
Setelah mengantarkan kedua anaknya Michel langsung menuju ke kantor GINAI, untuk menaruh mobilnya di sana karena kata Yash pakai mobil milik pria itu saja untuk ke Sukabumi. Sebenarnya dia malas sih harus satu mobil dengan seorang pria tapi mau bagaimana lagi Mark juga sudah mengijinkan dirinya, katanya tempatnya jauh jadi agar dia tidak lelah mengemudi sendiri.
Michel yang baru saja turun dari dalam mobilnya tampak terpaku akan keasrian kantor GINAI, suasana yang begitu murni nan segar seakan membuatnya begitu betah berada di kantor tersebut. Kemarin dia tak begitu menikmatinya karena tak berniat untuk datang mengikuti pertemuan dan saat pulang dia terlalu terburu-buru karena harus menghindari pria jahat itu.
Dia menghirup udara yang cukup segar itu dalam-dalam, rasanya begitu menyegarkan dirinya saat ini.
Kantor dengan Desain modern serta ditambah dengan tanaman dan pepohonan yang menghiasi taman membuat kantor berlantai dua itu tampak asri dan menyegarkan. Desain itu ditentukan oleh Gibran dan juga Khalif mereka sengaja menanam tubuh-tumbuhan untuk mempercantik taman serta pohon untuk membuat kantor menjadi lebih rindang dan tidak panas serta adanya tanaman dan pepohonan akan menjadi pemandangan dan memberikan tambahan aktivitas bagi para staf untuk beristirahat atau sekedar menyirami di kala penat.
“Kau menyukainya?” tiba-tiba saja sebuah suara mengagetkan dirinya,
“Kau, kenapa kau ada disini” raut wajah Michel berubah dingin saat melihat siapa yang sudah berdiri disampingnya saat ini.
“Jelas aku ada disini ini kantorku, dan yang akan pergi ke Sukabumi bersamamu diriku” pungkas Gibran dengan santai.
Berbeda dengan Michel yang tak mempercayai itu, matanya melotot menatap Gibran, dan bibirnya tersenyum sinis menatap pria tersebut.
“Tidak lucu, aku akan ke Sukabumi dengan Yash bukan dirimu” sinis Michel dan dia akan berlalu pergi tetapi Gibran menahannya.
“Mau kemana kamu, ayo berangkat kita sudah kesiangan” ajak Gibran sambil menahan tangan Michel yang akan pergi.
“Apa sih main pegang-pegang” Michel menghempaskan tangannya dari Gibran.
“Kau tidak percaya kalau aku yang bertugas hari ini, seharusnya disini aku yang terkejut kenapa malah kau yang ada disini bukan kakakmu karena setahuku Yash yang akan bertugas dengan Mark”
FLASHBACK ON
Subuh-subuh sekali Gibran terpaksa harus bangun dari tidurnya karena ponsel yang tepat berada di nakas meja sebelahnya berbunyi cukup nyaring sehingga membangunkan tidur lelapnya. Dia melihat sekilas nama yang tertera di layar ponsel tersebut,
“Mark,” gumamnya, Gibran langsung mengangkat panggilan dari rekan bisnisnya itu.
“Iya pagi, ada apa Mark?” kata Gibran saat mengangkat panggilan tersebut.
“Gibran hari ini aku ijin tidak bisa pergi ke Sukabumi, tapi adikku yang akan menggantikan ku ke sana. Tolong tetap catat kehadiranku,.” Pungkas Mark memberitahu kalau dia tidak bisa melaksanakan tugasnya tetapi digantikan Michel.
“Adikmu? Michel?”
“Iya Michel yang akan ke sana dengan Yash”
“Oke,” ucap Gibran.
“Kalau begitu terimakasih pengertiannya, aku tutup telponnya” ucap Mark di seberang sana.
Panggilan langsung terputus, dan Gibran diam sambil memegangi ponsel miliknya yang sudah mati.
__ADS_1
“Michel yang akan menggantikan Mark, kalau begitu akan aku suruh Yash tukaran shift denganku. Ini kesempatanku untuk meyakinkan diriku bahwa itu memang Naina” gumam Gibran. Dia langsung segera menelpon Yash agar bertukar shift dengannya tapi dia juga berpesan pada pria tersebut untuk tidak memberitahu Michel kalau mereka sudah bertukar shift.
Flashback Off
“Ayo kita sudah kesiangan” ajak Gibran lagi pada Michel yang diam saja membelakangi dirinya.
“Aku mau pulang saja, kau berangkat sendiri” Michel langsung akan pergi tetapi lagi-lagi Gibran menahan tangannya.
“Apa sih, aku banyak kerjaan lain.”
“Kau mau kakakmu, di blacklist dari perusahaan ini” ancam Gibran.
Michel langsung diam menatap kesal pada pria didepannya yang begitu menyebalkan, rasanya aneh melihat Gibran yang sekarang dulu pria itu dingin dan kejam sekarang kenapa jadi cerewet dan keras kepala begini. batin Michel.
“Kenapa diam saja, kau jatuh cinta padaku” pungkas Gibran tiba-tiba sambil memberikan senyuman manisnya pada Michel.
“What, Are You Crazy? Mana mungkin aku jatuh cinta pada pria sepertimu” sinis Michel.
“Jangan bilang tidak mungkin, bagaimana kalau tuhan sudah berkehendak. Contohnya seperti sekarang kita bertemu lagi kan”
Skaakk, Michel mati kutu dengan ucapan Gibran barusan.
“Sudahlah ayo kita kesiangan, nanti kalau tambah lama kau denganku. Kau tidak suka kan” pungkas Gibran dan langsung menarik tangan Michel menuju mobilnya yang tidak jauh dari situ.
“kau apa-apaan sih main tarik-tarik saja” kesal Michel yang sekarang disuruh masuk kedalam mobil Gibran.
Michel menelan ludahnya dengan susah, jantungnya tiba-tiba saja berdebar saat ini saat tepat mata Gibran menatap matanya. Gibran sendiri bukannya segera minggir malah tetap diam didepan Michel dengan posisi yang terbilang dekat.
“Kenapa kau gugup dekat denganku, masih jatuh cinta denganku?” senyum jahil muncul di wajah tampan Gibran saat ini dan dia langsung minggir dan menutup pintu mobil sebelah Michel. Pria itu bergegas mengitari mobil untuk masuk ke dalam mobil itu.
Michel semakin gugup, dan irama jantungnya tak beraturan melihat senyum Gibran barusan. Dia sama sekali belum pernah melihat senyum itu selama ini dan sekarang pria itu tersenyum padanya.
“Kau gila Michel, kau gila lupakan itu. ingat dia siapa Michel” batin Michel didalam hatinya.
..................................
Ditengah perjalanan yang cukup panjang tak ada pembicaraan sama sekali didalam mobil, padahal perjalanan mereka sudah setengah jalan tapi keduanya sama sekali tak berbicara sama sekali. Hanya Gibran yang sesekali melihat kearah Michel yang sedari tadi lebih asik melihat keluar jendela daripada bicara padanya.
“Aku heran denganmu, kau belum pernah bertemu denganku kan. kita saja bertemu pertama kali di acara ulah tahun rumah sakit keluargamu itupun sudah setengah bulan lebih. Tapi kau terus menghindari diriku, memang aku ada salah padamu” Gibran akhirnya berbicara, bahkan ucapannya tersebut cukup panjang.
“Aku tidak mau berurusan dengan orang sepertimu”
“Kenapa? Kau memang tahu apa soal diriku?”
__ADS_1
“Aku memang tidak tahu soal dirimu, tapi lihat wajahmu kau pria yang jahat kejam tak berprikemanusiaan sama sekali” Michel akhirnya menatap Gibran penuh emosi.
“Kau menilai ku hanya dari wajah saja, apa yang tampak belum tentu yang sebenarnya. Jangan pernah menilai seseorang hanya dari luarnya saja tapi dalamnya juga harus kau perhatikan baru kau bisa menilainya” jelas Gibran sambil sekilas menatap Michel karena dia tengah mengemudikan mobil saat ini.
“Tapi kau memang begitu kan, aku dengar dulu kau menyiksa istrimu. Kau pernah menikahkan? Dan dia kau siksa serta kau jadikan budak nafsumu” wajah Michel memerah penuh emosi, dia tak bisa mengendalikan emosinya tersebut sampai ucapan yang tak seharusnya dia katakan keluar begitu saja dari dalam mulutnya. Karena itulah yang terdalam darinya,
Gibran menatap tajam Michel, dan dia secara tiba-tiba saja menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
“Kenapa kau marah? Memang benarkan apa yang aku katakan” tukas Michel.
Bukannya menjawab Gibran malah tersenyum sinis,
“Dugaan ku benar,” sinisnya.
“Apa? kau menduga apa/” Michel berubah cemas setelah mendengar ucapan Gibran barusan.
“Kau tahu darimana kalau aku pernah menikah dan aku menyiksa istriku?”
Michel langsung menelan ludahnya, dia tadi kebablasan berbicara. Bagaimana bisa dia bicara begitu jelas-jelas artikel soal Gibran sudah di hapus semua oleh keluarga pria itu, oleh keluarga yang berkuasa tersebut.
“tebakanku, kau mengatakan hal itu karena pertama itu dirimu sendiri yang mengalami atau kau mendengar dari orang soal diriku”
“Maksudmu apa, aku yang mengalami”
“kau pikir saja sendiri” bukannya menjawab Gibran malah seakan meledek Michel, dia langsung menjalankan mobilnya kembali membuat Michel terlihat gelisah karena kemungkinan Gibran sudah curiga padanya.
°°°
T.B.C
Naina Maharani / Michel Putri Hendrajit
* Readers bagaimana kalau visualnya yang jadi Naina atau Michel cewek ini. Soalnya menurut author cocok sih.. tapi maaf ya buat kalian kalau misalnya nggak cocok. Kalian bisa bayangin visual lain kok.. enjoy ya kakak semua.
Gibran Montana Siregar.
* Kalau yang jadi Gibran author kepincut sama mas ganteng ini.. menurut author dia kan ganteng galak-galak tegas gitu dan kalau lagi bucin bikin baper. 😁 Tapi terserah kalian aja deng para reader Setia author.
__ADS_1
Mark Chandra Hendrajit
* Kalau ini Mark, pria baik berjiwa sosial yang bikin semua cewek kepincut. Gimana pendapat kalian readers. 🤭