
“Habis ini kamu mau kemana?” tanya Gibran sambil menyetir mobil, keluar dari halaman sekolah anak-anaknya.
Michel yang berada di samping Gibran langsung menoleh melihat kearah pria tersebut.
“tanya padaku?” ucap Michel sambil menunjuk dirinya sendiri.
“Iyalah memang siapa lagi kalau bukan kamu sayang” balas Gibran
Michel langsung menatap tajam Gibran yang kembali fokus menyetir,
“Jangan mlotot begitu, kan semalam sudah sepakat” pungkas Gibran sesekali melihat kearah Michel.
“Sepakat? Sepakat apaan” bingung Michel karena dia tak mengerti apa yang dimaksud Gibran barusan.
“jangan pura-pura lupa deh sayang, diinget lagi apa yang semalem kamu janjikan sama si kembar” tutur Gibran.
Michel langsung diam, dia mencoba mengingat apa yang dia bicarakan semalam dengan si kembar.
FLASHBACK ON
Michel sedang berada di kamarnya bersama dengan anak-anaknya yang akan tidur, dia menemani kedua bocah itu setelah membantu mereka mencuci mukanya. Saat Michel akan membenarkan selimut keduanya tiba-tiba saja Gibran masuk kedalam kamar.
Si kembar yang tadinya akan tidur langsung bangun kembali karena melihat papa mereka yang masuk.
“Papa,..”Seru keduanya bersamaan.
“Kalian mau tidur ya, maaf ya papa ganggu. Papa kira kalian sudah tidur kalau begitu papa keluar dulu” ucap Gibran yang merasa telah mengganggu anak-anaknya yang akn tidur.
“Papa, papa jangan keluar disini bobo sama kita” ucap Aira melarang papanya yang akan keluar.
Gibran langsung melihat kearah ketiganya..
“Aira papa Gibran mau pulang sayang” ucap Michel.
“Papa mau pulang, papa nggak mau bobo sama kita” timpal Aiden.
“Nggak, papa nggak pulang kok. Papa mau bobo disini sama kali” jawab Gibran dan langsung berjalan mendekati anaknya.
“Bukannya tadi kamu pulang?’ tukas Michel yang keberatan.
“Nggak kata siapa” jawab Gibran dan langsung naik keatas tempat tidur.
“Yeeyy, kita bobo sama papa Aira. “ Aiden begitu senang karena akan tidur bersama dengan papanya.
“Iya, hore” sahut Aira.
“Sekarang, anak-anak papa tidur ya. Papa disini kok tidur sama kalian” perintah Gibran dan dia menyelimuti si kembar yang sudah berbaring. Sedangkan Michel hanya bisa diam tak berkutik akan kemauan anak-anaknya tersebut.
__ADS_1
“Kalau begitu mama keluar ya, kalian kan sudah ditemani papa Gibran” ucap Michel yang akan pergi.
“mama juga disini, aku mau sama mama” pungkas Aiden yang melarang mamanya pergi. Dia yang tadinya disebelah Gibran saat ini berpindah posisi dengan Aira. Dia menjadi sebelah kanan meminta mamanya berbaring disebelahnya.
“Kan sudah ada papa Gibran sayang”
“Aku mau sama mama juga” tukas Aiden.
“Sudahlah, apasalahnya turuti anaknya. Kalau kamu memang nggak suka ada aku setidaknya pertimbangkan anakmu” ucap Gibran menatap Michel sekilas. Dan dia langsung membaringkan dirinya disebelah Aira.
“Mama..” rengek Aira dengan wajah memelasnya begitu juga Aiden yang menarik sang mama agar duduk di tepi tempat tidurnya.
Mau tak mau Michel duduk disebelah Aiden, dan bocah itu langsung berbaring
“Mama juga bobok disini” pungkas Aiden meminta mamanya berbaring juga.
“Iya” Michel dengan berat hat langsung berbaring disebelah anaknya, untuk saja tempat tidur tersebut cukup luas sehingga cukup untuk empat orang.
“Mama, papa kita besok-besok bobo bareng lagi ya” ucap Aira.
“Iya, pasti. Tapi papa nggak tahu mama kalian mau apa nggak” ucap Gibran sambil melihat kearah Michel.
“Mama..mama maukan?” ucap Aiden menatap mamanya.
“Kan nenek Uma sama Opa hendra bilang mama sama orang tua Aira sama Aiden tapi kok mama sama papa nggak satu rumah. papa sama mamanya Bima satu rumah terus sering bobo bareng-bareng” Aira menatap kedua orang tuanya bergantian.
“Kita nanti bakal satu rumah kok, tapi sekarang mama kalian masih marah sama papa jadinya kita belum bisa satu rumah sayang” jawab Gibran dan langsung mendapat tatap dari Michel.
“Mama marah sama papa?” tanya Aiden melihat kearah mamanya.
“Gimana sayang?” ucap Michel.
“mama marah sama papa?” tanya Aiden lagi engulang ucapannya.
“Nggak..” jawab Michel singkat.
“Papa mama nggak marah sama papa” ucap Aiden.
“Berrti kita bisa satu rumah kan, ia kan ma” sahut Aira.
“Itu anaknya tanya jangan diem aja” ejek Gibran pada Michel yang hanya diam.
“Mama kita bakal satu rumah kan, kita bakal bersama sama papa kan” pungkas Aira karena mamanya tak kunjung menjawab.
“Sudah kalian tidur saja ya..”
“Nggak, aku nggak mau tidur sebelum mama jawab.” Ucap Aira dan juga Aiden.
__ADS_1
Michel semakin bingung dengan rengekan dan tatapan menuntut dari Gibran yang diarahkan padanya.
“Iya kita bakal satu rumah sama papa, kita bakal sama-sama “ jawab Michel pada akhirnya.
“Serius sayang, kamu mau satu rumah denganku. Serius nggak?” Gibran yang mendengar itu langsung menegakkan tubuhnya menatap wajah Michel penuh harap.
“Ayo kalian tidur ya, besok berangkat sekolah kan?” Michel tak menanggapi ucapan Gibran, dia malah menyuruh anak-anaknya untuk tidur.
“Kayaknya mama kalian nggak mau satu rumah sama papa, papa sedih” ucap Gibran sambil cemberut menatap anak-anaknya.
“Mama, kita bakal sama papa kan..ma..” rengek Aira pada mamanya.
Gibran terlihat menatap Michel dengan tatapan puas, karena sudah berhasil berakting.
“mama jawab, “ rengek Aiden. Kedua bocah itu terus mernegek minta satu rumah dengan papanya.
“Iya mama janji, kita bakal serumah sama papa.” Michel sdah pusing dan mengantuk alhasil dia terpaksa menjawab itu.
“Asikkk, yes” kedua bocah itu begitu senang mendengarnya mereka saling tos satu sama lain.
“Aku boleh manggil kamu sayang berarti, boleh ya?” ucap Gibran pada Michel.
Michel tak menjawab dia malah memberikan tatapan menusuk pada Gibran,
“Sayang mama kalian nggak mau papa manggil sayang, papa kayaknya nggak bisa satu rumah sama kalian. Mama kalian masih marah sama papa” adu Gibran penuh drama pada kedua anaknya. Tak lupa dia memasang wajah sedihnya untuk menarik simpati kedua anaknya tersebut.
“Mama..” si kembar mulai merengek lagi, Michel yang mendengar itu serasa pusing bukan karena dia tak ingin mendengar anak-anaknya bicara tapi dia sudah mengantuk saat ini. Michel memberi tatapan kesal pada Gibran yang puas karena si kembar ada di pihaknya semua.
“Iya mama janji, mama bolehin papa kalian anggil mama begitu dna mama nggak marah sama papa kalian” jawab Michel dengan cukup jengah.
FLASHBACK OFF
“Astaga, Astaga, semalem aku bicara apa?” ucap Michel merutuki dirinya sendiri, dia mengacak rambutnya frustasi.
“Sayang-sayang kamu kenapa? Sudah ingat” pungkas Gibran sambil tersenyum puas melihat Michel yang tampak frustasi.
“jangan memanggilku seperti itu,” ucap Michel yang geli sendiri.
“Terserah aku, kita mau kemana sekarang?” tanya Gibran.
“Terserah kamu aku pusing, arkhh kenapa semalam aku bilang begitu” pungkas Michel lirih di akhir kalimatnya.
Gibran hanya tersenyum melihat Michel yang terus-terusan merutuki dirinya sendiri,
°°°
T.B.C
__ADS_1