Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 72


__ADS_3

Michel keluar dari kamarnya, dia bosan harus apa di pagi hari seperti ini. dia berjalan kearah kolam renang yang tersedia di belakang resort yang dia tempati itu. tapi sebelum berjalan kesitu dia melihat sekilas ke arah kamar Gibran yang masih tertutup apalagi suasana didalam resort juga sepi kemungkinan pria itu belum bangun saat ini.


Michel berdiri di tepi kolam renang dia meregangkan ototnya sambil sesekali menghirup udara yang cukup segar saat ini.


“Sejuknya” gumamnya lega. “Airnya kayaknya seger buat renang” ucapnya lagi saat melihat air kolam renang yang tampak jernih dan tenang.


Michel yang memang memakai celana pendek dan kaos saat bangun tiru, tak menunggu lama untuk turun ke dalam kolam renang. Dia benar-benar tertarik untuk berenang saat ini karena melihat air yang terlihat segar.


Dengan perlahan Michel langsung turun kedalam kolam,


“Seperti dugaan, ternyata emang segar” ucapnya setelah menyelam kan kepalanya ke dalam air. Michel langsung berenang menikmati waktunya sendiri saat ini.


Saat Michel tengah berenang ke sisi lain, Gibran tiba-tiba saja muncul dan masuk kedalam kolam renang tanpa sepengetahuan perempuan itu. Gibran berenang perlahan mendekati Michel yang belum sampai ke sisi sebaliknya.


Michel langsung berhenti saat menyadari ada yang bergerak di belakangnya, dia langsung berdiri menatap kebelakang.


“Kamu..” ucapnya menggantung saat melihat Gibran yang juga terpaksa menyudahi renangnya.


“Kenapa terkejut” ucap Gibran saat sudah didepan Michel.


“Bagaimana aku nggak terkejut, tiba-tiba ada orang yang masuk ke kolam renang tanpa sepengetahuanku”


“Aku minta maaf, aku sengaja saja ingin mengejutkanmu” ucap Gibran sambil berjalan mendekati Michel.


“kamu pagi-pagi sudah berenang begini apa nggak dingin” Gibran berbicara lembut sambil membenarkan rambut Michel.


Michel terpaku sambil terus melihat Gibran yang membenarkan rambutnya,


“Nggak” jawab Michel singkat.


Gibran manggut-manggut mendengar jawaban Michel,


“Aturan kamu bangunin aku terus kita berenang bareng” ucap Gibran sambil mengusap pipi sebelah kanan Michel. Entah kenapa pria itu melakukan hal seperti itu.


Sentuhan Gibran seakan memberikan sengatan pada michel, dia langsung buru-buru menyingkirkan tangan Gibran dari wajahnya. Dia berdebar dengan sentuhan tersebut.


“kenapa?” heran Gibran.


“Nggak pa-pa, aku mau naik keatas” ucap Michel dan dia langsung berjalan menepi, tapi tangan Gibran langsung melingkar di pinggangnya membuat langkahnya terhenti dan melihat kearah pria tersebut.


“kenapa buru-buru, kita berenang bersama saja sebentar” Gibran mendekatkan wajahnya ke telinga Michel dan dia berbicara dengan suara seraknya.


Serrr..

__ADS_1


Mendengar suara serak Gibran semakin membuat Michel serasa merinding, detak jantungnya pun semakin tak normal.


“Berenang bersamaku, mau kan” ucap Gibran tepat didepan telinga Michel.


Michel semakin terlihat tidak waras, bahkan dia semakin gugup geloranya semakin menjadi saja mendengar ucapan Gibran barusan.


“Ma..maaf, aku..ak lapar. Aku mau keatas” Michel buru-buru melepaskan tangan Gibran yang berada di pinggangnya. Ia langsung memberi jarak pada pria tersebut.


“Kamu lapar? Ya sudah kalau begitu ayo naik kita sarapan” Gibran langsung mendekati Michel kembali dan menggandeng tangan perempuan tersebut mengajaknya untuk menepi.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Gibran tiba-tiba saja menggendong Michel saat mereka sudah sampai ditepi kolam renang membantu perempuan itu untuk naik.


Michel yang sudah berada di atas berusaha mengendalikan degup jantungnya yang berdetak tak karuan,


“Aku pergi dulu” pamitnya lebih dulu meninggalkan Gibran begitu saja yang masih berada di dalam kolam renang.


Gibran tersenyum melihat Michel yang berlari kecil masuk kedalam resort, sentuhan di pagi harinya berhasil membuat perempuan itu berdebar. Jujur, dia tadi tak bisa mengontrol nafsunya tapi akhirnya dia berhasil. Dan dia tak akan berbuat lebih kalau Michel belum mau memulainya.


Gibran langsung naik keatas, dia akan ganti baju dan baru menyusun kejutannya yang pertama untuk Michel karena dia tidak akan memberikan satu kejutan melainkan beberapa kejutan nantinya.


.........................................


Di rumah sakit, saat Reyhan begitu sibuk menangani pasien karena dia juga mengurusi pasien Mark yang di pindah alihkan padanya karena pria itu tengah cuti bulan madu.


“dokter” panggil seseorang membuat Reyhan berhenti dan menoleh kebelakang melihat ke sumber suara yang telah memanggil dirinya.


Dahinya mengernyit melihat perempuan di depannya, itu perempuan semalam yang dia bantu.


“Iya kenapa?” tanya Reyhan datar.


Perempuan itu mendekati Reyhan saat ini,


“Terimakasih ya dok, berkat dokter anak saya sudah mendingan dan bisa di rawat disini. ini sebagai ucapan terimakasih saya buat dokter saya belikan buah-buahan” ucap perempuan itu sambil menyodorkan parcel buah yang dia bawa.


“yang sakit anakmu bukan aku, kenapa kamu membawakan saya buah. Ambil saja,” jawab Reyhan menolak pemberian tersebut.


“Tapi ini sebagai ucapan terimakasih saya dok, anak saya juga sudah sa..”


“Membantumu sudah kewajiban saya nona Alisha, jadi tidak perlu berterima kasih. Kalau begitu saya permisi, Oh iya tolong anak anda di buat terjaga sebentar beri dia mainan atau sampai saya datang untuk memeriksanya” Reyhan memotong ucapan Alisha dan dia juga berpesan pada perempuan tersebut. setelah itu Reyhan langsung pergi meninggalkan Alisha yang diam melihat Reyhan.


“”Padahal aku tidak bermaksud buruk, aku hanya ingin berterimakasih..” lirih Alisha yang terlihat sedih karena buah yang dia beli ditolak oleh dokter yang telah membantunya semalam. “Aku apakan buah ini” bingungnya menatap sedih parcel buah yang berada di tangannya. “Aku kasih ke orang lain saja kalau begitu”. “Astaga,..aku meninggalkan anakku sendiri” cemas Alisha saat dia ingat telah meninggalkan anaknya di runagan sendirian. Pasti anaknya tengah menangis saat ini karena dia cukup lama. Buru-buru Alisha berlari keruangan dimana anaknya di rawat.


.....................................

__ADS_1


“Duduk sayang” ucap Gibran saat dia sudah menarik kan kursi untuk perempuan itu duduk. Mereka saat ini ada di restauran pinggir pantai. Michel tak menolak sama sekali, dia duduk di kursi tersebut. kemudian Gibran juga langsung duduk di depan Michel.


Mereka saat ini kompak memakai baju putih, dan Michel terlihat begitu cantik mengenakan dress vintage berwarna putih, sedangkan Gibran memakai kemeja putih dengan lengannya sedikit di keataskan serta celana jeans pendek yang dia kenakan.


Michel melihat sekitar karena suasana cukup sepi, dia merasa aneh akan hal itu.


“kamu boking tempat ini ya?” tebak Michel menatap Gibran.


‘Hehhehe, kok tahu” gibran malah nyengir mendengar pertanyaan Michel.


“Ngapain sih pakai di boking, nggak enak sepi begini nggak ada orang yang makan disini” keluh Michel. Tentu saja dia mengeluh karena sebenarnya dia gugup saat hanya berdua saja dengan Gibran.


“Ya nggak pa-pa, aku pengen makan berdua aja sama kamu. aku juga boking nya nggak full cuman beberapa jam saja. makanya buruan pesen nanti keburu jam makan kita habis” pungkas Gibran dan langsung memegang buku menu dan dia meminta Michel untuk segera memesan makanannya.


Michel mendengus, dan dia melakukan apa yang diperintahkan Gibran padanya.


“samain aja, makanannya” ucap Michel tak bersemangat untuk memesan makanan.


“Serius mau sama, ya sudah. Kamu tunggu disini sebentar biar aku yang ke sana mesenin buat kamu” ucap Gibran dan langsung berdiri dari duduknya.


“Besok kita pulang ya’ ucap Michel tiba-tiba saat Gibran mulai akan berjalan.


“Pulang? Kok bur..”


“Aku bete aja disini”


“Bete kenapa?”


“Ya pikir aja sendiri, bilangnya ini liburan tapi...”


“Mmm, kamu mikir apa hayo” Gibran menggoda Michel, dia mendekatkan wajahnya cukup dekat.


“Mikir apa, sudah sana cepat pesan” elak Michel dan mendorong Gibran agar pergi.


“Oke, tunggu aku disini” balas Gibran sambil tersenyum dan dia langsung berlalu pergi dari hadapan Michel.


“Dasar pria nggak peka” gerutu Michel melihat kearah Gibran yang berjalan menjauh darinya.


“Anak-anak lagi ngapain ya” ucap Michel yang teringat dengan anak-anaknya. Dan dia langsung ingin menghubungi kedua anaknya tersebut.


“Ah, aku lupa bawa ponselku” ucapnya yang teringat kalau dia tak membawa ponselnya saat ini. akhirnya dia hanya memangku kepalanya dengan tangannya sambil menunggu Gibran datang.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2