Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 74


__ADS_3

Kedua anak Naina saat ini tengah bermain bersama dengan Reyhan, dokter muda itu tengah berkunjung ke rumah rekan kerjanya dan melihat kedua anak tersebut tengah bermain bersama pengasuhnya di halaman depan rumah tersebut. tujuan Reyhan datang ke rumah tersebut untuk mengambil berkas laporan pasien yang berada di rumah Mark. Mark di hari kedua setelah pernikahannya ini belum bisa masuk kerja jadi semua tugas Mark di gantikan oleh Reyhan. Reyhan yang menyukai anak kecil tak segan-segan langsung menemui kedua bocah tersebut.


“Om han, mau nemuin mama atau Papa Mark. Kan mama lagi pergi sama papa Ibran, papa Mark juga pergi?” Aira yang tengah duduk di ayunan bersama Aiden melihat sekilas kebelakang dimana Mark yang tengah mengayunkan mereka.


“Om kesini mau ngambil kertas punya papa Mark kalian” jawab Reyhan menyebutkan berkas sebagai kertas karena kedua bocah itu selalu bilang kertas jadi kalau dia bilang berkas ia rasa kata itu cukup berat dipahami untuk kedua bocah tersebut.


“Oh” pungkas bocah lima tahun tersebut.


“Om han, ayo lagi” pinta Aiden pada Reyhan agar mengayunkannya lagi.


“Oke, Om ayun lagi ya” Reyhan bersemangat dan langsung mengayunkan ayunan tersebut. kedua bocah itu tampak senang saat ayunan yang mereka naiki mulai berayun lagi.


“Reyhan, minumnya nak” seru Vita yang baru datang membawakan oranye juice untuk tamunya itu. perempuan paruh baya tersebut duduk di karpet sedang yang dijabarkan di atas rumput depan rumah tersebut. di situ tak hanya ada minuman tetapi cemilan juga yang sebelumnya memang sudah ada di situ untuk di makan si kembar.


“Iya tante sebentar” jawab Reyhan.


“Aiden, Aira sini sudahan dulu ya atau nggak biar sus Mia yang ngayun kalian biar Om Reyhan bisa minum” pungkas Vita pada kedua cucunya.


“Aku sudah oma,” ucap Aiden.


“Aiden mau turun?” tanya Reyhan.


“Iya Om,”


“Aku juga” sahut Aira.


Akhirnya Reyhan menghentikan ayunan tersebut, dan dia memeganginya agar tidak bergerak supaya memudahkan si kembar untuk turun.


Keduanya langsung berlari menghampiri Oma mereka,


“Ini minuman kalian” Vita langsung menyodorkan dua botol minum pada kedua bocah itu.


“Michel masih belum pulang tan?” tanya Reyhan saat sudah duduk didepan Vita.


“belum, mungkin hari ini atau nggak di tunda.” Jawab Vita.


“Kok di tunda tan? Di Bali dia ada urusan tan?”


“Bukan ada urusan, suaminya semalem bilang mau bikin anak kalau Michel belum nunjukin hamil katanya belum mau pulang. Emang lucu itu sih Gibran, teman kamu kan? dia memang lucu begitu ya dari dulu”


Mendengar itu wajah Reyhan terlihat masam, dia melihat sekilas kearah Vita.


“Gibran bukan teman saya tante, saya tahu Gibran karena Mark” jawab Reyhan lirih.


“Oh,” Vita yang mendengar itu merasa tak enak dengan Reyhan, dia lupa kalau Reyhan bukan teman Gibran.


“Reyhan, tante minta maaf ya” lanjut Vita.


“kenapa harus minta maaf tan, tante nggak salah kok”


“Bukan soal ini, tapi tante minta maaf ya karena Om deketin kamu sama Michel dulu. kita benar-benar nggak tahu kalau suami Michel bakal nyari Michel lagi dan Michael nya pun masih suka sama suaminya. Tante tahu kamu ada rasa sama Michel kan? lupakan saja Michel Reyhan. Temukan cinta kamu yang sebenarnya?” pungkas Vita menasehati Reyhan.


Reyhan tersenyum kikuk,


“Aku nggak cinta sama Michel kok tan, dan aku juga nggak sakit ati. Aku malah senang Michel kembali sama suaminya. Tante kenapa wajahnya kayak merasa bersalah begitu,” tukas Reyhan.


“Kamu memang anak baik, inilah yang bikin tante suka kalau Mark berteman sama kamu” ucap Vita sambil mengusap punggung tangan Reyhan.


..................................


Michel terbangun dari tidurnya saat dia merasakan seperti ada yang mengikat tubuhnya membuatnya merasa sesak, dia perlahan membuka matanya saat ini melihat apa yang tengah menindih dirinya. Dia meraba yang ada di perutnya tersebut, saat penglihatannya sudah normal dia melihat sebuah tangan melingkar di perutnya memeluk dirinya cukup erat siapa lagi yang melakukannya kalau bukan Gibran..yups mereka saat ini tengah tidur bersama bahkan mentari sudah meninggi saja mereka masih terlelap tidur.

__ADS_1


Mereka begitu kelelahan setelah yang dilakukan semalam, pergulatan panas di tempat tidur. Gibran akhirnya bisa melampiaskan lima tahun menunggu.


Michel menoleh kesamping dimana Gibran masih tidur lelap menghadap dirinya tentu saja, melihat hal tersebut membuat Michel merasa senang senyum manis di wajahnya terlihat dan tangannya seketika langsung memegang hidung mancung sang suami mengusap lembut hidung tersebut.


“Mancung kan hidungku, iri ya sayang” tiba-tiba saja Gibran mengagetkan Michel yang langsung menjauhkan tangannya dari hidung Gibran.


“kamu sudah bangun, kamu pura-pura tidur ya” tukas Michel yang sedikit menjauhkan tubuhnya.


“Jangan jauh-jauh, nanti tubuhmu di lihat orang lain” pungkas Gibran dan langsung menarik Michel kembali kedalam dekapannya. Mereka berdua memang saat ini tengah tak mengenakan baju sama sekali alis tengah polos total tanpa sehelai benang pun. Tapi Gibran sudah mengenakan celana pendeknya, dia hanya tidak memakai kaos saja. Michel sendiri tentu saja masih polos tak memakai apapun.


“Kamu ngeselin tahu nggak pagi-pagi” kesal Michel


“Kamu tadi belum jawab pertanyaan ku, kamu iri ya lihat hidung aku. kamu pesek sih, untung anak-anak hidungnya mirip aku bukan mirip..”


“kamu ngejek aku ya, iya sih yang hidungnya ma...”


Cupp


Gibran langsung mencium bibir Michel,


“Marah ya? Aku bercanda kok. Walaupun hidung kamu nggak mancung tapi cinta kok sama kamu”


“Gombal” Michel sudah di buat Kesal dan dia melepaskan paksa pelukan Gibran serta menarik selimut untuk menutupi dirinya dan dia akan bangkit dari tempat tidur. Tapi Gibran tentu saja tidak membiarkannya.


Pria itu menarik Michel kembali sehingga membuat Michel berbaring kembali di samping Gibran, Gibran memeluk erat Michel.


“Ngapain peluk-peluk, lepasin” Michel masih berusaha melepaskan pelukan Gibran.


“jangan arah dong ah, mau aku cium lagi. Sayang lanjutin lagi yok yang semalem” ucap Gibran sambil tersenyum nakal.


“Apaan sih, aku mau mandi” tolak Michel dan dia akan bangkit tapi lagi-lagi Gibran menahannya.


“Lagi ya?” ucap Gibran sambil mengedipkan matanya merayu Michele.


“Kamu belum puas semalem, bagaimana kamu bikin aku capek”


“belum, kan mau bikin adik buat si kembar. Kalau cuman sekali mana jadi sayang”


“Siapa yang bilang mau bikin adik buat mereka, cukup mereka aja ya. Aku nggak mau nambah lagi”


“jangan gitulah, nambah ya. Kan banyak anak banyak rejeki”


“nggak”


“Nambah pokoknya, mau nggak? Kalau kamu nggak bilang mau aku bakal lepasin kamu biarin kita disini terus pelukan begini” ancam Gibran dan memeluk manja Michel.


“Apaan sih lepasin nggak?”


“Ayolah sayang, kamu nggak kasihan sama aku. aku lima tahun puasa”


“mana mungkin seorang Gibran montana, tidak melakukan pada perempuan lain disaat istrinya dinyatakan tiada”


“Kamu nggak percaya, tanya aja ke khalif. Kamu kan tahu aku tipe setia kalau sudah cinta sama satu orang aku bakal ngapa-ngapain sama cewek lain”


“Bullshit, dulu kamu selingkuhan dari aku. oh bukan dari aku tapi dari Alisha..kamu pacaran sama dia tapi nikah sama aku. terus sering ngelakuin sama aku. apa itu namanya setia”


“kenapa jadi bahas masa lalu, dulu kan aku masih bodoh. Tapikan aku setia sama Alisha dulu, kamu tahu sendiri kan. dan sekarang kan aku sejak lima tahun lalu aku kan setianya sama kamu” Gibran masih terus berusaha merayu Michel agar mau menambah satu ronde lagi seperti semalam.


Michel hanya diam tak memberikan tanggapan sama sekali,


“mau ya, mau...” bujuk Gibran menciumi pipi Michel.

__ADS_1


“Terserah kamu” jawab Michel pada akhirnya.


“berarti mau nih” Gibran langsung berseri mendengar jawaban Michel.


“hemm”


Gibran tak menyia-nyiakan hal itu, dia langsung mencium bibir ranum Michel yang begitu menggodanya. Bukan ciuman biasa tentu saja dengan *******, nafsunya kembali meningkat setelah redam selama beberapa jam lalu. Dia kembali melepas celana pendeknya dan membuangnya begitu saja. tak menunggu lama dia langsung naik di atas Michel.


“Pelan-pelan” pinta Michel pada sang suami


“Iya” Gibran langsung memulai aksinya, pertama dia tentu saja mencium bibir Michel terus mulai turun kebawah menggigit leher Michel bak vampir yang menghisap darah kemudian dia langsung beralih ke gunung kembar Michel membuat perempuan itu melenguh karena ulah Gibran.


“Arkh, pelan-pelan” ucap Michel sambil memegang wajah Gibran yang tengah menggigit bukitnya. Dia lalu memindahkan wajah suaminya untuk mencium bibirnya.


Tangan Gibran bergerak di bawah,


“Kamu tahan ya” ucapnya berpesan pada Michel. Michel mengangguk pelan.


Gibran mulai memasukkan dirinya kedalam Michel, Mereka kembali melakukan apa yang telah di lakukan semalam. Berkali-kali Michel melenguh dan menyebut nama Gibran dengan cukup seksi hal itu terjadi tentu saja karena perbuatan suaminya itu.


Pagi panas terjadi kasur mereka berdua, seakan yang mereka lakukan semalam masih kurang. Keduanya begitu tersengat nafsu satu sama lain.


..............................


Setelah beberapa jam berlalu, kini Michel dan juga Gibran tengah duduk di tepi kolam renang dengan memakai piyama mandi mereka yang berwarna putih. Gibran tengah menyisirkan rambut Michel. Perempuan itu kini duduk didepannya sambil melihat ponsel.


“Nanti kita pulang kan?” tanya Michel melihat sekilas kebelakang menatap Gibran yang telaten menyisiri dirinya. Pria itu memaksa agar dia yang melakukannya padahal ia bisa sendiri.


“kenapa buru-buru sih, aku masih mau berdua sama kamu” keluh Gibran dengan manja.


“Pokoknya aku mau pulang, kasihan si kembar.” Tukas Michel final.


“Huh, padahal aku masih mau lagi biar adik buat mereka cepat jadi”


Michel langsung berbalik melihat kearah Gibran, dia menatap tajam pria itu.


“hehehe, aku bercanda sayang” Gibran langsung nyengir mendapat tatapan begitu.


“Mark bulan madu dimana? Tanya Gibran.


“Di Spanyol”


“Dia bulan madu, kita disini juga. kalau kita punya anak lagi pasti barengan sama dia, kayaknya asik deh sayang kita punya anak kakak kamu juga punya” ucap Gibran sambil membayangkan hal itu.


“bahas itu lagi aku tinggal masuk kedalam” tukas Michel.


“Iya maaf, kan siapa tahu. kita nggak pakai pengaman, jadi kemungkinan jadinya seratus percent”


“Mana ada sekali langsung jadi”


“jadilah, si kembar itu kita ngelakuin sekali kan. langsung jadi tuh”


“Sudah aku pusing dengerin kamu, aku mau masuk” tukas Michel dan langsung masuk meninggalkan Gibran.


“Lah marah ngambek” ucap Gibran cemberut, dia langsung berdiri hendak menyusul Michel.


“Sayang..” ucapnya sambil berjalan masuk menyusul sang istri yang masuk lebih dulu kedalam.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2