Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 70


__ADS_3

Hari pernikahan Mark dan juga Selina akhirnya tiba, banyak tamu yang berdatangan termasuk rekan kerja dan juga rekan bisnis Mark. Keluarga inti Mark sendiri sudah berkumpul di tempat yang disediakan diantara mereka ada keluarga kandung dari Michel yang sudah keluarga Mark anggap sebagai keluarga sendiri.


Orang tua kandung Michel duduk bersebelahan dengan Mahendra dan juga Vita, mereka tampak mengobrol satu sama lain. Sedangkan Michel tampak sibuk menyuapi kedua anaknya dan sesekali dia juga berbicara dengan Nanda yang duduk tak jauh darinya.


“Kak Gibran nggak di undang kak?” tanya Nanda pada kakaknya, karena dia tak melihat Gibran di acara tersebut.


“Kayaknya diundang, dia kan rekan bisnis kak Mark” jawab Michel.


“Maaf Om tante saya terlambat,” sebuah suara mengalihkan semuanya yang ada di meja tersebut. Reyhan datang langsung menyalami semuanya, dia memang dekat dengan orang tua Mark karena pria itu sudah bekerja cukup lama di rumah sakit milik keluarga Mark.


“Iya tidak apa-apa, silahkan duduk Reyhan” ucap Vita dan mempersilahkan Mark untuk duduk di kursi yang masih kosong di meja mereka. Tepatnya kursi yang berada di sebelah Nanda dan sebelah Nurma.


“Hai si kembar, apa kabar?” sapa Reyhan pada kedua bocah yang duduk di seberangnya.


“Baik Om,” jawab keduanya.


“Ma, ayo kita ke sana dulu kasihan mertua Mark belum makan giliran kita yang naik ke pelaminan menemani Mark dan Selina” ajak Mahendra pada istrinya.


“Iya pa,” Vita dan juga Mahendra segera berdiri dari duduk mereka.


“Pak Agus bu Nurma kita permisi dulu ya, dinikmati makanannya jangan sungkan-sungkan” pungkas.


“Iya pak Mahen, bu Vita” jawab Agus dan Nurma bersamaan.


“Michel kamu layani orang tuamu dengan baik ya, papa sama mama ke sana dulu” ucap Vita berpesan pada anaknya.


“Siap ma” jawab Michel.


Reyhan terlihat bingung dia sesekali memperhatikan dua sepasang suami istri, dia bingung karena dari ucapan Vita tadi seakan menunjukkan kalau Michel memiliki dua orang tua. Kenapa bisa begitu, batin Reyhan.


“Bang Reyhan,” ucap Nanda menyadarkan lamunan Reyhan, pria tersebut langsung melihat kearah Nanda yang mengajaknya bicara. Dia tahu Nanda karena beberapa kalian dia pernah bertemu saat pria itu bersama dengan Mark dan dia hanya tahu kalau Nanda sepupu Mark.


“Iya kenapa Nda?” tanya Reyhan sambil menatap Nanda yang duduk disebelahnya.


“Bang Reyhan kapan nyusul kak Mark? Kak Mark saja sudah menikah sekarang” pungkas Nanda.


“Nantilah Nda nunggu jodohnya abang” jawab Reyhan.


“Masa bang Reyhan yang ganteng begini belum ada calonnya bang, aku nggak percaya ah”

__ADS_1


“Kemarin sih sudah nemu eh ternyata sudah jadi milik orang lain” jawab Reyhan sambil melihat kearah Michel yang terlihat sungkan mendengarnya.


“Serius bang, siapa bang?”


“Adalah orang”


“Nanda jangan tanya-tanya privasi orang nggak sopan” tegur Agus pada putranya.


“Nggak kok yah” elak Nanda dan dia langsung diam tak bertanya lagi pada Reyhan. Reyhan sendiri malah terlihat canggung.


“Om Reyhan kok cekarang jarang ajak main aku sama Iden.” Tanya Aira yang berada tak jauh dari Reyhan duduk.


Reyhan diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari bocah itu.


“Mmm, Om sibuk banyak kerjaan maaf ya sayang” jawab Reyhan.


“Huh, sama kayak papa Mark sibuk terus. Mama, Mama dokter apa begitu, papa Mark juga sibuk terus” ucap Aira mendengus dan menatap mamanya.


“Ya dokter memang begitu, dokter kan harus membantu orang sayang” balas Michel memberikan pengertian untuk anaknya.


“Aku nggak mau jadi dokter, sibuk terus” sahut Aiden.


“Aku juga” timpal Aira.


“Nggak nek, papa Mark pasti sibuk terus pas main sama kita dia selalu main hp terus habis itu pergi karena di telpon orang” tutur Aiden dengan polosnya.


“Ya ka itu..”


“Ma pa maaf aku terlambat” Gibran tiba-tiba saja datang dengan tergesa-gesa dan dia merapikan jas miliknya saat ada di depan mereka semua.


“Papa..” seru kedua bocah tersebut saat melihat papa mereka yang sudah datang. Dan kedua bocah itu langsung bangkit dari duduk mereka menghampiri sang papa


“hai anak-anak papa,” Gibran langsung menyamakan tingginya dengan kedua anaknya itu, dia merentangkan tangannya memeluk mereka berdua.


“Michel yang melihat itu hanya diam saja, dia lalu sibuk mengambil kue untuk dirinya. Sedangkan Reyhan, rasa penasarannya mulai muncul.


“Jadi ini suami Michel” ucapnya dalam hati sambil memperhatikan Gibran.


“Kok kamu telat Gibran, banyak pekerjaan atau bagaimana?” tanya Agus dan juga Vita hampir bersamaan.

__ADS_1


“Iya yah, kerjaan ku banyak jadi aku baru datang sekarang” jawab Gibran sambil berdiri saat kedua anaknya sudah kembali duduk di tempatnya. Pandangan Gibran tertuju pada Reyhan dia pernah melihat pria tersebut. Gibran berusaha menyembunyikan rasa cemburunya dia duduk di sebelah Agus tempat Mahendra duduk tadi.


...............................


“Naina,.” Suara Gibran yang terdengar dari arah belakang membuat Michel menoleh kebelakang.


“Kenapa?” tanya Michel saat sudah menatap Gibran.


“Hari ini mau ikut denganku?” tanya Gibran ragu-ragu, karena beberapa hari ini dia tak menghubungi Michel ataupun mendatangi Michel karena dia memberi ruang untuk perempuan itu memikirkan keputusan mereka yang akan kembali bersama.


“Mau kemana?”


“Mmm, mau ke Bali.”


“APA? kau gila mendadak begini mengajakku”


“Sebenarnya aku sudah ada niat mengajakmu dari waktu itu, dan aku sudah membeli tiketnya dari beberapa hari lalu saat kita bertemu tapi aku sedikit ragu untuk bicara denganmu” jelas Gibran.


“Mau apa di Bali, jika tida pe..”


“Merayakan ulang tahun pernikahan kita” ucap Gibran memotong ucapan Michel.


“Hah..” mendengar itu Michel tak habis pikir ulang tahun pernikahan. Untuk apa Gibran mengajaknya merayakan hal itu jelas-jelas mereka sudah berpisah selama lima tahun lebih.


“Jangan aneh-aneh, kitakan sudah berpisah bagaimana bisa kau mengajakku untuk merayakan ulang tahun pernikahan” lanjut Michel.


“Kata siapa kita sudah berpisah, kamu masih tercatat sebagai istriku di pemerintah. Kamu mau atau tidak kita ke bali, di sana juga ada Tari dia sudah berangkat ke sana lebih dulu. kalau kamu tidak mau aku cancel saja, ya sudah kalau begitu maaf mengganggumu” pungkas Gibran dan akan pergi.


“Perasaan aku belum menjawab ajakan mu, kenapa kau sudah buru-buru pergi” tukas Michel saat Gibran sudah berbalik arah untuk pergi.


Gibran langsung menghentikan langkahnya dan dia menoleh kebelakang melihat kembali Michel.


“Jadi kamu mau sayang” ucapnya mulai semangat, dia harap-harap cemas menunggu jawaban dari Michel.


“Iya aku mau, tapi aku melakukannya karena Tari sudah di sana dan kau bilang juga sudah menyiapkan semuanya kan. jadi aku tidak mau itu terbuang sia-sia” ucap Michel,


“Terimakasih, kalau kamu mau. habis acara ini kita berangkat oke” Gibran langsung mendekat kearah Michel dan dia menarik tangan perempuan tersebut memeluknya penuh kegembiraan.


Reyhan yang baru saja keluar dari tempat acara tak sengaja melihat seorang yang tak asing baginya. Dia terdiam dia tempat melihat hal tersebut, hatinya patah kembali saat ini rasanya kemarin dia sudah menerima kalau Michel kembali pada suaminya tapi melihat itu rasanya dia masih belum terima. Reyhan langsung angkat kaki dari situ, dia pergi begitu saja matanya rasanya tak ingin melihat hal tersebut.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2