Anak Rahasia Sang Ceo

Anak Rahasia Sang Ceo
Ep 51


__ADS_3

Michel sedikit menjauh dari Mark dan juga rekan-rekan kerja kakaknya tersebut karena dia sedang menerima telpon saat ini.


“memang mama dimana sekarang, kok bisa Aiden sakit ma. Tadi aku anterin dia ke sekolah dia nggak kenapa-kenapa tuh” kaget Michel saat mendengar kalau anaknya sakit disekolah.


“Ya sudah aku pulang sekarang ma” putus Michel dan langsung buru-buru mendekat kembali pada Mark, ia akan pamit pulang pada kakaknya tersebut kalau anaknya sedang sakit saat ini.


“kak..” panggil Michel lirih dan Mark langsung permisi pada rekan-rekannya untuk menghampiri Michel yang berdiri tidak jauh darinya.


“Iya kenapa?” tanya Mark saat sudah berada di dekat Michel.


“Aku ijin pulang ya, Aiden sakit”


“Aiden sakit? Tadi pagi dia tidak kenapa-kenapa?” Mark juga ikut terkejut mendengar hal itu. karena tadi pagi bocah itu tampak sehat ya meskipun tadi tampak diam saja tidak bicara sama sekali.


“Aku juga nggak tahu kak, tadi mama nelpon katana dia disuruh ke sekolah jemput Aiden karena sakit sambil nangis minta pulang”


“Ya sudah kakak anter kamu pulang sekarang” ucap Mark yang akan mengantar Michel pulang.


“Nggak usah kak, aku naik taksi saja” Michel menolak ajakan Mark karena ia merasa tak enak karena kakaknya itu sedang mengobrol dengan teman-temannya dan nanti Mark juga ada jadwal operasi. Sedangkan mobil Michel saat ini ada di bengkel tadi pagi dia berangkat kerja bersama dengan Mark.


“Kakak saja nganter kamu pulang, biar cepat” Mark masih bersih keras untuk mengantar Michel.


“Nggak usah kak, kakak nantikan ada jadwal operasikan” ucap Michel mengingatkan Mark soal itu.


“Oh iya aku lupa, kamu beneran nggak pa-pa naik taksi”


“nggak pa-pa lah, aku bukan anak kecil dan aku juga dulu malah sering naik angkot. Aku pulang ya, Aiden pasti nunggu-nuggu aku” pungkas Michel dan dia langsung pamit pergi dengan terburu-buru sampai dia lupa untuk pamit pada beberapa rekan Mark.


Mark langsung kembali ke tempat duduknya tadi bergabung dengan rekan-rekan seprofesinya.


“Adikmu mau kemana? Kenapa buru-buru” tanya salah satu dokter yang merupakan rekan Mark.


“Anaknya sakit jadi buru-buru dia”


“Whatt, adikmu sudah punya anak? Kau serius?”


“Iyalah aku serius, kenapa aku harus bohong” jawab Mark.


“Tapi nggak kelihatan kalau dia sudah punya anak, aku kira masih single gagal deh mau deketin adik kamu”


“kau bilang apa?” tanya Mark dengan tatapan tajamnya.


“Nggak bercanda, wah dokter Reyhan ini patah hati padahal baru beberapa waktu lalu dia bilang naksir adik dokter Mark eh ternyata udah jadi bini orang udah juga ibu juga lagi” dokter itu memegang pundak Reyhan seakan menguatkan pria tersebut karena harus patah hati sebelum mengutarakan rasa sukanya. Mark diam saja sambil menatap serius Reyhan, jujur dia tak suka Michel ada yang menyukai tapi apalah daya statusnya adalah kakak dari Michel.

__ADS_1


“dr.Reyhan, kau suka dengan adikku?” tanya Mark dengan tatapan serius.


Reyhan yang tadinya hanya mengelak ucapan dari rekannya, langsung menatap kearah Mark.


“Ja..jangan dia ambil hati dr.Mark..Sih Galih kan sukanya bercanda” Reyhan mengucapkannya sabil tersenyum canggung. Ia tak mungkin berani untuk mengatakan iya karena menjaga perasaan keluarga Mark apalagi adik dari seniornya sudah memiliki anak dan suami.


“Kalau kamu memang suka pada adikku perjuangkan saja, tapi ya itu kau harus menerima anak-anak dari adikku juga. adikku single parent dia tak ada suami dan hanya mengurus kedua anaknya seorang diri. Ya itu kalau kamu serius perjuangkan adikku, jangan kau mainkan hatinya” ucap Mark, membuat ketiga rekannya yang berada disitu menatap tak percaya pada ucapan tak terduga dari pria tersebut.


“APA? berarti adikmu single parents. Kalau begitu aku saja yang akan memperjuangkannya” ucap Galih antusias.


Bukk..


Mark langsung memukul pelan kepala Galih,


“Hahaha, mampus tuh.” Ledek Vino salah stau rekan mereka, dia puas menertawakan Galih yang dipukul oleh Mark.


“Augh, kau apa-apaan sih dr.Mark” protes Galih.


“Salahmu sendiri, aku tidak akan memberikan adikku pada pria playboy sepertimu, di antara kita berempat hanya dr.Reyhan yang ku percaya untuk ku berikan tanggu jawab menjaga adikku” pungkas Mark.


“Kau serius dr.Mark, kau tidak masalah kalau aku ingin serius dengan Michel?” Reyhan antara percaya dan tidak percaya kalau seniornya lebih memilih dirinya.


“Ya, karena kau pria yang jujur dan baik. Aku rasa Michel pantas mendapatkan pria baik sepertimu, kau juga baik. Aku ingin adikku mendapatkan orang terbaik, karena sudah banyak penderitaan yang dia alami selama ini” ucap Mark dengan berat hati.


....................................


Michel yang sudah sampai dirumah langsung masuk ke kamar anak laki-lakinya, dia melihat Aiden yang tengah tidur sambil di kompres. Kata mamanya Aiden tiba-tiba saja demam dan rewel minta untuk pulang.


“Michel kamu sudah pulang?” ucap Vita yang baru masuk kedalam Aiden dan sudah melihat Michel duduk disebelah bocah itu.


“Aiden kenapa ma, tadi pagi perasaan dia nggak pa-pa” Michel langsung berdiri menghampiri sang mama.


“Mama juga nggak tahu, tadi gurunya nelpon suruh jemput Aiden katanya dia sakit dan terus minta pulang ketemu kamu” jelas Vita pada Michel.


“Mama..” lirih Aiden yang terbangun dair tidurnya.


“Iya sayang..” buru-buru Michel menghampiri anaknya.


“Iya sayang mama disini, mana yang sakit sayang. Tadi kamu nggak pa-pa?” lanjut Michel khawatir, dia terus memegangi tangan anaknya.


“mama,..” ucap bocah itu dan langsung berhenti bicara.


“Iya sayang kenapa?”

__ADS_1


“Papaku dimana ma, papa mana?” rengek bocah itu.


“Papa kerja sayang, kan papa Mark nggak libur hari ini”


“bukan..bukan papa Mark ma.” Bocah itu menggeleng karena bukan itu maksudnya.


“Terus papa siapa sayang,..”


“Papa yang kata mama pergi jauh, dia masih ada kan ma..”


Deg,..


Michel langsung diam, dia tahu maksud Aiden siapa.


“Mama papa masih ada kan, mama nggak bohong sama aku kan. mama nggak bohongin aku sama Aira kan..”


“Kok kamu bilang gitu sih sayang, mama kan sudah pernah bilang kalau papa kalian sudah pergi jauh dan mama nggak bohong. Kok kamu mama bohong..”


“hiks hikss, mama bohong...” Aiden malah menangis mendengar ucapan Michel.


“Mama bohong..mama jahat.”


Michel langsung terdiam mendengar tangis anaknya yang sambil mengatai dirinya jahat. Sebenarnya ada apa dengan Aiden.


“Aiden, kok gitu sayang. Nggak boleh ah ngatain mama kamu jahat” ucap Vita dan langsung menghampiri cucunya yang menangis dan tak mau di pegang oleh Michel.


“Aku nggak mau sama mama, mama bohong. Mama bohong Oma, kemarin ada om yang bilang kalau dia papa aku...dia bilang mama bohong. Huhuhu mama bohongin aku” bocah itu terus menangis. Dan Vita langsung memeluknya karena Aiden terus memberontak dan tidak mau dipegang Michel.


“Sayang dengerin mama, Om siapa yang nemuin kamu. papa kamu udah nggak ada sayang..Om itu bohong sama kamu” Michel mulai tak berkutik ketakutan yang dia bayangkan selama ini akhirnya terjadi juga dimana anaknya menanyakan sosok ayah mereka apalagi ini Gibran pria brengsek itu malah nekat memberitahu Aiden langsung. Tangan Michel langsung mengepal, dia begitu marah dengan Gibran saat ini. pantas saja sedari kemarin dan tadi pagi Aiden hanya diam saja saat dia berbicara ternyata anaknya memendam itu semua.


“Om ibran, yang waktu itu ke rumah sakit bareng mama. Om Ibran bilang dia papa aku sama Aira”


“Dia bohong, kamu jangan percaya sama dia, mama nggak kenal sama dia bagaimana bisa dia papa kamu sama Aira” ucap Michel.


“mama bohong, mama kenal Om Ibran..Om Ibran punya foto mama. Mama bohong..Oma mama bohong..” ucap bocah itu yang berontak saat sang mama memegangnya dan dia langsung memeluk omanya menangis dipelukan sang Oma.


“Gibran Montana...” geram Michel sembari mengepalkan tangannya, dia langsung berdiri dari duduknya.


“Michel kau mau kemana?” tanya Vita saat Michel akan pergi.


“Aku ada urusan sebentar ma, tolong jaga Aiden. Dan misalkan kalau Aira sama papa pulang bilang saja aku kemana” ucap Michel, dia dengan emosinya saat ini langsung pergi. Dia kesal dengan Gibran, pria itu sungguh keterlaluan apa tidak puas dia selama ini telah membuatnya menderita kenapa dia masih terus mengganggu dirinya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2