Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 71


__ADS_3

Kedua orag tua Mark saat ini berada di dalam mobil bersama dengan Aiden dan juga Aira, kedua bocah itu tampak tenang dan sesekali mengajak bicara Opa Oma nya.


“Opa mama kenapa nggak ikut pulang sama kita?” tanya Aira yang duduk di pangkuan Opanya.


“Mama kalian kan mau pergi sama papa Gibran jadi nggak pulang sama kita” jawab Mahendra mencoba menjelaskan alasan Michel tak ikut pulang bersama dengan mereka.


“Mama mau pergi sama papa Ibran? Kok kita nggak di ajak” sahut Aiden yang duduk di kursi belakang.


“Mama sama papa ada urusan, jadi nggak ajak kalian. Kalian sama Opa Oma aja ya di rumah kan nanti ada kak Juli mau main ke rumah” jawab Vita, Juli adalah cucu dari kakak Mahendra.


“Oke deh Oma” jawab Aira, bocah itu lalu kembali melihat Opanya yang fokus melihat kearah ponsel.


“Aiden nggak pindah depan aja sama Oma, di pangkuan kayak Aira mau” ucap Vita menawarkan sang cucu untuk didepan.


“Nggak, enak duduk di belakang Oma” tolok Aiden sambil menggeleng.


“Ya sudah kalau begitu”


“Aku juga, aku juga. aku mau duduk di belakang aja” tiba-tiba Aira berubah pikiran, yang tadinya dia ingin dipangku sang Opa kini malah ingin duduk di belakang bersama kembarannya.


“Lah, gimana cucu Opa ini” ucap Mahendra sambil bercanda.


“hehehe, aku mau sama Aiden aja Opa” jawab Aira sambil nyengir, bocah itu langsung berpindah kebelakang dengan dibantu Mahendra.


“Michel berarti sudah sepakat ingin kembali dengan suaminya?” tanya Mahendra lirih sambil sesekali melihat kebelakang takut kalau kedua bocah itu fokus mendengarkan mereka.


“Iya pa, bukannya kamu setuju kan dia kembali sama suaminya”


“Iya aku setuju, kalau memang Michel ingin kembali pada Gibran ya itu bagus demi anak-anak mereka juga.”


“Tapi kamu harusnya tanggung jawab soal Reyhan pa,” tukas Vita pada sang suami.

__ADS_1


“kenapa aku harus tanggung jawab pada Reyhan?’ heran Mahendra bingung.


“Ya kamu sama Mark waktu itu yang ada ide buat mendekatkan Michel dengan Reyhan. Sekarang Reyhan harus patah hati karena Michel kembali pada suaminya,, kamu carikan pacar untuk Reyhan pa. Dia selama ini juga sudah kamu anggap anak sendiri kan”


“Nggak ah ma, soal itu biarkan Reyhan mencari sendiri, kemarin aku mendekatkan Michel dengan dia karena Michel kan anak kita dan Reyhan itu orang baik jadi aku ingin Michel dapat yang baik. Kalau soal mencarikan Reyhan jodoh aku nggak mau takut salah” jelas Mahendra.


“Ya sudah kalau begitu, tapi aku tadi ngerasa nggak enak sekaligus kasian sama Reyhan” pungkas Vita, ya dia memang merasa tak enak tadi saat bertemu Reyhan.


..........................................


Michel dan juga Rendra baru saja sampai di resort tempat dimana mereka akan menginap nanti. MIchel melihat sekitar dan merasa sedikit kecewa karena suasana tak sesuai dengan ekspetasinya. Yups, dia begitu ber ekspetasi terlalu berlebih, dia mengira Gibran akan menyiapkan kejutan yang romantis atau mendesain tempatnya cukup romantis nyatanya tak sama sekali. Bahkan yang membuatnya semakin begitu kecewa dengan ekspetasinya sendiri, yaitu Gibran malah memesan resort untuk keluarga yang tentu saja ada beberapa kamar didalamnya.


“Stop Michel, kenapa kamu terlalu berekspektasi tinggi. Bukannya kamu sendiri yang cuek dengan Gibran kenapa kamu malah kecewa dia tidak menyiapkan hal romantis untukmu” ucap Michel dalam hatinya, dia melangkah masuk mengikuti Gibran yang berjalan didepannya.


“Naina kamarmu ada disini dan kamarku ada di sana” ucap Gibran menunjukkan kamar milik Naina dan kamar miliknya.


Michel hanya mengangguk kecil, dia terlihat tak mood saat ini.


“Kamu ini kamarku kan, ya sudah” ketus Michel dan langsung menarik kopernya masuk kedalam kamar meninggalkan Gibran yang terlihat bingung karena Michel terlihat marah padanya padahal dia tak melakukan apa-apa.


Didalam kamar Michel menutup pintunya rapat-rapat dan dia langsung mendorong kopernya begitu saja. ia yang kesal langsung mendudukkan diri di tepi tempat tidur.


“Dasar pria nggak peka, ngapain coba ngajak kesini kalau bukan kasih kejutan romantis. Bilangnya aja ngerayain anniversary tapi apa ini” gerutu Michel meluapkan kekesalannya pada Gibran.


“Apa dia cuman mainin perasaan aja, ngasih harapan palsu..iih nyebelin” kesal Michel dan merebahkan dirinya serta menendang-nendangkan kaki keatas seakan ingin menendang wajah Gibran..


“Huuh, nyebelin. Dan bodohnya aku ngapain berekspektasi tinggi” Michel terus menggerutu kesal didalam kamarnya.


Sedangkan Gibran saat ini sudah masuk kedalam kamarnya yang berada di depan seberang kamar Michel. Dia tersenyum sendiri di dalam kamar,


“Saat ini pasti Naina tengah kesal, ekspresi mu begitu terbaca sayang. Maaf aku memang sengaja membuatmu kesal lebih dulu” gumam Gibran, dia memang merencanakan semua ini dia akan bersikap tak peka selama sehari baru besoknya dia akan membuat kejutan untuk Michel.

__ADS_1


Dia melakukan hal ini karena ingin tahu soal perasaan Michel, ternyata perasaan itu masih ada untuknya.


“Andai ada cctv di kamar, pasti aku gemas dengan ekspresi kesal mu” lagi Gibran berbicara sendiri sambil tersenyum saat membayangkan ekspresi Michel yang pastinya tengah kesal saat ini.


Gibran langsung merebahkan dirinya sambil menatap ke langit-langit kamarnya tentu saja dengan masih tersenyum riang karena berhasil membuat istrinya kesal.


“Oh iya aku lupa belum menelpon Tari” Gibran langsung duduk kembali, dia mengambil ponsel dari dalam saku celananya menghubungi sekretarisnya tersebut.


Gibran diam menunggu panggilan di seberang sana di angkat, tapi setelah dia menunggu tak kunjung diangkat juga membuatnya menghentikan saja untuk memanggil sang sekertaris.


“Tidak diangkat juga, ah mungkin dia masih sibuk dengan suami dan anaknya” ucap Gibran dan menaruh ponsel miliknya di sebelahnya.


Alasannya menelpon Tari, untuk menanyakan apakah perempuan itu sudah melakukan apa yang dia perintahkan atau belum yaitu menyiapkan kejutan untuk Michel nantinya.


................................


Reyhan saat ini sudah kembali ke rumah sakit, dia berjalan di koridor untuk menuju ruangannya tiba-tiba saat di belokan ada seorang perempuan cantik menggendong anak kecil menabrak dirinya membuat dia sedikit terdorong kebelakang.


“Maaf mas maaf saya minta maaf, saya buru-buru” ucap perempuan itu begitu panik sampai tak melihat wajah Reyhan


“iya tidak ap...” ucapan Reyhan terpaksa terhenti karena perempuan itu yang pamit untuk pergi.


“tunggu, anak mu sakit. Saya periksa dulu” tukas Reyhan menghentikan langkah perempuan tersebut. dan dia langsung berbalik melihat kearah Reyhan..


“Masnya dokter?” tanya perempuan itu karena Reyhan tak memakai jas dokter dan hanya memakai kemeja berwarna putih dan celana bahan.


“Iya, boleh saya periksa” jawab Reyhan sambil mendekati perempuan itu untuk memeriksa anak dari perempuan tersebut.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2