Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 73


__ADS_3

“Ini makan yang banyak” Gibran yang sudah selesai memotong steak langsung memberikannya kepada Michel dan menukar piring Michel dengan piringnya. Michel yang tadinya akan memotong sendiri dagingnya terdiam melihat Gibran yang sudah memotong kan untuknya.


“Aku bisa melakukannya sendiri, “ ucap Michel.


“Aku tahu, tapi aku ingin saja melakukannya untukmu. Buruan dimakan, habis ini kita ke tepi pantai” kata Gibran dan segera menyuruh Michel untuk memakan-makanan tersebut.


“Kenapa diam? Mau aku suapi?” goda Gibran saat Michel hanya diam melihatnya dan tak segera makan.


“Nggak aku bisa sendiri” Michel langsung melahap sendiri sebelum Gibran melakukan apa yang dikatakannya.


“kamu tadi bilang mau mengajakku ke tepi pantai memang kenapa harus ke sana?” lanjut Michel penasaran.


“Ya nggak pa-pa”


“Kalau tidak penting lebih baik beli tiket terus pulang, aku tidak mau disini lagi” tukas Michel sambil mengunyah makanannya.


“kenapa buru-buru sih sayang, kamu mikirin anak-anak. Anak-anak past nggak kenapa-kenapa kan mereka banyak yang jaga”


“Males aja aku disini”


“Males? Males kenapa?”


“Bukannya tadi kamu yang menyuruhku cepat makan, kenapa kamu jadi banyak tanya kapan kita akan selesai makan”


“Kita pulang beberapa hari lagi, sekarang kita makan dan nanti ikut aku ke tepi pantai” pungkas Gibran, dan dia langsung memotong kecil daging didepannya dan menyuapkan kearah Michel.


“Aku bisa...”


“Sudah makan” perintah Gibran saat Michel menolaknya. Karena paksaan dari Gibran mau tak mau Michel langsung melahap daging yang disuapi oleh pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut.


Gibran lalu menyuapkan sepotong daging kedalam mulutnya, dia mengunyah sambil memperhatikan Michel yang juga menikmati sarapan pagi mereka saat ini.


...................................


Gibran menuntun Michel dengan hati-hati, perempuan itu saat ini matanya tengah ditutup oleh Gibran untuk diajak ketempat yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


“Ini kenapa sih pakai acara tutup mata, kamu mau ngapain aku” ucap Michel yang menuduh aneh-aneh Gibran.


“Kamu negatif terus sama aku sih sayang, aku nutup mata kamu karena ada kejutan buat kamu” jelas Gibran dan berusaha membuat Michel bersabar.


“kejutan?” ucap Michel tak mengerti.

__ADS_1


“hemm, sudah dong jangan menggerutu terus. Diam saja dan kamu pegang terus tanganku nanti jatuh” pinta gIbran dan memegang tangan Michel menaruhnya di lengannya agar perempuan itu memeluk lengannya.


“Ini mau kemana sih..” Michel seakan begitu tak sabaran karena matanya yang tertutup membuatnya merasa tak nyaman.


“Sabar sayang, bentar lagi. Masa aku kasih tahu mau kemana..namanya nggak kejutan” pungkas Gibran dan terus berjalan sambil menuntun Michel.


Beberapa menit berjalan Gibran menghentikan langkahnya di tepi pantai yang terdapat sebuah pohon serta ayunan, tempat itu cukup sepi karena sedikit menyendiri. Tempat yang sudah di hias oleh Gibran dengan banyaknya bunga dan juga pita berwarna dan sebuah meja bundar yang tersaji banyaknya buah-buahan.


Tempat yang cukup indah tepat berada di tepi pantai dengan pasir yang begitu putih dan di sisi lainnya banyak pohon kelapa yang semakin membuat tempat itu begitu sejuk.


Dua orang tiba saja datang bersamaan, mereka berdiri didepan Gibran dan juga Michel saat ini. itu Tari dan suaminya yang datang membawakan sebuah kotak kecil berwarna merah dan juga sebuket bunga yang cukup besar.


Tari tersenyum melihat Gibran yang juga tersenyum padanya, perempuan itu mengangguk saat Gibran memberikan isyarat padanya.


“Buruan bukan, kamu kenapa sih diem aja mataku sakit” ucap Michel yang sedari tadi mengeluh dan banyak bicara.


“Ada orang lain yang ada disini, tadi aku kayak denger suara orang jalan” ucap Michel lagi.


“Gibran, kenapa diam aja” tukas Michel karena Gibran hanya diam tak menanggapinya, hal itu membuatnya cemas saja.


“Sayang, kamu kok sekarang cerewet banget dulu kamu diem aja. Kenapa sekarang jadi banyak bicara begini” canda Gibran, dia bukannya segera membukakan tutup mata Michel malah menggoda sang istri.


“Kamu mau buka atau nggak penutup mataku, kalau nggak aku bisa buka sendiri” tukas Michel yang kesal dan akan membukanya.


“Apaan sih, kenapa aku perlu nyiapin mental”


“Karena kamu mau aku kasih ke hiu yang ada di laut”


“Apa? jangan asal” marah Michel dan melihat kearah Gibran meskipun matanya masih tertutup.


“Hahahha, aku bercanda, wajahnya jangan marah begitu dong. Ya kali aku mau buang istri aku yang cantik begini ke laut” Gibran langsung memeluk Michel.


“Iih, lepasin, buruan buka nggak” Michel mendorong pelan Gibran dan kesabarannya sudah habis. Dia langsung akan membuka penutup matanya sendiri. tapi ditahan oleh Gibran..


“Iya sabar sayang” ucap Gibran dan memegang tali penutup mata Michel.


“Siap-siapa ya” ucapnya sebelum membuka penutup mata Michel.


“hemm”


Gibran langsung bertukar posisi dengan Tari, dia mengambil bunga dan juga kotak cincin yang dibawa Tari dan suaminya.

__ADS_1


Gibran saat ini berdiri tepat didepan Michel setelah Tari menggantikannya, tentu saja dia bertukar posisi dengan cukup hati-hati agar Michel tak menyadarinya.


Gibran memegang kotak cincin dan bunga di tangannya, dia menghela nafas terlebih dahulu sebelum Tari membuka penutup mata michel.


Gibran membuka kotak cincin tersebut, dan dia berjongkok didepan Michel dengan menyodorkan cincin itu dan juga bunga yang sudah dia pegang. Dia mengangguk perlahan memberi kode pada Tari dan juga suami dari perempuan itu agar membukakan penutup mata michel.


Penutup mata Michel akhirnya terbuka, perempuan itu seketika memejamkan matanya karena silau terkena sinar matahari dia perlahan –lahan mengerjapkan matanya.


“Naina buka matamu, lihat didepan” pungkas Tari pada Michel yang masih kabur pandangannya karena efek matanya ditutup.


Mendengar suara itu membuat Michel langsung menoleh kesamping dan dia sedikit terkejut melihat ada Tari di depannya.


“Tari..” ucapnya terhenti saat dia menghadap ke depan dimana dia melihat Gibran yang sudah berjongkok di hadapannya saat ini.


Michel sedikit syok melihat itu, dia terpana akan apa yang Gibran lakukan saat ini.


“Naina istriku yang paling cantik, mau kah kamu kembali padaku dan memulai rumah tangga yang bahagia berempat bersama anak-anak kita” ucap Gibran sambil menatap lekat mata Michel.


Michel masih terperangah, dia menatap tak percaya,


“Ayo jawab Naina, jawab, jawab” seru Tari dna suaminya bersamaan.


“kenapa kalian juga ada disini..ke”


“Naina, aku ulangi sekali lagi mau kah kamu kembali bersama ku. Kalau mau tolong ambil bunga ini” pungkas Gibran mengalihkan pandangan Michel.


Michel cukup terharu dnegan apa yang di lakukan Gibran saat ini, dia melihat kearah Tari sekilas seakan meminta pendapat temannya dulu. Tari mengangguk seakan mengiyakan..Michel kembali menatap kearah Gibran yang menatapnya penuh harap.


“Aku mau” jawab Michel sambil mengambil bunga yang ada di tangan Gibran.


Wajah Gibran langsung berseri bahagia mendengar jawaban dari Michel begitu juga dua orang yang menyaksikannya.


“Kamu serius, ini cincin baru untuk kamu. cincin pernikahan kita” pungkas Gibran tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Dia langsung memakaikan cincin itu di jari manis Michel.


Gibran langsung berdiri dan menarik Michel kedalam pelukannya, dia memeluk Michel cukup erat.


“Kita mulai dari awal lagi sayang, kita mulai perjalanan baru kita bersama anak-anak kita nanti” pungkas Gibran dan dia sedikit meregangkan pelukannya pada Michel. Pria itu tak menunggu waktu lama langsung mencium Michel begitu saja didepan Tari dan juga suaminya.


“pak boss, kalau begitu kita pergi ya” pamit Tari saat kedua sejoli tersebut berciuman didepan mereka berdua.


Tari langsung pergi meninggalkan Gibran yang mencium Michel, Michel tak menolaknya sama sekali mereka saling ******* bibir satu sama lain.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2