Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 99


__ADS_3

Naina masuk ke dalam kamar Aiden, dia ingin berbicara pada putranya tersebut. Tapi saat dia membuka pintu kamar Aiden Tak ia dapati bocah itu di dalam kamarnya, kamar putranya Itu tampak kosong tak ada orang di dalamnya. Hal itu membuat Naina kebingungan karena anaknya tidak berada di dalam kamar di jam siang hari seperti ini.


Naina langsung berjalan keluar dari kamar tersebut dia langsung berjalan ke kamar sebelahnya di mana kamar Aira berada. kemungkinan Aiden Tengah bersama kembarannya itu.


tapi sebelum dia membuka pintu kamar putrinya Gibran berjalan di belakangnya saat ini sembari memanggil dirinya.


" kamu ngapain di atas sayang, bukannya aku sudah bilang sama kamu buat di bawah aja nggak usah main-main ke atas kamu nih sudah hamil besar sekarang Jangan naik-naik ke atas lah aku takut sendiri melihatnya." ucap Gibran menegur sang istri.


Naina langsung berbalik melihat ke arah suaminya yang berjalan mendekati dirinya saat ini.


" aku ke atas tuh cuman pengen ketemu sama Aiden, Aku tuh pengen ngomong sesuatu sama dia" ucap mainan pada Gibran.


" ngomong apa Sama Aiden dia ada di bawah sama Aira Masa kamu nggak ngelihat sih di bawah"pungkas Gibran memberitahu istrinya kalau kedua anaknya saat ini tengah berada di bawah.


" masa mereka berdua ada di bawah, mereka di mana Mas? perasaan aku dari tadi nggak ngelihat mereka di bawah deh" ucap Naina yang keheranan karena sedari tadi tak melihat kedua anaknya itu berada di bawah.


" mereka dari tadi ada di taman belakang sama Erlan, kamu aja nggak ngelihat mereka di belakang" jelas Gibran.


" Kamu kenapa cari Aiden?" tanya Gibran pada istrinya.


" aku mau tanya sama Aidan soal konsep ulang tahun mereka Nanti kayak mana Kan aku ulang tahun mas" ucap Naina memberitahu Gibran alasannya mencari Aiden. beberapa hari lagi Aiden dan juga Aira memang akan berulang tahun yang ke-7.


" mereka mana ngerti sayang, kita aja yang mikir soal konsep ulang tahun mereka. nanti kita buat netral aja nggak usah pakai konsep-konsepan soalnya kan Mereka kembar kalau satunya dibikin konsep salah satu kan nggak mungkin jadi kita bukan netral aja" ucap Gibran.


"Ya udah deh kalau itu maunya Mas Gibran aku ngikut aja yang penting mereka berdua senang kita rayain ulang tahun mereka."


"Ya sudah Yuk kita ke bawah tadi aku bawain kamu minuman kesukaan kamu loh sama cemilan Kan kamu bilangnya laper terus dari tadi"ucap Gibran mengajak Naina untuk turun ke bawah tadi Gibran memang sempat pergi ke kantor sebentar untuk melihat pekerjaannya baru setelah itu dia pulang ke rumah karena Naina memintanya untuk pulang, Jadi mau tak mau dia menuruti perintah istrinya yang tengah hamil itu.

__ADS_1


" serius Mas Kamu bawain minuman yang aku minta tadi beneran boleh aku minum itu? " Naina tampak girang mendengar ucapan Gibran yang mengatakan kalau pria itu membawa minuman kesukaannya.


minuman yang dimaksud naina yaitu minuman berwarna dan Gibran tak mengizinkan istrinya minum itu. tapi mau bagaimana lagi Naina terus memintanya seperti anak kecil ya Yang merengek minta dibelikan jajan.


" Iya boleh, makanya Ayo turun ke bawah nanti cemilan kamu dihabisin Erlan loh" ucap Gibran yang langsung merengkuh bahu mainan menuntun istrinya itu untuk turun ke lantai bawah.


..................


Mahendra dan juga istrinya datang ke rumah Gibran saat ini, mereka berdua ingin melihat kedua cucunya yang hampir satu minggu tak mereka temui. keduanya sungguh merindukan cucu-cucunya yang menggemaskan tersebut.


" Opa Oma" seru Aiden dan juga Aira yang langsung berlari menghambur ke pelukan Mahendra, keduanya terlihat gembira melihat Opa dan Omanya yang datang.


" Ya ampun cucu-cucu Opa, Opa kangen sama kalian. kalian kangen nggak sama opa sama oma?" ucap Mahendra sambil memeluk kedua bocah itu.


" kangen lah kangen banget, opa sama oma sih yang nggak ke sini-sini kita kan pengen ketemu kalian" ucap Aira Dan di angguki oleh Aiden.


" hehe Lupa" ucap Aiden sambil menunjukkan deretan giginya. dan mereka berdua langsung memeluk istri Mahendra.


" Oma kangen banget sama kalian" ucap istri Mahendra sambil memeluk erat kedua cucunya.


" mama sama papa kalian di mana Kok nggak keluar-keluar dari tadi?" ucap Mahendra menanyakan keberadaan Gibran dan juga Naina, karena dari tadi mereka tak melihat sepasang suami istri itu. mereka masuk ke dalam rumah tadi dibukakan oleh asisten rumah tangga Gibran dan juga Naina dan rumah anaknya ini terlihat sangat sepi.


" mereka di kamar Om ke mana lagi Kak Gibran sama Kak Nayla kalau nggak di kamar" Erlan tiba-tiba saja muncul ke ruang tengah menyahuti ucapan Mahendra.


" magrib-magrib begini mereka berdua masih di kamar, ya ampun anak doa itu" ucap Mahendra dan juga istrinya bersamaan.


" Kak Naina tuh sekarang manja-manja banget sama Kak Gibran dia pasti habis maghrib Minta Kak Gibran tuh untuk ngusap perutnya dan mereka kebablasan tidur sampai malam " jelas Erlan.

__ADS_1


" Erlan bisa Tolong panggilkan mereka Om soalnya mau bicara sama mereka berdua "minta Mahendra pada Erlan yang baru saja duduk di kursi single.


" sudah lapar biarin aja, kamu gangguin Mereka aja deh. wajar Naina seperti itu dia kan lagi hamil jadi mintanya dimanja-manja sama suaminya" ucap istri Mahendra.


" tapi papa mau ngomong sama Gibran mah,"


" memang Om sama Tante tadi sebelum ke sini nggak bilang sama Kak Gibran atau Kak Naina?" Timpal Erlan bertanya pada kedua orang di depannya.


" nggak tadi Om ke sini ke sini aja nggak bilang sama mereka, Lagi nonton TV atau lagi apa Eh malah lagi berduaan di kamar " pungkas Mahendra.


" Jadi mau bagaimana Om mau saya panggilkan atau enggak" ucap Erlan.


" udah nggak usah aja Erlan, Om sama Tante ke sini cuman pengen lihat si kembar aja kok. Kita cuman ngomong mau ajak si kembar nginep ke rumah boleh apa nggak sama giburan" jelas istri Mahendra pada Erlan.


" Ya sudah kalau begitu Om sama Tante pamit pulang aja ya tapi Om sama Tante mau ngajak si kembar nginep di rumah nanti kamu tolong bilangin sama Gibran atau Naina kalau mereka kita ajak" ucap Mahendra yang langsung pamit pulang dengan mengajak Aiden dan juga Aira.


" Aira kalian mau kan ikut sama opa dan Oma ke rumah kita?" Mahendra menatap kedua cucunya yang duduk diantara dirinya dan juga sang istri.


" mau Oma mau" seru keduanya dengan cukup girang.


" Ya sudah Yuk kita ke rumah Oma sama Opa" ucap istri Mahendra mengajak kedua cucunya untuk berdiri.


" Erlan nanti tolong sampaikan ya" ucap Mahendra sambil berdiri.


" Iya Om Nanti saya sampaikan udah dapetin ucap Erlan juga ikut berdiri Mahendra langsung pamit pergi bersama istri dan kedua cucunya. ya terlalu berjalan sambil mengobrol dengan Mahendra dia mengantarkan tamunya itu hingga pintu depan.


...............

__ADS_1


__ADS_2