
Kali ini adalah hari yang paling mendebarkan bagiku, aku yang tak pernah merasakan perasaan suka selama 5 tahun terakhir pun goyah karena seorang lelaki.
Gadis itu dengan cepat menuju ke tempat lokasi yang dikirim anaknya melalui gps, gadis itu melaju dengan mobilnya untuk kecepatan yang cukup tinggi.
Terlihat dia tiba di sebuah tempat dengan cepat gadis itu turun dari mobilnya dan melihat dua orang pengawal menghadang jalannya.
"Maaf saya Keila Fay, ibu dari Keyran Fay. Bisa saya bertemu Keyran dan Pak Leon sekarang.
Pengawal itu mendengar instruksi dari earphone nya dan mempersilahkan nona cantik itu masuk.
Gadis itu dengan baju santainya, rok dibawah dengkul dan tas yang dia bawa dengan sepatu heels tak terlalu tinggi berjalan mengikuti seorang pemandu yang mengantarkannya ke Leon dan anaknya.
Gadis itu terlihat kaget karena seorang pengawal yang pemandunya membawanya ke sebuah pesawat pribadi.
Setelah menaiki pesawat terlihat anak dan lelaki sedang duduk dengan santainya. Anak Kecil itu memanggil ibunya.
"Ma kok lama sekali si." Ucapnya duduk di bangku pesawat bermain dengan Pad nya.
Gadis itu hanya menggeleng dan menatap lelaki itu ada di samping anaknya. Terlihat Ken sedang berdiri di belakang Keila dan membawanya ke tempat duduknya.
"Hei Sekretaris Bos harus duduk disini. Ini." Memberikan Air kelapa muda kepada Keila.
Gadis itu meminumnya lalu ingin membawa pulang anaknya, seorang pramugari datang dan memastikan mereka memakai sabuk pengaman.
Keila hanya menggelang dan menatap Bos nya.
"Tuan Leon kita mau kemana? Ini namanya penculikkan." Ucap gadis itu memegang kepalanya.
"Ma aku bersamamu, kau waliku dan kau disini. Ini bukan penculikkan tapi jalan-jalan." Ucap anak itu.
Leon hanya tertawa dan Ken menikmati perjalanannya.
"Ayolah ini permintaan tuan muda kecil kita. Untuk kado ulang tahunnya ke Paris." Ucap lelaki itu santai.
"Ha paris? Memegang kepalanya. Pak jangan Aneh-aneh ya, password dan apapun aku tak bawak." Ucap gadis itu histeris.
Anak itu menunjukkan paspornya.
"Tenang saja ma aku sudah bawa dan tadi kami sudah menghabiskan uang untuk membeli pakaian ganti kita." Ucap anak itu memberi jempol.
Pesawat lepas landas di Paris. Gadis itu hanya terdiam dan tak tahu ingin berkata apa melihat anak dan bos nya yang kian mendekat.
"Astaga, dia menghabiskan berapa miliar untuk satu pesawat ini." Gerutu gadis itu.
Leon mendekatinya melihat semuanya sudah turun.
"Kau mau tetap disini? Bisik Leon. Kalau tidak turun kau yang bayar biayanya." Ancam Leon.
__ADS_1
"Ah iya iya." Segera turun.
"Lucu sekali gadis itu." Tertawa dan mengikuti gadis itu.
Cuaca hari ini begitu bersahabat, mereka keluar pesawat disambut oleh matahari terbenam yang sangat indah, angin berhembus begitu kencang terlihat pakaian gadis itu sedikit tipis. Leon membuka jaketnya dan memakaikannya.
"Pak." Panggil gadis itu pada Leon yang mendahului ia berjalan.
Leon menoleh kebelakang.
"Pakai saja, pakaianmu tipis." Meninggalkan gadis itu dan mengejar Keyran dan Ken.
"Ayah nanti kita mau kemana dulu?" Tanya anak kecil itu pada Leon.
"Sayang dia bukan ayahmu." Ucap gadis itu mendekati anaknya.
Leon menggendong anak itu lalu menoleh ke samping dan menatap Keila.
"Saat bersamaku dia anakku dan aku tak masalah dipanggil ayah olehnya." Ucap Leon kesal berjalan lebih cepat membuat gadis itu bingung.
Gadis itu mendadak kesal dan menghentakkan kakinya. Ken mendekatinya dan berbisik.
"Hmm. Sepertinya dia merajuk. Ayo Keil, nanti kita bisa ketinggalan mereka." Ucapnya.
"Ah iya. Mengikuti langkah kaki Ken. Sebenarnya apa yang terjadi si?" Tanyanya dalam hati.
Sebuah mobil sudah menunggu di depan bandara dan Leon duduk langsung di bangku belakang bersama Keyran. Terlihat Keila bingung dan masuk deretan bangku mereka.
"Kita akan kemana Ayah?" Tanya anak kecil itu.
"Bagaimana dengan makan malam di Restoran Prancis di depan menara Eiffel?" Tanya kepada anak itu.
"Boleh. Yeee akhirnya mimpiku kesampaian." Ucap anak itu.
"Sebelum itu kita berganti baju dulu ya ke tempat kenalanku. Lalu aku mengantar kalian dan mengecek hotel kita, nanti aku akan kembali lagi." Ucap Ken.
"Oke. Begitu juga boleh." Ucap Ken.
Keila hanya bersandar dan tangannya memegangi roknya sambil menghela nafas.
"Ma, mama ayo semangat. Ucap anak itu menikmati perjalanan mereka. Wah lampu kelap kelip kota sangat bagus." Gerutu anak kecil itu.
"Benarkah?" Tanya Leon dan anak itu hanya mengangguk.
Gadis itu tersipu dan terharu melihat lelaki itu memperlakukan anaknya sama baiknya dengan Arfandy padahal Keyran adalah anak yang cukup pemilih dengan orang baru selain Lana dan Arfandy.
Tep. Jantung Keila seolah sakit.
__ADS_1
Gadis itu memegang dadanya yang mendadak sesak. Anak itu memegang bahu ibunya.
"Ma mama gapapa?" Tanyanya.
"Kau tidak apa-apa? Tanya Leon ke gadis itu.
"Ah tidak apa-apa." Menenangkan mereka.
"Kau yakin?" Tanya Leon menatap matanya.
"Iya gapapa. Memberikan senyuman agar menenangkan mereka dan Keila tersadar Ia telah melakukan kesalahan pada Arfandy. Astaga Keil kau sudah berjanji akan mencoba mencintai lelaki itu." Batinnya.
Mobil berhenti tepat di sebuah toko baju yang cukup besar di toko itu. Ken langsung keluar dari mobil dan di sambut oleh seorang gadis cantik.
Ken langsung mencium pipi gadis itu dan memperkenalkan kami kepadanya.
"Halo saya Grace. Silahkan masuk." Ucapnya.
Grace telah menyiapkan beberapa pakaian untuk kami kenakan malam ini. Terlihat Leon sangat penuh persiapan membawa kami berjalan-jalan sampai ke negara orang.
"Baiklah sayangku Grace kita akan bertemu lagi besok." Ken melambai ke arahnya.
Tibalah tepat di menara Eifel dan terlihat menara megah itu terbangun dengan kokonya. Ken langsung menurunkan kami dan memberikan beberapa ratus dolar untuk jaga-jaga dan pergi.
"Jangan lupa ini masih weekend akan ada banyak orang disini dan baru kali ini aku merasa benar-benar menjadi seperti orang kaya setelah waktu itu aku minta papa untuk mengajakku bersama ibu pergi berlibur namun harapan itu sirna saat penyakit ibu kambuh." Menggeleng kepalanya.
Anak kecil itu menari Leon dan Keila ke arah menara itu dan semakin dekat. Wajah Leon yang sangat serius itu pun terlihat sangat bahagia dengan senyuman dan tawa yang merekah di wajahnya yang membuatku ikut tersenyum
"Wah mama lihat itu. Menunjuk. Ayah lihat itu." Menunjuk.
Tak sengaja ada kembang api menari-nari diatas langit dan bertulis Happy Birthday Keyran.
Keyran sangat bahagia dan berlari-lari mengelilingi menara.
"Sayang jangan jauh jauh. Teriaknya. Awas jatuh." Ucap Keila.
"Ayo kita kejar dia." Lelaki itu menggandeng tangan gadis itu dan mengejar anak kecil itu.
Keila kehabisan nafas dan berhenti menikmati malam itu. Kembang api masih terus dinyalakan. Mereka menikati kebahagiaan mereka.
Leon dan Keila tersenyum dan saling menatap.
"Sangat cantik. Ucapnya di tengah kelip kembang api itu dan anak kecil itu sibuk memandangi langit yang penuh warna. Sangat cantik." Ucap Leon sekali lagi.
Keila menatapnya dan kaget melihat sekali lagi lelaki itu menciumnya di malam yang sangat romantis itu.
"Sangat cantik. Lelaki itu langsung bersujud dan mengeluarkan cincin. Maukah kau menikah denganku?" Tanya lelaki itu.
__ADS_1
Gadis itu kaget dan menatap lelaki itu yang masih bersujud di hadapannya.
"Jadi maukah kau menikah denganku?" Tanyanya selagi.