Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 53


__ADS_3

Gibran pergi kerumah Mark, dia menghentikan mobilnya di depan pintu gerbang yang tertutup tersebut. Dia kesitu karena ingin melihat Aiden yang katanya sakit, ia sungguh ingin melihat kondisi anaknya tersebut.


“Maaf mas, ada perlu apa?” tanya sang satpam rumah yang mendekati Gibran yang berada di luar pintu.


“Saya ingin bertemu dengan Michel, boleh saya masuk” ucap Gibran meminta untuk masuk kedalam.


“maaf mas, non Michel tidak ada dirumah.”


“Lalu siapa yang ada di rumah saat ini?” tanya Gibran, dia benar-benar berharap untuk bisa masuk kedalam.


“Dirumah ada tuan Mahendra dan istrinya mas, kalau anda ingin masuk saya bukakan” jawab sang satpam itu dan langsung membukakan pagar untuk Gibran.


“ya boleh kalau anda mengijinkan saya masuk,” Gibran langsung kembali kedalam mobilnya untuk menyalakan mesin mobil masuk kedalam halaman rumah keluarga Mahendra.


Saat mobil Gibran masuk kedalam, sebuah mobil muncul dan juga akan masuk kedalam rumah itu. mobil berwarna biru itu tepat berjalan di belakang mobil milik Gibran saat ini.


Gibran sudah menghentikan mobilnya tepat didepan rumah, dia langsung turun dari mobil tersebut. tapi ia langsung berhenti saat menyadari ada mobil yang berhenti juga dibelakangnya.


Michel langsung turun dari mobilnya saat dia melihat Gibran turun dari mobil yang berada di depannya.


“Mau apa kau kesini?” dengan lantang Michel mengatakan hal itu pada Gibran yang berdiri didepannya.


“A..aku, aku ingin melihat Aiden. Tadi aku kesekolahanya katanya dia sa”


“Pergi, Pergi dari rumahku. Kenapa kau kemari..” Michel langsung mendorong Gibran untuk pergi.


“Nai sebentar, ijinkan aku melihat Aiden sebentar saja”


“Aku bilang pergi, pergi dari rumahku dan jangan pernah temui anak-anakku lagi” Michel terus mengusir Gibran dari rumahnya, ia bahkan mendorong Gibran terus-terusan.


Gibran tak melawan, dia pasrah saat terus didorong tapi tangannya langsung menggenggam tangan Michel.


“Nai, aku tahu aku salah. Tapi jangan begini, tolong ijinkan aku bertemu Aiden. Aira dan Aiden juga anak-anakku” mohon Gibran sambil memegang tangan Michel.


Michel menghempas tangannya agar terlepas dari genggaman Gibran.

__ADS_1


“Aku bukan Naina, aku Michel sekarang. Dan siapa yang kau bilang anak-anakmu mereka anak-anakku. Pergi, Pergi dari sini” ucap Michel histeris dan terus-terusan mengusir Gibran.


“Oke, Michel kan. aku mohon jangan begini...aku tahu perbuatanku padam dulu sungguh kejam dan tidak manusiawi tapi tolong ijinkan aku bertemu anak-anakku” Gibran kembali memegang tangan Michel, dia begitu memohon agar bisa bertemu dengan kedua anaknya.


Michel langsung mendorong Gibran,


“Mereka anak-anakku, bukan anakmu. Dan mereka tidak sudi punya papa sepertimu kau dengar” teriak Michel, dia begitu sakit hati dengan sikap Gibran di masa lalu.


Michel langsung akan pergi tetapi Gibran menahannya, dan dia langsung berlutut didepan Michel.


“Aku tahu kau pasti membenciku karena perbuatanku dulu, tapi aku mohon tolong ijinkan aku bertemu mereka. Mereka anak-anakku kan..” Gibran dengan mata sendunya memohon pada Michel agar ia bisa bertemu dengan anaknya.


“Aku bilang mereka bukan anak-anakmu, pergi dari sini. Ada bukti apa kau bilang mereka anakmu. Pergi dari rumahku...” Michel mendorong Gibran hingga pria itu terjengkang kebelakang.


“Michel ada apa, kenapa kau berteriak” Vita dan Mahendra keluar dari rumah saat mendengar keributan di depan rumahnya saat ini.


Mereka melihat kearah Michel dan juga seorang pria yang mereka tahu rekan bisnis Mark tengah bangkit dari duduknya.


“Pa usir pria ini, aku mohon usir dia pa” Michel langsung menghampiri Mahendra memohon agar mengusir Gibran dari ruah mereka.


“Pa..usir dia” rengek Michel pada Mahendra.


Mahendra melihat anaknya sekilas lalu beralih melihat kearah Gibran yang berusaha mendekat.


“Tuan Mahendra saya bisa jelaskan, tolong jangan usir sa..”


“Pergi dari sini,” lagi Michel mendorong Gibran.


“MICHEL tenanglah” bentak Mahendra pada putrinya yang tak bisa mengontrol diri.


“Ma, ajak Michel masuk kedalam” perintah Mahendra pada vIta,


Vita langsung mengajak Michel untuk masuk kedalam rumah sedangkan Mahendra berdiri menatap Gibran yang melihat kearah Michel yang berjalan masuk.


“Tun Mahendra saya mohon, ijin kan saya masuk ke rumahmu. Saya ingin bertemu Aiden, saya mohon ijinkan saya bertemu dengannya” pungkas Gibran.

__ADS_1


“Aiden? Kenapa kau ingin bertemu dengan cucuku. Bukannya tadi Michel sudah mengusir mu lantas kenapa kau masih bersikeras ada disini”


“Aiden, anakku tua. Dia anakku dengan Naina, maksudku dengan Michel. Aira dan Aiden anakku tuan, tolong ijinkan saya bertemu mereka”


Mahendra yang mendengar itu terdiam, dia menatap Gibran tajam. Jadi ini suami yang diceritakan Michel dulu, dia pria yang menyiksa Michel selama ini, batin Mahendra.


Burkkk..


Gibran langsung jatuh tersungkur saat Mahendra melayangkan pukulan di wajah Gibran,


“Jadi kau hah, pria yang michel ceritakan, kau pria bejat itu. kau bilang apa sekarang, kau ingin bertemu dengan anak-anakmu. Jangan mimpi, aku tidak akan pernah mengizinkanmu menemui cucu-cucuku. Tidak tahu malau sekali kau, dulu kau sia-siakan ibu mereka sekarang kau datang ingin melihat anak-anaku” Mahendra yang emosi mencengkram kuat kerah baju Gibran. Sorot mata kemarahan begitu tampak di matanya..


“Ya saya akui saya salah, tapi saya sudah menyesalinya tua. Tolong ijinkan saya bertemu Aiden dan Aira mereka sedang sakit kan”


“jangan harap, pergi dari sini” Mahendra langsung menarik kerah baju Gibran agar berdiri dan dia langsung mendorong Gibran agar pergi.


“Scurity, scurity, usir pria ini dair sini dan jangan pernah mengijinkan dia untuk menginjakkan kakinya dirumahku lagi” pungkas Mahendra dan menyerahkan Gibran pada dua security dirumahnya. Ia sendiri langsung berjalan masuk, tak menggubris teriakan dan panggilan Gibran yang memohon.


Gibran langsung dipaksa masuk kedalam mobilnya, kedua scurity itu meminta Gibran pergi dari situ.


Di dalam rumah Michel tengah mengusap rambut Aiden sang sedang tidur, anaknya itu masih demam hingga sekarang. Sorot matanya begitu menunjukkan kesedihan, Michel tak bisa menahan ari matanya sebulir air mata jatuh dari pelupuk matanya tersebut.


“maafin mama Aiden, maafin mama” ucapnya merasa bersalah pada kedua anaknya itu.


“Michel papa mau bicara denganmu?” tiba-tiba saja Mahendra membuka pintu kamar Aiden. Ia ingin mengajak bicara Michel.


“Bicara apa pa?” tanya Michel menatap kearah sang papa.


“Kita bicara di luar jangan disini” pungkas Mahendra dan mengajak Michel untuk berbicara di luar. Ia tak ingin Aiden terganggu dari tidurnya bukan itu saja ia tak ingin cucunya tersebut mendengar pembicaraan mereka.


Michel akhirnya mengikuti Mahendra di belakangnya, dia melihat sekilas kearah Aiden yang tertidur cukup nyenyak. Perlahan ia berjalan keluar bersama sang papa, entah apa yang akan di katakan papanya mungkin akan membahas soal Gibran tadi. Mungkin ini saatnya dia memberitahu siapa mantan suaminya dulu pada keluarga mahendra..


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2