arya menyadari gadis yang berlari tersebut adalah Keila dan berlari menuju Lap.
"Kau tau siapa gadis itu?" Tanya Arya.
"Ah nona Keila. Dia sedang mengecek sesuatu lalu pergi." Ucapnya
__ADS_1
Arya hanya menepuk temannya tersebut dan mencari Keila dan mobil sudah melaju, lelaki itu kurang cepat sedikit.
"Aku kehilangannya lagi." Pungkas Arya Kesal.
Lily menghampiri Arya yang berada di parkiran dan terlihat lelaki itu berlari ke dalam rumah sakit lagi.
"Ah ada apa dengannya apakah dia tak melihatku. Gerutu Lily. Sebaiknya aku datangi saja ke kantornya." Berjalan menuju kantornya.
Gadis itu menuju apotik menebus obat dengan beberapa resep obat dokter untuk kedua orang tuanya.
"Saya tinggal dulu ya saya ke atas dahulu." Ucap Lily kepada staff apotik tersebut.
"Baiklah nona." Tersenyum.
Gadis itu pergi menuju lift dan menaikinya dan berjalan ke kantor suaminya. Terlihat kantor itu kosong dan tak ada siapapun.
"Hmmm dia kemana? Menatap semua pajangan yang ada di meja dan ruangan itu sambil melipat tangannya. Kelihatannya aku pergi saja, mungkin dia ada operasi." Keluar dari kantor suaminya dan pergi mengambil obatnya.
…
Mobil Leon melaju dengan kencangnya, mencari titik terakhir gadis itu dan sampailah dia di depan rumah sakit.
"Jangan-jangan dia. Teringat kejadian rambutnya tersangkut di kancing lengan baju gadis itu. Astaga mungkin dia sudah menaruh curiga." Panggilan masuk dari Ken.
"Hallo Leon kamu dimana? Main kabur aja." Gerutu Ken.
"Keila sudah tau aku ayah Keyran." Ucapnya.
"APAAAA!! Jadi bagaimana Leon?" Teriak Ken.
"Surat yang kusuruh saat itu sudah diproses?" Tanya Leon.
"Ah sudah, sudah. Jawabnya cepat. Lalu kau dimana?" Tanya Ken.
"Baiklah nanti ku jelaskan. Aku di depan rumah sakit. Aku akan kembali mencari Keila. Dah." Mematikan teleponnya.
"Astaga aku harus cepat mengambil berkasnya di brankas rumah Leon." Bergegas ke parkiran san mengambil mobilnya..
Leon menatap ke kanan dan kekiri sambil mengendarai mobilnya dan singga ke perusahaan Arfandy namun tak menemukan mobil Keila.
"Apa mungkin dia ke sekolah Keyran dan menjemputnya?" Masih mengendarai mobilnya menuju sekolah Keyran.
Panggilan Keluar ke pada Icha.
"Ayo angkat Icha." Gerutu Leon.
Icha menatap Ken sedang lari dengan cepat menuju ke arah parkiran dan mengejarnya namun mobilnya sudah melaju menjauhinya.
"Apaan sih dia seperti dikejar setan aja." Geruru Icha.
__ADS_1
Panggilan telepon dari Leon masuk.
"Hallo kak. Kak, kak Ken kenapa?" Tanyanya.
"Cha, Icha denger kakak ya. Dengerin dulu jangan bicara." Ucap Leon tergesah-gesah.
"Kenapa Kak?" Tanyanya penasaran.
"Kakak berencana memberitahu Keila sabtu ini namun dia sudah tahu kalau kakak Ayah dari Keyran." Ucapnya dan di sela oleh Icha.
"APA? kan dah pernah Icha bilang kak." Membalas marah pada Leon.
"Mangkannya dengerin kakak. Sekarang Keila pergi lari dan kabur. Tolong cek apartemennya sekarang, kakak akan ke sekolahan Keyran. Tolong bantuannya." Ucap Leon.
"Baiklah kak. Sambil memasuki mobilnya dan menutupnya. Prak. Ada Lagi?" Tanya gadis itu sambil mengendarai mobilnya menuju apartemen Keila.
"Tidak ada. Terima kasih ya Cha." Pungkas Leon.
"Sama-sama kak. Mematikan teleponnya. Ya ampun Icha dimana kamu?" Sambil menelpon ke nomor gadis itu tapi teleponnya dimatikan.
Mobil Leon melaju dengan gilanya, darah yang terus mengalir itu sudah mulai mengering.
"Bagaimana ini? Bagaimana jika dia pergi dengan Keyran. Apakah aku bisa hidup tanpa mereka?" Batin Leon sepanjang perjalanan menuju sekolah Keyran.
Apakah ini yang dinamakan kasih dari sayang, menyayangi orang yang kita sayangi apakah begini? Apakah jatuh cinta seperti ini, membuat penderitanya takut sekali kehilangan kepemilikannya.
Bagaimana kau bisa mempertahankan seseorang tersebut, seseorang yang sempat berada di sisimu dan saat ini mewarnai segala hal di hidupmu dan tiba-tiba saja akan pergi jauh dari hidupmu.
Ketakutan macam apa yang kerap sekali menghantui diriku? Aku tak tahu.
Tibalah Leon di sekolah anaknya, terlihat Keyran sedang bermain ditaman bermain, dan seorang berlari memeluk anak kecil itu sambil memanggilnya.
"Sayaaaang." Memeluk anak kecil itu..
"Ma kenapa, kenapa dengan dirimu?" Tanya anak itu memeluk balik ibunya dan menatap lelaki itu.
Lelaki yang disinari cahaya senja yang mengkilau.
"Keil. Keila?" Ucap Leon.
Keila sontak terkejut mendengar suara lelaki tersebut dan hanya diam saja.
"Ma. Mama. Ma, Ada darah di kepala Ayah. Menunjuk Leon. Kepala Ayah kenapa?" Tanya Keyran yang masih dalam pelukkan gadis itu.
Keila berbali dan menatap lelaki itu, lelaki itu hampir terjatuh
"Akhirnya aku menemukanmu." Tersenyum dan terjatuh ditangkap oleh Keila.
"Tuan, tuan, tuan kenapa?" Membangunkannya.
__ADS_1
Gadis itu menyadari tangannya sudah berlumuran darah memegang kepala lelaki itu.