Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 67


__ADS_3

“Bu, ini ada titipan dari kak Mark” ucap Michel yang menghampiri sang ibu yang tegah duduk di teras belakang rumah. Nurma baru saja selesai merapikan taman belakangnya saat Michel datang.


“Undangan kakak kamu ya, tadi sih Mark juga sudah nelpon Ibu dia minta maaf nggak bisa datang langsung kesini karena sibuk” Nurma mengambil undangan tersebut dari tangan Michel dan melihatnya.


“Kak Mark nelpon ibu?”


“Iya, papa mama kamu juga kemarin nelpon suruh ibu datang ke nikahan Mark nanti” jawab Nurma.


Michel manggut-manggut kecil mendengar apa yang dikatakan ibunya tersebut.


“kamu jadikan nginep di rumah ibu, si kembar mana kok nggak kamu ajak” ucap ibu Michel sambil menanyakan sang cucu.


“Si kembar nanti diantar kesini sama supir, mereka masih ikut papa sama mama ke kondangan rekan bisnis mereka”


“Oh gitu, syukur deh kalau kamu jadi nginep disini. ibu senang kalau kalian bertiga disini nanti kita buat acara di belakang sini”


“Iya bu, aku memang sengaja mau nginep disini aku kangen sama ibu. Ayah kok belum pulang bu?”


“Ayah kamu katanya masih di jalan, soalnya dia dari banten”


“Kalau Nanda tumben dia belum di rumah, dia aturan sudah pulang kuliah kan?”


“Kalau Nanda mah pulangnya habis magrib, adik kamu kan ngurus cafenya Gibran”


“Hah, Cafenya Gibran?”


“Iya, kayaknya ibu pernah ngomong deh sama kamu. Gibran kan ada Cafe terus adik kamu suruh ngurus. Kamu nggak masalah kan ibu nyebut nama gibran, kalian sudah berdamai dengan masa lalu bukan?”


“Hemmm” Michel hanya berdehem saja, dia sebenarnya sedikit berat untuk mengakui kalau sudah berdamai tapi kenyataannya memang begitu.


.........................


Gibran baru saja selesai mandi, handuk putih terlilit di pinggangnya dan handuk kecil ia pegang untuk mengeringkan rambutnya yang basah saat ini. dia berjalan kearah lemari bajunya hari ini dia akan ke rumah hotel untuk menemui Brandon rekan bisnisnya saat di Amerika dulu. di sana kemungkinan juga ada Mark karena Brandon juga salah satu teman dari Mark.

__ADS_1


Alunan lagu Westlife yang berjudul my love terdengar cukup nyaring didalam kamarnya membuat Gibran langsung menoleh kearah ponsel miliknya karena lagu itu adalah nada deri ponsel miliknya.


Gibran yang tadinya tengah memilih baju kini beralih ke arah nakas untuk mengambil ponselnya tersebut. dahinya mengernyit saat melihat siapa yang menelpon dirinya saat ini.


Tertera nama Love My love di ponselnya dengan lambang hati, siapa lagi itu kalau bukan Michel. Gibran memang sengaja memberi nama Michel di ponselnya seperti itu. dia merasa aneh tumben sekali Michel yang selama ini tak pernah menghubungi dirinya tiba-tiba saat ini menelponnya


“Halo sayang..” Gibran menjawabnya dengan senyum mengembang.


“papa..” bukannya suara Michel yang terdengar melainkan suara anak kecil yang saling bersahutan. Aira dan Aiden berebut untuk bicara dengan papanya.


“Oh kalian, kenapa anak-anak papa yang cantik dan ganteng-ganteng” Gibran sudah kegeeran kalau itu Michel yang menelpon nyatanya malah kedua anaknya yang menelpon dirinya saat ini.


“Papa, papa ke rumah Nenek sama kakek ya..aku sama mama disini” ucap kedua bocah itu dari seberang sana.


“Kalian di rumah kakek sama nenek, sama mama juga di sana?” Gibran langsung terlihat antusias mendengarnya.


“Iya..” jawab Aira.


“yeyy, papa mau kesini” terdengar nada gembira dari keduanya.


Gibran yang mendengar itu tersenyum,


“Ya sudah papa matikan dulu ya, papa mau ganti baju dulu baru nemuin kalian. Oke..” ucap Gibran kemudian.


“Okee” sahut Aiden.


Gibran langsung mematikan panggilan telponnya.


“Anak-anakku memang yang terhebat, dia pemersatu kedua orang tuanya” guam Gibran sambil menaruh kembali ponselnya ke tempatnya. Dia langsung bergegas ke lemari pakaian lagi untuk mengambil baju gantinya.


“Aku besok saja menemui Brandon, kapan lagi ada kesempatan berkumpul berempat begini dengan keluarga inti. Papa sayang kalian Aiden, Aira” Gibran terlihat bahagia karena dia akan bertemu Michel dan anak-anaknya di rumah mertuanya.


Pria itu langsung bergegas agar dia cepat berganti baju saat ini, rasanya hatinya begitu bahagia hari ini.

__ADS_1


......................................


Ditempat lain Michel cemberut menatap kedua anaknya, bagaimana tak cemberut anaknya tadi memaksa untuk menelpon Gibran alhasil mau tak mau dia melakukannya padahal dia tengah menghindari pria itu. rasanya berdekatan dengan Gibran membuat detak jantungnya tak beraturan entah dirinya memang sudah gila bisa memunculkan rasa itu kembali.


“Aira, Aiden itu lihat mama kalian ngambek” ucap Nurma yang seakan meledek putrinya sendiri.


“hehehe” Aiden dan Aira alah tertawa melihat mama mereka yang cemberut menatap kearah mereka semua.


“Mama kenapa cemberut, mama kan aturan senang karena papa mau kesini” ucap Aira polos.


“Tuh Michel dengerin kata Aira” sahut Nurma sambil tersenyum memeluk kedua cucunya yang duduk di sisi kanan dan kirinya.


“ibu kok bahagia banget kayaknya, jangan-jangan ibu yang nyuruh Aiden sama Aira buat nelpon Gibran suruh kesini” ucap Michel menuduh ibunya.


“Loh kok kamu jadi nuduh ibu, ibu nggak tahu apa-apa kok” elak Nurma, karena memang dia tak tahu soal kedua cucunya yang meminta Michel menelpon Gibran.


“Masa sih, ibu kan sekarang anaknya bukan aku. tapi Gibran?” kesal Michel.


“Nggaklah, anak ibu ya tetap kamu. sebentar ya Aira Aiden nenek mau ke mama kalian yang ngambek” Nurma langsung bangkit dari duduknya menghampiri Michel.


“Sudah nggak usah ngambek, bukan ibu kok yang nyuruh si kembar nelpon Gibran. Lagi pula kenapa kalau Gibran kesini, bukannya kamu ingin berdamai dengan masa lalu hadapi aja. Gibran juga nggak kayak dulu, dia sudah berubah” tutur Nurma menasehati anaknya.


“Ibu nggak bakal maksa kamu buat maafin Gibran atau nerima Gibran lagi, tapi ibu hanya minta sama kamu dengarkan kata hati kamu sendiri. dan masa lalu itu sudah berlalu dan hanya ada masa depan saat ini” lanjut Nurma sambil menggenggam tangan anaknya.


“Aku memang berusaha berdamai dengan Gibran bu, tapi aku belum sepenuhnya yakin kalau dia berubah bagiku dia masih banyak misteri. Ibu kan tahu aku menikah dengannya dulu selama dua bulan dan aku tidak tahu dia seperti apa dia tak pernah menceritakan dirinya begitu juga sekarang saat dia bilang sudah berubah. Dia hanya menunjukkan perbuatannya itu dengan bersikap manis dan lembut padaku tapi dia tak pernah cerita selama pisah denganku dia melakukan apa saja dan bagaimana kehidupannya lima tahun itu. aku tidak mau terperangkap dengan sifat manisnya yang dia tunjukkan bu..”


“Ya kamu bilang langsung sama dia, kamu nya aja gengsi buat dekat sama dia”


Michel diam mendengar ucapan ibunya, ia menginginkan semua itu tapi dia sendiri tak bertanya apapun pada Gibran, benar juga sih kata ibunya itu kalau dia tak bertanya dan berusaha menerima Gibran bagaimana pria itu menceritakannya. Dia saja saat didekati selalu menghindar, batin Michel beradu pendapat sendiri.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2